NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti

Pengantin Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:20.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ayuni

Sifa tidak pernah menyangka dengan nasib nya, ia harus menjadi Pengantin Pengganti, Kakak kandung nya sendiri yang tiba-tiba kabur di hari pernikahan nya sendiri.

Bagaimana Kisah nya.. hanya di Novel Pengantin Pengganti


Follow Me :

Ig : author.ayuni
Tiktok : author.ayuni

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21

Srekk

Sifa menggeser kursi makan, sudah ada Revan disana yang sama-sama duduk dihadapnnya, namun sibuk dengan ponselnya.

" Mas aku gak bikin sarapan, stok bahan makan menipis " ucap Sifa.

" Gak apa-apa aku sih gampang, kamu gimana ? " balas Revan sambil menyeruput teh hangat yang ia buat sendiri.

Sifa lalu melirik ke arah suaminya, Revan hanya menggunakan kaos rumahan dan celana pendek santai.

" Mas gak praktek ? " tanya Sifa mengalihkan pembicaraan.

" Aku masih ada cuti beberapa hari, aku kerja dari rumah membalas konsulan dari dokter-dokter muda " jawab Revan.

Sifa mengangguk. Ia mengerti pantas saja Revan sangat sibuk dengan ponselnya. Ia lalu melihat hanya ada roti dan selai di meja makan. Ia berinisiatif untuk sarapan dengan roti saja.

" Mas, sarapan roti aja ya " ucap Sifa.

" Ya, boleh.. " jawab Revan tanpa menoleh ke arah Sifa.

Sifa beranjak dari duduknya untuk membawa piring, lalu ia kembali lagi dengan piring di tangannya, Ia langsung meraih roti, mengolesnya dengan selai, ia berikan satu untuk Revan dan satu untuk dirinya.

" Ini Mas roti nya " Sifa menyimpan satu buah piring berisi roti dengan selai coklat.

" Hmm.. Makasih " ucap Revan singkat, dengan pandangan masih ke ponselnya.

" Aku kan hari ini gak ada kuliah, Mas bisa anter aku beli keperluan dapur dan bahan makanan " ucap Sifa.

Revan tidak bergeming.

" Mas " panggil Sifa lagi.

" Oh.. Ya gimana ? " tanya Revan.

" Bisa anter aku ke pasar " ucap Sifa.

" Bisa.. Bisa.. " balas Revan dengan kembali fokus ke layar ponselnya.

Sifa masih memperhatikan Revan, ia lalu menghela nafas dalam, ia memakan rotinya, sesekali Sifa melirik Revan yang masih fokus pada layar ponselnya.

" Makan dulu roti nya Mas " ucap Sifa.

" Hmm ya " jawab Revan singkat.

Hingga Sifa selesai sarapan pun Revan masih belum merubah posisinya, rotinya pun belum ia makan.

Sifa masih terus memperhatikan suaminya, namun Revan masih tetap fokus membalas chat dari rekan-rekan kerjanya.

5 menit..

10 menit..

15 menit..

Sepertinya kesabaran Sifa bagaikan selembar tisu dibagi 10.. Ia sudah mulai kesal dengan sikap Revan.

" Aku pergi sendiri aja " ucap Sifa beranjak dari duduknya.

" Ya hati-hati " balas Revan tanpa sadar.

Ia masih dengan posisi semula tanpa menoleh ke arah Sifa. Sifa sedikit kesal dengan sikap Revan pagi ini, ia merasa Revan menjadi cuek kepadanya.

" Gimana sih, malah sibuk sama hp nya " gerutu Sifa.

Sifa berjalan menuju garasi samping, seperti biasa ia akan menggunakan motor kesayangannya untuk berbelanja kebutuhan pagi ini.

Dengan sedikit dongkol, Sifa melajukan motornya meninggalkan rumah Revan.

Dilain tempat Revan tersadar sesaat setelah mendengar suara deru mesin motor. Ia mendongkakkan wajahnya sudah tidak ada Sifa di hadapannya.

" Hah, Sifa.. "

Revan beranjak dari duduknya sedikit berlari menuju garasi samping rumahnya. Ia mengedarkan pandangannya sudah tidak ada motor Sifa disana.

" Duh.. malah pergi sendiri " batin Revan.

Ia menyadari terlalu fokus dengan ponselnya sehingga ia bersikap seolah cuek terhadap Sifa. Padahal Sifa sudah memintanya untuk diantar ke pasar membeli kebutuhan dapur dan stok makanan.

Revan beberapa kali mencoba menghubungi Sifa namun tidak ada jawaban.

" Ck.. Semoga Sifa gak ngambek " gumam Revan.

Revan menjadi salah tingkah di rumah, sudah satu jam berlalu Sifa belum kembali, ponselnya pun sulit di hubungi, ia berniat untuk menyusul Sifa ke pasar, karena Revan sudah hafal dimana-mana nya lokasi berbelanja Sifa untuk kebutuhan sehari-harinya.

Disaat yang bersamaan ponselnya berdering, tanpa melihat siapa yang menghubungi, Revan langsung menggeser tombol hijau pada layar ponselnya.

" Halo Dek, kamu dimana ? " ucap Revan.

" Mas... Ini Mama " balas Bu Ratna.

Revan lalu melihat layar ponselnya, benar itu Mama nya yang menghubunginya.

Revan : " Euuh.. Ma ma..maaf "

Mama : " Kamu dimana ? "

Revan : " Di rumah Ma "

Mama : " Kamu gak praktek ? "

Revan : " Masih ada cuti beberapa hari "

Mama : " Mama ke rumah kamu ya Mas, ini dari toko yang dekat komplek perumahan kamu, Mama bawa kue dan roti, kamu dan Sifa harus coba "

Revan : " Ta.. Tapi Ma... "

Klik sambungan telepon terputus.

" Dimatiin lagi, aku kan mau nyusul Sifa ini " guman Revan.

Tidak lama pintu pagar rumah nya ada yang membuka, ia memperhatikan dan berharap Sifa yang datang, namun harapan tidak sesuai kenyataan, satu buah mobil yang ia kenal masuk kedalam halaman rumahnya.

Mobil itu berhenti tepat di depan teras rumah Revan, seorang wanita yang sudah berusia setengah abad turun dari mobilnya, berjalan menuju teras rumah putra semata wayangnya.

" Itu Mama udah dateng cepet banget, perasaan baru aja nelepon " guman Revan.

Ia pun berjalan sedikit cepat lalu membuka pintu utama rumah.

" Ma.. " panggil Revan.

Bu Ratna menoleh, setelah mendengar suara yang sangat ia kenali.

" Mas.. sehat ? Gimana seminar nya lancar ? " tanya Bu Ratna.

" Alhamdulillah Ma lancar " jawab Revan.

" Sifa mana ? Kuliah ? " tanya bu Ratna lagi.

" Euhh... "

Revan bingung, tidak mungkin ia menjawab Sifa sedang kuliah, bagaimana jika tiba-tiba ia datang dengan membawa belanjaan, tapi jika ia jawab jujur, Mama nya pasti akan mencececar nya secara ia sedang berada di rumah tapi ia tidak bisa mengantar Sifa untuk membeli kebutuhan rumahnya sendiri.

" Itu Ma.. Sifa lagi ke pasar " jawab Revan hati-hati

" Oh Sifa gak kuliah juga, oya Mas.. Tadi kamu bilang Sifa ke pasar ? Sendiri ? Kamu di rumah ngapain aja ? Kok sampe gak bisa anter istrimu ke pasar " balas Bu Ratna.

Benar saja dugaan Revan, ia pasti di cecar oleh Mama nya.

" Tadi Revan lagi tanggung Ma, banyak pesan masuk terkait pasien " susul Revan.

Bu Ratna hanya menghela nafas dalam.

" Sudah dari jam berapa Sifa ke pasar ? " tanya Bu Ratna lagi.

" Sudah hampir 1 jam lebih Ma " Revan sambil melihat arloji di pergelangan tangannya.

Bu Ratna hanya mengangguk, lalu ia menyimpan kue dan Roti yang ia bawa di meja ruang makan, lalu ia kembali duduk di ruang tengah, ia berniat untuk bertemu Sifa terlebih dahulu karena sudah beberapa minggu ini ia tidak bertemu dengan menantu semata wayangnya.

Satu jam berlalu.. Hingga tepat 3 jam Sifa belum kembali, itu kembali membuat Revan salah tingkah, lagi-lagi Sifa tidak dapat dihubungi.

" Kamu dimana sih ? Belanja sampe 3 jam gini, apa aja yang kamu beli Sifa ! " guman Revan.

" Mas.. Kok Sifa belum pulang ya.. " ucap Bu Ratna.

" Euh .. Revan susul ya Ma " balas Revan.

" Ya sudah, Mama tunggu di rumah aja "

Revan akhirnya mengeluarkan mobil daei garasi untuk menyusul Sifa, ia pun sedikit khawatir karena dari tadi pagi semenjak berangkat Sifa tidak dapat dihubungi.

Dilain tempat Sifa sudah selesai dengan beberapa belanjaan yang ia beli, terlihat motornya sudah sangat penuh dengan berbagai macam sayuran, buah-buahan, ikan dan daging yang ia beli.

Ia membelinya dari uang yang diberikan oleh Revan, karena memang Revan tidak pernah telat memberikan uang bulanan kepada Sifa, uang untuk keperluan rumah pun sudah Revan berikan kepada Sifa sehingga Revan mempercayakan kepada Sifa untuk mengatur semuanya.

" Huft.. Bisa juga gue belanja tanpa ditemani Mas Revan.. Tenang Mas.. Sifa bisa sendiri ! " guman Sifa, dengan nada yang masih sedikit jengkel kepada suaminya.

Saat ia akan melajukan motornya, tiba-tiba terdengar suara yang tidak asing dari dalam perutnya. Ia berniat untuk membeli makanan sekalian pulang menuju rumah.

Di dalam perjalanan Sifa membelokkan motornya ke kedai mie ayam yang cukup ramai, memang mie ayam ini sangat banyak sekali peminatnya. Setelah motor terparkir Sifa langsung menuju kedai mie ayam itu untuk mengisi perutnya yang sudah keroncongan.

" Pak, titip motor sama belanjaan saya ya, mau makan mie ayam dulu " ucap Sifa kepada tukang parkir yang berjaga di halaman parkir kedai mie ayam.

" Siap Mbak " ucap tukang parkir itu.

Sifa lalu berjalan masuk kedalam kedai, ia langsung memesan mie ayam dan lemon tea, ia memilih tempat duduk yang agak kedalam karena memang tempat duduk itu yang masih kosong.

Di sisi lain, mobil Revan baru saja melewati kedai mie ayam dimana Sifa sedang beristirahat sambil menunggu pesanan mie ayamnya.

Revan tidak mengetahui jika Sifa memilih untuk mengisi perutnya dulu di kedai mie ayam. Kalau seperti ini apakah Revan akan bertemu Sifa ? Atau siapa yang akan lebih dulu sampai rumah, Revan atau Sifa ?

🌺🌺🌺

Jangan lupa untuk dukung author dengan vote, like dan komennya ya ❤️

1
Neng Nosita
lanjut Thor..
konyonyod an-club
Luar biasa
Wayan Ayu
sangat bagus
Soraya
lanjut
Soraya
lebih baik kmu berdamai dgn takdirmu Sifa
Soraya
mampir thor
Yuni Ngsih
Thor ko dipotongnya ceritra lg asyik ...ach ku kcwa....lanjut Thoòor💪💪💪
Yuniarti SPd: lanjut Thor
Ayuni (ig/tt : author.ayuni ): ini on going ya kak.. diusahakan tiap hari update.. tetap tunggu kelanjutannya ya ❤️
total 2 replies
Yuni Ngsih
waduuuuuh Thooooor baru nongol bikin aku ,kezel ,marah ,benci tuh ke yg namanya Sita ,klw ngga mau knp tdk sblmnya kasian syifa .....ich ceritramu bgs bikin aku ngenes dengan ceritra ini ....lanjut Thor....💪💪💪👌
Ayuni (ig/tt : author.ayuni ): lanjut yaa kak 🥰
total 1 replies
Neng Nosita
bagus,aku suka ceritamu Thor...👍💪
Neng Nosita
waaah jgn² Novan......🤔
Neng Nosita
nyesel kan?😒
Putri Chaniago
jgn sampai Sita n Novan merencanakan niat jahat pd Sifa n Revan. klo Sita mungkin krn iri Novan jgn sampai terbujuk Sita utk merusak rmh tangga Sifa Revan
Lendra malayu
next thorrr /Rose//Rose/
Putri Chaniago
jgn bilang Sita ingin kembali dg Revan setelah d selingkuhi Leon, jgn jd PELAKOR lah
Putri Chaniago
jgn sampai Revan kembali n menerima Sita lg kasihan Sifa
Lendra malayu
lanjuttt thorr
Lendra malayu
gass thorrr
Lendra malayu
mksh udah rajin up thorr /Kiss//Kiss//Rose/
Lendra malayu: so pasti thorr /Heart/
Ayuni (ig/tt : author.ayuni ): sama-sama kak.. stay trus yaaa 🥰
total 2 replies
Lendra malayu
makin seru nihhh,, semangat thorrr
Putri Chaniago
ingin lihat penyesalan Novan n Revan terutama Revan bodoh masih mencintai Sita
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!