Inayah, gadis cantik nan solehah, lahir disalah satu desa di kota Semarang harus menjalani takdir yang tak di sangka-sangka sebelumnya.
Tragedi tenggelam di sungai demi menyelamatkan baju kesayangan Ibunya, membawa dirinya harus menerima takdir menikah dengan laki-laki menyelamatkannya.
Menikah didesak warga karena sebuah kesalahfahaman. Menerima takdir adalah keputusan akhir yang tidak bisa diganggu gugat lagi.
Inayah yang berprinsip tidak mau berpacaran, dan Mas Gagah yang beberapa bulan lalu di tolak saat melamar kekasihnya. Mereka berdua ditakdirkan menjadi suami istri secara mendadak.
Bagaimana ya perasaan Inayah dan Mas Gagah, campur aduk tentunya.
Bagaimana kisah mereka yang sebenarnya??
Nantikan terus ya setiap episodenya, jangan lupa like, komen dan Vote😘😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santy puji, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 20
🍁Makan siang Romantis🍁
☘️Happy Reading☘️
Seperti biasa sebelum Dzuhur, aku akan ke kantor Mas Gagah untuk mengantarkan makan siangnya. Aku teringat akan pesan Mas Gagah agar aku tidak menitipkan makan siangnya pada resepsionis. Aku harus langsung ke ruangannya.
Di depan kantor, aku segera menelfon Mas Gagah agar Mas Gagah menjemputnya di bawah karena aku benar-benar tidak tahu ruangan kerja Mas Gagah di lantai berapa. Mau menanyakan juga malu.
Mas Gagah mengangkat telfon dariku. Aku menunggunya di bawah. Tak butuh waktu lama, Mas Gagah sudah muncul di depanku lalu merangkul bahuku dan membawaku naik menggunakan lift. Resepsionis, Pak satpam dan karyawan yang berlalu lalang melihatku penuh tanya.
Aku juga melihat mereka berbisik-bisik tentang sikap Mas Gagah terhadapku. Aku mencoba untuk tidak menghiraukannya.
Sebelum masuk ke ruangan Mas Gagah, aku di perkenalkan terlebih dahulu ke sekertaris Mas Gagah.
"Ana, perkenalkan, ini pacar halal saya" ucap Mas Gagah sambil tersenyum.
Ana nampak mengernyitkan dahinya, Ana masih belum mengerti dengan istilah 'pacar halal' yang Mas Gagah katakan.
Ana mengulurkan tangannya, Aku langsung menjabat tangannya.
" Inayah"
" Ana, sekertaris Pak Gagah." Ana tersenyum manis di hadapan aku dan Mas Gagah.
Aku sangat kagum dengan Ana, wanita muda dengan paras yang begitu cantik dan sexy. Aku mulai berfikir Mas Gagah pasti sangat betah melihat pemandangan indah seperti Ana setiap hari.
Mas Gagah kembali merangkul bahuku, kami berdua masuk ke dalam ruangan Mas Gagah.
" Mas, Ana sangat cantik yah, pantas saja Mas betah di kantor." Aku memberanikan diri meledek Mas Gagah, suamiku.
" Eh jangan sembarangan dengan istri orang." Mas Gagah melirikku sekilas.
Mas Gagah kembali berkutat di depan layar komputernya.
Aku merasa lega dan bersyukur karena ternyata Ana sudah menikah.
"O... Mbak Ana sudah menikah, bagus lah"
Mas Gagah tidak menanggapi ucapanku. Aku mengerucutkan bibirku.
"Mas katanya mau makan, kok malah bekerja lagi, kan ini sudah jam istirahat." Aku mulai protes.
" Suapin dong sayang, Mas masih banyak pekerjaan"
" Ih kok disuapin sih"
"Ya kan kamu pacar halal Mas, Mas nyuruh kamu kesini ya biar Mas ada yang suapin"
"Ih modus ternyata"
" Modus sama istri kan sah-sah saja Nay"
"Malu Mas nanti ada pegawai Mas yang masuk bagaimana?"
"Kok malu sih, di luar sana juga banyak yang suap-suapan dengan pacarnya, kenapa kita berdua mesti malu, apalagi kita berdua sudah punya buku burung garuda, harusnya sudah jangan malu-malu lagi." Mas Gagah terus saja pintar mencari alasan.
Aku tersenyum tipis, "Buku burung garuda segala dibawa-bawa"
" Tapi benar kan sayang"
Aku tidak menjawab lagi. Aku membuka tempat bekal makanan lalu mengelap sendok dengan tisu lalu menghampiri Mas Gagah yang sedang sibuk di depan komputer.
Aku mengambil kursi lalu duduk berdekatan dengan Mas Gagah. Aku mulai menyendok makanan.
"A...Mas." Mulutku reflek menganga juga.
Mas Gagah lalu membuka mulutnya, aku segera memasukan makanan pada mulutnya. Mas Gagah sibuk mengunyah sambil sibuk mengetik juga. Aku juga ikut makan satu sendok berdua dan satu tempat makan berdua.
Hal romantis yang sederhana menurutku dan aku berharap ini menjadi keberkahan dalam rumah tanggaku dengan Mas Gagah.
Aku perhatikan dari samping Mas Gagah semakin Gagah dengan wajah seriusnya saat bekerja. Sepertinya tidak butuh waktu lama aku sudah bisa jatuh hati dengan pesona laki-laki yang ada di sampingku ini.
"Sudah menatapnya." Celetuknya.
Aku langsung salah tingkah. Ah malu sekali, aku 'terciduk' sedang menatapnya. Aku alihkan dengan mengambil minum yang ada di depan tempat makan.
"Minum dulu Mas." Sepertinya wajahku masih memerah seperti kepiting rebus.
"Kenapa?"
"Kenapa apanya?" Aku bingung dengan pertanyaan Mas Gagah.
"Kenapa terus menatap Mas? Baru sadar ya kalau suamimu ini sangat tampan?"
"Siapa juga yang menatap, ya kan Mas Gagah di depanku, jadi tanpa disengaja aku pasti melihat Mas Gagah, tidak mungkin membelakangi Mas Gagah kan." Aku berkelit agar Mas Gagah menurun sedikit rasa percaya dirinya yang begitu tinggi itu.
" Ngaku sih"
" Enggak"
"Hayo ngaku"
" Engga Mas, ayo cepat minum"
Mas Gagah lalu mengambil air minum yang aku berikan dan meneguknya. Sekali tegukan langsung tandas.
Aku melihatas Gagah dengan sorot mata penuh peringatan.
"Mas jangan minum seperti itu, minumlah dua tegukan atau tiga tegukan"
"Kenapa memangnya Sayang?"
"Itu yang di ajarkan Rosulullah"
"Iya Sayang, lain kali Mas akan minum sesuai anjuran Rosulullah"
Aku tersenyum, aku sangat senang karena Mas Gagah selalu ingin berubah menjadi lebih baik.
"Ada lagi cara Rosulullah ketika minum Mas"
" Apalagi?"
"Jika minum, kita janganlah bernafas dalam wadah air minumnya."
" Memangnya kenapa?"
"Larangan bernafas dalam wadah air minum adalah termasuk etika karena dikhawatirkan hal tersebut mengotori air minum atau menimbulkan bau yang tidak enak atau dikhawatirkan ada sesuatu dari mulut dan hidung yang jatuh ke dalamnya dan hal-hal semacam itu. Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam minum beliau mengambil nafas di luar wadah air minum sebanyak tiga kali." Dan beliau bersabda, "Hal itu lebih segar, lebih enak dan lebih nikmat."
"Oh jadi seperti itu." Mas Gagah lalu mengusap kepalaku dengan penuh kasih sayang. " Terimakasih banyak ya Nay, sudah mengajarkan Mas banyak hal"
Aku mengangguk, "Terimakasih juga karena Mas mau menerima nasehat ku."
"Justru Mas senang, Minggu depan Mas akan mengadakan pengajian rutin di rumah, agar Mas bisa lebih mendalami ilmu agama"
Wajahku langsung berbinar, aku sangat bahagia mendengar niat baik Mas Gagah.
Selesai makan, Aku dan Mas Gagah melaksanakan sholat dzuhur berjamaah di ruangan Mas Gagah.
Setelah sholat Mas Gagah menyuruhku untuk menunggunya sebentar saja karena pekerjaan Mas Gagah sedikit lagi selesai. Walaupun masih siang tapi Mas Gagah ingin cepat pulang. Malah Mas Gagah beranggapan seharusnya hari ini libur cuti menikah.
Belum ada yang tahu bahwa Mas Gagah sudah menikah. Mas Gagah ingin mempublikasikan namun aku mencegahnya. Aku merasa belum siap. Jadi Mas Gagah hanya memberi tahu sekertarisnya bahwa aku adalah pacarnya.
Aku duduk sambil bermain ponsel. Mas Gagah melirikku.
" Nay, kita jangan langsung pulang yah, kita kencan dulu"
Aku tertawa geli, " Kencan Mas?"
" Iya lah, seperti orang pacaran pada umumnya. Kamu mau kencan kemana, Mas siap membawamu kemana saja"ucapnya sambil terkekeh.
Aku bingung harus menjawab apa. Aku selama ini tidak pernah melihat apa saja yang dilakukan pasangan saat kencan. Aku besar di pesantren. Mana ada kencan-kencan, bisa di cambuk puluhan kali😁.
Aku memanfaatkan ponsel yang ada dalam genggamanku. Aku buka aplikasi Mbah google yang terkenal kecerdasannya, lalu mengetikan kata kunci yang ingin aku ketahui informasinya.
Mbah bantuin aku ya, batinku.
Tempat romantis pasangan saat berkencan.
Aku klik enter. Muncullah banyak sekali informasi tentang tempat-tempat romantis untuk berkencan.
Aku mulai berfikir, " Banyak juga jawabannya," Gumamku lirih.
"Kenapa Nay"
" Ah tidak Mas"
Untung saja Mas Gagah tidak bertanya lebih lanjut. Aku berbicara dalam hati, kenapa harus bertanya padaku akan kencan dimana, bukankah Mas Gagah tahu aku tidak pernah berpacaran, seharusnya Mas Gagah langsung saja mengajakku kemana terserah, aku pasti akan menurut, kan Mas Gagah yang sudah berpengalaman dalam hal pacaran, pasti lebih tahu dimana tempat kencan dan harus berbuat apa pada pasangan.
Aku mulai serius membaca jawaban dari Mbah jambrong, Eh Mbah google.
Tempat kencan romantis :
Kafe atau Restoran. Menikmati makan malam bersama di kafe atau restoran menjadi hal yang cukup romantis dan mengesankan bagi sebagian besar wanita.
Bioskop. Saat kencan pertama, tidak ada salahnya untuk memilih bioskop.
Taman.
Pantai.
Rumah atau Tempat Tinggal.
Aku memutuskan untuk ke bioskop saja karena kebetulan sekali aku tidak pernah ke bioskop.
Aku kembali mencari informasi dari Mbah google.
Apa saja yang harus wanita lakukan saat kencan dengan pasangan.
Aku langsung enter.
Mbah Google menjabarkan jawabannya.
Jangan menjadi pembual
Jangan terlalu banyak membahas hal-hal lain yang tidak penting. Itu akan memberikan kesan pembual bagi diri Anda. Anda cukup membicarakan hal-hal positif saat kencan pertama.
Pendengar yang baik
Jangan banyak mengoceh tentang diri Anda. Sesekali ajukan pertanyaan kepada pasangan kencan Anda tentang dirinya. Jika ia menceritakan sebuah kisah tentang dirinya, dengarkanlah sampai dia selesai. Jangan sok menceritakan hal yang sama tentang diri Anda. Cukup respon seperti Anda ingin tau lebih dalam mengenai kisahnya.
Sopan
Tak hanya kepada pria, wanita juga harus bersikap sopan di setiap keadaan. Orang ini telah menyempatkan waktu untuk bertemu dengan Anda, cobalah untuk bersikap akrab dengan dia. Ketika dia membuat sedikit humor untuk mencairkan suasana, tertawa walau leluconnya tidak terlalu lucu. Biasanya, orang akan memperlakukan Anda, tergantung dengan bagaimana cara Anda memperlakukan orang lain pula.
Nikmati momen
Jangan terlalu banyak menilai ketika menjalani kencan pertama. Jika benar-benar jodoh, tiap momen akan terasa sangat menyenangkan. Cobalah untuk menikmati setiap interaksi dalam kencan Anda.
Berikan kecupan
Hal ini bisa dilakukan, jika Anda tertarik pada teman kencan Anda. Jangan menganggap terlalu serius, hal ini hanyalah gerakan refleks untuk mengakhiri kencan kalian. Jadi Anda tak perlu ambil pusing ketika tidak melakukan hal ini.
Jangan biarkan kencan pertama Anda di hantui rasa bersalah.
Aku mengernyitkan dahiku ketika membaca point terakhir.
Aku jelas bukan pembual, aku juga pasti bisalah bersikap sopan, jadi pendengar yang baik itu juga tidak susah, tapi masa aku harus memberikan kecupan sih, aku terus saja berbicara dalam hati.
Aku berbicara dalam hati, sambil menekan-nekan ponselku seolah-olah aku tidak puas dengan jawaban yang diberikan si Mbah pintar.
"Kamu kenapa Nay?"
Aku terkejut, "Ah tidak Mas, oh ya Mas, nanti kita ke bioskop saja yah."
"Oke, 5 menit lagi, sabar ya sayang"
Hatiku berdesir setiap Mas Gagah memanggilku dengan panggilan Sayang. Aku merasa begitu disayangi oleh Mas Gagah.
menurut ku ya thor 🤭✌