NovelToon NovelToon
Mahkotaku Telah Hilang

Mahkotaku Telah Hilang

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:53k
Nilai: 5
Nama Author: Nia Nara

"Aku ingin mati saja, buat apa aku hidup toh semuanya sudah berakhir. Tidak ada yang bisa dibanggakan lagi dari diriku. Semuanya telah hancur. Keluargaku akan hancur bila mengetahui ini semua, akulah kebanggaan mereka tapi kini leyaplah semua" ucapku dengan melempar buku-buku. Aku duduk terdiam dengan fikiran menerawang entah apa yang aku fikirkan. Aku gak punya semangat lagi, seakan semuanya musnah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nia Nara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21 SELAMAT JALAN SAYANG

Tangisan mereka semakin kencang saat dokter mengatakan bahwa panji sudah pergi. Najwa tidak bisa menahan dirinya hingga dia jatuh pingsan. Suster mengangkat tubuh Najwa ke sofa dan berusaha agar Najwa siuman. Mama dan papa panji memeluk tubuh sang anak yang sudah tidak bergerak kembali. Mereka seakan duanianya hancur karena panji anak mereka satu-satunya sudah pergi meninggalkan mereka terlebih dahulu. Orang tua mana yang tidak hancur melihat anak kesayangannya terbujur kaku dengan wajah pucat dan kepala diperban. Najwa mulai membuka mata dan perlahan duduk dengan dibantu suster. Dia berusaha berdiri dan menghampiri tubuh sang suami. Najwa memeluknya dan menciumnya.

"Mas ayo bangun, kamu udah janji mau menemaniku selamanya. Kenapa kamu mengingkari itu semua. Kamu jahat mas, kamu membiarkan aku sendiri. Ayo mas bangun, kamu gak boleh bercanda kayak gini, aku gak suka. Mas mas ayo bangun" Tangis Najwa kembali histeris. Sang papa mertua memeluk menantunya yang sudah tidak bisa mengendalikan diri.

"Pa kena mas panji tega ninggalin aku sendiri, kenapa dia pergi begitu saja. Aku tidak sanggup pa pisah dari mas panji" Najwa terus sesenggukan. Dia merasa hari-harinya akan gelap tanpa suami yang selalu membawa kebahagiaan untuknya. Najwa tidak pernah menduga akan segera menyandang status Janda. Najwa memang sempat merasa aneh dengan sikap suaminya yang akhir-akhir ini berubah. Dia sering menyinggung tentang kematian, kepergian yang jauh. Najwa sempat berfikir mungkin itu cuma perasaannya saja. Tapi hati ini semua keanehan suaminya terjawab sudah. Dia benar-benar pergi untuk selama-lamanya. Tidak ada lagi senyumnya, canda tawanya, keusilannya. Semua itu akan Najwa rindukan. Najwa melepaskan diri dari sng mertua dan dia segera menghampiti sang suami kembali.

"Mas semoga kamu tenang ya disana, aku akan ikhlas. Dan aku janji aku akan bahagia sesuai dengan permintaanmu. Cintamu akan selalu aku kenang mas. Tenang-tenang ya di tempatmu yang baru. Kamu yang terbaik sayang dalam hidupku" Najwa memeluk tubuh sang suami sebelum sang suami dimandikan. Suster datang dan mendorong sang suami ketempat pemandian jenazah. Keluarga panji dan keluarga Najwa sudah berkumpul. Mereka siapa-siap akan membawa jenazah panji ke Temanggung desa kelahiran panji. Jenazahpun dimasukkan ke dalam ambulan, Najwa dan kedua orang tuanya masuk kedalamnya sedangkan papa dan mama mertuanya mengendarai mobilnya sendiri. Teman-teman panji semua pada ikut. Mereka mengendarai mobil masing-masing. Mobil beriring-iringan. Najwa gak menyangka panji akan pergi begitu cepat. Setelah menempuh perjalanan 2 jam 21 menit, akhirnya Ambulan dan mobil lainnya berhenti di sebuah rumah yang terbilang begitu besar karena panji merupakan anak dari orang kaya raya. Cuma panji selalu bersikap sederhana di depan teman-teman nya, dia tidak mau terlihat kaya karena dia suka hidup sederhana. Bahkan dia menolak untuk meneruskan perusahaan papanya, dia memilih bekerja dikantor orang lain lebih tepatnya dikantor temannya. Jenazah panji dikeluarkan dari mobil jenazah dan segera dimasukkan ke dalam rumah. Suasana menjadi mencekam, dimana semua keluarga panji, tetangga dan teman-teman sudah berkumpul semua. Kita bersama-sama mengaji. Air mata Najwa tak henti-henti memetes, apalagi para sahabat panji yang sudah seperti saudara, tak mampu menahan air mata. Mereka masih belum percaya kalau panji pergi begitu cepat. Tiba-tiba pak ustadz memberitahukan kalau jenazah panji akan segera dibawa ke pemakaman. Najwa menghampiri jenazah suaminya sebelum jenazah dibawa.

"Sayang... Tenang-tenang ya disana, semoga kamu di Terima di sisiNYA, aku yakin kamu akan mendapatkan tempat yang terindah karena kamu orang baik. Jangan khawatirkan aku, aku akan baik-baik saja disini. Doakan semoga aku kuat hidup tanpa kamu. Aku sayang banget sama kamu sayang.... Kamu sekarng happy ya... Itu kamu senyum, kamu udah gak sakit sayang.... Najwa mencium jenazah panji dan segera kembali ke belakang. Begitupun teman-temannya menghampiri panji. Setelah itu mereka ikut mengangkat keranda panji. Suasana kembali mencekam saat mama panji jatuh pingsan. Sebagian orang-orang membopong tubuh mamanya panji untuk masuk ke kamar. Ambulan perlahan mulai meninggalkan halaman rumah dan segera menuju ke kuburan yang tempatnya hanya memakan waktu 5 menit perjalanan. Semua mulai turun tak terkecuali para sahabat panji yang juga ikut memikul keranda panji.

Acara penguburan pun sudah selesai, kini tinggal Najwa dan para sahabat panji yg masih di kuburan,Najwa terus memeluk nisan sang suami. Seakan separuh jiwanya pergi.

"Naj... Udah yok pulang" Ajak iwan.

"Sebentar wan, aku masih kangen dan gak tega ninggalin dia sendiri. Dia gak suka kalau sendiri, kalian tahu kan kalau dia itu selalu menghindari sendiri, dia suka keramaian. Gimana kalau nanti hujan, pasti dia kedinginan" Kata-kata Najwa membuat iwan, deden, desi menangis. Begitu besar cinta Najwa dan Panji. Merekalah saksi cinta mereka karena selama kuliah mereka selalu bersama. Desi menghampiri Najwa dan duduk disampingnya.

"Yaudah kami temenin ya tapi nanti kita harus pulang, kalau panji tahu kamu kayak gini, dia pasti akan marah.  Dia selalu pengen liat kamu senyum dan bahagia. Kamu harus ikhlas agar dia tenang disana"

"Iya aku ikhlas des aku cuma merasa nyesel aja, disaat dia butuh aku, aku malah sibuk dengan urusan kantor. Aku istri macam apa coba"

"Eehhh kamu gak boleh ngomong gitu. Gak ada yang tahu kalau panji akan meninggal. Sudah sekarang gak boleh menyalahkan diri sendiri. Ini sudah takdir yang harus kamu Terima dengan lapang dada. Gak apa-apa sekarang panji sudah bahagia disana" Sesi memeluk Najwa yang sudah tidak bisa menahan tangisannya.

"Yaudah yok, sekarang kita pulang. Kamu harus istirahat dari kemaren kamu belum istirahat" Desi merapat Najwa menuju ke mobil. Sementara mereka akan pulang kerumah panji karena nanti malam akan diadakan ngaji dan berdoa bersama. Orang tua Najwa sudah pulang daritadi bersama dengan papanya panji.

Sesampainya dirumah panji, sang mama mertua, papa mertua dan kedua orang tua Najwa serta sanak keluarga lainnya berkumpul diruang tamu. Sesampainya disana, Najwa dan yang lainnya ikut duduk bersama mereka, Tiba-tiba sang mama mertua menghampiri Najwa. Najwa sempat kaget karena tiba-tiba sang mama memeluknua sambil menangis.

"Maafin mama ya nak, karena sikap mama sudah jahat selama ini sama kamu. Mama benar-benar menyesal. Sekarang mama sudah tidak punya siapa-siapa lagi. Sekarang anak mama cuma kamu. Meskipun panji sudah tidak ada, kamu jangan sampai berubah ya sama kami. Kami tetap orang tuamu juga" Sang mama menangis histeris membuat Najwa ikut menangis. Dia baru merasakan pelukan sang mertua. Betapa bahagianya Najwa karena sang mama mertua sudah membuka hatinya meski sang suami sudah pergi untuk selama-lamanya.

1
Noermhamama Gibran
👍🏿
Nurmania Nia
sangat bagus
Alexander
Coba deh baca ini, jamin deh puas banget sama ceritanya!
Codigo cereza
Bahagia meluap
ANDERSON AGUDELO SALAZAR
Keren! Bagus banget ceritanya.
Quản trị viên
Hebatnya!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!