NovelToon NovelToon
Menghempas Suami Pengkhianat

Menghempas Suami Pengkhianat

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Selingkuh / Cinta pada Pandangan Pertama / Pengantin Pengganti / Romansa / Cintapertama
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: INNA PUTU

Sebelah tangan Inara yang hendak membuka pintu tiba - tiba saja langsung terhenti dan melayang di udara. Ketika ia tak sengaja mendengar pembicaraan Brian dengan Melisa - mertuanya.

" Aku akan menikahi Anita ma.."

" Apa maksud kamu Brian? Kamu itu sudah menikah dengan Inara. Kenapa kamu malah ingin menikah dengan wanita tak tahu diri itu."

" Maaf ma. Aku harus segera menikahi Anita. Saat ini dia telah mengandung anaku. Yang berarti penerus dari keluarga Atmaja."

Kedua mata Melisa langsung terbelalak lebar.

Begitu pula dengan kedua mata Inara yang sedari tadi tak sengaja menguping pembicaraan rahasia dari kedua orang yang ada di dalam ruangan sana.

Perih , sakit , dan sesak langsung menyelimuti hati Inara.

Wanita berkulit putih itu tak menyangka. Jika selama ini pria yang selalu ia cintai dan sayangi sepenuh hati . Malah menorehkan luka sebesar ini pada hatinya yang rapuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon INNA PUTU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

" Ba..Baik nona. Akan saya sampaikan pesan nona kepada Tuan Brian. Tapi...." Prita menatap secara bergantian ke arah Inara beserta kado itu.

Jujur saja penolakan yang di lakukan oleh Inara benar - benar membuatnya merasa bingung dengan apa yang akan ia katakan selanjutkan kepada Brian yang hadiahnya di tolak secara terang - terangan oleh Inara.

Bahkan sebelum bertemu dengan pria itu pun. Prita sudah membayangkan. Bagaimana seramnya penampakan raut wajah Brian yang marah karena hadiahnya di tolak oleh Inara.

" Tapi apa Prita? Sudah kau tak usah takut. Jika terjadi apa - apa padamu nanti karena penolakan hadiah ini. Aku orang pertama yang akan bertanggung jawab atas dirimu. Kau tahu bukan, jika aku juga mempunyai kekuasaan penuh di rumah ini. Dulu aku mungkin jarang menggunakannya. Tapi sekarang tidak lagi Prita." Inara mengangkat cangkir teh yang ada di meja. Dan meniup teh yang masih mengeluarkan asap panas itu. Dengan kondisi mata menatap nyalang ke arah depan. Inara pun melanjutkan kalimatnya yang sempat wanita itu jeda sejenak.

" Aku akan menggunakan kekuasaanku itu dengan penuh. Agar orang - orang yang menganggapku sebagai manusia lemah akan berubah pikiran." Inara tersenyum licik.

Sebuah senyuman yang sangat jarang wanita itu perlihatkan. Bahkan bisa terbilang tak pernah.

Mengingat kesehariannya, Inara selalu tersenyum lembut meneduhkan. Hingga membuat siapa saja yang melihat senyuman Inara tentu saja langsung terkesima dengan senyuman yang di perlihatkan oleh wanita itu.

Tapi sekarang..

Satu tegukan berat Prita lakukan.

Senyuman sinis yang Inara keluarkan , benar - benar terlihat seperti sebuah senyuman iblis yang baru saja bangkit dari alam kematian. Dan sudah bersiap untuk membawa seseorang untuk ia bawa kei alam neraka bersamanya.

" Pergilah Prita. Jangan biarkan benda ini berada terlalu lama di hadapanku. Hais.. Benda ini benar - benar membuatku sakit mata saja." ucap Ibara kembali dengan tatapan jijik menatap ke arah benda terbungkus kado itu.

Entah benda apa yang di berikan oleh Brian.

Inara sudah tak perduli.

Jangankan menerima hadiah dari pria itu.

Inara bahkan rasa - rasanya sudah tak sudi untuk menatap Brian secara langsung. Dan ingin segera menendang pria itu bahkan selingkuhannya hingga masuk ke dalam tong sampah.

__

" Baik nona. Akan segera saya kembalikan kepada tuan Brian."

Dengan gerakan tergesa Prita mengambil kotak berukuran besar itu dan segera membawanya pergi dari hadapan Inara yang terlihat sangat muak dengan hadiah mahal itu.

Sampai wanita itu bergumam kesal sendiri.

" Cih! Apa maksudnya memberikan hadiah itu padaku? "

" Apa dia salah kirim atau bagaimana? "

" Benar - benar menjijikan."

Inara mengambil ponselnya kembali yang sempat ia letakkan di atas meja taman.

Dan mendial sebuah nomor yang ada di dalam ponsel tersebut.

Di saat hati kesal begini. Tentu saja ia butuh sebuah penghiburan sekarang.

" Ya Inara ada apa? " suara seorang wanita menyambut di seberang sana.

" Apa saat ini kau ada waktu ? Jika ada. Ayo kita jalan - jalan ke mall. Untuk semua belanjaan hari ini , aku yang akan membayarnya."

" Sungguhan? Kau tak sedang bercanda kan? "

" Kau mau apa tidak? Kalau tidak. Aku akan mencari orang lain saja untuk menemaniku berjalan - jalan ke mall. Kebetulan aku punya banyak uang untuk kuhamburkan hari ini "

" Eit.. Eit.. Tunggu dulu, sabar. Untuk nyonya muda Atalaric , kapan sih aku tak punya waktu untukmu."

Inara memutar bola mata malas.

" Jangan menyebut nama ku seperti itu lagi. Karena nama itu tak akan lagi ku gunakan."

Anna yang sedang berada di seberang telpon sana pun terkekeh kecil.

" Oh.. Iya maaf - maaf. Aku lupa. Jika kau saat ini sedang dalam proses perceraian."

" Sudahlah. Jangan bahas hal itu lagi. Bersiap - siaplah. Aku akan segera menjemputmu di rumah."

" Oke. Tapi surat perceraiannya sudah kau beri ke Brian, bukan? "

" Sudah. Aku sudah meletakkannya di meja kerja pria itu. Semoga saja dia baca. Malas sekali aku melihat wajahnya secara langsung."

Kembali Anna terkekeh kecil.

Padahal dulu Inara terkenal bucin parah dengan Brian.

Tapi sekarang lihatlah sikap ponakannya itu.

Alih - alih bucin seperti dulu. Wanita itu kini malah terlihat seperti memiliki dendam kesumat dengan Brian. Dan segera ingin mencabik - cabik daging pria itu hingga habis tak tersisa dari muka bumi ini.

" Ya sudah. Kalau begitu aku bersiap dulu. "

" Hmm.."

Sambungan ponsel di matikan. Dengan Inara yang bangkit dari kursi. Hendak bersiap untuk pergi dengan Anna.

Namun suara bariton seorang pria malah membuat gerakan Inara terhenti sejenak. Dan menatap tajam ke arah pria berjas hitam rapi yang saat ini tengah berdiri tak jauh darinya itu.

" Kau akan pergi kemana? "

" Aku mau pergi kemana pun sepertinya bukanlah urusanmu. Bukankah di awal pernikahan kita sudah sepakat untuk tak mencampuri urusan satu sama lain."

Dengan nada dingin Inara berkata. Seolah membalas nada dingin yang di ucapkan oleh Brian kepadanya.

Perilaku aneh yang di tunjukan oleh Inara itu, tentu saja lagi - lagi berhasil membuat Brian tertegun sekaligus terkejut sejenak.

Namun karena Brian yang begitu lihai menutupi ekspresi terkejutnya itu. Membuat Inara tak terlalu melihat jika Brian saat ini tengah dalam kondisi terkejut ketika melihat perubahan sikap yang ia tunjukan secara terang - terangan pada Brian.

Lagi pula terkejutnya Brian bukanlah suatu hal yang begitu penting untuk Inara pikirkan sekarang.

Bahkan jika pria itu mati dihadapannya pun , rasa - rasanya Inara sudah tak perduli lagi. Karena rasa cinta yang pernah ia berikan untuk Brian terasa sudah mati karena pengkhianatan yang di lakukan oleh pria itu sendiri di belakangnya bersama Anita.

___

Inara berniat pergi. Dan melewati pria bertubuh tinggi tegap itu.

Sampai suara bariton Brian kembali menggema. Tepat ketika Inara berjalan melewati pria itu.

" Aku minta maaf jika aku memiliki salah padamu."

Deg.

Tubuh Inara tiba - tiba membeku. Dan menatap dingin ke arah pria yang saat ini tengah menatapnya itu.

keduanya tampak terdiam sejenak. Dengan kondisi pandangan yang terlihat saling mengunci satu sama lain.

Entah apa yang di pikirkan Brian. Inara pun tak mengetahui dengan jelas.

Tapi yang pasti. Inara tak akan pernah goyah dengan keputusannya di awal yang ingin berpisah dengan Brian. Meskipun pria itu telah meminta maaf padanya.

" Tidak. Kau tak perlu meminta maaf padaku. Ini semua bukanlah seratus persen kesalahanmu. Jadi saranku. Cepatlah kau tanda tangani surat yang tadi pagi ku letakkan di atas meja kerjamu itu. Agar urusan kita segera usai."

Inara berbalik pergi.

Meninggalkan Brian yang masih berdiri dalam rasa kebingungan parah.

" Apa maksudnya dengan surat yang harus segera di tanda tangani? "

Sampai pria itu terbelalak hebat.

Dan segera berlari mengejar Inara yang tengah berjalan menuju ke arah parkiran mobil mereka.

Grep.

Pergelangan tangan Inara pun di tahan oleh Brian.

Hingga Inara yang tengah fokus berjalan jadi sedikit merasa terkejut dengan perilaku aneh Brian yang menarik pergelangan tangannya secara tiba - tiba.

" Ada apa? " tatapan mereka berdua kembali bertemu. Dengan kondisi lidah Brian yang seketika merasa kelu untuk ia gunakan berbicara di hadapan Inara.

Sampai benda pipih di dalam saku jas hitam Brian terdengar berbunyi.

Disanalah dengan refleks Inara melirik ke arah benda pipih itu sejenak.

Sementara Brian..

Pria itu berniat untuk tak menghiraukan panggilan telpon tersebut.

Namun sialnya. Benda pipih itu malah berbunyi terus menerus secara berulang kali.

Hingga Inara dan Brian pun merasa risih mendengarnya.

" Apa kau tak berniat untuk mengangkat panggilan itu? Mana tahu penting."

Brian terdiam sejenak dan perlahan mengambil benda berbentuk pipih yang ia letakkan di dalam saku itu.

Setelah di lihat.

Panggilan itu ternyata dari Anita yang kini sudah berganti nama Love di atas layar.

Ada apa Anita menghubunginya di pagi buta begini?

Tanpa pikir panjang. Brian pun tergesa mengangkat panggilan itu.

Mengingat jika saat ini Anita tengah mengandung anak mereka.

Brian takut telah terjadi sesuatu hal buruk pada wanita yang akan segera ia nikahi itu.

Sampai panggilan itu pun terangkat.

" Halo..." Suara tegas Brian mulai terdengar bicara. Dengan lirikan mata sejenak pria itu arahkan ke Inara yang saat ini masih setia berdiri di sampingnya.

Sampai suara panik Anita pun terdengar menggema.

Hingga fokus Brian yang diawal tengah menatap Inara, jadi langsung berubah haluan ke arah suara Anita yang saat ini terdengar gemetar ketakutan di seberang telepon sana.

" Brian.. Tolong aku. Aku tak sengaja jatuh di kamar mandi."

" Apa!? Kau tak sengaja jatuh. Tenanglah Anita.. Aku akan segera pergi kesana."

Brian tergesa pergi.

Karena saking merasa paniknya terhadap keadaan Anita yang tinggal seorang diri di apartement. Pria itu tanpa sadar mengucapkan nama Anita di hadapan Inara.

Padahal ia ingin menyembunyikan keberadaan wanita itu dari Inara.

Sementara Inara sendiri.

Wanita yang sampai saat ini masih berdiri diam sendiri itu terlihat menatap dingin ke arah Brian yang pergi.

Bukan mati rasa karena pengkhianatan saja yang ia rasakan kini.

Namun rasa benci pun ikut menjalar ke seluruh tubuh. Bahkan sampai meresap ke darah dan tulang sumsum milik Inara.

" Brian.. Ku pastikan kau akan menyesal karena telah berani melakukan hal ini padaku."

1
Sunaryati
Ok kata- katamu makin mudah menghancurkan kamu Brian, Ayo kakek segera tarik semua sahammu dan berhenti bekerja sama, pada perusahaan Zadit yang dipegang Brian, ajak para pemegang saham untuk menarik saham mereka dan dari perusahaan keluarga Anita. Apakah Anita masih mau mempertahankan Brian jika sudah jatuh, perusahaannya? Ayo kek aku tak segera lihat kehancuran Brian dan kasih 5 ⭐
partini
jawaban mu mempermudah perceraian mu very good,,coba Inara ada di sana dan langsung menjawab kata-kata Brian lanjut
Sunaryati
Inara segera hancurkan duasnusia laknat itu, bukan sekedar janji. Emak sudah tak sabar memberi 5 ⭐
partini
ok sepintar apa kamu ra.di tunggu apa cuma omong doang
Sunaryati
Benar dugaan emak bukan Inara yang menyebarkan foto Brisnt, mungkin Anita sendiri atau musuh Anita.
Yang bener Naura atau Inara Thoor
nana: Inara ya.. kadang author keinget sama tokoh karya author yang lain. yang lagi on going juga. jadi maaf maaf kalau author kadang sering salah nama🤭
total 1 replies
Ma Em
Brian pasti kamu akan menyesal karena salah memilih pasangan , sdh punya istri yg baik sabar malah pilih Anita perempuan yg tdk ada harganya , Brian membuang berlian malah pilih batu kali .
Sunaryati
Itu Anita sendiri yang menyebarkan bodoh dia beranggapan jika diketahui publik kamu segera menikahinya. Kalian cocok satu arogan dan sombong tidak setia satunya licik dan murahan .
Sunaryati
Ancam Brian dengan akan diunggah vidio perselingkuhannya dengan Anita, pasti cepat tanda tangan.
Yuliana Tunru
kamu yg selingkuh kok inarq yg salqh namq x jg barang buauk busa jd mmg anita yg sengaja go publik biar segwra di nikahi ..inara mqna mau cape2 urus hal tak berguna
partini
Inara dalam bahaya' ini ada sesuatu yg sangat mengejutkan untuk suami lucknat
partini
biar cepat bercerai bilang ke mertua mu Ra
Sunaryati
Inara langsung beri balasan untuk keluar Bram dan Anita
Ma Em
Inara hebat kamu emang begitu hrs berani jgn mau diremehkan dan diinjak harga dirimu , biarpun Brian kaya banyak uang kalau hatimu tdk bahagia untuk apa dipertahankan jgn mau menyiksa diri sendiri Semangat Inara 💪👍
partini
mengejutkan sekali si Inara ini bisa berubah bak queen mafia apa ini jati dirimu yg sebenarnya bukan wanita myek2 tapi BADAS girls
ok kita lihat sebadast apa kau Ra
Yuliana Tunru
hood inara hpaskan suami hina mu
Talnis Marsy
Brian CEO bodoh....balas dengan elegan Inara..
Sunaryati
Kamu boleh bangga bisa metebut Briant, tapi kau dan anakmu tidak diakui keluarga Briant, apalagi jika itu bukan anak Briant.
Ayano Rosie (Rosneneng juanda)
kapan mulai merancang menghempaskan si Brian? ga sabar thor😄😄
Yuliana Tunru
saat kalian kalut surat pengadilan akan datang pd brian ..tunggu z ya 💪💪inara
Sunaryati
Jangan - jangan anak yang dikandung Anita bukan benih Briant, tetapi lelaki lain dan manfaatkan Briant karena masih mencintainya, jika seperti itu emak tidak kecewa, Anita tidak keguguran.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!