Ayana Gadis Remaja yang Cantik, selalu Ceria dan sangat Cerdas berusia 16 Tahun baru lulus SMA, bercita-cita menjadi Seorang Dokter.
Ayandra Gunawan adalah Seorang CEO di Perusahaan Anawa Grup berusia 28 Tahun yang sangat Tampan, Mapan, Angkuh, Dingin dan sedikit Arogan
Sampai suatu hari, Ayandra dan Ayana mereka terpaksa harus Menikah Karena sebuah Kesalahan.
Sebelum Pernikahan terjadi, Ayana harus menandatangani surat Perjanjian Kontrak Pernikahan yang di berikan oleh Ayandra.
Ayandra maupun Ayana tidak menginginkan Pernikahan ini, karena Ayandra sudah mempunyai Kekasih sementara Ayana masih ingin melanjutkan Pendidikannya untuk menjadi Seorang Dokter.
Akankah Pernikahan mereka tetap BERTAHAN, setelah Ayana memutuskan untuk pergi jauh dari kehidupan Ayandra, dan Ayandra memutuskan untuk bertunangan dengan Kekasihnya yang sempat tertunda...
Ataukah Ayana akan mendapatkan Cinta yang lain dan memutuskan untuk memiliki hubungan yang baru, dan Ayandra malah akan semakin Mencintai tunangannya.
Jika ingin mengetahui jawabannya, ayo BACA.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy Queen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 21
Sudah 3 hari setelah kejadian malam dimana Ayana lari dari hukuman. Malam harinya di mansion keluarga Gunawan, mereka semua sedang makan malam, seperti biasa Ayana selalu melayani Suaminya dengan senyuman tulus, membuat Ayandra jadi bingung akan sikap Ayana kepadanya pasalnya dari setelah kejadian di kantornya waktu itu, Ayana bukannya menghindarinya seperti yang dilakukan setelah pertemuan mereka di Mall tempo hari, ini Ayana malah bersikap normal malah semakin menunjukkan sikap yang sangat baik dan tulus, itulah yang membuat Ayandra merasa sedikit aneh akan sikap Ayana.
Ayana melakukan ini semua bukan tanpa alasan, sebagai Istri memang sudah kewajibannya melayani segala kebutuhan Suaminya, apalagi Ayana akan pergi jauh dari kehidupan Ayandra, Ayana tidak membutuhkan waktu 1 tahun untuk pergi dari kehidupan Ayandra, Ayana tidak ingin menjadi penghalang antara Ayandra dan Kekasihnya, jadi Dia memilih untuk mundur sekarang sebelum ada Cinta di hatinya.
Ayana tidak mengetahui apakah Dia Cinta, Sayang, atau hanya sekedar Suka kepada Suaminya itu, Ayana hanya merasa bahagia jika Dia selalu berdebat dengan Suaminya, apalagi Ayana selalu usil menggoda Suaminya dan Dia juga gemes melihat wajah suaminya yang kesal jika Ayana usil menggodanya.
flasback on
Saat Ayana keluar dari kantor Ayandra, Ayana menahan taxi untuk mengantarkannya pulang, dengan suara bergetar Ayana menelpon Ayahnya.
"Assallamualaikum Yah." sapa Ayana
"Wa'alaikum salam Sayang." jawab ayah Adam
"Yah, Ayana akan pergi, sesuai yang Ayana katakan ke Ayah." kata Ayana dengan suara pelan
"Apa Kamu yakin Sayang?" tanya ayah Adam meyakinkan putrinya
"Ayana yakin Yah." kata Ayana yakin dengan keputusannya
"Sayang apa tidak bisa Kamu memikirkan kambali keputusanmu?" tanya ayah Adam khawatir akan berpisah cukup lama dengan Putri kecilnya, dan Dia tidak akan sering menemui Ayana.
"Ayah, keputusan Ayana sudah final, Ayana tidak bisa mundur lagi, maafkan Ayana karena harus meninggalkan kalian." kata Ayana menangis Dia tidak bisa lagi menyembunyikan kesedihannya, menahan rasa sesak di dadanya gadis remaja yang terpaksa Menikah hanya karena suatu kesalahan, dan di pertontonkan adegan panas yang mana pemerannya adalah Suaminya sendiri, jelas gadis remaja sepertinya tidak sanggup menahan luka yang begitu perih. Ayana berpikir hanya satu jalan keluar dari masalahnya, yaitu pergi jauh dari kehidupan Ayandra.
"Baiklah Sayang terserah Kamu saja, Ayah akan selalu mendukung setiap keputusanmu." kata ayah Adam pasrah
"Sayang apa tidak sebaiknya Kita memberi tahu Ibu dan Kakakmu?" tanya ayah Adam memberi masukan
"Jangan Yah, lebih sedikit Orang yang mengetahui kepergian Ayana, akan lebih baik untuk Ayana." jawab Ayana
"Ayah tahu kan seberapa berkuasanya kak Ayan? takutnya kalau banyak Orang yang mengetahui keberadaan Ayana, kak Ayan akan lebih muda menemukan Ayana, dan Ayana tidak mau mengambil resiko itu." kata Ayana menjelaskan kepada Ayahnya
"Baiklah Sayang, jika itu menurutmu yang terbaik." kata ayah Adam
"Apa Ayah sudah mengurus semua yang Ayana butuhkan?" tanya Ayana
"Sudah Sayang, Kita tinggal berangkat saja Minggu depan
"Ayah yakin tidak akan ada yang bisa menemukan Ayana?" tanya Ayana lagi
"Ayah yakin Sayang, Ayah tidak akan meninggalkan jejak, Ayana percayakan sama Ayah?" tanya ayah Adam
"Iya, Ayana percaya, tapi bagaimana jika Ibu mencurigai Ayah?" tanya Ayana khawatir
"Ibu urusan Ayah, Ayana tidak usah khawatirkan tentang Ibu." kata ayah Adam menenangkan Putrinya
"Baiklah Yah, Ayana tutup telponnya, Assalamualaikum." kata Ayana menutup telponnya
"Wa'alaikum salam." kata ayah Adam menyahuti Putrinya
flasback off
"Aku sudah selesai makan, Setelah makan, Kamu keruang kerjaku sebentar ada yang mau Aku bicarakan." kata Ayandra beranjak dari duduknya
"Emm." kata Ayana menanganggukan kepala tanda setuju, 'Apa yang mau Om-Om galak itu katakan ya, gue kan udah di hukum nggak boleh keluar rumah selama seminggu, dan gue nurut kok, gue nggak ngelanggar hukuman yang diberikan, ah nurut aja deh apa kata si Om-Om.' batin Ayana
Ayana sudah selesai makan, Dia tidak langsung keruang kerja Ayandra, Ayana masuk ke kamarnya untuk mandi karena ia tadi belum sempat membersihkan diri, dan Ayana juga sudah memakai pakaian tidurnya karena habis keruangan Ayandra, Ayana akan langsung tidur, entah kenapa belakangan ini Ayana sering mengantuk bawaannya pengen tidur aja dan malas bersih-bersih diri jadilah Ayana selalu terlambat untuk mandi.
Ayana sudah didepan ruang kerja Ayandra, Ayana memakai baju tidur yang terlihat sedikit seksi, celana tidur yang hanya sebatas paha dan baju tidur tanpa lengan terlihat imut dengan tubuh yang mungil dan kulit putih yang bersih rambut di kuncir asal-asalan, sangat cantik.
"Tok-tok, boleh Saya masuk?" tanya Ayana mengetuk pintu ruang kerja Ayandra
"Ini Ayana, apa bolah Saya masuk?" tanya Ayana lagi sambil mengetuk pintu karena tidak mendapat jawaban dari dalam
"Iya masuklah." perintah Ayandra
Ceklek, suara pintu yang di buka Ayana, Ayana pun masuk keruan kerja Ayandra, Ayana melihat Ayandra yang sedang sibuk dengan laptopnya, Ayana masih berdiri di dekat pintu dan Ayandra belum melihat ataupun mempersilahkan Ayana untuk duduk di sofa.
"Apa Saya boleh duduk?" tanya Ayana karena Ayandra sama sekali belum mempersilahkannya untuk duduk padahal Ayana sudah lumayan lama berdiri
"Oh maaf, Aku lupa mempersilahkanmu untuk duduk." kata Ayandra santai sambil melihat Ayana, Ayandra yang sudah melihat Ayana yang berada tepat di depannya menelan salivanya. S**l, kenapa Anak ini terlihat sangat seksi Dia sangat menggoda, bisa-bisa Aku khilaf memakannya kalau kelamaan berduaan dengan gadis kecilku ini, apa Dia selalu berpenampilan seperti ini kalau mau tidur, apa Dia tidak bisa berpenampilan biasa saja di depanku.' umpat Ayandra dalam hati
"Kenapa Kamu memakai pakain seperti itu?" tanya Ayandra
"Yaa karena Saya mau langsung tidur habis dari sini." jawab Ayana santai
"Kamu selalu memakai baju seperti ini kalau mau tidur?" tanya Ayandra lagi
"Iya, inikan baju tidur Saya Tuan, emang ada yang salah ya." kata Ayana bingung
"Tuan memanggil Saya kesini hanya untuk mengomentari baju tidur Saya, atau ada hal yang lain yang ingin Tuan sampaikan." sambung Ayana kesal karena dari tadi tidak di persilahkan untuk duduk
"Oh ya, Aku lupa duduklah dulu." kata Ayandra menyuruh Ayana untuk duduk di sofa
"Kenapa tidak dari tadi Tuan, Anda menyuruh Saya duduk, tau tidak ini betisku sudah pegal berdiri terlalu lama." kata Ayana memanyunkan bibirnya yang terlihat sangat imut di mata Ayandra
"Iya maaf, duduklah." kata Ayandra tersenyum melihat Istri kecilnya
"Langsung Saja Tuan, soalnya Saya mengantuk." kata Ayana sambil menguap menutup mulutnya
"Maksud Kamu?" tanya Ayandra
"Loh kok tanya balik sih, bukannya Tuan memanggil Saya kesini karena ada yang Tuan ingin bicarakan kepada Saya?" tanya Ayana bingung
"Oh iya, itu." kata Ayandra bingung mau mulai dari mana
"Hemm, iya yang itu." kata Ayana tersenyum usil
"Kamu jangan usulin Aku ya." kata Ayandra berpura-pura marah
"Mana Saya berani Tuan." kata Ayana tersenyum
"Kamu lupa sudah berani lari dari hukumanku." kata Ayandra mengingatkan
"Hehe, itu, maaf ya Tuan, tapi kan Tuan sudah menghukum Saya." kata Ayana tersenyum
"Sudahlah tidak usah membahasnya lagi." kata Ayandra
"Aku memanggilmu kemari untuk meminta maaf atas kejadian yang Kamu lihat waktu itu." kata Ayandra dengan nada menyesal
"Apa Kamu marah?" sambung Ayandra lagi dengan suara pelan
"Anda tidak melakukan kesalahan Tuan, untuk apa meminta maaf? bukan kah Anda melakukan hal itu suka sama suka bersama kekasih Anda, jadi apa yang harus di maafkan." kata Ayana berusaha untuk tenang
"Apa Aku punya hak untuk marah Tuan? jangan pernah meminta maaf padaku Tuan karena itu akan membuat hatiku sakit." sambung Ayana jujur
Ayandra yang mendengar perkataan Ayana, seketika terdiam Dia tidak mempunyai jawaban untuk setiap pertanyaan Ayana.
"Tuan sebelum Ayana keluar dari ruangan ini boleh kah Saya bertanya?" tanya Ayana sambil berjalan menuju tempat Ayandra sedang berdiri
"Boleh, Kamu mau menanyakan apa?" tanya Ayandra
"Emm, sebenarnya Tuan menganggap Ayana sebagai apa?" tanya Ayana to the point
Deg, Ayandra kaget tidak menyangka Ayana Istri kecilnya akan menanyakan hal seperti itu padanya, Ayandra terdiam sejenak sebelum menjawab pertanyaan Ayana.
bersambung
jangan lupa like dan komentarnya juga ya
😁🤗🙏