ini karyaku yang ke enam, mohon dukungan nya ya....
*************
Eltav Aarav Exellenza (baxter), seorang cowok berusia 17 tahun dan hidup seorang diri dengan ketiga maid nya meskipun ia masih memiliki keluarga. keluarga nya tidak peduli pada nya kecuali abang nya apalagi ia baru mengetahui bahwa diri nya hanyalah seorang anak angkat.
ia sangat tertutup dan enggan menceritakan kisah hidup nya pada orang lain termasuk sahabat satu satu nya. ya, hanya sahabat nya lah yang mau berteman dengan nya sedangkan yang lain hanya menganggap nya seperti sampah, namun semua itu tidak pernah di hiraukan oleh nya.
hingga suatu saat, ia menemukan dua anak kecil yang berbeda usia yang tertidur di bawa guyuran air hujan tepat di depan gerbang rumah nya.
siapakah dua anak kecil tersebut? apakah Eltav akan menolong dan merawat mereka atau akan membiarkan nya begitu saja? silahkan ikuti kisah nya dan jangan lupa berikan like, komentar, subcribe dan vote ya, terima kasih dukungan nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FZR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MK 19 |KEDATANGAN AYAH KANDUNG ELTAV|
Bel pulang telah berbunyi, semua murid pun berhamburan keluar kelas dan pulang ke peraduan masing masing. Setelah sepi, baru lah Eltav, Zufa dan kedua sahabat nya keluar dari kulas.
Di parkiran hanya ada duo D (Davin & Devan), Divya dan Louis serta Mifa sedangkan Abel sudah di jemput oleh supir. Saat Eltav melewati mereka, Divya pun memanggil nya dan berdiri tepat di hadapan nya.
"Kamu marah El?" tanya Divya, namun Eltav hanya mengangkat satu alis nya.
"maafkan kakak El dan dia adalah......" ucapan Divya terpotong.
"jelaskan di rumah" ucap Eltav dingin dan langsung berlalu dari sana di ikuti ke empat teman nya.
"ba..baiklah"
Setelah Eltav pergi menjauh, Divya pun mengajak Louis dan kekasih nya untuk ikut ke rumah Eltav sedangkan Abigail cs juga ikut ke rumah Eltav atas perintah Eltav karna Eltav percaya pada mereka.
Sesampai nya di rumah, mereka semua sudah di sambut oleh ke lima abang eltav dan duo kecil serta kedua orang tua kandung Eltav yang sudah berada di sana. Eltav pun meminta bu Ika untuk mengajak kedua anak nya tidur siang atau bermain di halaman belakang rumah.
Mereka pun duduk di sofa yang tersedia di sana dan Eltav memilih duduk di sofa tunggal tepat di depan keluarga kandung nya dan Louis yang di minta Darion untuk duduk di antara nya dan istri nya.
"ekhem...maafkan kami yang tidak memberitahukanmu sebelum nya tentang adekmu, ini adekmu, nama nya Louis dan kami harap kamu bisa menerima nya" ucap Darion, namun Eltav hanya diam dengan wajah datar nya.
"maaf nyonya, bisa berikan alasan nya kalian mengadopsi nya dan meminta El untuk menerima nya?" tanya Roy dingin.
"maaf bang, seharus nya aku gak masuk ke keluarga abang" ucap Louis sambil menunduk dan berdiri.
"gak, kamu jangan ninggalin mommy sayang, kamu tetap anak mommy papa kok" cegah Lyora.
"tapi mom...."
"sudah duduk lah, abangmu pasti mengerti" ucap Lyora.
"El, maafkan kami yang tidak memberitahumu sejak awal. mommy....sangat menginginkan anak laki laki dan waktu itu kamu di culik dan entah di bawa ke mana jadi mommy sengaja mengadopsi nya agar mommy tidak terus menerus bersedih karna kehilanganmu dan semoga kamu bisa menerima nya sebagai adikmu" ucap Lyora.
"benarkah begitu?" tanya seseorang yang tiba tiba datang bersama kedua bodyguard nya yang salah satu nya adalah anak buah Eltav.
"Gre.....Grevan" gugup Darion.
"ba...bagaimana bisa ka....kamu....?" tanya Lyora.
"duduk dulu dad" ucap Eltav yang bangun dari duduk nya dan mempersilahkan sang ayah duduk di tempat nya.
"thanks boy" ucap Grevan Davion Baxter.
"gak....gak mungkin, kenapa kamu bisa ada di sini? Bukan nya kamu......" ujar Darion.
"apa? Sudah ku bilang kamu bukan tandinganku dan sebenar nya aku sudah bebas 6 tahun yang lalu" ujar Grevan.
Semua yang berada di sana bingung dengan pria yang datang tiba tiba itu dan Eltav memanggil nya dengan sebutan daddy dan juga hubungan nya dengan Darion sekeluarga kecuali Zahen yang terkejut melihat pria tersebut, namun ada kerinduan yang besar dalam sorot mata nya.
"sudah cukup sandiwara kalian, dia memang anak angkat kalian, tapi bukan adek putraku. Ingat Darion, kita memang saudara, tapi kita tidak pernah dekat karna kita hanya sebatas sepupu, oh bukan, sepupu angkat lebih tepat nya"
"hahahaha meski begitu, kamu tidak bisa berbuat apa apa padaku Grevan"
"benarkah? Mari kita buktikan"
Grevan pun mengeluarkan ponsel nya dan menelpon seseorang, tak lama terdengar suara seseorang dari sebrang yang membuat Darion sekeluarga ketar ketir di tempat.
^halo, ada apa Grev?^
^apa kamu bersama putramu kakek angkat?^
^om di sini Grev, ada apa? Apa putra om berbuat ulah lagi?^
^benar om, mereka mengaku sebagai orang tua kandung putraku dan meminta putraku untuk menerima cucu angkatmu sebagai adek nya^
^hahahahaha meski di bilang cucu angkat om tetap tidak akan mengakui nya Grev. Sudah lah, om serahkan semua nya padamu dan putramu Grev, tapi tolong jangan bunuh mereka^
^bagaimana kalo aku kirim putramu dan keluarga nya ke pulau terpencil milikku, sedangkan cucu angkatmu akan aku serahkan pada putraku^
^baiklah, terserah padamu, semoga saja mereka sadar siapa yang mereka rawat dan besarkan. Kalo dia, biarkan putramu melakukan sesuka hati nya, di bunuh pun tidak apa apa, tapi harus sampai ke akar akar nya^
^siap om^
^Grevan!!!!! Dasar cucu durhaka!! Kenapa tidak bilang kakek kalo mau menjenguk putra putramu hah!!!!^
^maaf kakek, cucu angkat om mulai berbuat ulah jadi aku mengurus nya lebih dulu^
^sayang, tunggu istri cantikmu ini datang ya, jadi bersiaplah^
^eh sayang, maafkan aku sayang....^
Tut tut tut
"ya...malah di matiin"
"sudah, kamu dengar sendirikan Darion bahkan ayah dan kakekmu saja menyerahkan semua nya padaku dan putraku"
"tidak!!!! Grev, tolong jangan kirim kami ke pulau milikmu, kami tidak akan seperti ini lagi" mohon Darion.
"sudah bagus aku tidak mengatakan bahwa kamu yang merencanakan penyerangan itu dan meminta seseorang untuk membuang jauh putra bungsuku, jadi nikmati saja hukumanmu selama satu tahun di pulauku" tegas Grevan.
"cepat kirim mereka bertiga ke pulau terpencil milik saya dan jaga mereka dengan ketat, boy, dia daddy serahkan padamu" ucap Grevan.
"terima kasih dad"
"mark, bawah dia ke penjara gelap" titah Eltav dingin.
Empat orang tadi pun di seret pergi dari sana dan di bawa ke tempat sesuai yang di perintahkan, sebelum Louis pergi ia sempat mengatakan akan balas dendam pada Eltav, namun Eltav tidak menanggapi nya.
TUK
"dasar anak durhaka!!! Kenapa mendadak sekali bilang sama daddy? Kamu tau, daddy jadi tidak berpamitan pada mommy dan kakek buyutmu serta oma opamu" kesal Grevan.
"sengaja. Sekarang jelaskan siapa putra sulungmu, kenapa tadi memanggilku dengan sebutan putra bungsu?" tanya Eltav.
Grevan tersenyum lalu berjalan menghampiri Zahen yang masih melihat nya dan dengan cepat Zahen menghambur ke dalam pelukan Grevan.
"sorry son, kamu menderita selama ini"
"tidak apa apa dad, yang penting daddy baik baik saja"
"kamu tidak mau memperkenalkan dirimu lagi pada adekmu son?"
"Eltav, maaf telah menyembunyikan ini darimu, sebenar nya aku adalah abang kandungmu bukan sepupumu. Kamu boleh marah sama abang atau ngasih hukuman buat abang, tapi tolong jangan benci abang"
"baiklah, tolong jelaskan semua nya pada mereka dan kedua anak gue, gue masih bingung dengan semua kebenaran dari kebenaran ini"
"lo bantu ya, lo yang lebih tau tentang daddy dari pada gue"
"ya udah, ganti nya kasih gue mobil"
"kok gitu"
"di dunia ini gak ada yang gratis"
"baiklah"
Eltav pun meminta mereka semua untuk istirahat sejenak dan untuk saat ini biarkan para maid yang menyiapkan makan malam, sedangkan Daddy nya di beri kamar tepat di samping lorong dan Zahen juga berjanji akan bercerita setelah makan malam nanti.
✴✴✴
Di negara B tepat di kota S, di sebuah mansion keluarga besar Baxter terdapat tujuh orang sedang berkumpul di ruang keluarga.
"Grevan sudah mengirim putramu dan keluarga nya ke pulau milik nya Zeck" ucap Gilbert kakek buyut Divya.
"iya kek, tadi Grevan juga sudah mengabariku" ucap Zeck papa Darion.
"bagaimana selanjut nya setelah hukuman putramu selesai Zeck?" tanya Math ayah Grevan.
"aku akan mendidik nya lagi"
"kalo masih tidak berubah?" kali ini Gea istri Math yang bertanya.
"sepenuh nya akan kami serahkan pada cucu bungsu kalian, karna mungkin cucu bungsu kalian lah yang di usik nya" jawab Dee istri Zeck.
"baiklah kalo begitu, jangan sampai kalian menyesal karna menyerahkan putra kalian pada cicit bungsuku" ucap Theo kakek buyut Eltav.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...