"Ra,kakak mohon menikahlah dengan Mas Ardi ,jagalah Aluna untuk Kakak ,kakak mohon hanya kamu yang Kakak percaya" Nayla
Menikah muda bukan keinginan Naura, namun karena permintaan sang kakak tercintanya terpaksa dia harus menikah di usianya 21 tahun.
Ardi sebagai suami Alm Nayla pun terpaksa harus menikahi adik kandung istrinya itu,dia tidak punya pilihan lain.
Di awal pernikahan tidak ada keharmonisan terjadi diantara mereka,namun seiring berjalan nya waktu mereka bisa melaluinya.
Bagaimana kelanjutan kisah mereka,yuk ikuti ceritanya😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#Bab 20 "Secangkir Teh Manis"
Beberapa hari setelah hari itu,Hari ini hari minggu,hari pekan yang harus nya dinikmati sebuah keluarga dengan piknik atau sekedar jalan jalan.
Tapi tidak dengan Ardi dan Naura,mereka hanya berdiam diri dirumah,tapi ini hari minggu pertama Ardi ada di rumah,karena sebelumnya biasanya dia selalu tidak dirumah ,selalu banyak alasan ini lah itu lah..
Tapi saat mereka sama sama ada dirumah yang mereka lakukan hanya saling menjauh,Naura ada dikamar dan Ardi memilih diam dilantai atas,begitulah mereka.
Terlihat Ardi menyibukan diri dengan membuka laptopnya dan sekedar mengecek ecek pekerjaan,Ntah mengapa dia hari itu tidak mau pergi kemana mana.
Saat Naura sedang menonton tv ,terdengar hp berdering,dia pikir itu hpnya tapi ternyata itu hp Ardi,dia pun bergegas ke atas untuk memberikan hpnya ke suaminya itu.
"Ka ,ada telepon ini..!!"seru Naura
"Telepon !!dari siapa ..?"Tanyanya ,tapi dia langsung merebut hpnya ditangan Naura,tapi belum sempat dia menjawab telepon itu,tiba tiba teleponnya mati.
"Ada apa nih si Randi telepon ..??"gumamnya
Setelahnya Naura memilih untuk pergi,Ardi mencegahnya.
"Ra,Aluna dimana ?.."Tanya Ardi
"Aluna tadi tidur siang ka,kenapa kak ..?"
"Gak papa ko tanya aja..Ra apa selama ini Aluna sering merepotkan kamu ..?"
"Gak ko ka,malah Aluna itu baik banget,gak ngerepotin Naura.."
"Oh,,iya syukur kalau gitu.."
"Iya ka,aku permisi dulu ya ka.."
Naura berbalik dan melangkah untuk turun ke lantai bawah,tapi Ardi mencegahnya lagi.
"Eh Ra tunggu,bisa bikinin aku teh manis gak ??.."
"Teh manis.. !!oh bisa ka,,tunggu sebentar ya..."
Hanya anggukan yang Ardj berikan,Naura turun ke bawah dan segera membuat Teh manis buat Ardi,setelah selesai dia segera naik ke atas.
"Ka ini Tehnya.."Seru Naura setelah sudah diatas.
"Iya makasih ya Ra.."Ucap Ardi sambil tersenyum ke pada Naura.
Deg
Jantung Naura berdegub kencang,itu pertama kalinya Ardi tersenyum seperti itu kepadanya.
"Iya sama sama ka.."Jawab Naura dan segera berbalik.
Tapi tiba tiba Baju yang Naura pakai tersangkut dimeja tempat Ardi sedang melihat laptopnya,dan menyenggol Teh yang tadi dia berikan ke Ardi,dan terdengar pecahan gelas itu ke lantai.
Sontak membuat Ardi kaget,Begitu juga dengan Naura,Replek Naura segera membersihkan pecahan gelas itu .
"Maaf ka,maafkan Naura Naura gak sengaja.."Seru Naura dengan raut wajah merasa bersalah dan merasa takut Ardi marah.
Ardi hanya diam saja dengan raut wajah yang susah ditebak..
"Awwww...Teriak Naura.."Tangan nya berdarah terkena serpihan pecahan gelas tadi.
Sontak Ardi langsung bangkit dan menghampiri Naura,terlihat raut wajahnya kini yang khawatir melihat Naura..
"Kamu gak papa Ra.."Seru Ardi sambil memegang tangan Naura yang terluka.
Deg
Jantung Naura kembali bergegub kencang,ditambah mukanya yang sudah memerah menahan malu.
"Ra.."Seru Ardi lagi sambil menggoyangkan bahu Naura..
"Eh..gak papa ko ka,aku gak papa.."ucap Naura sambil melepaskan tangan nya dari Ardi.
Naura pun berdiri,dan hendak melangkah untuk pergi ,tapi dia malah mau terjatuh dan replex Ardi menangkap Naura.
Ardi berada dibelakang Naura sambil memeluk bahunya menahan Naura yang hendak jatuh. Sontak Naura memalingkan wajah nya ke belakang.
Dan tanpa sengaja bibir mereka saling menempel,Naura kaget dia mengerjap ngerjapkan matanya,jangan tanya lagi dengan jantung yang makin bedegub kencang.
Bagitu juga dengan Ardi,jantung Ardi sama dengan Naura berdegub begitu kencang.Setelah beberapa detik Naura melepaskan bibirnya,dan sedikit menjauh dari Ardi.
Ardi menggaruk kepalanya,mereka sama sama merasa canggung,setelahnya mata nya mereka sama sama bertemu dan saling tatap.
*Deg .deg..deg..
"Sial,kenapa jantung ini berdegub begitu kencang,apa yang terjadi.."Batin Ardi*.
Naura menyadarkan dirinya,dan langsung dia memalingkan mukanya dan segera pergi turun ke bawah.
Naura mencoba menetralkan jalan jantung dan hatinya setelah kejadian tadi.
Tapi entah dia merasa senang,wajahnya memerah semerah tomat,terlihat makin imut.
******
Setelah kejadian itu Naura merasa Ardi jadi berubah,tidak secuek sebelum sebelumnya,dia sedikit bisa berinterkasi bersama Naura.
Lebih sedikit perhatian dengan Naura,seperti pagi ini.
"Ra,ayo kakak Antar aja ke kampus setelah menitipkan Aluna nanti ke Bunda.."
"Kan jauh tempat kuliah Naura dengan tempat kerja ka Ardi.."Seru Naura.
"Gak papa,masa istri kuliah gak diantar suaminya.."Ucap Ardi tanpa sadar sudah menyebut Naura sebagai istri.
Uhukkk..uhhukk..uhukkk. Naura kaget mendengar itu.
"Ra,hati hati ini cepat minum.."Ardi memberikan air minum ke Naura,sambil menepuk nepuk punggung Naura.."
"Makasih ka.."Jawab Naura
"Pelan pelan Ra makannya.."
Ya mereka saat ini sedang berada dimeja makan,Naura sedang memulai sarapannya karena kebiasaan Naura tidak bisa melewati yang namanya sarapan,sedangkan Ardi hanya meminum Air putih sambil menunggu Naura sarapan.
Biasanya Ardi tidak pernah seperti tadi,tapi Entah pagi ini dia berbeda.
"Iya ,maaf ka..ya udah yuk berangkat,nanti kakak kesiangan lagi.."ucap Naura
"Ya udah yuk.."
Naura menggendong Aluna,dan mereka bergegas pergi menuju kerumah Bunda Mira.
Naura melakukan aktivitas seperti biasanya,begitupun dengan Ardi .
***
Dikantor Ardi
Terlihat Ardi sedang melamun,tapi disela sela melamun nya dia terlihat senyum senyum sendiri,Entah kejadian kemarin itu masih teriang dikepalanya,dia mencari arti dari jantungnya yang bekerja dengan cepat.
Tiba tiba Randi datang.
"Wihhh,,kayanya ada yang jatuh cinta ke dua nih,ckckckckckc.."Serunya setelah masuk ke ruangan Ardi.
Ardi terperanjat kaget,
"Bisa gak loe ketuk pintu dulu sebelum masuk Ran.. !!" Seru Ardi yang nampak kesal dengan Randi,karena sudah mengganggu acara melamunnya.
"Hahahahah,segitu kagetnya loe,lagi lamunin apa sih bro,serius amat mana senyum senyum sendiri lagi,apa jangan jangan sudah dapat jatah nih ya,hahahahahah..."
"Jatah kepala loe peyang.."Sambil mendorong sedikit bahu Randi.
"Alahhhhh gak usah ngelak loe,gue juga tau udah dapatkan ??.."serunya lagi.
"Ngomong sama kamu tuh gak ada paedahnya tau gak sih.."
"Hahahah,ya bagus dong kalau loe udah kaya gitu,itu artinya loe udah buka hati loe buat Naura.."
"Maksud loe kaya gitu gimana ?..gue belum ngapa ngapain sama Naura,tidur aja masih pisah.."
"Hah,serius sampai sekarang ini tidur loe masih pisah sama dia,ampun Ardi,,ardi.."Ucap Randi sambil menepuk dahinya
"Ya begitulah,tapi gue bakalan mencoba tidur bareng dia,kasihan juga sih dia kalau tiap malam kebangun karena Aluna.."
"Cie..cie..bukan itu kali ya maksud loe,pasti ada maksud tertentu kan.."seru Randi dengan masih mengejek Ardi.
"Maksud tertentu apa maksud loe nyet.."
"Ya kali loe kan laki laki normal,apalagi udah lama gak tersalurkan,emang bisa tahan tuh si junior.."ucapnya lagi yang masih nyeleneh.
Ardi sempat pikir ,iya juga ya !!.
"Gue sekarang lagi berusaha memperbaiki hubungan gue sama dia Ran,gue akui selama ini udah salah seperti itu.."
"Ya jelas salah lah,tapi syukurlah loe udah berpikir seperti itu,buka hati loe buat Naura,keburu dia pergi Nanti.."
"Udah ayo ah gue laper kita makan siang dulu Ar.."
"Ya udah ayo.."
Setelah berbincang bincang mereka pun bergegas menuju ke kantin.
***