Cerita seorang anak bernama Kiara,yang harus berjuang untuk dirinya sendiri karna harus ditinggal oleh ibu nya untuk selama nya,Dan dibuang oleh ayah kandung nya sendiri.Ia berjuang keras agar bisa meraih cita citanya dan menunjukan kepada ayahnya bahwa dia bisa.
Disaat ia susah payah menjalani hidup nya ditanah rantau ia bertemu dengan orang orang yang baik.Ia menemukan sahabat,Seorang pelindung dan ia juga menemukan orang yang ia cintai.
Akankah hidup Kiara akan berakhir bahagia seperti harapannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon diandrahera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PART 21
Setelah selesai Kiara pun menghampiri Dewa yg sedang menunggu sambil memainkan handphone nya.
"Udah selesai Ki?"Tanya Dewa.
"Iya Mas."Jawab Kiara singkat
"Ya udah yuk,kita cari makan dulu.Laper Ki". Kata Dewa lalu mengandeng Kiara.
Mereka berjalan menuju tempat pusat jajanan.Mereka berjalan beriringan bagaikan sepasang kekasih.
Terlihat dikiri dan kanan terdapat tenda tenda pinggir jalan tertata rapi.Lalu Kiara dan Dewa pun masuk kesalah satu tenda.
Kali ini mereka memesan nasi goreng dan lemontea dingin.Tak perlu waktu lama makanan merekapun datang.Meskipun warung itu ramai pengunjung tapi pelayanan mereka sangat cepat.
Tanpa berlama lama mereka pun menyantap makanan nya dengan lahap.Setelah menyelesaikan makannya Dewa pun segera membayar.
"Mau kemana lagi Ki?". Tanya Dewa.
"Aku pengen kepantai lagi Mas". Ucap Kiara.
"Oke". Tanpa banyak omong Dewa pun mengandeng lagi tangan Kiara.
Sebenarnya Kiara ingin bertanya,kenapa akhir akhir ini sikap Dewa jadi manis seperti ini.Tapi Kiara tak melakukan nya.
Mereka berjalan menuju tepi pantai,angin laut seakan mengiringi perjalanan mereka.Setelah itu mereka pun duduk diatas pasir.Mereka menikmati indahnya pemandangan malam.Bulan purnama yg bersinar menyinari lautan luas,dihiasi oleh ribuan bintang.
"Kemarin pulang jam berapa Mas, habis ngapel?". Tanya Kiara membuka obrolan.
"Jam 11". Jawab Dewa singkat.
"Jadi beneran habis ngapel?"Selidik Kiara sambil memicingkan matanya.
"Gak, Mas kan sudah bilang kemarin, kalo Mas gak punya pacar". Jawab Dewa sedikit ketus.
"Hmmm...Seharusnya Mas cari pacar.Mas sudah punya segalanya,dan saat ini usia Mas udah cukup buat cari pasangan."
"Ya,suatu saat nanti pasti ketemu"Jawab Dewa.
"Kamu sudah punya pacar Ki?". Tanya Dewa.
"Belum,aku masih mau fokus sekolah dulu mas.Gak mau mikirin cinta cintaan dulu."Jawab Kiara sambil cengengesan.
"Tapi kalo orang yang kamu suka pasti ada kan?.biasanya remaja kamu sudah mulai tertarik sama lawan jenis.".
"Kalo aku kan beda mas,gak kaya mereka. Tapi kalo orang yang aku suka,ada sih". Jawab Kiara malu malu.
"Siapa Ki?".
"Ada dech... Mas kepo". Kata Kiara.
"Orang nya gimana Ki?."
"Dia itu...mmm... Baik,perhatian,tampan pokoknya sip lah"Jawab Kiara Dengan pasti.
"Kalo gitu deketi aja Ki,kejar sampe dapet". Ucap Dewa.
"Belum saatnya Mas,aku mau kuliah dulu,kerja ditempat yang enak,punya banyak uang,terus dapat pengakuan dari semua orang kalo Kiara itu wanita karier yang sukses.Nah...baru saat itu aku kejar sampe dapet,kalo belum terlambat". Jelas Kiara
"Kelamaan Ki,kalo suka langsung aja di Pepet aja". Kata Dewa
"Gak semudah itu Mas.Mas lihat bintang itu?". Kata Kiara sambil menunjuk bintang yg paling bersinar.
"Orang yang aku suka itu,ibarat seperti bintang itu.Ia lebih besar ,lebih bersinar dan lebih tinggi dari pada yang lain.Sedang kan aku cuma bisa melihat nya dari bawah sini.Jadi aku harus ngumpulin modal yang banyak buat sewa roket biar aku bisa terbang kesana."Jelas Kiara.
"Kamu kan tinggal bilang sama mas,kalo kamu butuh roket langsung mas beliin gak perlu sewa."Kata Dewa dengan mudahnya.
"Aku pengen usaha sendiri Mas,aku pengen berdiri pake kaki ku sendiri Mas.Aku gak bisa selamanya bergantung sama Mas.Suatu saat nanti pasti mas punya pasangan dan keluarga sendiri kan, jadi aku gak mau ngerepotin Mas terus."Kata Kiara.
"Emang selama ini kamu berdiri pinjem kaki siapa Ki?".Ledek Dewa.
"Ih... Mas...orang lagi serius juga". Kata Kiara sewot.Dewa pun tertawa lepas melihat Kiara yang cemberut.
Setelah itu mereka hanya terdiam.Dan seketika suasana jadi hening.Hanya terdengar deburan ombak dan hembusan angin malam.
"Kamu nyari apa ki?". Tanya Dewa yg melihat kiara seperti mencari sesuatu dilangit.
"Aku nyari bintang jatuh mas". Jawab Kiara sambil nyengir.
"Ngapain nyari bintang jatuh?."Tanya Dewa yg makin bingung.
"Mau buat permintaan". Jawab Kiara polos
"Emang kamu mau minta apa?". Tanya Dewa penasaran.
"Mmmmmm... Aku cuma mau minta,apa yg sudah aku punya sekarang gak pergi ninggalin aku lagi."Jawab Kiara, Dewa pun mengeryitkan dahinya.
"Tuhan sudah baik sama aku,dulu orang orang yang aku sayangi pergi ninggalin aku sendiri.Tapi sekarang,disaat aku kesepian tuhan mengirimkan Ajeng,Luna dan Tari sebagai sahabat ku.Ditambah lagi orang tua mereka yg sudah seperti orang tua ku sendiri". Kata Kiara sambil menghela nafas pelan.
"Terus disaat aku butuh bantuan, Mas datang memberi perlindungan buat aku.Andaikan malam itu Mas gak bawa aku kerumah sakit,mungkin sekarang aku sudah bertemu Bunda diatas sana."Lanjut Kiara sambil melihat langit yg bertabur bintang.
"Aku hutang nyawa sama kamu Mas.Makasih ya Mas."Ucap Kiara sambil menatap mata biru dewa.
"Karna kamu utang nyawa sama aku,jadi aku minta kamu selama tetap ada disampingku apa pun yang terjadi."Kata Dewa membalas tatapan Kiara.Mata dewa seolah berbicara.
Dan selanjutnya mereka hanya duduk terdiam hanyut dalam pemikiran Meraka masing masing.Kiara menyandarkan kepalanya di bahu Dewa.Entah ia mendapatkan keberanian dari mana.
Jam sudah menunjukan pukul 7 malam.Akhirnya Kiara dan Dewa pun memutuskan untuk pulang.
Dewa pun mulai melajukan motornya.Diraihnya tangan kiara dan meletakan dipinggangnya.Kiara lalu memeluk erat pinggang Dewa.dirasakannya hawa hangat dari punggung dewa yang membuat nya nyaman.
Sesekali tangan Dewa menggosok tangan Kiara agar tidak kedinginan.Sepanjang jalan kiara hanya diam.Bagaikan robot yg sudah kehabisan baterai.
Malam sudah larut, akhirnya mereka pun sampai dengan selamat.
"Kamu cepetan istirahat Ki,besuk kan harus sekolah."Ujar Dewa.
"Iya Mas, Mas juga istirahat ya.Mas pasti capek banget.ya udah,met malem Mas". Kata Kiara lalu melangkah menuju tangga.Lalu ia berhenti dan menoleh kearah Dewa yang ada dibelakang nya.
"Mas,makasih buat hari ini". Kata Kiara dengan senyum.Dewa pun membalas dengan anggukan.
Kiara lalu berjalan menuju kamarnya,setelah sampai dikamar Kiara pun segera membersihkan diri.
Setelah selesai Kiara pun merebahkan tubuhnya,Seharian naik motor membuat badannya terasa capek.
Ia menatap langit langit kamarnya sambil senyum senyum sendiri mengingat kejadian kejadian manis bersama Dewa tadi.
Dan ditempat lain, Dewa pun juga tersenyum mengingat kenangan hari ini.Dan tanpa dewa disadari sudah ada sedikit tempat dihatinya untuk Kiara.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.....
Cihuy...kayaknya ada benih benih cinta bermekaran nich.
Pokonya tungguin terus melanjutan cerita mereka.
hehehehe
Kebetulan Thor otaknya lagi encer...
Jadi bisa beberapa kali update dalam sehari.
Pokoknya ditunggu terus like,komen n vote nya..
Makasih banget😁😁😁😁
Berikanlah mrk kebahagiaan thor
Lanjut thor