NovelToon NovelToon
Rumah Tanpa Cahaya (Pelukis Buta Itu Ibu Tiriku)

Rumah Tanpa Cahaya (Pelukis Buta Itu Ibu Tiriku)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Ibu Tiri / Orang Disabilitas
Popularitas:30.8k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

"Kamu akan Ayah jodohkan dengan Bian menggantikan Salsa. Daripada kamu di rumah cuma coret-coret kertas nggak jelas, mending ngurusin anaknya tukang kebun itu." ucap Ayah dari seorang gadis yang tengah melukis di sebuah art paper.

"Baik," jawab gadis bernama Aluna Savira Velove itu tanpa perlawanan.

Aluna harus menikah dengan kekasih dari anak tiri Ayah kandungnya. Status calon suami Salsa yang hanya bekerja di kebun buah dan sayuran terbesar di desa itu, membuat perempuan itu menolak saat diajak menikah. Apalagi laki-laki itu juga seorang duda dengan dua anak yang sangat nakal.

Bisa kah Aluna menaklukkan dua anak dari sang duda? Mampu kah dia menjalani pernikahan tanpa cinta dengan sang duda?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lukis

"Lasakan... Jadi olangtua kok jahat sekali. Masa kasih makan anak pakai makanan basi. Lopa do'akan kamu kena sial telus," seru Elova yang baru saja keluar dari balik pohon.

Elova dan Bian merasa sesak sekaligus marah dengan Ayah Riko yang memperlakukan Aluna seperti itu. Kepada anak sendiri, memperlakukan secara tidak manusiawi. Terlalu kesal, Elova pun mengambil kaleng bekas minuman yang ada di samping bak sampah. Elova langsung saja melemparkan kaleng itu tepat mengenai kepala Ayah Riko. Bahkan matanya menyipit tajam, ingin memarahi Ayah Riko. Sedangkan Bian langsung membantu Aluna yang berjalan dengan langkah lunglai. Tampaknya Aluna shock karena Ayah Ricko meminta dia untuk membujuk keluarga Bian tentang uang.

Bian merasa bangga pada Aluna yang tidak mau memanfaatkan keluarganya. Sekarang dia tahu alasan mengapa Aluna mau untuk menikah dengannya. Tidak masalah bagi Bian, yang penting Aluna tidak merugikan keluarganya. Dia pun menikah dengan Aluna belum karena cinta. Ternyata dia bisa menyelamatkan nyawa seseorang dengan pernikahan. Bian sama sekali tak menyesal sudah menikah dengan Aluna. Apalagi sekarang tahu ada masalah apa di keluarga Aluna. Justru sebisa mungkin dia akan melindungi Aluna.

"Ayo kita pergi dari sini, Lova. Nggak usah diurusin itu si tua bangka. Nggak ada gunanya kamu marah-marah sama dia. Otak dan hatinya sudah tertutup oleh keburukan," ucap Bian dengan sindiran mengarah pada mertuanya.

"Ayo, Papa. Sumpek di sini. Lasanya Lopa ndak bisa nafas," ucap Elova sambil memalingkan wajahnya. Namun sebelum itu, Elova langsung menjulurkan lidahnya untuk meledek Ayah Riko yang sedang mengelus kepalanya.

"Mas Bian dengar?" tanya Aluna dengan pelan saat Bian merangkul bahunya.

"Dengar semuanya. Udah benar kalau kamu menerima perjodohan ini. Aku akan membuatmu bahagia dengan kasih sayang dari keluargaku. Walaupun keluargaku sederhana, tidak seperti orangtuamu. Aku pastikan kalau kamu tidak akan kekurangan makanan." ucap Bian dengan lembut.

"Iya, Mas. Aku tidak masalah hidup sederhana, asalkan tak diberi makanan basi." ucap Aluna sambil tersenyum miris.

Bian menganggukkan kepalanya sebagai jawaban walaupun Aluna tidak bisa melihatnya. Elova berlari menyusul Bian dan Aluna kemudian meminta gendong Papa Kio. Tampaknya Papa Kio juga sudah mengetahui hal ini. Dia langsung membawa Elova masuk dalam gendongannya. Mereka berempat segera pergi tanpa peduli dengan Ayah Riko. Sedangkan Ayah Riko menatap nanar kepergian anak kandung perempuannya.

"Apa benar kalau aku sejahat ini? Aku sudah meminta ART mengirimkan makanan dan minuman pada Aluna. Aku kan nggak tahu kalau Aluna mendapatkan makanan tak layak," gumam Ayah Riko sambil menggelengkan kepalanya.

"Aku harus cari tahu," lanjutnya yang kemudian segera pergi dari KUA.

***

Elova terus melihat ke arah Aluna yang sedari tadi diam. Padahal saat berangkat pergi ke KUA, Aluna sangat cerewet. Bahkan Aluna terus mengajak bicara dan menggoda Elova. Suasana di dalam mobil itu pun begitu sunyi. Elova sampai menatap pada Bian, memberikan kode pada Papanya itu untuk berbicara kepada Aluna. Namun Bian langsung menggelengkan kepalanya karena ingin membiarkan Aluna diam dulu.

"Tante... Lagi saliawan ya? Mau Lopa belikan vitamin C?" tanya Elova yang tak mempedulikan dengan peringatan dari Bian.

"Tante..." serunya memanggil Aluna lagi karena perempuan itu sama sekali tak merespons. Elova juga menggoyangkan lengan tangan Aluna agar sadar ada yang mengajaknya bicara.

Eh...

"Kenapa, lobak?" tanya Aluna berjingkat kaget karena ada yang menggoyangkan tangannya.

"Ngomong dong, jangan diam aja sih. Lopa bingung nih mau ngomong sama siapa. Papa dan Opa kan ndak asyik olangnya," ceplos Elova mengomeli Aluna.

"Maaf... Tante tadi ngantuk," ucap Aluna sambil terkekeh pelan.

Aluna menghela nafasnya pelan. Berusaha mengusir rasa sesak yang ada di dalam dadanya. Aluna tersenyum sambil mengelus rambut Elova. Dia berusaha meyakinkan diri bahwa keputusannya mengungkapkan unek-uneknya pada Ayah Riko itu sudah benar. Sejujurnya dia takut berteriak seperti tadi. Ada rasa bersalah juga karena merasa tidak sopan pada Ayah kandungnya. Namun entah mengapa, semua kata-kata itu keluar begitu saja dari bibirnya.

"Ngantuk ya tidul, bukan melamun." ucap Elova dengan sindirannya.

"Pinter banget sih," ucap Aluna sambil terkekeh pelan.

"Iya dong, Lopa gitu lho."

"Itu Oma..." seru Elova saat melihat Mama Mila melambaikan tangan ke arah mobil yang ditumpanginya.

Dugh... Dugh...

"Jalanan kebun tuh dipelbaiki dong, Papa. Lopa jadi goyang-goyang ini. Nanti kalau kepala Lopa benjol gimana? Ndak cantik lagi," omelnya pada Bian.

"Ya masa jalanan kebun begini mau diaspal, nggak bagus nanti tanahnya buat tanam sayuran." ucap Bian berkilah.

"Ya udah sih, kasih kasul waktu Lopa lewat bial jalannya empuk." ucap Elova dengan asal.

Aluna sampai tertawa mendengar ucapan Elova. Jalanan begini masa diletakkan kasur saat mereka lewat. Jalanan masuk area kebun memang masih banyak batu dan tanah. Sehingga jika hujan, jalanan di sana akan susah dilewati. Mobil pun berhenti di dekat gubuk yang biasa digunakan untuk beristirahat. Elova segera turun dari mobil dengan melompat kemudian berlari ke arah Mama Mila. Sedangkan Bian membantu Aluna untuk turun kemudian membawakan alat lukisnya.

"Pelan-pelan saja. Ini banyak batu," ucap Bian memberikan peringatan. Aluna pun menurut untuk berjalan pelan dengan digandeng tangannya oleh Bian.

"Menantu Mama ikut juga?" seru Mama Mila dengan raut wajah terkejutnya. Dia pikir Bian hanya akan datang dengan Papa Kio dan Elova saja.

"Iya, Ma. Di rumah bosan. Mending ikut ke kebun, suasananya pasti sangat sejuk." ucap Aluna yang langsung menyalami tangan Mama Mila.

"Benar sih, tapi itu apa?" tanya Mama Mila saat melihat barang bawaan Bian.

"Alat lukis Aluna, Ma. Dia hebat lho, Ma. Walaupun punya kekurangan, tapi bisa melukis." ucap Bian membanggakan istrinya.

"Mas, jangan berlebihan." ucap Aluna sambil meringis pelan. Dia sedikit malu karena pujian dari Bian.

"Kelebihan itu harus ditunjukkan. Kamu hebat, Aluna." ucap Mama Mila yang membuat Aluna bertambah malu.

Walaupun Bian belum melihat secara langsung hasil lukisan Aluna, tapi dia percaya pada ucapan perempuan itu. Apalagi tadi Aluna mengatakan bisa menjual lukisan itu. Artinya lukisan buatan Aluna itu bagus. Bian ingin melihat lukisan yang dibuat Aluna. Siapa tahu bisa dipajang di rumah atau adakan pameran lukisan sendiri. Dia akan berusaha mendukung kesukaan istrinya itu.

"Ayo buluan lukis Lopa, Tante." seru Elova dengan antusiasnya.

"Kalau melukis orang yang belum pernah Tante lihat, Tante tidak yakin bisa sama." ucap Aluna dengan sendunya.

"Yah... Masa ndak bisa. Lihat pakai mata batin coba, Tante." desak Elova yang ingin melihat wajahnya dilukis.

Jang...

Gini aja. Tante raba wajahmu ya, lobak. Terus Tante coba gambar,

Setuju...

Jaga Aluna, Bian. Dia gadis yang baik,

Pasti, Ma.

1
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
bagus lobak, ay viralkan mereka /Determined//Determined/
Nisa Via
Ayam Dadal tuh yg gimana Lobak 🤔🤔😂😂
Sani Srimulyani
bagus lova kamu emang juara buat orang matikutu.....🤭
Novita Sari
update lagi thor pengen tau aksi heroik lopa..
E F
😄😄💪😍
Sani Srimulyani
waaaah mereka mau ngapain ya......
Sani Srimulyani
jauh amat dari owner ke comel.....galeri jadi gulali.....🤭🤭
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
gulali 🤣🤣, gulali dari gula lobakkm🤣🤣
Ita Xiaomi
Berubah semua penyebutannya 🤣🤣🤣
Ita Xiaomi
Spt Callie dan pistol ajaibnya 😁
Novita Sari
salsa sama mama nya salah pilih lawan....
Sani Srimulyani
wah ganggu nih lova.....padahal papa sama ibu lagi pacaran Lo.....🤭
Nisa Via
pinter nich lobak idenya 😂
Novita Sari
semakin hari semakin gemes lopa.
Ita Xiaomi
Ambigu 🤣🤣🤣
Nisa Via
😂😂😂😂😂ada aja keseruan bocil 2 ini sehingga suasana tegang pun berubah komedi
Novita Sari
lw ada lopa semangat bacanya.ada aza jawaban lopa lanjut thor...
Sani Srimulyani
cari gara2 mulu nih si salsa.....
Novita Sari
jangan jangan salsa yg nabrak.. lanjut thor..
Sani Srimulyani
jangan2 itu salsa lagi .....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!