Di dunia kultivasi yang mengandalkan kekuatan jiwa bawaan sebagai penguat teknik beladiri, Vincent sering diremehkan karena hanya memiliki soul tumbuhan, hal itu membuatnya dipandang sebelah mata dan sering dianiaya oleh sesama murid sekte tempatnya tinggal.
Dan potensi kekuatannya mulai terlihat setelah dilatih oleh ratu Lily, seorang ras elf yang tidak sengaja ia temui ketika dalam keadaan terluka parah. Beliau adalah seorang kultivator domain celestial yang terlempar ke domain fana setelah dikeroyok oleh empat kaisar penguasa dunia tersebut.
Ratu Lily yang nota benenya memiliki soul yang sama dengan Vincent dan sudah ahli dalam penguasaannya, tertarik untuk mengajari Vincent mengembangkan potensi soul tumbuhan tipe langka yaitu soul pohon adam yang merupakan rajanya tumbuhan.
Akankah dengan kekuatan Jiwa kayu yang dilatih dibawah bimbingan ratu Lily ia dapat berdiri di puncak dunia kultivasi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vheindie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Teknik Baru
Tiga bulan setelah kejadian menggemparkan di wilayah barat kerajaan Serena. Di hutan terpencil dengan riak air sungai yang menenangkan seseorang tengah bersila begitu tenang, yang mana tidak lain tidak bukan ialah Vincent sang aktor kerusuhan sebenarnya yang tidak orang tau. Ia membuka mata, menatap batu setinggi lima puluh meter yang berdiri kokoh di sebrang sungai.
Dia beranjak dari tempat bersemedinya dan berdiri melakukan peregangan tubuh yang terasa kaku setelah dua bulan lamanya bermeditasi menyembuhkan segala luka di tubuh serta meningkatkan kultivasinya yang kini berada di tahap Saint level pertama berkat banyak menyerap batu jiwa kualitas atas dan tubuhnya pun semakin keras berkat batu spiritual tingkat empat dan lima, kini ketahanan tubuh serta jiwanya setara dengan seorang emperor tahap awal.
Vincent melakukan gerakan perlahan, dimana posisi kedua kaki berada dalam garis lurus depan belakang dengan kaki depan yang ditekuk sebagai tumpuan berat badan dan kaki belakang diluruskan untuk penyeimbang. Kedua tangannya ia taruh dipinggang.
"THROWING STYLE: SOARING THE WOODEN DRAGON"
Hembusan angin kencang menciptakan raungan keras ketika sosok naga kayu melesat menghantam batu besar hingga membuatnya hancur berkeping-keping. Burung-burung berterbangan ketakutan merasakan gemuruh dengan getaran kuat yang mereka rasakan.
Saat puing-puing batu berterbangan, Vincent melompat dan kembali melepaskan teknik berupa pukulan berenergi cahaya berwarna merah.
"TEKNIK KAISAR: RED FLAME"
Meski tidak menghasilkan suara gemuruh keras seperti teknik sebelumnya tetapi dampaknya sungguh mengerikan, dimana puing-puing batu berubah menjadi serpihan pasir.
Vincent terengah-engah dengan keringat terus bercucuran, namun tangannya tak berhenti melakukan gerakan. Ia menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya dengan kencang.
"TEKNIK KAISAR: THE SCREAM OF THE VOID"
Suara mengaum menakutkan mirip iblis. Pekikkan Vincent menciptakan riak di udara saat menyapu kawanan burung yang terbang melarikan diri menjadi abu dan lenyap tak tersisa.
Melepaskan tiga teknik baru membuat Vincent kelelahan, tapi ia sangat puas dengan hasilnya. Karena setiap serangan memiliki dampak kehancuran besar dan mengerikan, dimana ketiga serangan tersebut kemungkinan besar mampu membunuh lawan dalam sekali serang
"Hehe... Meski belum sempurna, tapi tiga serangan ini mampu melukai kultivator tingkat Saint level tujuh dalam satu kali serangan."
Pelatihan dan meditasi selama tiga bulan sangatlah memuaskan baginya, meski tiga teknik barunya ini hanya bisa digunakan masing-masing paling banyak hanya tiga kali dalam setiap pertarungan. Tapi lebih baik dibandingkan harus mengeluarkan teknik terlarang Bodysatya yang memiliki resiko terlalu besar.
"Dasar bodoh!!! Apa kau mau bunuh diri hah?!" Bentak ratu Lily tiga bulan yang lalu ketika ia pertama kali tiba di tempatnya sekarang ini, saat berhasil melarikan diri dari binatang spiritual tingkat enam. Meski dirinya berhasil lolos dan mendapatkan sebagian besar barang berharga di goa lumut, tapi saat itu keadaan Vincent hampir mati andai ratu Lily yang merasakan energi murid bodohnya semakin menipis.
"Sudah kubilang jangan gunakan teknik Bodysatya jika kultivasimu masih dibawah Emperor, tubuh dan jiwamu masih terlalu lemah. Dasar bodoh!!"
"Saya tidak punya pilihan lain saat itu," ungkap Vincent.
Meski ratu Lily jengkel dengan tindakan gegabah murid bebalnya ini. Ia sangat takjub seorang kultivator yang masih berada dibawah tingkat Saint berhasil selamat dari kematian setelah menggunakan teknik terkuat sekaligus terlarang bagi pemilik soul tumbuhan.
Vincent bergidik membayangkan jika dirinya harus kena omel ratu Lily lagi. Ia menghela nafas kembali mengatur sirkulasi energi dalam diri untuk menstabilkan aura dalam dirinya kembali.
DUARR
"Badjingan mana yang mengganggu ketenanganku."
Suara ledakan Mengganggu ketenangan meditasinya. Wajah Vincent berubah gelap sambil berdiri dari tempat duduknya dan berjalan ke sumber suara gaduh tersebut.
"Nona Shui... Nona Suyin... Jika kalian ingin hidup, cepat serahkan pill penguat tubuh tingkat sembilan itu pada kami!"
Ternyata kerusuhan terjadi di jarak lima puluh meter dari tempatnya bermeditasi. Ia menyingkapi dedaunan yang menghalangi dan melihat seorang pria muda menaiki kuda dengan usia sekitar dua puluh tahunan dan tingkat kultivasi spirit level dua. Sedangkan dua wanita yang berada di dalam kereta kuda usianya hampir sama berada ditingkat body strength tingkat tujuh dan tingkat delapan dan sang kusir yang ketakutan hanya body strength tahap tiga. Sementara pengawal yang mengiringi telah tergeletak tak berdaya bahkan sebagian sudah tewas.
Mereka dikelilingi oleh delapan orang dengan tingkat kultivasi beragam dan dua orang terkuat yang berusia empat puluh tahun berada di Spirit tingkat empat dan tiga, sedangkan yang lainnya ditingkat body strength tahap tujuh dan enam.
Saat ini keduanya menatap senjata yang dipegang oleh dua lelaki tua dengan noda darah yang menetes ke atas tanah.
"Tuan muda Zixuan! Apa kalian tidak tahu malu hah?!" Bentak Shuyin menatap galak meski dirinya terancam.
"Pill penguat tubuh dibeli oleh keluarga kami dengan harga yang mahal saat pelelangan di kota Jinsi. Semua itu kami lakukan demi Nona muda Shangguan sebagai modal dalam mengikuti ajang turnamen beladiri yang akan dilaksanakan di kota Lin Fei. Apakah kamu pikir aku akan menyerahkannya begitu saja?"
"Cih... Tidak akan pernah. Meski nyawa kami taruhannya sekalipun," Shuyin mengangkat pedang bersiap melawan orang-orang yang menghalanginya. Begitu pula putri Shui memegang belatinya dengan erat.
"Huh, kalian tidak tau ya? Pil penguat tubuh dibuat oleh alkemis keluarga kami melalui formula rahasia dengan tingkat keberhasilan kurang dari 40%. Kamu pikir keluargaku akan menyerahkannya begitu saja? Dan itu hanya aku yang berhak memilikinya," ujar tuan muda Zixuan.
"Dasar keluarga tidak tahu malu! Kenapa kalian lelang kalau masih membutuhkannya? Apa kalian tidak takut kami akan menceritakan ke kalangan luas bagaimana busuknya keluargamu itu." Dari perkataannya Shuyin dapat menyimpulkan bahwa rombongan mereka sudah diikuti sejak keluar dari kota Jinsi.
"Haha... Bagaimana mungkin sebujur bangkai bisa bercerita?" gelak tawa Zixuan menggema ke seluruh hutan.
Vincent ikut tertawa dan tawanya sontak membuat mata semua orang melirik ke arahnya.
"Pill penguat tubuh tingkat sembilan adalah pil kelas tiga yang mampu menguatkan daging dan tulang secara keseluruhan dan berguna untuk seseorang naik satu tingkat dalam kultivasinya dan minusnya tidak berguna bagi kultivator Spirit tahap lima." Vincent berjalan mendekat dengan santai.
"Siapa kau anak muda?" bentak salah satu tetua berjanggut hitam.
"Ah saya hanya pengelana yang kebetulan lewat saja dan sangat tertarik dengan obrolan tuan tuan dan dua nyonya-" Vincent masih terus berjalan tanpa mempedulikan tatapan mengancam yang mengarah padanya.
"Oh... Jadi kau juga tertarik pada pil itu juga anak muda?" Tanya tetua janggut putih.
"Cih... Hanya kultivator tingkat body strengh level lima berani ikut campur dalam urusan kami. Apakah kau sudah bosan hidup?" Zixuan menatap galak serta memandangnya sebelah mata.
Saat semua pandangan tertuju pada Vincent. Shui serta Shuyin melesat diam-diam berusaha menyerang tetua janggut putih.
SLASH
TRAANG
BAMM
Namun kedua tebasan berhasil diblok dan mereka lah yang malah terluka akibat pukulan keras menghantam tubuh mereka dengan telak, Shui maupun Shuyin terpental kebelakang cukup jauh dan darah segar mengalir deras dari mulut mereka.
"Kenapa kalian tidak menyerah saja? Dan berikan pil itu sekarang juga, maka pria tua ini akan berbaik hati pada kalian dengan memberi kenikmatan surga dunia sebelum kalian mati."
"Najis... Tua bangka yang menjijikan!" Umpat Shui dengan wajah merah padam menahan amarah.
"Haha... Tetua, janganlah serakah! Kalian boleh mencicipi tubuh nona Shui. Tapi aku minta kalian tidak mengganggu nona Shuyin. Karena aku ingin yang pertama mencicipi keindahan tubuhnya," timpal Zixuan dengan tawa menyebalkan.