NovelToon NovelToon
Rumah Untuk Si Bungsu

Rumah Untuk Si Bungsu

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Kehidupan di Kantor / Keluarga / Karir / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nana Kusumaningrum

Kisah seorang anak perempuan terakhir yang hidupnya selalu di tentukan oleh orang tuanya,dan tidak di beri kesempatan untuk memilih untuk hidupnya.
hingga akhirnya ia pergi dari rumah, dan bertemu dengan seseorang yang mampu untuk ia jadikan rumah dan tempat bersandar

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Kusumaningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RUSB 21

Nina yang lupa jika ada Raynar ,langsung putar balik ke atas untuk mengambil jilbab dan celana panjang.

Setelah itu ia kembali turun dan membantu kakak iparnya dan sepupunya untuk masak, walau tidak pandai masak, setidaknya ia bisa menumis dan memotong bahan.

Raynar yang sedang mandi teringat, ia harus membeli sepatu untuk besok ia ikut hiking ke bukit mongkrang.

Setelah selesai mandi ia ingin kembali ke ruang keluarga, suatu kebetulan ia berpapasan dengan Nina yang hendak keluar.

" Ehh Na, kamu mau kemana?" tanya Raynar.

" emm ke warung depan pak, beli garem" jawab Nina.

" Kemarin katanya kamu mau nemenin saya cari baju, sekarang saja yuk, besok takut lupa " ujar Raynar.

" Tapi saya lagi masak pak" jawab Nina.

" Kamu memang bisa masak?" tanya Raynar yang mengetahui jika Nina tidak bisa memasak.

" Bisa lah, bapak kok jadi ngejek saya sih" sahut Nina.

" Yaa bukannya ngejek, kata bang Haris kamu masak telur aja gosong" sahut Raynar.

"dihh percaya bang Haris,ya sudah ayo" Ujar Nina.

" Kamu enggak mau ganti baju dulu?" tanya Raynar karena Nina menggunakan baju lengan pendek.

" Oh iya lupa, kalau gitu bentar" ujar Nina kemudian naik ke kamarnya dan berganti pakaian.

Selang lima menit Nina sudah berganti celana denin, baju panjang putih motif bunga dengan hijab bergo instan dan di tambah kaca mata yang membuat Nina semakin manis di mata Raynar.

" yuk pak, nanti keburu magrib" ujar Nina, yang melihat Raynar hanya diam.

" Ah iya ayo" Raynar kemudian berdiri dan berjalan berdampingan dengan Nina.

" Ehh Kenzie, tolong beliin garem dek, terus kasih mama" pinta Nina pada Kenzie.

" Sisanya buat aku yaa" sahut kenzie.

" Iya, sekarang tapi kasih ke mama loh" sahut Nina.

Raynar dan Nina pun berangkat ke toko yang menjual, pelaratan gunung, awalnya Nina menyarankan Raynar untuk sewa saja, namun Raynar tidak mau, ia ingin tetap membelinya.

...****************...

Sedangkan di rumah zeyya, sedang mencari Nina dan juga Raynar yang tiba- tiba mehilang berdua, tanpa ada yang tau mereka kemana.

" onty jeyya cali Nana cama uncle ?" tanya Kenzie saat ia sedang memberikan garam yang tadi Nina suruh beli.

" Iya, kamu lihat enggak?" tanya Kenzie.

" tadi pelgi, enggak tau kemana tapi" jawab Kenzie.

" Oalah Ya sudah kalau begitu " jawab Zeyya, yang bingung harus ngapain, ia masih sedikit canggung karena banyak sepupu Nina.

"Sini Zeyy, dari pada di kamar bosen kan?" ajak Anin yang memang sudah dekat dengan Zeyya.

" Iya kak" jawab Zeyya.

Zeyya mulai bergabung dan berbaur dengan saudara- saudara Nina, yang memang sepertinya welcome kepada dirinya.

Zeyya mulai tidak canggung lagi, di tengah- tengah keluarga Nina, yang menurutnya kompak dan begitu hangat.

Sedangkan Raynar dan Nina baru saja masuk kedalam super market, setelah mereka mencari sepatu untuk Raynar besok.

Nina di minta kakak iparnya untuk membeli buah dan beberapa snack dan minuman sebagai pelengkap untuk mereka makan- makan nanti malam.

Nina sedang memilih beberapa buah, sedang Raynar hanya mengikuti Nina di belakang, ia di buat kagum lagi dengan Nina karena hal- hal kecil yang mulai Raynar perhatikan.

" Ray" panggil seseorang dari belakang dan menepuk bahu Raynar.

" Raynar " gumam perempuan yang terlihat seumuran dengan Raynar.

" Indah, loe di sini? lama banget gue enggak ketemu loe" sahut Raynar.

" Iya gue pindah ke solo ikut suami gue udah lama sih, oh ya loe kok bisa di sini?" tanya Perempuan bernama indah tersebut.

" apa kabar loe?" tanya Raynar.

"baik, loe gimana? loe kok bisa di sini?" Balas Indah.

" Iya gue lagi ada kerjaan terus lagi ada acara sama keluarga calon istri gue" jawab Raynar yang mengaku sudah punya calon.

" wehh loe udah punya calon? siapa ? jadi sana Dena?" tanya Indah .

" bukan lah tuh" ujar Raynar dengan percaya dirinya ia menunjukkan Nina yang sedang memilih buah.

Indah kemudian melihat ke arah Nina, ia begitu terkejut saat tau Nina adalah calon istri dari temannya.

" Nina" gumam Indah.

" loe kenal Nina?" tanya Raynar.

" kenal, dia pasien gue, loe serius dia calon istri loe?" balas Indah.

" Hah? dia ngapain konsul ke loe?" tanya Raynar, ya.. Indah adalah seorang psikolog dan Nina adalah salah satu pasien Indah.

" Loe beneran sama dia?" tanya Indah kembali.

" emang kenapa sama dia?" tanya balik Raynar.

" Lebih baik jangan dech Ray, dia butuh pasangan yang seperti rumah, yang peka, dan pastinya yang bisa mengerti dia dengan segala stragullenya, gue kasian sama Nina kalau dia beneran sama loe" jawab Indah yang memang selama ini mengetahui apa yang Nina butuhkan .

" maksud loe? " Tanya Raynar yang belum mengerti maksud dari Indah.

" Dia butuh pasangan yang bisa jadi ayah dan kakak untuk dia, dia enggak butuh finansial, dia cuma butuh rumah yang bernyawa" jawab Indah masih ambigu.

"pak... udah pak ayo pulang" Ujar Nina kala selesai berbelanja.

" Dokter Indah" sapa Nina kala melihat Indah.

" Nina, apa kabar? " Balas Indah.

" still there as before" jawab Nina sedikit ragu sambil melirik ke arah Raynar.

" Why haven't you come for so long?" tanya Indah basa basi.

" Aku sekarang di Jakarta dok, kerja di perusahaan Kastara milik Pak Raynar" jawab Nina sambil menujuk ke arah Raynar.

" Wahh.... hebat berani keluar dari zona nyaman, kerja plus dapat suami yaa" Ucap Indah.

Raynar yang mendengar itu gelagapan, karena ia saja baru ingin merebut hati Nina.

" hah maksud Dokter?" tanya Nina bingung dengan ucapan Indah.

" Ehh udah yaa ndah gue duluan nanti kita sambung aja di chat, ayo Na tadi Kak Anin udah chat suruh buruan" potong Raynar yang langsung menggandeng Nina dan mendorong troli belanjaan mereka.

Setelah membayar mereka pun segera pulang, di jalan Nina hanya diam, memainkan ponselnya sedangkan Raynar tampak tegang, dan kepikiran apa yang di bilang Indah tadi.

"kenapa Nina konsul ke Indah, sebenarnya apa yang di sembunyikan Nina " gumam Raynar.

" Gue besok harus ketemu Indah, sepertinya dia tau banyak tentang Nina ,dari pada Ninanya sendiri" imbuh Raynar.

" Na" panggil Raynar memecah keheningan.

Nina tidak menjawab hanya menoleh ke arah Raynar yang fokus menyetir.

" Tipe suami idaman kamu seperti apa?" tanya Raynar tiba- tiba yang membuat Nina sedikit terkejut.

" Hah... kenapa bapak tanya begitu?" Tanya balik Nina.

" Iyaa enggak, pengen tau aja" jawab Raynar.

"Enggak tau pak, saya belum kepikiran untuk menikah" jawab Nina.

" Ya ... masak enggak punya tipe idaman sih" balas Raynar.

" emmm apa ya... pak? " gumam Nina berfikir .

".Yang bisa jadi rumah untuk saya pulang"

1
Nana Ningrum
luar biasa
Elly Maryani
semangat bang Ray rebut hati Nina,,jgn kalah ma bawahan🤭...up tiap hari ya Thor,bagus ceritanya
Makhfuz Zaelanì
lanjut thor
Makhfuz Zaelanì
ini ga ada kelanjutan kah thor
Nana Ningrum: ada dong readers, di tunggu yaa
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!