NovelToon NovelToon
SAUH (HTS Kandung)

SAUH (HTS Kandung)

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Diam-Diam Cinta / Persahabatan / Dijodohkan Orang Tua / Romansa / Idola sekolah
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Asry Ulfa

Kenan tahu diri. Dengan badan yang "lebar" dan jerawat yang lagi subur-suburnya, dia sadar bahwa mencintai Kala—sang primadona sekolah—adalah misi bunuh diri. Namun, lewat petikan gitar dan humor recehnya, Kenan berhasil masuk ke ruang paling nyaman di hidup Kala.
​Magang menyatukan mereka, melodi lagu mengikat perasaan mereka. Saat Kenan mulai bertransformasi menjadi idola baru yang dipuja-puja, dia justru menemukan fakta pahit: Kala sedang menjaga hati untuk seorang lelaki manipulatif yang bahkan tak pernah menganggapnya ada.
​Bertahun-tahun berlalu, jarak Yogyakarta - Padang menjadi saksi bagaimana rasa yang tak pernah terucap itu perlahan mendingin. Sebuah lagu lama yang tiba-tiba viral menjadi jembatan rindu yang terlambat. Saat Kenan akhirnya menemukan "kembaran" Kala pada wanita lain, dan Kala dipaksa menyerah pada perjodohan, apakah melodi mereka masih punya tempat untuk didengarkan?
​"Kita dulu sedekat nadi, sebelum akhirnya kau memilih menjadi asing yang paling aku kenali."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asry Ulfa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Belajar Bersama

Ujian semester sudah di depan mata. Lorong sekolah yang biasanya jadi tempat konser dadakan Kenan, sekarang berubah jadi tempat anak-anak SMK menghafal rumus. Kenan, sebagai anak Akuntansi, mulai pusing tujuh keliling melihat angka-angka di neraca yang tak kunjung seimbang.

​"Nan, kau ini gimana? Masa saldo rugi-laba kau tulis di kolom aset? Itu namanya rugi bandar, Nan!" tegur Jovan saat mereka belajar di perpustakaan.

​Kenan menggarap kepalanya yang tak gatal. "Aduh Van, otakku ini isinya cuma kunci G sama kunci C. Pas nengok angka-angka ini, rasanya kepalaku mau reboot otomatis."

​Tiba-tiba, sebuah tangan lembut meletakkan sebuah buku Biologi di atas meja mereka. Kala datang dengan senyum yang sanggup meruntuhkan hafalan rumus Kenan dalam sekejap.

​"Makanya, Nan, kalau belajar itu fokus. Jangan sambil bayangin lirik lagu terus," goda Kala.

​"Nah! Kebetulan kau datang, Kal. Bantu aku sikit lah. Aku bingung sama Matematika ini. Kau kan anak TKJ, pasti jago hitung-hitungan biner dan kawan-kawannya," rayu Kenan.

​Kala duduk di sebelah Kenan. "Boleh, tapi gantian. Kamu bantuin aku gambar anatomi jantung buat tugas Biologi. Aku tahu kamu jago gambar sketsa sekarang."

​"Apapun buat kamu, Kal. Jangankan gambar jantung, gambar masa depan kita pun aku sanggup," celetuk Kenan, yang langsung dibalas lemparan penghapus oleh Jovan.

*******

​Sore harinya, mereka memutuskan untuk lanjut belajar di rumah Kala. Ini adalah kali ketiga Kenan main ke sana, dan dia sudah merasa seperti warga lokal di rumah itu. Ibu Kala bahkan sudah menyiapkan teh manis hangat begitu Kenan memarkirkan motor Supranya.

​"Nan, ini soal logaritma kenapa kau jawab pakai perasaan?" tanya Kala sambil menunjuk coretan di buku Kenan.

​Kenan nyengir. "Habisnya soalnya susah banget, Kal. Aku tulis saja 'Percayakan hatimu padaku', mana tahu gurunya fans berat Lyla juga."

​"Hahaha! Kamu ini ya! Ayo serius, nanti kalau nilai kamu merah, nggak bisa masuk kampus impian lho," Kala menepuk pundak Kenan.

​Mereka pun serius belajar. Kenan membantu Kala menggambar jantung manusia dengan detail yang luar biasa. Saat tangan mereka tak sengaja bersentuhan saat berebut penggaris, suasana mendadak hening. Kenan menatap Kala, dan Kala menatap balik.

​"Kal... kalau nanti kita lulus, kau beneran mau kuliah di luar kota?" tanya Kenan lirih.

​Kala terdiam, matanya menatap buku Biologi. "Iya, Nan. Ibu pengin aku kuliah di Padang, di sana ada keluarga. Biar ada yang jagain."

​"Padang ya... Jauh juga. Kalau aku ke Yogyakarta gimana?"

​"Lho, kok jauh banget ke Jawa?"

​"Iya, di sana kan kota pelajar. Aku pengin asah bakat musikku juga di sana. Tapi... aku takut kita jadi asing nanti," Kenan menunduk.

​Kala memegang tangan Kenan di atas meja. "Nan, jarak itu cuma angka. Kayak soal Matematika ini. Susah, tapi ada jawabannya kalau kita mau usaha."

​Momen haru itu tiba-tiba buyar saat suara motor knalpot bising berhenti di depan gang. Kenan langsung siaga. Revan lagi? batinnya.

​Tapi ternyata bukan. Itu Jovan yang datang bawa bungkusan besar.

​"WOOIII! BELAJAR APA PACARAAaN?!" teriak Jovan dari depan pagar.

​Kenan keluar dengan wajah kesal. "Kau ini pengganggu stabilitas negara betul lah, Van! Ngapain kau ke sini?"

​"Aku bawa martabak manis keju susu! Tadi Fitri kirim pesan, katanya dia barusan dapet kabar kalau Revan lagi galau berat gara-gara foto dia yang 'dompet ketinggalan' itu makin viral. Dia sampai malu masuk sekolah!" Jovan tertawa puas.

​"Hahaha! Serius kau?" Kenan ikut tertawa.

​Mereka bertiga akhirnya makan martabak di teras rumah Kala. Ibu Kala ikut keluar dan mereka ngobrol seru. Jovan yang mulutnya licin mulai membongkar rahasia Kenan.

​"Tante tahu tak? Kenan ini dulu pas magang setiap malam latihan nyanyi di depan cermin sambil pegang botol kecap, biar suaranya mirip Ariel vokalis Noah katanya!" bongkar Jovan.

​"JOVAN! Jangan kau bongkar aibku di depan camer!" teriak Kenan spontan.

​"Camer? Calon mertua?" Ibu Kala tertawa renyah. "Bisa aja kamu, Nan. Tapi ya nggak apa-apa, yang penting Kenan anak baik."

*******

​Malam itu, setelah Jovan pulang duluan, Kenan mengantar Kala masuk ke dalam rumah. Di depan pintu, Kala memberikan sebuah catatan kecil yang disisipkan di buku Matematika Kenan.

​"Buka di rumah ya," bisik Kala.

​Sesampainya di rumah, Kenan membuka catatan itu. Isinya bukan rumus logaritma, melainkan lirik lagu baru yang ditulis Kala:

​"Jarak Yogyakarta dan Padang mungkin ribuan kilo, tapi melodi kita hanya butuh satu detak jantung untuk bertemu. Semangat ujiannya, Raksasaku."

​Kenan merebahkan badannya dengan perasaan sangat bahagia. Dia tidak peduli lagi seberapa susah ujian Matematika besok. Baginya, dia sudah lulus ujian di hati Kala.

​Namun, di bawah bantalnya, Kenan menemukan selebaran brosur pendaftaran kampus di Yogyakarta. Dia menatapnya lama. Antara mengejar mimpi atau tetap di sisi Kala. Dilema itu mulai muncul, tepat saat hubungan mereka sedang manis-manisnya.

1
Erni Fitriana
mampirrrr...mampirrrr
Jumi Saddah
moga cerita ini banyak peminat nya,,seperti nya kisah ini asyik deh,,
Riry AU: aamiin, terimakasih sudah mampir kakak 🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!