Dion dan Sierra adalah pasangan yang telah bercerai karena pernikahan mereka dijadikan sebagai alat untuk balas dendam keluarga mereka yang sejak dulu sudah saling bermusuhan.
Sebelum bercerai Sierra melahirkan bayi kembar, dia dan suaminya memutuskan untuk mengasuh bayi itu secara terpisah. Setelah bercerai, Sierra membawa bayi yang diasuhnya ke luar negri karena ada sesuatu yang dia sembunyikan dari bayi itu, dan juga dia tidak ingin bertemu lagi dengan mantan suaminya.
Namun setelah beberapa tahun, Sierra terpaksa kembali karena dipaksa oleh orang tuanya. Dia dipaksa untuk memulihkan kembali perusahaan keluarganya yang telah bangkrut karena perbuatan mantan suaminya.
Apakah rahasia yang disembunyikan oleh Sierra tentang bayi yang diasuhnya?
Mungkinkah dia berhasil memulihkan kembali perusahaan keluarganya? Sementara dia harus berurusan kembali dengan mantan suaminya yang selalu mengagalkan setiap rencananya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon adwiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 21
Pulang dari taman bermain, Dion mengajak Rea untuk makan malam di luar, sehingga mereka tidak langsung pulang ke rumah.
"Apa kamu senang?"
"Ya, Terima kasih, Dad."
"Kamu boleh pilih makanan apa yang akan kamu makan malam ini, Daddy akan membawamu ke sana."
"Aku ingin makan sosis goreng."
Dion terkejut mendengar permintaan Rea. Dia tidak pernah Rea meminta makanan yang seperti itu.
"Apa kamu yakin?"
"Ya, aku hanya ingin mencobanya, karena beberapa temanku di sekolah sering membawa bekal seperti itu."
Sekarang Dion bisa mengerti kenapa Rea tiba-tiba meminta makanan yang berbeda dari biasanya.
"Itu makanan kurang sehat, bagaimana kalau kita memilih makanan yang lain saja?" Nancy yang ikut dengan mereka memberikan saran, karena dia juga kurang suka dengan makanan yang disebutkan oleh Rea.
"Tidak, aku ingin makan itu, Dad." Rea langsung menolak dengan cepat.
Nancy terlihat kesal saat Rea menolak ajakannya. Dia juga tidak percaya melihat Rea yang berani membantahnya. Selama ini Rea selalu patuh dengan apa yang dia katakan. Sementara Dion terlihat senang karena melihat sikap Rea yang seperti menunjukkan bahwa dia tidak suka melihat Nancy. Dia juga merasa sedikit aneh, tapi untuk masalah Nancy, dia setuju dengan sikap yang ditunjukkan Rea saat ini.
Sampai di restoran, Rea yang sebenarnya adalah Brenda memakan dengan lahap makanannya, karena yang dia pesan adalah makanan favoritnya.
"Apa itu begitu lezat?"
"Ehmmmm," sambil menganggukkan kepalanya tanpa bicara. Sementara Dion dan Nancy memesan menu lain untuk mereka makan.
Disaat mereka menikmati makanannya, tiba-tiba sekumpulan para wartawan datang menghampiri. Mereka tidak bisa mengelak lagi dan terpaksa harus menjawab beberapa pertanyaan dari para wartawan. Dion memasang wajah dinginnya, karena semua pertanyaan dari para wartawan mengacu pada hubungannya dengan Nayla, dan dia tidak suka.
"Apa Tuan Dion dan Nona Nancy sudah ada rencana untuk menikah?"
"Kami belum menentukannya." Nancy memberikan jawaban seakan dia dan Dion memang sedang dalam menjalin hubungan.
"Bagaimana menurutmu jika Tante Nancy akan menjadi Mommy barumu, Sayang?" Pertanyaan itu ditujukan seorang wartawan kepada Brenda.
"Aku belum ingin memiliki mommy baru!"
Mata Nancy melebar mendengar jawaban yang diberikan Brenda. Dia merasa sangat malu dengan jawaban itu. Sementara Dion tersenyum samar, dan matanya melihat ke arah pengawal untuk memberikan kode agar menyuruh para wartawan untuk mengakhiri wawancaranya, karena jika tidak begitu, mereka tidak akan bisa melanjutkan makan malam mereka lagi.
"Aku akan menjawab panggilan dulu." Dion berdiri dan pergi meninggalkan Brenda dan Nancy untuk sementara waktu.
"Rea, kenapa kamu berkata seperti itu kepada para wartawan?" Nancy bertanya dengan kesal dan marah.
"Aku memang tidak ingin mommy baru, Aunty."
"Aunty dan Daddymu akan menikah, Jadi Aunty akan jadi mommymu."
"Daddy juga tidak ingin menikah dengan, Aunty."
"Rea, kenapa kamu sudah sangat berani sekarang?"
"Aku mengatakan hal yang sebenarnya."
"Aku akan mengadukan kamu kepada nenek."
"Seperti anak kecil saja, sukanya mengadu."
Nancy semakin kesal. Brenda sudah mengetahui dari Rea tentang Nancy, dia juga mengatakan kalau tidak suka melihat Nancy yang selalu mengambil kesempatan untuk dekat dengan Daddy nya. Tidak lama kemudian Dion kembali datang dan bergabung dengan mereka.
Di perjalanan pulang, Brenda tidak berbicara lagi, dia hanya mendengarkan Nancy yang selalu mencoba untuk mengajak Dion bicara.
"Apa kamu senang?" Dion duduk di atas ranjang bersama Brenda. Meski Brenda sudah mengetahui bahwa terkadang Dion akan ke kamar Rea sebelum mereka tidur, tapi dia sedikit gugup karena ternyata daddy mereka begitu bersikap lembut kepada Rea. Bahkan dia sedikit tegang karena Dion mengelus rambutnya.
"Ya, Terima kasih, Dad."
Dion mengerutkan keningnya, karena bukan begini Rea jika berterima kasih padanya.
"Apa hanya ucapan Terima kasih saja?"
"Ehmmm aku akan melakukannya." Brenda memeluk tubuh Dion, dan disambut Dion sambil mencium kepalanya.
Mereka berpelukan sedikit lama, Dion belum ingin melepaskan pelukannya. Dia merasa pelukan Rea kali ini begitu sangat nyaman dirasakannya.
"Daddy akan menemanimu tidur malam ini."
Dion sudah membawa Brenda untuk berbaring. Dia sebenarnya tidak suka, tapi dia terpaksa demi menjalankan rencananya.
"Dad, kapan aku bisa pergi ke sekolah?" Rea hanya ingin melakukan apa yang disuruh oleh Rea kepadanya untuk membujuk Daddy mereka agar dia bisa pergi ke sekolah lagi.
"Sekarang kamu belajar di rumah dulu!"
"Apa alasannya karena aku sering meminta bertemu dengan mommy?" Brenda bertanya dengan sedikit kesal.
"Darimana kamu tahu?"
"Apa nenek sangat membenci mommyku?"
Dion terdiam, dia juga tidak tahu harus menjawab apa. Jika dia mengatakan alasannya, difikiran nya apakah seorang anak yang berusia seumuran Rea akan mengerti? Karena permasalahan mereka sangat rumit. Rea tidak akan mengerti dengan keadaan itu.
"Tidak, Sayang. Hanya saja kamu sekarang harus belajar di rumah dulu."
"Apa Daddy tidak bisa membantuku?"
Dion menjadi tidak tega melihat putrinya itu.
"Daddy akan mencoba mengatakan kepada nenek."
*
*
*
Sementara dia rumah Sierra, Rea begitu senang karena bisa bertemu dengan mommynya. Dia merubah penampilannya yang sama dengan Brenda.
"Hemmmm Mommy sangat suka melihat rambutmu yang baru." Sierra memuji Rea yang dia anggap sebagai Brenda.
"Apa aku terlihat cantik, Mom?'
"Ya, kamu sangat cantik. Melihat kamu yang begini, Mom teringat Rea. Kalian benar-benar sangat mirip sekarang."
"Apa Mom merindukannya?"
"Ya, Mommy merindukannya." Wajah Sierra sedikit berubah mengingat Rea yang sudah beberapa minggu ini tidak pernah datang menemuinya. Dia tahu jika Dion pasti melarangnya.
"Mommy boleh memelukku jika merindukannya, anggap saja aku adalah dia, karena kami adalah saudara."
Rea langsung memeluk tubuh Sierra karena sebenarnya dia yang sangat ingin memeluk mommynya.
"Bagaimana jika besok Mommy membawamu ke taman bermain dan kamu boleh memakan apa pun sepuasnya."
Rea sangat senang dengan ajakan mommynya, sementara Sierra memang sudah merencanakan untuk membawa Brenda ke taman bermain karena dia punya waktu senggang sehari.
"Ya, aku sangat suka itu. Apa malam ini aku boleh tidur dengan Mommy?"
"Tentu, Sayang. Ayo kita tidur sekarang, apa kakimu tidak ada masalah?"
"Tidak, Mom. Aku akan tidur seperti ini." Rea menjawab dengan pasti. Dia sudah diperingatkan oleh Brenda bahwa dia tidak boleh mengatakan kalau kakinya sakit jika ditanya oleh mommy mereka, dia juga disuruh oleh Brenda agar tidak membuka pakaian yang dia gunakan ketika Sierra ada di rumah, bahkan dia harus selalu memakai pakaian tertutup dan tidak melepas kaus kakinya di rumah seperti yang dilakukan oleh Brenda.
"Baiklah, ayo kita tidur!"
Rea masih memeluk tubuh Sierra saat mereka sudah akan tidur, dia sama sekali tidak ingin melepasnya sama sekali.
tapi novel ini masih kayak kebanyak novel
yang memperlakukan sangat berbeda pada lelaki lain (Hans) yang menyukai pemeran utama wanita dan wanita lain (nancy) yang menyukai pemeran utama pria
*pria lain yang menyukai pemeran utama wanita akan kalian cap pria baik2, cinta akan kalian anggap tulus, dan kalian perlakukan sangat lembut dan sedikit spesial
sangat berbanding terbalik
*wanita lain yang menyukai pemeran utama pria akan kalian cap wanita murahan, cinta nya tidak tulus, kalian perlakukan kasar dan akhir dipermalukan
sadar tidak penilaian kayak gini adalah pola pikir wajita atau istri egois
istri egois akan memandang baik pada pria lain yang suka dan baik padanya tapi akan melaknat wanita lain yang baik pada suakinya
saat dikejar2 dan perjuangkan sok jual mahal dan egois, tapi saat lelaki itu udah ikhlas melepas langsung berbalik sok jadi korban, seolah dia tersakiti, bawa nama pria lain lah, gengsian yang diutamakan sok biar ditahan dan dipergunakan lagi
kadang2 lihat sikap wanita kayak sierra muak juga,
jadi gak ada cerita menarik yg selalu ditunggu buat dibaca setiap harinya 😭
But... mungkin memang harus udahan. Lagian ceritanya Happy Ending.. dan banyak pembelajaran yg bisa dipetik soal Dendam, memaafkan, dan pada akhirnya menuju sebuah kebahagiaan hidup yg sebenarnya 👍🤗
Walau sebenarnya pingin benar-benar dihancurin tuhhh keluarga yg udah bikin kau kemarin2 mengurasi tenaga dan energi untuk mengatasi kekacauan yg dibuat mereka 😡
tak kasih hadiah kopi kak Rere, love you..
thanks Thor ceritanya bagus bngttt 👍👍