NovelToon NovelToon
Jejak Virtual SAGA

Jejak Virtual SAGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Aplikasi Ajaib / Romansa / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:54.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Sebutir Debu

KARYA INI MERUPAKAN KARYA JALUR KREATIF.

"Jejak Virtual SAGA" adalah sebuah novel fiksi yang menggambarkan perjalanan Gaffi dan Salsa di dunia virtual demi sebuah Misi.

Gaffi dan Salsa adalah dua orang dari seratus programmer yang mengembangkan aplikasi cerdas untuk masa depan. Mereka menciptakan aplikasi revolusioner yang memungkinkan pengguna untuk memasuki dunia virtual yang mendalam dan menarik.

Ditengah kebahagiaan atas sempurna nya aplikasi itu. Satu kabar justru harus mereka dengar dari Tim Profesor.

"Tidak ada jalan lain.Semua programmer sudah di uji. Hanya Kalian yang bisa masuk ke dunia Virtual itu. Kita harus mencegahnya. Jika tidak masa depan generasi kita akan hancur." Ucap Professor Kim.

"Tapi kenapa harus menikah?!" Teriak Gaffi dengan tatapan marah.

"Karena hanya sepasang orang yang menikah di dunia nyata yang bisa memiliki hologram itu. satu-satunya cara menyelamatkan aplikasi ini dari virus itu."

Salsa dan Gaffi terpaksa menikah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sebutir Debu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 Otw Last Mission

Sesuai perjanjian, Maka Puteri El memberikan Salsa dua lembar kain berwarna hitam dan putih miliknya.

"Bawalah... Kuda itu adalah yang terbaik diantara kuda-kuda di sini." Ucap Puteri El seraya menyerahkan tali yang mengikat pada kuda kepada Salsa.

"Terimakasih," ucap Salsa.

Gaffi melepaskan kalung di lehernya. Ia berikan kepada Puteri El.

"Aku rasa kamu lebih membutuhkan ini. Raja api pernah mengatakan untuk meniup terompet kecil ini jika membutuhkan bantuan." Gaffi menyerahkan kalungnya kepada Puteri El.

"Ehm..." Salsa berdehem karena melihat Puteri El masih menatap suaminya.

Puteri El cepat menarik tangannya dan menatap kalung yang diberikan Gaffi.

Gaffi cepat mengulurkan tangannya ke arah Salsa. Ia tahu, bahwa akan sulit bagi Salsa yang kini menutup tubuhnya dengan kain hitam yang ia minta kepada Puteri El. Sepasang suami istri itu pun meninggalkan perkampungan itu dengan berbekal beberapa perlengkapan dan bahan makanan yang diberikan puteri El. Tiba-tiba baru beberapa pulu kilo meter, mereka melihat segerombolan kuda berlari ke arah mereka. Gaffi sudah bersiap dengan satu pedang yang ia apit di sisi pinggangnya. Namun saat pasukan itu mendekat, Gaffi baru menyadari jika itu adalah pasukan Ardhasir.

Mereka ternyata mendengar terompet yang ditiup oleh Gaffi kemarin sore. Padahal Gaffi hanya iseng saja, ia tak percaya benda itu bisa memanggil raja Api ke tempatnya. Karena terompet itu sama sekali tak mengeluarkan suara.

"Terompet itu memberikan kabar melalui udara..." Ucap sang Raja. Namun ketika raja itu masih menatap Salsa aneh namun masih tak bisa dipungkiri jika sang Raja masih menaruh hati pada Salsa.

"Apa yang terjadi dengan istri mu?" Tanya sang Raja saat melihat pakaian Salsa yang tertutup layaknya mengenakan sebuah abaya.

"Dia sudah menemukan arti kemuliaan dari kaumnya... He... Oya ada sesuatu." Ucap Gaffi seraya berbisik pada sang Raja.

"Sungguh?"

"Kau bisa melihat siapa yang memegang kalung pemberian mu. Kami harus tetap melanjutkan perjalanan ini." ucap Gaffi.

"Baiklah, aku hanya berharap kalian selamat sampai ke negara kalian." Ucap sang Raja. Ia pun segera memberikan komando pada para prajurit nya untuk mengikuti ke arah desa para Dewi, dimana Puteri El kini memimpin perkampungan atau desa itu.

Gaffi kembali melanjutkan perjalanan. Salsa yang berada di depan Gaffi, ia bertanya perihal apa yang di bisikan oleh Gaffi pada sang raja.

"Aku hanya mengatakan bahwa Puteri El membutuhkan seorang raja. Dan aku mengatakan padanya agar ia mengatakan bahwa ia adalah orang yang aku utus untuk menjadi pendamping puteri El." Gaffi kembali melecut kudanya. Sepasang suami istri itu mengikuti irama kuda itu, karena sang kuda berkali-kali melompat untuk melompati akar yang menghalangi perjalanan mereka. Satu tangan Gaffi bahkan memegang pinggang sang istri agar tetap berada di punggung kuda jantan yang berwana hitam itu.

Namun tiba di tengah hutan mereka melihat sebuah lingkaran cahaya.

"Hihihihik...." Kuda itu seketika mengangkat kedua kaki depannya. Beruntung Gaffi cukup bisa mengendalikan kuda itu.

"Apa itu?" Tanya Salsa.

"Jika melihat gelombangnya mirip seperti algoritma kita ketika pergi kemari." Gaffi mengamati cahaya yang berputar-putar.

"Ya, kita ikuti saja..." Ucap Salsa.

Sepasang suami istri itu pun akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam lingkaran cahaya yang berada diantara pepohonan. Betul saja, ketika mereka melewati portal tersebut. Kuda yang mereka tunggangi berlari cepat dan ke arah depan. Hingga mereka keluar dan berada di sebuah tanah yang tandus, tampak semua tanaman kering seperti telah terjadi kekeringan berbulan-bulan.

"Hhh... Kemana lagi hacker itu membawa kita. Dimana dia! Kenapa tidak menunjukkan batamg hidungnya.!" Gerutu Gaffi kesal.

"Ada yang aneh...." Ucap Salsa.

Gaffi melihat ke sekeliling, mereka tampak berada di sebuah tempat yang cukup aneh.

"Jangan bilang kita berada di mesir." Gumam Gaffi melihat di ujung pandangannya lurus ke depan, ada sebuah bangunan yang runtuh.

Cepat Gaffi melecut kudanya. Tepat di reruntuhan itu Gaffi dan Salsa tak melihat ada tanda-tanda kehidupan.

"The Last Mission." Suara itu menggema.

"Bagus.... Kalau memang ini misi terakhir. Ku pikir Puteri El hacker itu. Tapi nyatanya bukan." Gaffi pun mengitari di sekelilingnya Betul-betul tempat yang asing.

Akhirnya berhari-hari mereka melakukan perjalanan. Hingga ketika perjalanan di hari ke 14, mereka tak menemukan sungai. Salsa cepat mengeluarkan tiga buah batu dari dalam kantung yang mereka gantungkan di sisi kuda. Gaffi tersenyum saat ia melihat sang istri berlari-lari ke arah tebing dan membawa tiga batu itu.

"Setidaknya aku penasaran dimana kamu belajar. Dan pada siapa kamu belajar." Gumam Gaffi yang segera berbalik, ia tahu bahwa sang istri sedang buang hajat. Dan tentu saja, tiga buah batu itu untuk sang istri istinja. Disaat air tidak ada, maka batu menjadi pilihan untuk istinja.

"Gaffi, tolong ambilkan satu kain yajg putih itu dan potong kecil-kecil pakai pisau mu." Titah istrinya. Salsa melihat Gaffi tak bergeming.

"Gaffi!" Panggil Salsa.

"Sudah tidak perlu pakai kain, 3 batu itu sudah bisa untuk istinja." Ucap Gaffi.

"Ish. Aku bukan ingin istinja. Aku haid..." Ucap Salsa. Gaffi melongo tak percaya.

"Haid?!" Beo Gaffi.

'Habislah kau Gaffi, dalam kondisi perjalanan seperti ini. Tidak haid saja dia sudah seperti singa apalagi sedang haid. Bukankah perempuan kalau hadi moodnya sangat jelek. Maka satu-satu aku harus tambah ekstra sabar.' Gaffi bermonolog dalam hatinya seraya menyobek kecil-kecil kain untuk ia jadikan pembalut sang istri.

Saat selesai. Ia memberikan itu pada sang istri.

"Semoga kita menemukan sungai... Aku tak habis pikir jika darah ini tidak bisa di cuci...." guma Salsa.

"Apakah rasanya sama seperti di dunia nyata?" tanya Gaffi.

Buughh...

"Bagaimana rasanya? Sama seperti di dunia nyata?" Tanya Salsa.

Gaffi tersenyum dan meringis.

"Cukup. Aku paham rasanya." Ucap Gaffi.

Disaat sepasang suami istri itu berada dalam satu situasi yang baru dan tanpa makhluk lain, di laboratorium Profesor Kim justru sedang ramai karena Mia berlari-lari keluar dari ruang virtual dan kembali masuk membawa satu pack Pampers.

"Apa yang terjadi Mi?" Tanya Ken.

"Salsa Haid. Dan cairan itu masuk ke dalam selang pembuangan..." Ucap Mia berlari.

Bruuugh.

Ken menabrak pintu ruang virtual yang tiba-tiba di tutup Mia.

"Ah... Sial. Kenapa dia tidak membiarkan aku masuk. Aku harus mengecek kondisi kapsul itu. Gila, dia buka tutup kapsul itu sesuka hatinya." Gerutu Ken seraya mengusap hidungnya.

"Untung dia Haid. Karena kalau dia hamil... Maka dia akan melahirkan di sana..." Gumam Mia seraya memasangkan diapers ke tubuh Salsa. Ia dibantu satu perawat yang bertugas memantau kondisi Salsa.

Profesor Kim menatap waktu yang sudah di tempu Salsa dan Gaffi.

"60 hari sudah Misi Jejak Virtual SAGA ini berlangsung.... Tapi hacker tak kunjung menunjukkan batang hidungnya." Tiba-tiba ponsel profesor berdering. Ia menerima panggilan itu.

"....."

"Apa?! Tahan mereka, atau bawa mereka ke ruangan ku. Jangan sampai mereka masuk ke laboratorium." Ucap Professor Kim terkejut.

1
umi @lthofa
karya jozzzzz gandos rewo2,,,,,,semoga ada produser film yang melirik 😍😍😍😍😍
umi @lthofa
hana kah?????
anak dari alleyah dalam novel istri yang dianggap buta?????
🥑⃟𝚜𝚌𝚑𝚊𝚝𝚣𝚒🦊⃫⃟⃤ₕᵢₐₜ
iyalah jangan kasar² kan dia sedang mengandung kalau kau maen kasar kasian juga dia
🥑⃟𝚜𝚌𝚑𝚊𝚝𝚣𝚒🦊⃫⃟⃤ₕᵢₐₜ
hati hati sama tuh org semoga km baik² saja salsa
🥑⃟𝚜𝚌𝚑𝚊𝚝𝚣𝚒🦊⃫⃟⃤ₕᵢₐₜ
dia bertemu sama Ifah kan dia anaknya alisha
🥑⃟𝚜𝚌𝚑𝚊𝚝𝚣𝚒🦊⃫⃟⃤ₕᵢₐₜ
ada apa dibalik air terjun itu ko salsa menyuruh gaffi buat melihat nya
🥑⃟𝚜𝚌𝚑𝚊𝚝𝚣𝚒🦊⃫⃟⃤ₕᵢₐₜ
udh mulai ada titik terang
🥑⃟𝚜𝚌𝚑𝚊𝚝𝚣𝚒🦊⃫⃟⃤ₕᵢₐₜ
hacker tuh siapa sih ko dia mau balas dendam
🥑⃟𝚜𝚌𝚑𝚊𝚝𝚣𝚒🦊⃫⃟⃤ₕᵢₐₜ
semoga aja perjalanan mereka cpt selesai
🥑⃟𝚜𝚌𝚑𝚊𝚝𝚣𝚒🦊⃫⃟⃤ₕᵢₐₜ
semoga aja salsa Istiqomah
🥑⃟𝚜𝚌𝚑𝚊𝚝𝚣𝚒🦊⃫⃟⃤ₕᵢₐₜ
gak apa² dong sesekali dia dandan
🥑⃟𝚜𝚌𝚑𝚊𝚝𝚣𝚒🦊⃫⃟⃤ₕᵢₐₜ
burung apa yang berdiri tuh 🤭
🥑⃟𝚜𝚌𝚑𝚊𝚝𝚣𝚒🦊⃫⃟⃤ₕᵢₐₜ
emang bisa gaffi kau rebut dari salsa
🥑⃟𝚜𝚌𝚑𝚊𝚝𝚣𝚒🦊⃫⃟⃤ₕᵢₐₜ
wah akan kah gaffi akan direbut oleh wanita lain
🥑⃟𝚜𝚌𝚑𝚊𝚝𝚣𝚒🦊⃫⃟⃤ₕᵢₐₜ
gak pernah salah kalau keturunan nya datang ke gaffi
🥑⃟𝚜𝚌𝚑𝚊𝚝𝚣𝚒🦊⃫⃟⃤ₕᵢₐₜ
aku yakin kalian akan berhasil melakukan ny
🥑⃟𝚜𝚌𝚑𝚊𝚝𝚣𝚒🦊⃫⃟⃤ₕᵢₐₜ
semoga aja kalian tetep bersama
🥑⃟𝚜𝚌𝚑𝚊𝚝𝚣𝚒🦊⃫⃟⃤ₕᵢₐₜ
ternyata salsa tuh alergi sama kucing
🥑⃟𝚜𝚌𝚑𝚊𝚝𝚣𝚒🦊⃫⃟⃤ₕᵢₐₜ
mungkin kah gaffi dan salsa akan bertahan atau malah sebaliknya
🥑⃟𝚜𝚌𝚑𝚊𝚝𝚣𝚒🦊⃫⃟⃤ₕᵢₐₜ
insting nya kuat ya kalau mantan intel
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!