NovelToon NovelToon
Menghapus Senja

Menghapus Senja

Status: sedang berlangsung
Genre:Berbaikan / Percintaan Konglomerat / Cintamanis / Romansa pedesaan
Popularitas:280
Nilai: 5
Nama Author: Mia Lamakkara

Akira, cinta masa kecil dan satu-satunya cinta di hati Elio. Ketika gadis itu menerimanya semua terasa hangat dan indah, layaknya senja yang mempesona. Namun, di satu senja nan indah, Akira pergi. Dia tidak perna lagi muncul sejak itu. Elio patah hati, sakit tak berperih. Dia tidak lagi mengagumi senja. Tenggelam dalam pekerjaan dan mabuk-mabukan. Selama tiga tahun, Elio berubah, teman-temannya merasa dia telah menjadi orang lain. Bahkan Elio sendiri seolah tidak mengenali dirinya. Semua bermula sejak hari itu, hari Akira tanpa kata tanpa kabar.
3 tahun berlalu, orag tua dan para tetua memintanya segera menikah sebelum mewarisi tanah pertanian milik keluarga, menggantikan ayahnya menjadi tuan tanah.Dengan berat hati, Elio setuju melamar Zakiya, sepupunya yang cantik, kalem dan lembut. Namun, Akira kembali.Kedatangan Akira menggoyahkan hati Elio.Dia bimbang, kerajut kembali kasih dengan Akira yang perna meninggalkannya atau tetap menikahi sepupu kecilnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mia Lamakkara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Reimon Dan Akira Kawin Lari?

Beberapa hari setelah Rani dibawa pergi, Elio mulai merasa lega. Dia meminta Enni untuk memeriksa rumor tentangnya di luar, dan berharap bahwa berita perginya Rani bisa mengurangi prasangka Akira padanya.

"Tenyata, rumor tentang Rani sudah tidak ada lagi," kata Enni, dengan nada yang santai. "

Aku sudah menyebarkan kabar bahwa semua yang dikatakan Rani itu hanya bualan." Elio tersenyum, merasa lega. "Bagus, Enni. Aku berharap Akira tidak terpengaruh dengan rumor Rani dan aku."

"Jangan senang dulu, Rani perna mempermalukan Akira di warung.

kalau aku jadi Akira, aku tidak akan melupakan penghinaan itu."

Elio terdiam sejenak "Aku hampir melupakan itu. Kejadian itu pasti membuat Akira makin salahpaham." Elio mendesah.

"Kenapa sih, kamu tidak memperjelas dirimu di depan Akira?." Enni bersimpati dengan hubungan asmara kakaknya. Elio hanya mengangguk. Diam.

Tapi, kabar yang datang membuatnya kaget. Pagi itu, tante Ine, ibu Reimon datang ke rumah Ernest.

"Apa?!" Elio tidak bisa percaya. "Akira pergi ke Taiwan dengan Reimon?"

Ibu Reimon mengangguk, dengan nada yang serius. "Ya, Elio. Dia menelponku sebelum naik pesawat. Katanya, kami nggak perlu khawatir karena dia pergi dengan Akira yang sudah pengalaman kesana."

Ibu Ine menarik napas. "Tante sebenarnya cemas. Kamu tahu sendiri, Reimon itu sering dapat masalah. Dia ceroboh, emosian dan suka bertindak sebelum berpikir. Lagian, ngapain sih, kerja jauh-jauh ke Taiwan. Itu sawah bapaknya belasan hektar bisa dia garap."

"Namanya juga anak muda, dia mungkin mau cari pengalaman." Sahut ibu Suna menenangkan.

"Atau dia mau nyariin Amalia." Celetuk Enni. "Dia cukup galau waktu Amalia pergi."

Ibu Ine menatap Elio. "Apa kamu juga berpikir begitu? Reimon beneran pergi ke Taiwan untuk menemui Amalia? dia tidak sedang dekat dengan Akira, kan?." Ibu Suna dan Enni saling pandang. Sedang Elio terpaku bingung.

"Akira anak baik. Kalau mereka memang bersama, tante berharap kamu merestui mereka. Bagaimanapun, Akira sudah menjadi mantanmu. Jangan karena wanita, kalian sepupu malah retak hubungan."

Pernyataan tante Ine menggugah hati Elio. "Benarkah Reimon dan Akira bersama?."

Elio merasa hatinya seperti ditusuk. Dia tidak bisa membayangkan Akira pergi ke Taiwan dengan Reimon. Dia langsung ke rumah Akira untuk memastikan apakah Akira di rumah atau benaran pergi ke Taiwan. Di sana, dia bertemu Alice yang membenarkan bahwa Akira memang ke Taiwan lagi.

"Aira pergi ke Taiwan dengan Reimon," kata Alice, dengan nada yang santai. "Dia bilang bahwa dia suntuk tinggal di desa dan menjadi target orang lain." Sidir Alice. Dia masih kesal kakaknya di permalukan oleh Rani beberapa waktu lalu gara-gara Elio.

"Apakah kamu tahu, kapan mereka kembali?."

"Mereka kesana untuk kerja dan ada kontrak kerjanya yang harus dipatuhi. nggak mungkin mereka pulang seenaknya."

"Aku tahu itu, berapa lama kontrak kerjanya?."

"Kontrak kerja di Taiwan itu 2 +1. Satu kontrak kerja paling sedikit dua tahun dan umumnya ditambah setahun jadi sekali kontrak itu tiga tahun." Alice menjelaskan aturan kerja di Taiwan.

"Apa Akira dan Reimon bersama...?."

"Ya, mereka bersama ke Taiwan."

"Maksudku, apa Akira dan Reimon berpacaran?."

"Atas dasar apa kamu bertanya seperti itu? sebagai mantan? apakah pantas seorang mantan ikut campur kehidupan pribadi mantannya?." Balas Alice ganas.

"Kamu peduli dia berpacaran dengan siapa yang sama sekali kamu tidak ada hak untuk ikut campur. Ketika tunanganmu membuat masalah dengan kakakku, kamu sama sekali tidak ikut campur padahal kamu harusnya punya andil dalam permasalahan itu." Omel Alice.

"Alice, Saat itu..."

"Buat apa dijelaskan sekarang? semua sudah terjadi. Kakak Akira jadi lelucon dari apa yang tidak dia lakukan." Alice memotong cepat. Dia terlalu malas meladeni Elio yang dianggapnya pengecut.

"Kalian adalah mantan, apapun tentang Akira seharusnya kamu menjaga jarak dan tidak terlibat."Tegas Alice.

Elio merasa hatinya hancur. Dia tidak bisa membayangkan Akira pergi ke Taiwan dengan Reimon, dan dia tidak tahu apa yang harus dilakukan. .

Kabar kalau Reimon dan Akira ke Taiwan berubah menjadi gosip skandal, Reimon dan Akira kawin lari.

"Akira dan Reimon kawin lari?! kok bisa?!."

"Kenapa nggak bisa? Akira sudah putus dengan Elio, Reimon ditinggalkan Amalia. Wajar-wajar saja kalau mereka bersama."

"Bisa-bisanya Akira bersama Reimon? dia itu kan sepupu Elio."

"Nggak nyangka ya, Akira memilih bersama Reimon daripada Elio."

"Elio saja sudah berkali-kali ganti cewek, masa Akira masih mengharapkannya terus."

"Kenapa mereka kawin lari, sih?."

"Mungkin mereka nggak direstui. Karena kalau mereka direstui sejak sama Elio, Akira pasti sudah dilamar."

"Keluarga Enrico terlalu pemilih."

"Entah apa yang ada di diri Akira yang tidak disukai keluarga Enrico."

penduduk desa telah menjadikan kepergian Akira dan Reimon ke Taiwan sebagai pembahasan utama di tempat nongkrong atau acara-acara. Keluarga Enrico jengah dan Elio cemas.

"Apa kamu bahkan tidak mempercayai sepupumu sendiri dan Akira? se-plaayboy-playboy-nya Reimon, dia tidak akan menyantap makanan orang lain, apalagi dia tahu betul bagaimana perasaanmu pada Akira."

Dalam kebimbangan, Elio hanya bisa menemui Lionel untuk meluahkan kemelut hatinya.

"Sebenanya, aku lebih takut kalau perasaan Akira benar-benar berpaling dariku. Sudah banyak kesalahpahaman diantara kami yang belum dijelaskan."

"Lalu, kenapa kamu tidak memberikan penjelasan pada Akira saat dia masih disini? setelah dia pergi kamu gelisah begini."

"Aku..."

"Kamu terlalu banyak berpikir, terlalu banyak pertimbangan, terlalu banyak mengamati...." Sela Lionel.

"Kamu pikir Akira itu sawah yang mau dibajak?." Lionel mendekatkan wajahnya ke arah Elio.

"Pergi!." Elio mendorongya. "Jangan sok mengguruiku, kamu tidak lebih baik dariku. Masalahmu dengan Tissa saja nggak kelar-kelar! dasar!."

Lionel kembali ke tempatnya."Mau bagaimana, dia keras kepala kayak Akira." Katanya menggeleng tak berdaya.

"Ahhh...kenapa kita punya selera aneh, sih? bisa-bisanya suka sama cewek galak keras kepala."

Kedua sahabat itu terbahak.

"Apalah yang dilakukan si bodoh itu di Taiwan? dia bahkan tidak perna kerja berat disini. sok-sokan pergi merantau." Desah Lionel mengolok Reimon.

"Kelakuan anak itu memang selalu random." Keluh Elio.

"Ngomong-ngomong, Kenapa aku tidak perna melihat Yoshep beberapa hari ini." Lionel teringat sesuatu.

"Dia tidak ikut ke Taiwan mengejar Julia juga, kan?."

"Kayaknya mustahil, deh. Kita semua tahu bagaimana dia memperlakukan Julia."Ujar Elio.

"Bukan tidak mungkin, kan? siapa yang tahu, dia menyadari cintanya setelah Julia pergi."

"Kalau itu terjadi, dia lebih aneh dari kita." Keduanya kembali tertawa meski hati mereka merana.

Hattcciiinnnnn....!!

Di sebuah workshop pelatihan, Yoshep bersin membuat teman di sebelah melirik.

"Sakit, bro?."

Yoshep menggeleng. Dia tidak bisa sakit,tekadnya.

1
westi
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Kim Tyaa
semangat, jangan pernah nyerah untuk terus up ya thor.

Konsisten dan tetap percaya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!