Note =Novel ini sudah sampai season 3.
Setiap season sudah di selesai kan dengan baik, jika ingin membaca satu season saja tidak akan tergantung.
Bagaiaman perasaan mu jika di hari ulang tahun mu adalah awal dari kehancuran hidup mu, mungkin itulah yang di rasa kan oleh Agnes. Di ulang tahun nya yang ke 23 tahun perusahaan orang tua nya hancur beserta orang tua nya yang menghilang bak di telan bumi, di tambah lagi kakak kandungnya mengalami kecelakaan yang membuat nya koma...
Hancur itulah kata yang bisa mewakili perasaan nya saat ini, ia bersumpah pada diri nya sediri akan membalas semua ini pada orang yang menghancurkan keluarga nya itu...
Takdir satu kata yang tidak bisa manusia prediksi kehadiran nya. Demi kesembuhan kakak nya ia rela menjual diri nya pada seorang ceo yang amat kejam dan dingin. Ia juga harus rela mengingkari janji nya dengan seorang pangeran kecil yang menyelamatkan nyawa nya pada saat kecil dulu...
Alex seorang Coe perusahaan terkenal, nama nya sangat tersohor di penjuru muka bumi. siapa yang berani berurusan dengan ku maka di akan hancur, satu kalimat yang membuat nya di takuti oleh banyak orang. Ia menikah dengan agnes hanya untuk menghindari perjodohan yang di atur oleh kedua orang tua nya. Awal nya ia sangat membenci agnes tapi dengan seiring berjalannya waktu benci itu berubah menjadi cinta...
Apakah Agnes bisa membalaskan dendam nya atau justru melupakan dendam itu ?...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cerita_Bahagia12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 21
Agnes masuk kedalam kamar, ia sangat berharap jika alex berada di dalam kamar itu ternyata tidak alex tidak ada di dalam kamar, mungkin malam ini ia akan tidur sendiri...
Agnes masuk kedalam kamar mandi untuk mencuci kaki dan menggosok gigi, setelah itu ia merebahkan tubuh nya di tempat biasa ia tidur, walaupun alex sudah berubah dengannya, ia masi belum berani tidur di atas ranjang sebelum alex yang meminta nya...
Agnes telah tertidur di tempat ia biasa tidur, sedangkan alex masi berada di dalam ruang kerja nya untuk menyelesaikan perkerjaaan yang tertunda karena hari ini ia tidak masuk kantor...
Jam 2 dini hari alex baru menyelesaikan pekerjaan nya, ia keluar dari ruang kerja dan langsung masuk kedalam kamar nya...
"Apa maksud gadis itu kenapa tidur di bawah..." ucap alex...
Alex berjalan mendekati agnes untuk menggendong nya naik keatas kasur tetapi saat melihat wajah agnes yang tenga tertidur dengan leleap membuatnya tidak tega untuk melakukan itu, ia mengambil bantal dan selimut yang tebal, lalu merebahkan diri nya di samping agnes sambil memeluk nya dengan erat...
"Jedar..." tiba-tiba piter menyambar di iringi hujan yang amat deras, membua agnes terbagun dari tidur nya...
Hujan dan petir adalah salah satu hal yang paling ia takuti, ia mempunyai kenangan buruk tentang petir dan hujan, biasanya ketika petir datang agnes berlari menuju kamar kakak nya tetapi kini ia tidak bisa melakukan itu...
Agnes menangis di malam itu, petir dan hujan yang sangat keras membuatnya semakin ketakutan, alex yang mendengar samar-samar suara tangisan terbangun dari tidur nya, ia melihat agnes sedang menutup seluruh bagian tubuh nya menggunakan selimut sambil menangis...
"Hey ada apa dengan mu..." ucap alex...
Agnes yang mendengar saura alex langsung membalik badanya dan memeluk alex dengan amat erat masi dengan tangis nya...
"Ada apa, apa ada yang sakit..." tanya alex...
"Takut..." ucap alex...
"Tenang aku di sini..." ujar alex sambil memeluk agnes dengan erat...
"Jangan pergi..." ucap agnes...
"Kau mengingat kan ku pada seorang gadis kecil, ia juga suka sekali menangis..." ujar alex...
"Gadis kecil..." tanya agnes...
"Iya, walaupun aku hanya sebentar bertemu dengan tetapi dia selalu berada di dalam ingatan ku..." ucap alex...
"Kau menyukai nya..." tanya agnes...
"Tidak, aku tidak menyukai nya dia jelek dan cengeng..." jawab alex...
"Bagaimana kalau ia sudah tumbuh menjadi gadis yang cantik..." ujar agnes...
"Tidak mungkin..." ucap alex...
"Apa dia menyukai mu..." tanya agnes...
"Seperti nya begitu, aku kan sangat tampan..." jawab alex...
"Tapi kenapa aku tidak menyukai mu..." ucap agnes...
"Kenapa, bukanya aku seseorang yang sempurna..." tanya alex...
"Tidak ada manusia yang sempurna di muka bumi ini..." jawab agnes...
"Apa kau menyukai pria lain..." ujar alex...
"Aku menyukai seorang pangeran kecil..." jawab agnes...
"Pangeran..." ucap alex...
"Itu masalah lalu ku, dingin..." ucap agnes...
"Kita naik keatas kasur..." ucap alex...
Alex menggendong agnes naik keatas kasur yang sangat nyaman, di atas kasur agnes sama sekali tidak melepaskan pelukan nya karena petir masi saja terus menyambar...
"Tidurlah tidak akan terjadi apa-apa..." ucap alex...
"Aku tidak akan bisa tidur jika petir itu masi saya menyambar..." ujar agnes...
"Lalu aku harus bagaiman..." tanya alex...
"Bisakah kau hentikan petir itu..." ucap agnes...
"Tidak bisa..." jawab alex...
"Bukaannya kau tuan alex, yang menuasai segalah nya..." ujar agnes...
"Itu di luar kemampuan ku..." ucap alex...
"Aku hanya bercanda tuan..." ujar agnes...
"Kau pandai bercanda juga ya, dan jangan panggil aku dengan sebutan tuan..." ucap alex...
"Lalu aku harus memanggil mu apa, bukanya semua orang memanggil mu tuan..." ujar agnes...
"Aku memberikan kebebasan untuk mu, kau boleh memanggil ku apa saja..." jawab alex...
"Bagaimana kalau oppa..." tanya agnes...
"Umur ku masi 25 tahun belum pantas di panggil oppa..." jawab agnes...
"Umur kita tidak berbeda jauh..." ucap agnes...
"Berapa umur mu..." tanya alex...
"Coba tebak..." ujar agnes..
"19..." ucap alex...
"Salah..." jawab agnes...
"20.. tapi tidak mungkin 20 kau pasti di bawah 20..." ujar alex...
"Aku lebih tua dari 20 tahun, umur ku 23 tahun..." ucap agnes...
"23 tahun, apa kau yakin..." ujar alex kaget...
"Tentu, kenapa kau terlihat begitu kaget..." tanya agnes...
"Ku kira kau seumuran jihan, 18 tahun..." jawab alex...
"Aku tidak semudah itu, aku harus memanggil apa..." ujar agnes...
"Apa saja..." ucap alex...
"Ka saja bagaimana..." tanya agnes...
"Sayang saja gimana..." ucap alex...
"Tidak..tidak..." ujar agnes...
"Kenapa..." tanya alex...
"Panggilan sayang itu untuk dua orang yang saling mencintai..." jelas agnes...
"Jadi..." ucap alex...
"Jadi itu tidak cocok untuk kita, bukanya kamu menikah dengan ku hanya untuk menghindari perjodohan..." ujar agnes...
Alex tidak menjawab ucappan dari agnes, yang di katakan agnes semua itu adalah benar, ia juga tidak tau perasaannya pada agnes dan ia juga menikah dengan agnes hanya menghindari perjodoahan yang di atur orang tua nya...
"Tidur la besok kita fikirkan lagi..." ucap alex dan memepererat peluaknya pada agnes...
Agnes pun tidak menolak sama sekali pelukan dari alex yang ia rasakan saat ini adalah kenyamanan yang ia cari-cari selama ini...
Jangan lupa
Like. comen. dan vote..
tp di audio suaranya tenggelam malah musik yang kekencengan jadi enggak kedengaran