NovelToon NovelToon
Muslimah Itu Milik Seorang Mafia

Muslimah Itu Milik Seorang Mafia

Status: tamat
Genre:Action / Romantis / Misteri / Mafia / Bullying dan Balas Dendam / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Tamat
Popularitas:18.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Little Rii

Cerita ini hanyalah fiksi tak ada unsur dunia nyata. ini murni hanyalah karangan saja.

Cerita sedang revisi dari alur dan penulisan. jika ada kesalahan dalam pemahaman harap berkomentar dengan bijak! Atau tinggalkan cerita!!

Dilarang spam promosi!!
Area 21+
banyak adegan kekerasan!


Gadis desa itu pergi ke kota berkuliah bermodalkan beasiswa. Seorang muslimah yang menjaga kesuciannya dan juga kehormatannya.

Menjadi sasaran bullying karena pakaiannya yang berbeda dan juga kepolosannya. Hingga datang seorang pria yang terkenal di kampus sebagai laki-laki berwatak kejam dan dingin menyatakan cinta pada gadis muslimah itu.

Di karenakan berbeda keyakinan, gadis itu menolak mentah-mentah karena tak ada istilah pacaran dalam agamanya. Siapa sangka satu kata tidak membuat hidupnya kembali menderita.

Ia diculik dan dikurung di sebuah ruangan, dipaksa menikah dengan pria yang kejam dan tak berperasaan yang ternyata adalah seorang Mafia.

Mampukah gadis itu mengubah watak suaminya?
Dan mampukah ia membawa suaminya ke jalan yang lebih benar mendekat pada sang Maha Pencipta?
Atau malah dia akan tetap menderita dari awal sampai akhir pernikahan.

Penasaran.

Simak kisahnya pada novel berikut!

Terdapat banyak adegan kekerasan. Harap bijak dalam memilih bacaan bagi yang merasa di bawah umur!

Cover: Buatan sendiri. Harap tidak memperbanyak secara ilegal bila tak ingin berurusan secara hukum!

Nb:
Bila tak suka tinggalkan tanpa jejak yah

Nama kota/ tempat di buat secara khusus oleh author. Tidak menyangkut nama kota/ tempat manapun agar tidak terjadi kesalahpahaman!

HARGAI PENULIS DENGAN TIDAK MELAKUKAN PLAGIAT. SAYA TIDAK MENERIMA SEGALA MACAM JENIS PLAGIAT, JIKA TERDAPAT ATAU KETAHUAN MELAKUKAN HAL TERSEBUT. SAYA TIDAK AKAN RAGU MENUNTUT ANDA. TOLONG HARGAI PENULIS, JIKA ANDA MEMANG MANUSIA!!!!

Happy reading:)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Little Rii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Carikan aku ustadz!

Jam masuk sudah selesai,saatnya Aria dan Hana keluar. Hana meminta izin ke Aria untuk pulang duluan, sedangkan Aria kini sedang berjalan menuju halte bis. Sedari tadi Aria tidak melihat Gabriel, yah bisa saja karena universitas ini terlalu besar sehingga satu orang sangat susah untuk di temukan. Padahal Aria ingin sekali berbicara dengan Gabriel untuk mengizinkan nya bekerja.

Aria duduk di kursi menunggu bis lewat. Bukan hanya Aria saja yang menunggu banyak Aria mahasiswa/i yang juga menunggu bis.

"Aria." Aria menoleh kepada orang yang memanggil nya. Ternyata itu adalah Daniel.

"Assalamu'alaikum," salam Daniel. Aria sedikit terkejut, apa Daniel seorang muslim.

"Islam?" tanya Aria.

"Iya, ngomong-ngomong kau belum menjawab salam ku," ucap Daniel.

"Wa'alaikumusalam warohmatullahi wabarakatuh. Hehehe, maaf."

"Sedang menunggu bis?" tanya Daniel.

"Iya, kau sendiri?"

"Tidak ada. Aku melihat mu disini tadi, aku hanya ingin menyapa saja. Menurutku perkenalan yang tadi itu tidak lah sempurna."

"Oh ya, Aria. Hana kemaren meminta aku untuk mencari mu. Nah, aku ingin bertanya. Apa benar kau pindah rumah? Secara kau meninggalkan rumah mu sepertinya agak tergesa-gesa hingga barang-barang mu tidak ikut terbawa oleh mu," selidik Daniel menatap Aria dengan tatapan interogasi nya.

"Oh, itu...."

Pip

Pip

Ternyata bis sudah datang, Aria berdiri dari duduknya lalu menatap Daniel.

"Maaf, lain kali saja ngobrol nya. Bis sudah datang, aku harus segera pulang," pamit Aria masuk kedalam bis.

Daniel tersenyum lalu mengangguk. Ia menatap punggung bis yang sudah melaju meninggalkan nya.

"Bukankah ini semakin menarik."

...****************...

5 hari kemudian.

21.30

Sudah 5 hari Gabriel tidak pulang-pulang ke mansion membuat Aria menjadi resah. Ia harus bekerja untuk menghasilkan uang, tapi Gabriel tak kunjung pulang juga.

"Ck, laki-laki itu. Apa sebegitu cintanya dia pada kekasih nya sehingga tak mau pulang lagi," gerutu Aria.

Aria sudah mencoba untuk menghubungi Gabriel tapi selalu saja tak ada respon. Ia mencoba menghubungi Roy, tapi pria itu malah menyuruh Aria menghubungi Gabriel saja.

Bruuuk

Bruuuk

Aria terkejut ketika mendengar suara pukulan di depan pintu kamarnya. Siapa yang ingin masuk? Mengapa tidak mengetuk pintu dan malah memukul pintu.

Aria pun bergegas membuka pintu, ia ingin melihat siapa yang tahu caranya mengetuk pintu.

Ceklek.

"Akhhhhh," pekik Aria saat melihat Gabriel yang sedang menatapnya dengan tatapan tajam. Tapi, aneh nya ini tidak seperti biasanya, biasanya Aria tidak terlalu takut karena tatapan tajam Gabriel. Tapi, untuk saat ini Aria sangat takut.

"Gab-gabriel?"

Gabriel hanya diam dan masuk kedalam kamar, ia mendorong Aria hingga terjatuh di atas lantai. Gabriel menindih Aria membuka paksa baju Aria.

Aria mencium sesuatu yang asing dan itu berasal dari Gabriel. Matanya membulat ketika tahu apa yang membuat laki-laki itu menjadi kurang kerjaan.

"Alkohol, kau minum alkohol!"

"Hahahaha, kenapa Aria? Apa kau tidak suka?" tawa Gabriel sambil terus mengecup leher Aria.

"Lepaskan aku!" teriak Aria.

"Jangan sok suci, kita sudah pernah melakukannya jadi tidak masalah bukan kalau kita melakukannya lagi."

"Kau minum alkohol, itu sangatlah salah. Melanggar aturan agama!" tekan Aria mencoba melepaskan lekangan Gabriel.

"Aku tidak peduli! Aku ini suami mu, jadi kau harus menuruti apa mauku!" bentak Gabriel.

"Lepaskan aku!" teriak Aria ketika Gabriel membuka paksa baju Aria. Gabriel dengan ganas melahap tubuh Aria, sedangkan Aria hanya bisa meneteskan Aria mata sambil terus melawan perlakuan Gabriel.

"Ini salah!"

...****************...

Pagi menjelang, Aria membuka matanya melihat langit-langit kamar. Air mata Aria kembali terjatuh, ia di perkosa oleh suaminya yang sedang mabuk.

"Ini salah, dia sudah melanggar semuanya. Apakah hubungan kami masih sah?"

Aria melirik kesamping, ternyata dia sudah berada di atas ranjang. Disampingnya Gabriel masih tertidur pulas. Entah mengapa rasa benci Aria semakin besar pada laki-laki itu.

Aria menarik kasar tangan Gabriel yang melingkar sempurna di perutnya membuat si empunya terbangun secara tiba-tiba.

"Ck, kau menggangu tidur ku!" gerutu Gabriel kesal.

"Makanya singkirkan tangan mu dari ku!" tekan Aria yang juga kesal. Gabriel menatap tajam Aria sembari mengepalkan tangannya.

"Kau sudah berani yah padaku?!" tekan Gabriel mencengkram wajah Aria.

Dengan kasar pula Aria melepaskan cengkraman Gabriel. "Memangnya siapa kau ha?" tanya Aria semakin kesal. Ia sangat kesal mengingat kejadian semalam, apalagi semua itu terjadi karena pengaruh alkohol. Bisa saja di rumah kekasihnya ia juga melakukan hal yang sama. Aria benci itu.

"Sepertinya aku terlalu baik padamu Aria, sehingga kau semakin tidak tahu diri!" tegas Gabriel bangun dari tidurnya memakai celana dan juga pakaiannya.

Aria hanya diam, ia tak ingin berdebat. Lagi pula hari ini ia harus berkuliah, jika ia melanjutkan debatnya bisa-bisa Gabriel mencabut haknya untuk berkuliah.

"Aku ingin bekerja," kata Aria membuat langkah kaki Gabriel yang ingin meninggalkan kamar berhenti.

"Coba saja kalau kau berani! Pergilah bekerja, tapi jangan salahkan aku kalau nanti keluarga mu kenapa-kenapa!" ancam Gabriel.

"Kalau aku tidak bisa bekerja, bagaimana aku bisa membayar hutang ku?" ketus Aria kesal.

"Bayar dengan tubuh mu!"

Deg

Hati Aria terasa semakin hancur, dengan mudahnya Gabriel mengatakan membayar dengan tubuhnya. Apa selama ini Gabriel hanya menganggap ia sebagai wanita pemuas nafsu. Air mata Aria jatuh membasahi pipinya, kalau seperti ini. Apa bedanya ia dengan wanita malam.

****

Aria sudah selsai berkemas, ia akan pergi berkuliah sekarang. Pikirannya kini sangat kacau, ia bahkan melewati sarapan.

Kini Aria sedang berada di halte bis menunggu bis untuk pergi kuliah. Aria melihat mobil Gabriel yang keluar dari gerbang mansion melewati Aria dengan cepat.

Pip

Pip

Bis datang, Aria masuk kedalam bis. Ia duduk di kursi kosong di dekat jendela menatap pepohonan yang berhembus dengan indahnya.

"Aria." Aria terkejut ketika seseorang memanggilnya. Ternyata Daniel yang sedang berdiri di dekat kursi kosong di sampingnya.

"Boleh aku duduk disini?" tanya Daniel. Aria melihat kesana-kemari ternyata kursi memang sudah penuh. Aria pun mengangguk dan Daniel pun langsung duduk.

"Mengapa kau naik bis?" tanya Aria. Bukankah Daniel ini orang kaya.

"Hmmm, dulu waktu aku sekolah di luar negeri aku sering naik bis. Naik bis itu menyenangkan dari pada naik mobil sendiri," jelas Daniel tersenyum.

"Hehehe, ada-ada saja kau ini."

"Iya, aku bersungguh-sungguh. Naik bis, kita bisa menemukan teman baru atau juga jodoh, hehehehe" kekeh Daniel membuat Aria tersenyum.

"Oh ya Aria dimana kau tinggal?" tanya Daniel.

"Hmmm, aku bekerja di salah satu rumah yang ada di kompleks itu," jawab Aria.

"Hmmm, rumah ku juga ada di kompleks itu. Tapi, jaraknya dari halte bis tadi lumayan jauh. Kalau kau berkenan kau bisa main-main ke rumah ku."

"Hahaha, tidak baik untuk seorang wanita bermain-main di rumah pria."

"Hehehe aku tahu itu, maksud ku aku bukan mengajak mu saja melainkan Hana dan Rey. Di rumah juga ada Abi dan Ummi ku, jadi aman," jelas Daniel.

"Kau memanggil orang tua mu Abi dan Ummi?" tanya Aria antusias.

"Iya."

"Wah, keren sekali. Aku sangat suka panggilan itu kalau di tujukan pada orang tua. Kau keren," puji Aria.

"Kau juga keren, aku sangat senang karena bisa memiliki teman muslim di sini. Jadi, kita bisa saling bertukar ilmu dan pengetahuan seputar Islam." Aria pun semakin antusias. Ia sangat suka dengan teman yang sepemikiran, baginya bertemu dengan Daniel adalah suatu keberuntungan, meski ia harus menjaga jarak nya agar tidak timbul fitnah

Di sisi lain.

Gabriel mengepalkan tangannya melihat rekaman yang berisikan Aria dan juga laki-laki yang tidak Gabriel sukai. Apalagi Aria yang begitu antusias berbicara pada laki-laki itu. Gabriel memang memerintahkan seseorang untuk terus mengikuti Aria agar keselamatan Aria terjamin, lebih tepatnya bola matanya. Tapi, bukan ini yang ingin ia dapatkan dari pengintaian.

"Kau sudah dapat teman seiman yah, pantas sikapmu menjadi menjengkelkan terhadap ku."

Gabriel pun mengeluarkan ponselnya menghubungi Roy.

"Ada apa tuan?"

"Carikan aku ustadz, aku ingin belajar!" perintah Gabriel dan langsung memutuskan panggilan.

"Kita lihat, siapa yang lebih terbaik!"

_

_

_

_

Typo bertebaran dimana-mana harap bijak dalam berkomentar yah

tbc

1
Abymanyu Manyu
eaaaaa😂😂😂😂malam malam aku sendiriiiii,,ditemani gulingg,,ooowwwww
Hari Saktiawan
lucunya 😂😂😂🤣😂🤣😂🤣😂😂😂😂😂😂
Hari Saktiawan
😂😂😂🤣🤣🤣🤣🤣🤣😂😂😂😂😂🤣
rarr
hebat2an iman ye
Tugiasih
ayook gabi ajak aria ngobrol tentang kebenaran, ayok jujur dari hati, berdoa Allah akan memberikan anak ya Thor
Febi Diana
Luar biasa
Tijanud Darori Tiara
yg ke 7 kali baca ,,fav se noveltoon
sehat selalu author nya😄😄
Rita susilawati
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Rita susilawati
Alhamdulillah selamat ibu n bayi2nya🤗🤲
Rita susilawati
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Rita susilawati
🤣🤣🤣🤣🤣🤣lama2 lucu cerita nya
Nazlı
hahahahhahahha gabriellllll
Nazlı
membaca cabul aria >>>>>
Nazlı
tanpa kita lagi :((
Ari Randz
Luar biasa
Haii Guyss
Kecewa
Haii Guyss
Buruk
Gendis Kamila
udah baca yg ke3 ×nya
rarr: hahaha sm, ini jg yg ke 4xny malah😭
total 1 replies
Rafanda 2018
pengawalnya lagi ngopi jd ga tau aria di keroyok,,biasa novel klo kejadian pasti lalai..hhhhh
Fida
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!