NovelToon NovelToon
Hati Yang Kau Abaikan

Hati Yang Kau Abaikan

Status: tamat
Genre:Ibu Mertua Kejam / Pelakor / Cerai / Penyesalan Suami / Selingkuh / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Linda Pransiska Manalu

Ameera, sangat terpukul saat mengetahui suaminya Caleb selingkuh di depan matanya sendiri. senua pengorbanannya selama ini terasa sia-sia.
Ameera tidak bisa merima kenyataan itu dan memilih pergi meninggalkan rumah. meninggalkan Ibu mertua yang sakit. yang menganggapnya tidak lebih dari seorang pembantu.
Saatnya membangun harapan baru, mengejar impian yang selama ini dia hancurkan.
Berhasilkah Ameera meraih mimpi dan cintanya. Apakah Caleb berhasil menemukan istrinya yang minggat dari rumah.

Mohon dukungannya atas cerita ini. Dari awal hingga akhir. Bukan hanya sekedar mampir atau jadi pembaca hantu, tiba-tiba muncul dan tiba menghilang. Tinggalkan jejaknya sebagai tanda cinta buat Emak. Love you untuk kalian semua. Horas!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda Pransiska Manalu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21. Celia Sakit

Saat Ameera kebingungan antara mau menemui Kakek Lukas atau tidak, ponselnya berdering. Ternyata Saras yang menghubungi menyuruhnya cepat pulang karena Celia demam.

"Maaf Mas, sepertinya saya harus pulang. Anak saya mendadak demam." seru Ameera panik. Soalnya tadi saat ditinggal Celia baik-baik saja.

"Oh, ya. Kalau begitu aku antar Mbak pulang sekarang." tawar Richi.

"Tidak usah Mas, saya naik gojek saja." Ameera merasa tidak enak karena telah merepotkan Richi.

"Tidak apa-apa Mbak," ucap Richi seraya mengimbangi langkah Ameera yang tergopoh. Sesampai di rumah Ameera melihat Celia yang terbaring dijaga sahabatnya, Saras.

"Celia kok tiba-tiba demam? Mana yang sakit sayang?" ucap Ameera cemas saat meraba kening anaknya yang suhu badannya tinggi.

"Tadi sudah dibawa ke Bidan Ratna. Kalau demamnya tidak turun kita bawa ke rumah sakit saja." Saras menjelaskan kalau dia sudah memberi obat penurun panas yang diberikan bidan.

"Kita bawa saja sekarang, Mbak. Gak usah menunggu nanti. Takutnya anaknya nanti malah kejang." Richi memberi saran.

"Iya, Ras, kita ke rumah sakit saja." Ameera menggendong tubuh Celia. Saras bergegas memasukkan beberapa keperluan Celia ke dalam tas.

Richi kembali mengantar Ameera ke rumah sakit yang sama tempat Kakek Lukas dirawat. Mereka menuju ruang IGD untuk mendapat pertolongan pertama.

Ameera sangat cemas dan panik melihat keadaan putrinya. Selama ini Celia jarang sakit dan demam tinggi seperti ini. Ada perasaan bersalah karena akhir-akhir ini dia sangat sibuk dan perhatiannya pada putrinya agak terabaikan.

"Yang kuat ya sayang. Mama ada disini. Maafkan Mama." Ameera merasa ngeri saat lengan Celia dipasangi slang infus. Andai saja boleh meminta biarlah tubuhnya saja yang dipasangi jarum infus itu. Untunglah Celia tidak begitu rewel. Sepertinya dia paham kalau semua itu untuk kebaikannya.

Hanya tatap matanya nampak sendu memandangi mama dan maminya yang melihatnya dengan çemas.

Beberapa saat demam Celia tidak turun-turun juga. Mulut Ameera tidak hentinya komat-kamit melafazkan doa. Begitu juga dengan Saras dan suaminya Seno. Malah mereka yang terlihat lebih panik dan sempat terdengar kalau Seno marah pada istrinya karena lalai pada Celia.

Padahal ibunya adalah Ameera. Namun, karena saking sayang dan cintanya kedua pasangan suami istri itu pada Celia dan mengganggap Celia adalah anak sendiri.

Setelah menunggu hampir satu jam, demam Celia turun. Dokter anak yang memeriksa Celia langsung memeriksa keadaan Celia.

"Syukurlah, Bu. Masa kritis anak ibu sudah lewat. Sepertinya dia kena demam berdarah. Anak ibu akan dipindahkan ke ruang rawat." Ameera dan Saras menarik napas lega mendengar ucapan sang dokter. Lalu mengikuti para medis saat membawa Celia ke ruang rawat inap.

Dokter Rio yang kebetulan baru masuk ruang IGD melihat Ameera sekilas dan teringat akan wanita yang menolong Kakek Lukas.  Saat Dokter Rio hendak mengejar Ameera seorang suster memanggilnya sehingga urung mengejarnya.

Ketika Dokter Rio melihat ke lorong tubuh Ameera sudah menghilang. Dokter Rio mendengus kesal karena kehilangan jejak Ameera.

"Suster, pasien yang barusan tadi data-datanya mana?" ucap Dokter Rio tidak kehabisan akal. Dia ingin memastikan penglihatannya apakah perempuan yang dia lihat itu orang yang sama yang menolong kakeknya, Edgar.

"Dokter Fadil yang memeriksa tadi, dokter."

"Oh." Dokter Rio lantas menghampiri Dokter Fadil yang sedang memeriksa catatan.

"Dok, pasien anak tadi dirawat di ruang mana?" Dokter Fadil mengalihkan perhatiannya dari catatan dihadapannya.

"Tumben dokter ingin tau?" delik Dokter Fadil malah menggoda meligat teman sejawatnya kepo pada pasiennya.

"Aku serius dok, ini penting."

"Di ruang Anyelir kamar nomor tiga. Hei ...." Dokter Fadil menatap bingung karena ucapannya belum selesai tapi rekannya sudah melesat pergi. Dokter Fadil hanya bisa geleng-geleng kepala melihat ulah rekannya itu.

Saat tiba di tempat yang disebut rekannya, Dokter  Rio mencari nomor kamar. Dari balik pintu kaca Dokter Rio melihat kedalam. Namun Ameera saat itu duduk membelakangi pintu. Sehingga yang tampak jelas adalah Saras dan suaminya.

Mengira kalau orang tua pasien itu adalah Saras, dan penglihatannya tadi salah membuat Dokter Rio agak kecewa. Tadinya dia sangat berharap kalau apa yang dia lihat memang benar.

Dokter Rio berbalik meninggalkan pintu, bersamaan dengan itu Ameera juga beranjak dari kursinya hendak mengambil sesuatu. Namun, Dokter Rio telah pergi. Sekilas Ameera sempat melihat punggung Dokter Rio, sesaat sebelum pergi.

Ameera sempat heran kenapa pria berseragam dokter itu tidak jadi masuk kedalam ruangan mereka.

"Kenapa, Ra?" sapa Saras saat melihat Ameera kebingungan.

"Sepertinya ada dokter gak jadi masuk ke sini."

"Oh, mungkin salah ruangan." Duga Saras. Ameera mengangkat kedua bahunya.

"Ras, aku turun dulu ya. Titip Celia bentar." Ameera mau beli air mineral di warung depan rumah sakit. Saras mengiyakan sekalian minta dibelikan tissu. Karena buru-buru tadi lupa bawa tissu.

Sesampai dilantai dasar saat keluar dari lift, sesosok tubuh menabrak Ameera yang hendak keluar.

"A-uw! Hati-hati kenapa sih, Bang!" protes Ameera karena punggungnya membentur dinding. Ameera mendongak melihat sosok tubuh dihadapannya yang tinggi menjulang.

"Kau!" Seketika mata Ameera membulat saat melihat sosok dihadapannya. Laki-laki sombong dan angkuh yang kemarin menabraknya tengah berdiri tanpa rasa bersalah

"Situ, yang asal keluar. Kok nyalahin gua."

"Ih, Papa yang salah langsung nabrak tante." celetuk Clara. Sebab papanya yang jalan terburu-buru masuk lift tanpa menunggu yang didalam lift keluar dulu.

"Hem, anak kecil saja bisa melihat. Dasar sombong!" dengus Ameera. Wajah Edgar memerah mendengar ucapan Ameera. Terlebih putrinya malah belain wanita yang belum dia kenal itu.

"Hik-hik. Papa KO sama tante itu." kekeh Clara mengejek papanya.

"Kamu juga, bukannya belain Papa, malah belain tante itu."

"Kan dah jelas Papa yang salah. Maunya Papa minta maaf dong. Makanya Papa dibilang sombong."

"Sudah, ngomong soal itu lagi. Kakek pasti  sudah menunggu kita." Edgar menekan tombol angka tujuan mereka menuju lantai tiga.

"Pa, omong-omong tante tadi cantik ya. Ada miripnya sama mama." Celetuk Clara setelah diam beberapa saat.

"Jangan mulai halu ya." Edgar menarik putrinya keluar dari lift karena mereka sudah sampai di lantai tiga. Heran, setiap kali melihat wanita dewasa seumuran dirinya putrinya selalu ngomong mirip mendiang mamanya. Padahal tidak ada mirip-miripnya.

"Kali ini Clara ngomong beneran, Pah. Tadi Clara perhatiin. Papa sih marah-marah saja." Mulut Clara memberengut mendengar kata papanya.

"Trus, kalau mirip mama, Clara mau apa?" dengus Edgar. Dia selalu kesal setiap kali putrinya membicarakan soal perempuan lain. Ujung-ujungnya nanti malah suruh papanya biar menikah. Biar dia punya mama katanya. ***

1
Sunaryati
Rumah dan harta yang terbakar emak syukurin namun kedua orang tua Zita kasihan. Tapi lebih baik begitu, dari pada hidup melihat berbagai kejahatan Zita putrinya
checangel_
Hukum alam memang tak bisa diganggu gugat 🤧
kalea rizuky
nah gini tegas g bertahan alasan anak itu goblok. ending nangis mending kayak ini tegas
Linda pransiska manalu: mmakasih, semoga lanjut membaca Mak. bukan sekedar mampir🙏🙏
total 1 replies
Linda pransiska manalu
nanti balik lagi mak
Sunaryati
End kok masih menggantung
Aquarius26
loohh kok end thor,,
Aquarius26: padahal ceritanya bagus thor🥺
total 2 replies
checangel_
Kesabaran Bu Rina yang selembut kapas 🤧/Facepalm/
checangel_
Anak yang penurut pada Ibunya /Hey//Facepalm/
Sunaryati
Dulu kemana Nek, saat serumah. Setelah pergi kok diakui
Linda pransiska manalu: ntah, neneknya merasa paling tersakiti. padahal dia pelakunya. 🤭
total 1 replies
checangel_
Akur ya kalian berdua sebagai sahabat, jangan sampai ada gunjingan di belakang 😇
checangel_: Alhamdulillah lega Reader dengarnya 😄
total 2 replies
checangel_
Karma Ibu Mertua kah ini?🤧/Facepalm/
Linda pransiska manalu: yo yes. setiap perbuatan pasti ada karmanya Mak.
total 1 replies
Sunaryati
Rasakan dendam pribadi kok dilampiaskan saat bekerja, perusahaan yang kena,? Nikmati pindah rumah tahanan, Zita
Linda pransiska manalu: betul Mak. karena emosi sesaat dia menghancurkan dirinya sendiri.
total 1 replies
checangel_
Pesona Ameera pada suami dan selingannya /Facepalm/
Sunaryati
Tamat sudah riwayatmu yang busuk penuh tipu daya, termasuk Caleb pernah merasakan bahkan rumah tangganya hancur
Sunaryati
Langsung ketahuan pelakunya, namun belum ada bukti maka belum bisa melakukan langkah selanjutnya
Aquarius26
lanjut thor 😁
Sunaryati
Caleb, kamu yang selingkuh, kamu yang bawa selingkuhan ke rumah. Dan kalian sudah bercerai, saat tahu kemampuan Ameera, sekarang ingin kembali, jangan mimpi!!. Yang untung Bos Edgar nih dapat durian runtuh, merasakan ciuman gratis dari desainer Selasih. /Drool//Drool//Drool/
Linda pransiska manalu: entahlah Mak, merasa paling tersakiti dianya. padahal yang nyakiti siapa.
total 1 replies
Anonymous
ya terus apa urusan Lo Richi GOBLOK 🖕
Sunaryati
Tendang saja jika tak minggir, atau panggil saja Edgar dengan suara manja. Harapan Nak Richi agar Amee dan Edgar berjodoh emak aamiin kan
Linda pransiska manalu: Amin juga Emak.😍
total 1 replies
Sunaryati
Semoga awal kesuksesan kamu Ameera, untuk mengepakkan sayap, mengasah dan mengaplikasikan keahlian dan kemampuan kamu di bidang Fashion
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!