NovelToon NovelToon
The Mystery Of Life: SECRET PORTAL

The Mystery Of Life: SECRET PORTAL

Status: tamat
Genre:Tamat / Cintapertama / Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Dunia Lain / Cinta Murni / Fantasi Wanita
Popularitas:478
Nilai: 5
Nama Author: Carmellia Amoreia

Seorang gadis bernama Sheritta yang bekerja di sebuah toko pastrynya bersama dengan kedua orang temannya yaitu Ethelia dan Vienna yang juga membantunya untuk membuka toko itu sampai akhirnya sekarang dapat berjalan dengan beberapa karyawan lainnya.

Ia menyadari pria yang lebih tua darinya 2 tahun yang merupakan langganan toko pastrynya itu ternyata adalah orang yang sama yang dulu pernah menyelamatkannya dari sebuah musibah.

Pria itu bekerja di perusahaan kosmetik yang di mana terdapat suatu rahasia yang selalu ditutup oleh perusahaan kosmetik yaitu portal yang berada di sebuah ruangan diskusi dipercaya pada zaman dulu portal itu selalu terbuka lebar dan tidak pernah tertutup.

Apakah isi dari portal itu? Bagaimana bisa terdapat portal rahasia di sana? Dan apakah kehidupannya Sheritta berubah total setelah kejadian aneh ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Carmellia Amoreia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 21 - OVERFLOWED WITH LOVE

Saat di ruangannya Miyura, dokter yang tadi itu pun berjalan dengan pelan menghampiri Miyura dan melihat Miyura yang tadinya sedang berbaring sambil menatap ke arah jam dinding yang ada di depannya dengan isi pikirannya yang sedang memikirkan banyak hal, sekarang menoleh ke arah sumber suara langkah kaki dokter yang mendekatinya itu.

Dokter itu pun melihatnya menoleh ke arahnya kembali lalu ia pun langsung menyapanya dan tersenyum kepadanya sambil melambaikan tangannya, “Hallo ra”

MIyura pun tersenyum kembali ke arahnya dan menyapanya juga, “Hallo dok”

Dokter itu pun akhirnya berjalan ke sampjng kanan kasur itu dan duduk di kursi yang ada di sana lalu tersenyum sambil menatap ke arah Miyura dan bertanya kepadanya, “Kamu apa kabarnya?”

“Baik dok” jawab Miyura dengan tersenyum balik kepadanya.

Dokter itu pun lalu berkata dengan lembut kepadanya sambil mengelus rambutnya dengan pelan, “Kamu sangat cantik dulu, tapi sekarang lebih cantik lagi”

“Kamu dulu sangat mencintai kakakku, kamu pacar kakakku selama di sekolah. Aku yakin kalian pasti saling mencintai” kata Miyura dengan nada suara yang pelan namun berhasil mengeluarkan semua perasaan yang telah ia sembunyikan kepadanya sejak dulu dan beberapa kali air matanya menetes saat ia belum selesai berbicara.

Dokter itu pun menghapus air matanya Miyura dengan menggunakan kedua tangannya lalu memegang tangan kanannya Miyura dan berkata kepadanya dengan nada suara yang lemah sambil menoleh ke arahnya dengan wajah yang sedih dan tatapan matanya yang sayu, “Maafkan aku Miyura, setelah aku berpacaran dengannya aku baru mengetahui kakakmu dulu ternyata sejahat itu denganmu”

Miyura pun terdiam sejenak karena ia tidak percaya ternyata dokter yang dulunya sangat ia kagumi itu berpikiran yang sama dengannya terkait kakaknya sendiri itu dan tak lama setelah dokter Liandro berkata tengang hal itu kepadanya, ia pun mulai menangis di samping Miyura dengan menundukkan kepalanya tepat di samping kanannya Miyura sambil menggenggam tangan kanannya Miyura itu.

“Tidak apa-apa kok, aku mencintaimu” jawab Miyura dengan nada suara yang pelan dan isi pikiran yang tidak mengharapkan apapun dari dokter itu sambil menatap ke arah dokter itu.

Dokter itu pun langsung menoleh ke arah Miyura dengan pipinya yang sudah basah karena air mata yang mengalir terus lalu ia pun berkata sambil mengelus pipi Miyura dengan nada bicara yang serak, “Aku juga mencintaimu, sekarang kamu harus lebih baik lagi sama diri sendiri ya”

Setelah mendengar hal itu, Miyura pun hanya bisa mengangguk mengiyakan lalu berkata dengan nada sedikit serak kepadanya, “Aku akan menjagamu-“

“Gak ra, sekarang aku yang harus menjagamu” kata dokter itu dengan lembut dan memotong perkataannya Miyura.

Miyura pun menggelengkan kepalanya sambil meneteskan sedikit air mata lalu berkata dengan yakin meskipun suaranya masih agak serak, “Tapi dulu kamu yang menyelamatkanku saat pertama kali penyakitku ini muncul”

“Aku gak peduli ra, aku akan tetap melindungimu selamanya, di mana pun dan kapan pun itu” jawab dokter itu dengan tatapannya yang tulus kepada Miyura.

Air matanya Miyura pun semakin deras dan membasahi pipinya, lalu ia pun bertanya dengan nada suara yang lemah “Dok, kapan aku bisa pulang?”

“Besok kamu sudah bisa pulang kok” jawab dokter itu dengan santai sambil menatap lembut ke arah Miyura.

Namun tak lama setelah dokter Liandro menjawab pertanyaannya, Miyura pun langsung kembali tertidur. Dokter itu pun langsung menghela napasnya dan tersenyum tipis sambil menatap ke wajah Miyura itu, ia pun mengelus wajahnya dengan lembut.

...***...

Di hari Kamis pada tanggal 24 November 20xx tepatnya di jam 10.00 pagi. Saat di dalam kantor perusahaan kosmetik itu, semua orang terlihat sedang sibuk mengerjakan bagian tugasnya masing-masing. Beberapa karyawan sedang berjalan ke sana kemari hanya untuk menanyakan revisi dokumen ataupun memberikan hasil dokumen yang telah dicetak untuk urusan penting.

Tepat di dalam ruang rapat lantai 31, di sana ruangannya tidak terlalu besar dan terlihat sedikit lebih kecil daripada ruangan diskusi di lantai 67. Terdapat sebuah jendela berukuran normal yang langsung mengarah keluar kantor dengan pemandangan langit dan beberapa pemukiman yang masih terlihat dari atas.

Lalu tepat di depan jendela itu terdapat sebuah meja yang tidak terlalu besar dan berbentuk persegi panjang dengan beberapa kursi kayu yang mengelilinginya, namun tidak memiliki papan tulis sama sekali.

Florellia sedang berbincang dengan bapak Marvin tentang suatu hal, tiba-tiba Florellia mengabarkan kepada bapak Marvin bahwa adiknya sudah sembuh dan sudah bisa pulang ke rumah dari dua hari yang lalu.

“Pak, adikku sudah bisa pulang 2 hari yang lalu” kata Florellia dengan wajah yang gembira serta senyuman yang lebar.

Bapak Marvin yang sedang duduk di depannya pun ikut tersenyum gembira dan bertanya balik kepadanya, “Oh iya? Kalau begitu besok kita bareng adik kamu ketemu di taman ya depan kantor ya jam 9 pagi?”

“Oke pak, oh iya karena ini sudah selesai. Sisanya bapak suruh Armelyn aja ya” kata Florellia sambil membereskan barang-barangnya.

Bapak Marvin pun membereskan berkas dokumen mereka dan bersiap untuk meninggalkan ruangan itu. Saat mereka sedang berjalan keluar dari ruangan itu, mereka tidak sengaja berpapasan dengan Armelyn yang sedang berjalan menuju lift.

Bapak Marvin pun menghampiri Armelyn dan memberikannya berkas dokumen yang sedang ia pegang lalu berkata, “Kamu berikan dokumen ini kepada bapak Rodrick ya, oh iya nanti sore jangan lupa untuk memberikan rekap daftar nama yang sudah daftar jadi calon modelnya ke ketua divisi HRD ya”

Setelah ia menyuruh Armelyn, ia pun menepuk pundaknya Armelyn dan tersenyum. Lalu Armelyn menoleh balik ke arah bapak Marvin dan tersenyum tipis dan berkata, “baiklah pak”

Tak lama kemudian mereka pun berjalan menuju lift bersama, saat lift nya sudah sampai di lantai mereka. Mereka langsung masuk dan memencet tombol lantai yang dituju. Saat di dalam lift, tiba-tiba ponsel bapak Marvin berdering dan setelah bapak Marvin mengecek ponselnya ternyata yang meneleponnya adalah bapak Rodrick. Ia pun langsung mengangkat teleponnya.

“Hallo”

“Pak Marvin, saya ingin memberitahu bahwa kinerjamu sudah sangat bagus dan saya berharap kinerjamu pada lain hari dapat lebih ditingkatkan lagi” Jawab bapak Rodrick dengan nada bicara yang santai namun tetap tegas.

Bapak Marvin dengan ekspresi wajah yang sedikit bingung itu pun menjawab dengan nada bicara yang sopan, “Iyaa terima kasih banyak pak, lalu kenapa bapak menelepon saya?”

Bapak Rodrick pun menjawabnya kembali dengan nada bicara yang sedikit tegas kepadanya, “Saya ingin kamu nanti di jam 11 siang datang ke ruangan saya, ada sesuatu yang ingin saya sampaikan”

“Oke pak” bapak Marvin pun menutup panggilan telepon itu.

Setelah bapak Marvin menyimpan ponselnya kembali ke dalam saku celananya, pintu lift pun akhirnya terbuka, bapak Marvin, Armelyn dan Florellia keluar dari lift bersama karena mereka menuju lantai yang sama.

Mereka bertiga pun akhirnya berjalan ke tujuannya masing-masing untuk mengerjakan pekerjaan mereka. Saat Armelyn sampai di ruangannya, terlihat Virissa sedang duduk di kursi kantornya dengan muka yang serius menatap layar laptopnya itu.

Armelyn pun berjalan mendekati Virissa dan menyapanya dengan tersenyum, “Hallo kak”

Setelah itu, Armelyn memegang pundaknya VIrissa dengan lembut. Virissa pun langsung menoleh ke arah Armelyn dengan ekspresi wajah senang dan menyapanya kembali sambil tersenyum, “Hallo juga lyn”

Lalu Virissa juga memberitahu Armelyn sesuatu yang belum ia ketahui sejak ia sedang mengerjakan tugas di lantai yang lain, “Oh iya tadi kak Lithia mencari kamu. Dia nyuruh kamu ke ruangannya di lantai 48”

“Owalah oke kak, habis aku kasih dokumen ini ke bapak Rodrick aku akan ke sana” jawab Armelyn sambil berjalan ke kursi tempatnya magang dan mengambil botol minumnya untuk minum sedikit terlebih dulu.

Setelah itu, ia pun langsung berjalan keluar ruangannya dan pergi ke ruangan bapak Rodrick untuk memberikan beberapa berkas dokumen kepadanya.

1
Tutie Arkan
mencoba paham mksd jln critanya tp kok seperti terjemahan krn alurnya berantakan ya...serius sih...
xyusin
seru banget kk 💪
yuk mampir kenovel aku
Kakashi Hatake
Ngga nyangka! Keren abis!
Achewalt
Endingnya puas. 🎉
_Sebx_
Bagus banget deh, bikin nagih!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!