NovelToon NovelToon
Nona Pengganti

Nona Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Pengganti / Pengantin Pengganti Konglomerat / Pengantin Pengganti / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Liaramanstra

Pramahita sering menganggap dirinya sebagai gadis yang tak beruntung. Selain sebagai anak tiri yang 'tidak diinginkan', Pramahita juga sering mendapatkan perlakuan semena-mena dari ibu tiri dan kakak tirinya—Loria.

Harapan Pramahita yang selalu ia panjatkan pada sang kuasa hanya satu—agar ia mendapatkan suami yang kelak bisa membuatnya merasa dicintai dan mampu merasakan bagaimana rasanya dihargai kelak oleh belahan jiwanya. Namun alih-alih mendapatkan kebahagiaan dari kesabaran yang ia tabur, Pramahita malah menikah dengan sosok yang bertolak belakang dari apa yang selalu ia harapkan.

Loria, kakak tirinya itu melarikan diri tepat sehari sebelum pernikahan, meninggalkan calon suaminya yang menahan amarah dan juga rasa malu dengan perlakuan yang tidak pantas ia dapatkan. Dengan ancaman serius yang dilontarkan oleh sosok yang seharusnya menjadi kakak iparnya kepada keluarga, Ayah Pramahita memutuskan untuk memilihnya sebagai pengantin pengganti.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Liaramanstra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kabur

"Apa maksudmu Loria melarikan diri?"

Yang pertama terdengar adalah suara Arseno Wijaya—ayah dari mempelai perempuan yang akan dinikahkan esok. Laki-laki tua itu mengerutkan kening tatkala mendengar keluhan panik pelayang yang seringnya menemani putrinya yang akan menikah—Loria Wijaya.

"Maaf, Tuan, tapi saya sejak tadi sudah mencari nona Loria kemana-mana, namun saya tidak bisa menemukannya, tuan." Pelayan itu menunduk, ketakutan terpancar dari tubuhnya yang sedikit gemetar.

"Kau yakin sudah mencarinya kemana-mana? Sudah menghubunginya?" Arseno yang biasanya tenang juga berubah panik, kerutan di wajahnya semakin nyata terlihat.

Pelayan itu mengangguk, masih dengan kepala tertunduk. "Sudah, tuan, tapi nona Loria tak dapat dihubungi," jawab pelayan itu. "Selain itu, barang-barang nona Loria juga tak dapat saya temukan di lemari beserta dengan koper yang biasa nona Loria gunakan saat berlibur."

Kata-kata pelayan itu seakan-akan meruntuhkan dunia Arseno. Ini sudah menjadi masalah serius yang tak bisa ia bantah lagi—putrinya kabur. Kabur tepat sehari sebelum pernikahan digelar.

Tapi kenapa? Tapi kenapa Loria kabur di hari pernikahannya? Bukankah ini adalah pernikahan yang telah direncanakan oleh Loria sendiri? Bersama dengan kekasihnya yang konon sangat ia cintai? Rasanya kepala Arseno berputar-putar, begitu pusing memikirkan semua ini.

Loria adalah putri kesayangannya, dan Arseno selalu memenuhi apapun yang wanita itu mau. Tapi kenapa sekarang wanita itu berulah? Meninggalkan pernikahan yang telah ia rencanakan sendiri.

Arseno telah melihat setiap interaksi manis yang dilakukan oleh putrinya dan kekasihnya itu saat mereka masih dalam status berpacaran. Namun apa yang terjadi sekarang? Mengapa putrinya itu kabur tanpa kejelasan?

"Cari dia," perintah Arseno, mencoba untuk tenang. "Perintahkan semua sesi keamanan untuk memeriksa ke sekitar, mencari Loria hingga mendapatkan kejelasan di mana kini dia berada."

Pelayan itu mengangguk pelan, siap mematuhi perintah Arseno.

Saat pelayan itu mundur dan melangkah mendekati pintu, pikiran Arseno terpacu tentang apa yang akan terjadi, dan apa yang sedang terjadi.

"Semuanya akan baik-baik saja," ujar laki-laki itu pada dirinya sendiri, meyakinkan keraguan yang tumbuh bahwa semuanya akan berjalan dengan lancar.

Namun jauh dilubuk hatinya, Arseno tau bahwa ini jauh dari kata baik-baik saja.

...****************...

Sekarang sudah pukul tujuh malam dan Arseno masih juga gelisah. Laki-laki itu melangkah kesana kemari dengan mata yang terfokus pada jam yang menempel di dinding ruang kerjanya.

Sudah berjam-jam berlalu setelah ia mendapatkan laporan dari pelayan, dan sekarang belum juga ada penjelasan tentang keberadaan putrinya. Seharusnya Arseno tak meragukan lagi bahwa putri kesayangannya itu telah kabur—kabur dari pernikahannya sendiri.

Seluruh tenaga ia kerahkan pada orang-orang kepercayaannya untuk mencari dan melacak keberadaan Loria, namun belum juga ada titik terang. Sekarang harapannya hanya satu—semoga pihak keluarga mempelai pria belum menyadari tentang hilangnya Loria.

Namun sepertinya takdir sedang tak berpihak pada Arseno, karena tiba-tiba pintu ruang kerjanya terbuka dengan suara keras, menampakkan sosok yang baru saja ia pikirkan—mempelai pria.

Dirga Re Martadinata—nama yang tak asing lagi jika sering mengamati media. Sosok pewaris keluarga Mardinata yang terkenal sebagai pemilik restoran dengan menu termahal dan terkenal di Indonesia, Mahargabhi.

Dengan tatanan rambut yang sedikit acak-acakan dari biasanya, dasi miring, beserta dengan tatapan tajam dibalik kacamata berlensa kotak itu, Arseno tau bahwa ia sedang berada dalam masalah.

Dirga memasuki ruangan dengan wajah meringis marah, diperjelas dengan buku-buku jarinya yang memutih di sisi tubuh saat mengepal. Napas laki-laki itu pendek, antara lelah dan marah.

Dirga dengan setelan jas mahalnya mendekat, langkahnya mantap dan tak tampak sedikitpun goyah tatkala mendekati Arseno. Suara ketukan dari sepatu mahalnya menggema di ruangan yang terasa sesak oleh ketegangan.

"Aku sudah mendengar tentang Liora yang menghilang." Tanpa basa-basi, Dirga langsung memaparkan apa yang menjadi penyebab kedatangannya. "Kau tau persis apa dampak yang akan terjadi jika Liora tidak ditemukan, bukan?"

Laki-laki bertubuh besar itu melangkah sekali lagi, semakin mengikis jarak dengan sosok yang lebih tua. "Aku sudah mempersiapkan pernikahannya ini dan menghabiskan banyak waktu dan biaya, Ayah." Setiap kata-kata yang diucapkan diberikan penekanan. "Seluruh undangan telah disebarkan, bahkan media juga akan datang untuk meliput pernikahan ini secara langsung. Besok."

"aku sudah sangat bersabar dengan putrimu itu, menuruti semua permintaan dan egonya yang kerap kali menyakiti perasaanku karena aku sangat mencintainya." Kekecewaan tersirat pada kata-kata yang dilontarkan oleh Dirga, walaupun ia berusaha untuk marah. "Tapi kau lihat sekarang? Kau lihat apa yang sedang dilakukan oleh putri kesanganmu itu?"

Sekali lagi, Dirga maju dan kini kesopananya telah lenyap bersama dengan akal sehatnya. Tangan kekar itu bergerak, menarik kerah kemeja Arseno hingga Arseno terangkat.

"Harusnya aku tau bahwa putrimu itu terlalu kekanak-kanakan untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan," desis Dirga di wajah calon mertuanya. "Seharusnya aku memikirkan lebih matang bahwa dia akan melakukan ini—mempermalukanku."

Ketegangan menyelimuti ruangan itu seperti awan hitam. Begitu gelap, begitu menegangkan. Tatapan Dirga tak goyah, menyala dengan kemarahan dan penyesalan akan keputusan yang ia ambil tanpa mengenal resiko. Sementara yang lebih tua tak berkutik, menyadari bahwa ia juga salah di sini—salah mendidik putrinya sendiri.

"Tenanglah, Dirga." Saat akhirnya Arseno bicara, ia mencoba menenangkan. "Loria pasti akan segera ditemukan, ayah yakin dengan itu."

"Dan jika tidak?"

Kemungkinan terburuk langsung digunakan oleh Dirga sebagai senjata, membuat laki-laki tua itu terdiam.

"Bagaimana jika wanita itu tidak ditemukan dan berakhir mempermalukanku?" bisik Dirga dengan nada berbahaya, tangannya gemetar di kerah Arseno karena amarah. "Bagaimana jika tingkah konyolnya ini membuatku kehilangan segalanya? Reputasiku, kejayaanku, mimpi-mimpiku?"

"Aku ingin jaminan," pinta Dirga tiba-tiba. "Aku ingin kau memastikan bahwa semua itu tidak terjadi. Apapun caranya." Alih-alih permintaan, itu terdengar lebih mirip dengan ancaman.

Arseno memejamkan matanya, mengangguk pelan untuk mengiyakan ucapan Dirga. Ini bukan waktunya untuk melawan, karena Dirga dan keluarganya bisa melakukan apa saja untuk mengancam. Hal yang harus dilakukan Arseno kini hanya satu—memikirkannjalan keluar.

"Ayah akan melakukannya," balas Arseno tenang, menyentuh pergelangan tangan calon menantunya yang kini mencengkram kerahnya. "Apapun caranya, ketakutan-ketakutanmu itu... Tidak akan terjadi."

Dirga menyipitkan matanya, cengkramannya mengendur saat mendengar ucapan laki-laki tua itu. "Dan apa yang akan kau lakukan?" tanyanya, ingin memastikan bahwa Arseno tak akan berbohong dan membiarkan segalanya yang telah ia bangun selama ini hancur.

"Jika Loria tidak akan kembali..." Arseno menelan ludah, menatap Dirga dengan sedikit keraguan di matanya. "Aku akan menggunakan putriku yang satunya untuk menggantikannya."

Saat itu juga, takdir telah memutuskan pilihannya.

Bersambung...

1
Lilla Ummaya
Please thor jangan satu bab
Lilla Ummaya
Ditunggu segera thor updatenyaa
Lilla Ummaya
Pleasee update banyk penasaran
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
Halo kak aku mampir. kalo berkenan boleh mampir keceritaku juga yang judulnya "Istri pengganti " mari saling suport🤗 makasih👋
Elvia Rusdi
Thor..jangan sampai bikin Hita hamil ya..dan pengen lihat penyesalan Dirga atas sikap nya ke Hita
Elvia Rusdi
cukup menarik
partini
wow double wow ini mah buka pedas lagi Thor ini di luar Nurul seorang lelaki yg suka lendir nya loria Weh Weh nyesek nya
aku ko ga rela dia sama Dirga ending nya kata" itu loh menjijikan
partini: ngemis seperti apa ya Thor
dia like Casanova 🤣
total 2 replies
partini
Dirga otaknya geser ya Thor udah lihat masih aja bego ini akibat nya lihat pakai mata dengkul
Hita kalau udah pergi atau dekat sama orang lain baru terasa ,,Bram boleh juga Thor biar panas
partini: patut lah ukuran kecil tuh otak udang pantas ga nympe yah Thor 🤣🤣🤣
total 2 replies
partini
semoga Hita ga kaya yg lain jatuh cinta duluan 😭
partini
sangat bangus cerita nya tapi muak sama Dirga Thor jaharaaa bnggt plus bego nya dihhh gumussss
Liaramanstra: Wahh makasii ya kakk🤍
total 1 replies
partini
tuh kabur sama laki laki,masih Bege jg ga melek tuh mata
partini
Bram sering dah ketemu ma Hita biar tuh tuan sombong plus songong esmosi
partini
yah di gantung Thor
suka cerita nya biarpun Dirga kasar banget sih rada nyesek
i give coffee 4 u
partini
good story
Liaramanstra: Wahh makasi banyak ya kakk, semoga suka sama ceritanya🤍
total 1 replies
partini
jirr CEO koplak pantas harus ketemu udah lihat yg polos polos dasar CEO kamu yang murahan bukan Hita
baru baca novel sperti ini CEO ledhoooooooooo ga ketulungan mulutnya pedes luar biasa macam ibu komplek dihhh najis tralala deh kamu Dirga
partini
tuh mulut kaya bon cabe ,, Ampe Kemabli use your brain Dirga cari tau tuh Liora kenapa macam ferek
partini
dasar laki" BEGE
partini
nice
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!