Adult Action Romance
Novel ini mengandung adegan kekerasan dan unsur dewasa. Mohon kebijakan Anda dalam membaca Novel ini.
Rain memilih mendekam dalam penjara agar dia bisa melupakan cinta pertamanya, cinta yang tak akan pernah bisa dia dapatkan kembali. Setelah 5 tahun menahan dirinya, dia dihadapkan dengan situasi dimana dia harus menyelamatkan dirinya sendiri dan juga seorang wanita yang tak sengaja dia temui di penjara.
Keputusannya untuk menjaga wanita itu karena sebuah janji nyatanya menyeretnya ke masalah yang lebih besar. Belum lagi dosanya dimasa lalu belum juga tuntas tertebus.
Apakah Rain bisa menghadapi semua orang yang ingin menjatuhkannya? bisakah dia menjadi dirinya yang baru atau kembali menjadi dirinya yang lama? ataukah dia bisa kembali mencinta?
---
Warning! 21+
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21
...Kau bagaikan sekuntum bunga Lily Of The Valley yang indah,...
...Bunga putih bagaikan lonceng kecil menggoda,...
...Ah, sangat meghipnotis ketika memandangnya,...
...Tapi ingatlah itu bunga paling beracun di dunia,...
...Sama sepertimu, sangat cantik namun juga sangat berbahaya....
_______________________________________________________
"Well, itu nama yang bagus Nona Siena," kata Drake menyeruput sedikit teh panas yang dituangkan oleh pelayan ke dalam gelas kecil.
"Terima kasih," kata Siena dengan senyuman semanis madu, membuat Drake tak bisa melepaskan pandangan liarnya pada wanita di depannya, dia akui dia adalah pencinta wanita cantik, melihat paras dan juga kesempurnaan dari Siena, siapa pun akan menyukainya.
Matanya yang tajam namun menggoda, bibirnya yang mungil cocok dengan wajahnya yang juga terlihat kecil, bahkan gelombang rambutnya itu saja dapat menarik perhatian siapa pun.
Drake memberikan isyarat pada Ben agar meninggalkan mereka berdua, Siena tersenyum tipis tahu apa maksud pria ini, tentu ingin lebih intim berdua dengannya. Pria yang sangat mudah di tebak.
Ben yang mengetahui hal itu langsung undur diri, berdiri cukup jauh dari mereka, namun tetap dalam jangkauan Drake, mana tahu dia membutuhkah Ben sewaktu-waktu.
"Katakan nona Siena, bagaimana kau tahu aku memiliki hubungan dengan Rain?" kata Drake dengan sedikit senyuman yang menggoda, tak bisa dipungkiri dia punya pesonanya sendiri.
"Ya, itu sangat mudah di tebak, semua berita memberitakan bagaimana hubunganmu dengan Rain, dan aku sedikit terkesan dengan caramu mencoba untuk membuatnya bertahan di penjara," kata Siena dengan nada suaranya yang seolah menggoda, dia berhenti sejenak, melirik Drake dengan sudut matanya yang tajam, "tapi kau kurang maksimal melakukannya."
"Lalu apa hubunganmu dengan Rain?" tanya Drake lagi, terlalu tertarik dengan wanita ini.
"Anggap saja, aku adalah salah satu wanita yang pernah dia kecewakan, kau dan aku sama-sama dirugikan olehnya," kata Siena mencari simpati dengan kesamaan dirinya dengan Drake.
"Oh, percintaan yang kandas," kata Drake, ternyata selera Rain benar-benar bagus, jika benar wanita ini adalah wanitanya Rain dulu, dia pasti tahu bagaimana kelemahan Rain, pikir Drake.
Siena menaikkan sudut bibirnya, membuat wajahnya sedikit sinis namun entah kenapa begitu menarik.
"Lebih sedikit tragis, dia hanya memanfaatkan diriku, anyway, cukup tentangku, aku pastikan kita punya tujuan yang sama, aku di sini untuk menawarkan kerja sama denganmu, aku tahu tentang hal-hal yang bisa membantumu untuk mengalahkan persaingan dengannya," kata Siena lagi, mengambil cangkir kecil itu, meminum teh hampar cendrung pahit namun pandangannya tetap lurus ke Drake, Drake melihat tatapan itu, tahu betul wanita ini pintar sekali menarik perhatiannya.
"Apa imbalannya?" tanya Drake, tentu tahu tidak ada yang gratis untuk semua ini.
"Aku punya segalanya, jadi aku tak butuh uang atau materi, aku hanya ingin melihat kejatuhannya, aku hanya ingin melihat bagaimana hidupnya hancur dan dia juga terpuruk sedalam-dalamnya," kata Siena dengan mata berapi-api.
Drake melihat bagaimana Siena mengenggam erat cangkir kecilnya, meremasnya seolah menaruh begitu banyak kebencian di dalam genggamannya itu, tak main-main ternyata, pikir Drake.
"Baiklah, aku setuju jika itu keinginanmu," ujar Drake.
Siena mengganti wajah benci dan emosinya dengan wajah ramah menggoda lagi, dia menyelipkan rambut-rambutnya ke belakang telinganya.
"Ya, aku sudah yakin kau pasti mau menerimaku," kata Siena lagi.
"Tak akan ada yang bisa menolak permintaan wanita sepertimu," ujar Drake melancarkan godaannya.
Siena hanya tersenyum, dia menggigit bibirnya yang kecil, membuat Drake melihat gestur ketertarikan itu padanya, dia hanya tersenyum.
"Anyway, bagaimana tunanganmu itu?" tanya Siena mencondongkan dirinya, Drake tahu itu juga tanda ketertarikan.
"Dia tak lagi jadi tunanganku," kata Drake yang tampak sedikit tidak berminat membicarakan wanita yang sudah merusak moodnya hari ini.
"Benarkah? kenapa? kau tampak begitu mencintainya saat di depan wartawan," kata Siena lagi berwajah terkejut dan ingin tahu.
"Aku tak suka barang milikku disentuh orang lain," ujar Drake asal saja, asumsinya atas kata-kata Rain tadi pagi, antara Bianca dan Rain pasti terjadi sesuatu, 2 hari mereka bersama, dalam satu tempat, bisa saja melakukannya dengan bebas bukan? baginya Bianca bagaikan sampah sekarang, tak menarik sama sekali.
"Oh, kau yakin? Rain adalah pria yang paling dingin yang pernah aku temui, bahkan dulu untuk bertemu dengannya saja aku begitu susah, dia hanya menyukai satu wanita yang tak akan bisa lagi jadi miliknya, Jadi ...." kata Siena menatap wajah Drake serius, dikepalanya muncul sebuah ide.
"Jadi apa?" tanya Drake yang menjadi penasaran karena ulah Siena.
"Jadi jika benar dia dan tunanganmu melakukan sesuatu dengannya, artinya tunanganmu itu sudah bisa masuk ke dalam hatinya, Rain itu tidak sembarangan menerima wanita, bahkan saat aku membaca dia menyandra seorang wanita namun wanitanya dalam keadaan begitu sehat, aku sudah tahu dia tak menyanderanya, itu hanya fitnahmu saja, dia menjaga wanitamu bukan? bagiku itu sebuah kesempatan," kata Siena lagi.
"Kesempatan?"
"Ya, kau punya sesuatu yang bisa membuatnya hancur, kau tahu kenapa dia masuk penjara? selain dia memang ingin membalas dendam, tapi dia juga melakukan hal itu demi mendapatkan wanitanya, jadi bagaimana menurutmu jika wanita mu itu kau manfaatkan kembali untuk menjadi titik kelemahannya, Rain sangat lemah saat dia memiliki seseorang yang dia cintai," kata Siena dengan wajah sinisnya, menurutnya itu ide yang sangat brilian.
Drake memandang wajah Siena yang berubah antusias, menatap matanya yang berbinar semangat, jika benar apa yang dikatakan oleh Siena, Rain lemah dengan wanita yang dia sukai, dan juga jika benar Rain menyukai Bianca, maka hal yang dikatakan oleh Siena akan sangat menguntungkan.
Drake bisa memanfaatkan Bianca, membuat Bianca sebagai alat balas dendam untuk Rain, tentu, dia harus membuat Bianca bisa menggoda Rain lebih dalam.
"Baiklah, aku rasa aku bisa menyuruhnya melakukan hal itu," kata Drake.
"Jangan, jangan menyuruhnya," ujar Siena.
"Lalu? apa maksudmu sebenarnya?" tanya Drake bingung.
"Tuan Drake, kau tak tahu berurusan dengan siapa, Rain itu bukan anak kemarin sore yang bisa kau tipu dengan mudah, ok, kau berhasil awalnya, namun sekarang? dia bebas juga bukan? dan pastinya sekarang dia lebih berhati-hati dengan tunangan mu ini, dan aku yakin jika tunanganmu itu berpura-pura, dia akan langsung tahu, apakah kau bisa mengendalikan wanitamu itu?" tanya Siena yang tahu Drake pasti punya kontrol penuh dengan wanita itu, cara Drake mengatakan bahwa wanita itu adalah barangnya, Siena sudah tahu wanita yang dulu dia akui sebagai Tunangannya itu hanya wanita bawahannya.
"Tentu," kata Drake mengerutkan dahinya.
"Kalau begitu lepaskan dia," kata Siena lagi tersenyum manis.
"Melepaskannya? Nona Siena aku belum bisa menebak jalan pikiranmu," ujar Drake dengan kerutan lebih dalam.
"Tuan Drake ternyata kau tak secerdas pikiranku, untungnya kau tetap membuatku tertarik, Biarkan tunanganmu itu bebas sesaat, aku tahu sifat Rain, saat dia menginginkan sesuatu, Baik itu karena dia suka atau karena dia benci, dia akan berusaha untuk mendapatkannya kembali, dalam kasus ini aku yakin dia akan mendatangi wanitamu itu, jika tidak karena dia suka, pasti dia benci telah difitnah olehnya, dan biarkan wanita mu berlaku senatural mungkin, saat kita sudah yakin Rain terjebak, kita akan menekannya dengan Wanita itu, kau sudah mengerti?" kata Siena lagi, kembali melemparkan tatapan sinis pada Drake.
Drake menangkap tatapan sinis itu, wanita ini dibalik kecantikannya yang sangat, ternyata terselip kelicikan yang sempurna, cantik namun begitu mematikan.
________________________________________________
Halo kakak, ntar aku lanjut lagi ya.
ternyata mirip Jared, Johan dalam mencintai. tulus
hah....
woilahh buat gue ajaa/Shy/