mengkisahkan seorang wanita yang di ajak menikah oleh seorang laki laki yang adalah CEO sebuah perusahaan besar di jakarta. yang hanya nya seorang gadis miskin dan sederhana tiba tiba menjadi angsa yang indah.
namun semua tidak berjalan dengan baik, ada rahasia yang tidak pernah di ketahui oleh laki laki yang menikahi nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti_San, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21 - Bertemu Di cafe
Setelah dari danau, Senja pun pergi ke cafe tempat ia akan bertemu dengan sekertaris Tom, Senja masuk ke cafe itu mata nya mencari sosok yang sudah membuat janji bertemu dengan nya hari ini.
Hingga mata nya tertuju pada Tom yang mengangkat tangan nya memberikan kode pada Senja kalau ia berada disana.
"Itu dia, si pria menyebalkan." Ucap Senja lalu melangkah ke arah Tom berada.
"Maaf membuat mu menunggu."Ucap Senja, Tom pun mempersilakan nya untuk duduk.
"Nona, saya lansung saja, ini ada list nanti anda setelah menikah dengan Tuan Adrian, saya percaya anda bisa melakukan nya dengan baik."Ucap Tom dengan seulas senyuman tipis nya.
Senja pun mengambil namun ia tidak membuka nya." Saya akan pelajari nanti dirumah."Balas Senja. Tom Pun mengangguk.
"Dan ini kunci toko bunga yang kini sudah beralih menjadi milik anda, setelah anda menandatangani ini." Tom memberikan selembar kertas lagi untuk Senja tanda tangani.
"Apa aku menikah kontrak dengan tuan Adrian?." Tanya Senja memperjelas surat yang ia harus tanda tangani.
"Nona, sekarang begitu banyak wanita yang melarikan diri setelah mendapatkan apa yang mereka mau dan melupakan janji mereka, kertas ini hanya sebuah formalitas saja, anda tetap menjadi istri sah tuan Adrian nanti." tutur Tom.
Tak mendapatkan jawaban yang jelas ini pernikahan kontrak atau bukan, Senja yang sudah lelah pun menanda tangani surat itu.
"Silakan di minum Nona." segelas minuman cappucino datang di hadapan Senja. Senja pun menatap Tom penuh selidik bagaimana Tom bisa tahu cappucino es adalah kesukaan nya, atau ini hanya kebetulan saja.
Senja menyeruput dengan menatap Tom yang sedang memainkan ponsel nya. seperti sedang mengirimkan pesan pada seseorang.
"Baiklah Nona, mari saya antarkan anda ke toko anda."Ajak Tom. Senja pun mengiyakan, ia lekas berdiri mengikuti laki laki itu.
Di dalam mobil.
Mata Senja menatap ke arah luar jendela, mata nya menyusuri jalanan memikirkan sesuatu.
"Sekertaris Tom."
"Iya Nona."
"Dimana Tuan Adrian?." Tanya Senja.
"Tuan sedang menghadiri makan siang bersama keluarga besar nya Nona." Balas Tom singkat.
"Oh." balas nya.
"Menurut mu Tuan Adrian itu sosok yang pemarah ya?." Tanya Senja lagi. Tom menoleh melihat ke arah Senja yang menatap nya penasaran, menunggu jawaban dari nya.
"Tidak Nona."
"Kamu menjawab dia tidak pemarah karena dia bos mu kan, atau hanya sekedar menenangkan ku saja." ketus Senja.
"Nanti saat anda tinggal bersama Tuan Adrian, anda akan tahu akan hal ini."Balas Sekertaris Tom.
•••
Saat sampai toko bunga, Senja pun melihat toko itu yang sudah kosong, tidak lagi ada bunga bunga yang selalu menemani nya bekerja, menemani nya bernyanyi. wanita itu terdiam melamun sejenak.
Tiba tiba Senja terpikirkan bagaimana toko bunga ini mau di buka kalau isi nya tidak ada, saat menanyakan bagaimana cara ia akan mengisi sementara ia tidak punya uang.
Saat baru menoleh ke arah Tom, Tom tiba tiba mengeluarkan sesuatu dari Saku nya.
"Nona, ini ada kartu dari Tuan Adrian, anda bisa mengunakan ini untuk merenovasi dan juga mengisi toko ini, anda juga bisa mengunakan ini untuk keperluan anda, Pin nya ulang tahun anda." Ujar Tom.
"Dia bisa membaca pikiran aku atau bagaimana?." Batin Senja. Ia bahkan belum mengatakan apa yang di pikirkan, tapi dia sudah menjawab nya."Batin Senja.
"Terima kasih."Ucap Senja ragu ragu.
"Nona, ini adalah Nomor saya, anda bisa menghubungi saya jika anda membutuhkan sesuatu." Ujar Tom Lagi.
Senja yang masih membeku perihal Tom memberikan kartu tadi membuat Senja was was. Membayangkan Tom memiliki indra keenam.
•••
Jangan Lupa Like dan Komeng ya ☺️