Seorang wanita cantik memiliki jabatan CEO di Perusahaan Berlian milik Papahnya. Rania Queenzhi yang ceria memiliki ketertarikan dengan asisten juga merangkap sekaligus sekretarisnya, seorang pria tampan.
Boris William, Sekretaris sekaligus Asisten yang mengabdi di Perusahaan, karena membalas budi akan hidupnya. Diam-diam juga memiliki ketertarikan dengan Atasannya di Perusahaan. Tapi, dirinya masih mempertimbangkan segala hal yang membuatnya tidak percaya diri.
"Aku menjodohkan putriku denganmu, Boris. Tapi, aku tidak memaksa dan membuatmu terburu-buru. Santai dan belajarlah semua hal mengenai Perusahaan. Cari tahu sedikit demi sedikit dari Rania. Dia tahu sepenuhnya."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anjarthvk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6 : Perjodohan
...Selamat membaca semuanya......
...----------...
...----------...
Setelah menandatangani semua dokumen tersebut, Rania mendekat dan memeluk erat tubuh tegap Boris. Tidak ada balasan, hanya tepukan pelan beberapa kali Boris berikan ke punggung Rania.
"Ada pertemuan kolega dari Prancis, Nona harus segera bersiap. Kita akan adakan pertemuan di ruang utama seperti biasanya." Rania mendengus kesal, bukannya mereda tetapi justru moodnya semakin turun. Dia tidak mau menurut lagi.
Hingga akhirnya Boris bersuara, "jika ingin menikah dengan saya. Saya ingin istri yang penurut, Nona," membuat Rania tersenyum lebar mengangguk antusias, Boris menggelengkan kepalanya heran.
...********...
Diperjalanan Rania protes dengan Boris, karena seharian mereka menemui beberapa kolega membuatnya sangat lelah. Boris yang berhasil mengerjainya terkekeh pelan melihat kekesalan Rania. Jika dipikir lagi Rania akan berubah kepribadian jika bersamanya ataupun tidak. Jika sedang bersama kolega dia akan lebih serius, tetapi dengannya sifat manja lebih mendominasi.
"Nona mau apa? Nanti saya kabulkan."
"Mau menikah denganmu saja. Aku lelah harus mengurusi bisnis seperti ini terus." Mendengar perkataan Rania, helaan napas panjang terdengar. Mengerti respon Boris yang terlihat muak mendengar ucapannya, Rania mendengus sebal, "ya sudah, pulang saja."
Boris bergegas menuju Mansion keluarga Frederick. Sampai di tempat tujuan, di ruang depan ada Tuan rumah yang menunggu kedatangan mereka. Beliau melirik Rania yang terlihat merajuk, Boris memberi salam dan tersenyum sedikit canggung.
"Nona sedang marah dengan saya, Tuan." Frederick mengangguk.
"Ayo ikut aku."
Frederick mengajak Boris ke kebun Strawberry pribadi di belakang Mansion besar itu. Boris melihat buah strawberry siap dipanen yang sangat banyak, kebetulan sekali dia sangat menyukai buah tersebut.
Tiba-tiba Frederick berkata, "aku tahu putriku menyukaimu. Aku merestuinya." Belum mulai sudah direstui, sedikit terkejut tapi Boris juga salah tingkah dan tidak percaya setelah mendengar itu.
"Maaf Tuan, Saya tidak sepadan menjadi pendamping Nona Rania."
"Bagiku harta bukan segalanya, Boris. Dulu aku belum memiliki apa-apa, jatuh bangun dan akhirnya memiliki segalanya. Kecuali keutuhan keluarga."
Evelyn Antonella, Istri Frederick Antonio meninggal karena sakit kanker lambung. Saat itu Perusahaan mereka baru berada di masa kesuksesan. Umur Rania juga masih sekitar 17 tahun, Rania juga sempat dibully saat berada di sekolah, dan Frederick tahu hal tersebut. Tetapi, dia tidak bisa membantu banyak. Rania mampu survive dirinya sendiri untuk bertahan, selama dia masih berada di masa sekolah. Boris mendengar semua itu.
"Tapi, jika suatu saat kau memegang kuasa perusahaan. Akan ada banyak hal yang mengharuskanmu selalu waspada. Menjaga diri serta keluargamu. Musuh perusahaan selalu memantau gerak-gerik orang-orang perusahaan termasuk kamu dan Rania. Mereka selalu mencari cara menumbangkan Saya sekaligus Perusahaan. Jadi, buatlah tameng. Jika itu tidak kuat, setidaknya mencari selimut, dan jika tidak ada- jadilah keduanya." Boris masih merasa bingung dengan perkataan Frederick yang ditambahi dengan teka-teki tersebut.
"Aku menjodohkan putriku denganmu, Boris William. Tapi aku tidak akan memaksa dan membuatmu terburu-buru. Santai dan belajarlah semua mengenai Perusahaan. Cari tau sedikit demi sedikit dari Rania. Dia tahu sepenuhnya." Boris tidak bisa menjawab perkataan Tuan Frederick, kecuali membalas dengan senyuman canggung.
Pembahasan mereka terhenti saat mendengar suara Rania yang merengek manja kepada Bibi pekerja di Mansion itu.
"Bibi, aku kesal dengan pria sok kegantengan itu. Itu Boris.." Frederick mendengar rengekan putrinya tersenyum sambil melihat ke arah Boris. Pria itu tidak bisa menyembunyikan rasa malunya saat ini.
"Tadi Nona Rania merajuk."
Frederick tertawa sebentar lalu menatap Boris kembali dengan serius, "lalu bagaimana? Kamu tertarik dengan tawaran Saya, Boris?" Boris memasang wajah bingungnya.
"Menikah dengan putriku," lanjut Frederick membuat jantung Boris seakan berhenti saat itu juga.
......Bersambung.........
Terima kasih sudah mampir ke warung kecil aku🤗 Jangan lupa like+komen+subscribe! Agar kalian tidak ketinggalan jajan di warung kecil aku.. 😚🤭