NovelToon NovelToon
Janji Suci Yang Ternoda

Janji Suci Yang Ternoda

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:541
Nilai: 5
Nama Author: Acaciadri

Aku Nadia istri dari Mas Afif dan ibu dari Bintang. aku istri yang setia, yang selalu berusaha melayani suamiku dengan baik, menemaninya dari nol. aku juga ibu yang baik untuk anakku Bintang. singkatnya aku berusaha menjadi yang terbaik untuk suami dan anakku.

Namun di saat pernikahanku yang ke tujuh, Mas Afif memberikanku kejutan besar, dia membawa seorang wanita lain ke dalam rumah tangga kami, namanya Laras dan anak tirinya bernama Salsa, yang Bintang selalu bilang kalau anak itu adalah anak tercantik di kelasnya.

cerita perhianatan dan kebangkitan Nadia dari penghianatan suaminya.

happy reading All❤️ bantu support cerita pertama saya ya, trims🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Acaciadri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Setelah tiga hari di rumah sakit. Akhirny aku pun pulang ke rumah bibi, dokter juga sudah meresepkan beberapa obat penguat dan vitamin untukku. Katanya aku juga di larang untuk berpikir keras dan harus happy, untuk urusan happy entahlah, aku pun bingung. Situasinys sedang begini, mana mungkin aku bisa, happy kan?

“Kak, kamu ngelamun ya?.“Tanya Arka sambil melambai-lambaikan tangannya ke wajahku, aku segara tersengak dari lamunanku lalu tersenyum kecil dengan kepala yang ku geleng-gelengkan.

“Eh, enggak kok.“Sangkalku, padahal memang melamun.

Arka terdengar mendengus kasar”Heuhh, apa sih yang kamh lamunin? Si Afif?.“Tanyanya yang lantas membuatku menyikutnya, enak saja. Memang siapa yang mikirin Afif sih?

“Enggaklah, bukan. Buat apa mikirin dia!.“

“Ya, kirain aja. Kamu kan kalau cinta memang suka buta.“Sindirnya yang membuatku tertohok lantas memilih bungkam. Jika di pikir-pikir iya juga sih, padahal sejak dulu Arka selalu bilang kalau Afif itu tidak sebaik yang aku kira, tetapi aku terus saja membelanya dan wku percaya dengannya.

“Oh ya. Temenku mau ke sini, gak papa kan?.“Aku langsung menatapnya dengan satu alis terangkat.

“Mau apa? Kita kan mau pulang Ka!.“Tegasku, Arka mengangguk pelan.

“Memang, tapi dia katanya mau nyusul, sekalian ikut ke rumah bibi.“

Lho-lho mau apa sampai ikut ke rumah segala sih?? Memang teman yang mana, mengingat Arka itu punya banyak teman.

“Teman siapa sih, Ka?.“

“Itu lho, Darel. Masih ingat nggak?.“

Hah, aku pun cengo dengan kedua bola mata memutar ke kanan dan kiri, Darel. Darel siapa dan yang mana? Sungguh ingatanku memang seburuk itu.ckck

Arka berdecak pelan”Itu lho kak, yang kaya raya dan anak satu-satunya, yang turunan bule itu, dia baru aja balik dari bali dan katanya mau mampir ke rumah, sekalian bawa anaknya juga.“

“Perasaan temanmu itu kaya-kaya semua kok, cuman kamu kayaknya yang blangsak doang, ka.“Ujarku bermaksud bercanda sambil nyengir serta membentuk huruv v dengan menggunakan jari tengah dan telunjukku.

“Sialan. Tapi emang bener sih, ya. Si Darel ini yang paling kaya, dia yang punya hotel bintang lima di beberapa tempat di indonesia, juga neneknya adalah designer kelas dunia. Pokoknya gitulah kak, oh ya. Satu informasi lagi, dia duda anak satu.“

Keningku mengeryit dalam dengan kepala di geleng-gelengkan

“Terus kalau duda anak satu, ngaruhnya ke aku apa? Jangan bilang kamu mau jodohin aku ya, Ka?!.“Tudingku berkilat tajam, sumpah demi apapun, aku belum siap untuk mengenal pria lain__luka yang di sebabkan mas Afif pun masihlah mengangs lebar, agaknya sampai waktu yang tidak bisa di tentukan, aku belum mau membuka hatiku untuk pria manapun, menurutku dengan adanya Bintang dan calon adiknya sudah cukup untuk sementara ini, walau aku pun tak bisa mendahului takdir, bisa saja beberapa minggu dari sekarang, kalau Alloh mentakdirkan aku supaya menikahi pria lain, maka akan kejadian juga.

“Siapa juga. Cuman ngasih tahu aja, barang kali kamu mau jadi temannya juga.“

Aku mendengus”Sama aja, gak mau ah. Aku belum siap, mau bertiga dulu deh dan fokus sama kerjaanku, kalau jodoh mah nanti juga gak akan kemana.“

“Yaudah, aku do'ain kalian jodoh, soalnya ya Kak. Darel ini bibit unggul, selain wajahnya super tampan dia juga teranat mapan sekali, jangankan tujuh turunan, tujuh tanjakan pun dia sanggup hidupi.“

“Terserah kamu ajalah ka.“

©©©

Bibi dan Bintang sudah duluan tiba di rumah. Sedang aku bersama Arka dan temannya Darel juga anaknya yang ternyata sepantar dengan Bintang, namanya Arthur dan dia sangat tampan sekali, wajahnya memang bule, mirip papanya. Daren dan arthur sama-sama memiliki bola mata hijau dengan hidung mancung, alis lebat, rahang tegas serta rambut pirang__aku jadi ingat soal Darel, yang ternyata memang pernah bertemu denganku di rumah bibi, dia dua tahun lebih tua daripada Arka, yang artinya sepantar denganku, tapi karena sekolahnya telat, pada akhirnya dia pun sekelas dengan Arka, dia pernah beberapa kali meminta bantuanku, kalau tidak salah saat dia mengerjakan pr di rumah bibi dan saat itu dia tak mengerti pun dengan Arka. Lalu pada akhirnya Darel pun dengan terpaksa meminta bantuanku, hanya sebatas itu ingatanku tentang Darel, selebihnya entahlah. Aku tak mengingat jelas, sebab sudah beberapa tahu berlalu juga.

“Masih ingat enggak, Rel?. Ini lho kakak aku, Nadia.“Ucap Arka sambil merangkul pria bernama Daren itu, lalu tatapan Darel pun berpindah padaku, di tatap sedemikian dalam olehnya membuatku cukup gugup juga, sampai-sampai aku memilih membuang muka sambil menghela nafasku panjang.

“Ingat kok.“Jawabnya terdengar singkat, lalu sebelah tangan terulur padaku yang langsung ku jabat saja.

“Hai kak, sudah lama tidak bertemu.“Ucapnya sambil tersenyum kecil, aku pun menganggukan kepala seraya membalas senyuman itu.

“Iya, cukup lama, ya?.“

“Oh nya, ini anakku. Arthur kenalin, ini tante Nadia..“Lalu Darel pun menggendong anaknya dan memerintah anak itu supaya mengulurkan tangannya ke arahku, Arthur begitu tampan sekali, apalagi dengan bola matanya yang berwarna hijau, mana sopan pula.

“Hai tante, aku Arthur anak daddy DaRel, Arthur udah sekolah juga, masih tk tante, dan cita-cita Arthur mau jadi pilot.“Ujar anak itu terdengar ceria dan menggemaskan di telingaku, sampai-sampai aku pun tersenyum lebar dan memandangnya lama. Duh duh duh, lucu sdkali sih Arthur ini, mana ganteng pula.

“Kata Om Arka, tante punya anak juga, ya? Di mana anak tante, ya?.“Tanyanya sambil celingak-celinguk mencari keberadaan anakku, kontan aku pun tersenyum lebar sambil geleng-geleng kepala.

“Anak tante udah di rumah, Arthur.“

“Oh gitu, tapi kalau Arthur berteman sama anak tante, bolehkan? Arthur brlum punya teman soalnya.“Ujarnya terdengar lirih dan menyedihkan sekali, lalu aku pun menganggukan kepalaku sebagai tanda aku mengizinkannya, Arthur lalu meminta kepada Darel supaya di turunkan, dan setelah turun, anak itu lantas memeluk kakiku erat sekali, sampai menbuat nyaris tak bernafas saking syok dengan tingkahnya.

“Maafin Arthur ya, kak?.“Ucap Darel yang membuatku mengangguk.

“Gak papa, namanya juga anak-anak. Boleh banget, ajak main aja. Kebetulan Bintang juga temannya cuman sedikit.“

“Siap tante.“

Lalu kami pun mulai menaiki mobil yang ternyata milik Darel, lamborghini yang entah type apa, yang jelas sangat nyaman, aman dan jelas terlihat begitu elegant dan mahal__jangan di tanya betapa harganya, yang jelas yang ku tahu, kalau mobil ini sangatlah mahal sekali. Beruntung Atka punya teman seperti Darel ini, yang katanya dengan total kekayaannya, jangankan tujuh turunan, tujuh tanjakan pun juga bisa.

Darel yang nenyetir, Arka di sampingnya. Sedang aku di jok belakang bersama Arthur.

“Arthur punya permen, tante mau nggak?.“Tanya anak itu yang sudah mengeluarkan empat buah permen dari saku celananya, aku pun sedikit mrendahkan tubuhku dan lebih dekat dengannya sambil mengulum senyum dengan kening yang nengeryit dalam.

“Permen apa sih, Thur. Kok aneh sih?.“Tanyaku keheranan karena permen yang ada di tangannya belum pernah ku lihat sama sekali.

Arthur tersenyum lebar”Ini dari jerman, tante. Oma yang bawa, ini deh buat tante. Enak lho, rasanya manis dan ada kacangnya di tengah.“Ujar Arthur yang memberiku satu permen, karena penasaran aku pun membuka permen itu dan memasukan ke dalam mulutku. Seketika kedua mataku membulat dengan alis yang terangkat naik, sudut-sudut bibirku terangkat sedikit. Benar, permennya manis, tapi bukan manis yang bikin eneg, manis yang begitu pas dan terlihat lebih sempurna dengan kacang di tengahnya. Wow.. baru kali ini aku mencicipi permen macam ini yang menurutku sangat unik dan tentu tidak ada di negara ini.

“Mau lagi tan, Arthur punua banyak kok. Tapi jangan bilang-bilang Oma, ya? Katanya permennya cukup mahal, soalnha Oma harus bujuk seseorang supaya mau menbuat permen itu untuk Oma.“

1
Anonymous
afif goblok
Anonymous
anying Juz 30 doang berasa bisa si paling adil
Dewi Sri Astuti: wkwkwkwk🤭🙏
total 1 replies
Anonymous
diem bocil
Dewi Sri Astuti: hahaha🙏
total 1 replies
Dewi Sri Astuti
Yuk kasih bintang lima dan komennya, biar author semangat🙏😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!