NovelToon NovelToon
Bukan Cinta Biasa

Bukan Cinta Biasa

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 5
Nama Author: Eva Yulian

SEQUEL MY HANDSOME TEACHER

SEASON 1

Berawal dari pertemuan pertama mereka disebuah sirkuit. Hingga berlanjut pada pertemuan-pertemuan berikutnya yang tidak bisa dikatakan sebuah kebetulan.

Agyan merasa hidupnya semakin berwarna. Begitupun Freya yang selama ini kekurangan kasih sayang, dari keluarga maupun pacarnya.

Bagaimana jika ternyata mereka memiliki takdir untuk bersatu? Akankah keadaan berpihak pada mereka?

Atau halang rintang justru menghadang ketika sebuah fakta dari masa lalu mencuat ke permukaan?

16 Juli 2020

SEASON 2

Zeinn Ethan Maheswari tidak menyukai dunia entertaint sejak kecil. Tapi sang ayah memaksanya untuk mengurus perusahaan agensi dan membuatnya terjebak skandal dengan salah satu aktris yang bernaung di agensinya.

Hidup dan Citra Zoya Hardiswara yang semula tentram dalam menjalani kariernya sebagai aktris harus ternoda ketika ia tidak sengaja terjebak skandal dengan CEO perusahaan agensi yang menaunginya.

Mengharuskan keduanya terjebak sebuah pernikahan demi memperbaiki reputasi perusahaan.

31 Januari 2021

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eva Yulian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

UKS

Haruskah Freya protes saat harus ada Yasmine diantara dirinya dengan Arjun sekarang? Tapi tidak ada yang dapat Freya lakukan, apalagi ini perintah langsung dari Papa Arjun agar Yasmine bekerja di perusahaannya. Dan Freya tau Arjun pun tidak dapat melakukan hal apapun untuk menentang Papanya.

Intensitas bertemu mereka akan semakin sering, dan Freya tidak mungkin bisa tenang.

Apalagi melihat tingkah Yasmine seperti ini pada Arjun.

Saat ini, mereka sedang berada di teras belakang. Freya duduk di kursi yang tersedia disana dekat coffee table, sementara Arjun duduk lesehan sambil membereskan pekerjaannya yang kemarin ia tinggalkan karena harus mengejar Freya.

Yasmine dengan menyebalkannya seolah menjadi malaikat penolong bagi Arjun untuk membantu pekerjaan pria itu.

Freya adalah yang paling bosa disana. Ia merasa menjadi obat nyamuk untuk Arjun dan Yasmine.

"Sayang, aku ...,"

"Arjun, coba periksa yang ini." Yasmine menyerahkan sebuah handout pada Arjun yang langsung diterima pria itu sembari sesekali melirik monitor laptopnya.

Freya mendesah, Arjun bahkan tak dapat mendengar dan mengidahkannya, Yasmine seolah sengaja mengalihkan fokus Arjun. Sepertinya Freya perlu bertepuk tangan sekarang.

"Arjun,"

"Arjun,"

"Arjun sedang bekerja!" Yasmine yang menyahut setengah menyentak. Membuat Arjun menoleh pada Freya.

"Iya, ada apa Sayang?"

"Aku pulang."

"Pekerjaanku sebentar lagi selesai, biar nanti aku antar."

Freya mendesah, melihat lembaran kertas yang berserakan disekitar Arjun, ia tidak yakin akan selesai dalam waktu dekat.

"Kamu lagi sibuk, aku pulang sendiri aja."

Freya beranjak dari duduknya, Arjun juga beranjak.

"Sayang, biar ku antar."

"Arjun, tadi skretaris kamu bilang, besok akan ada rapat besar. Kamu lupa? Ini materi untuk rapat. Sudah harus beres malam ini." Yasmine memperingatkan.

Arjun menoleh pada pekerjaannya yang memang menumpuk, dan Kajen juga sudah memberitahukannya jika ia ada rapat.

Tanpa menunggu respond Arjun, Freya berlalu begitu saja tanpa bisa Arjun cegah. Arjun mendesah, ia tidak dapat memilih antara Freya atau pekerjaannya, meskipun pada akhirnya ia akan tetap bertahan dengan tumpukan kertas itu daripada mengejar Freya.

"Arjun ...,"

"Cukup Yasmine, kamu sudah kelewat batas!"

"Apa?"

"Kamu bahkan meminta untuk bekerja diperusaahanku, apa maksud kamu?"

"Sederhana Arjun. Aku hanya ingin dekat dengan kamu."

"Tapi aku memiliki Freya dan aku mencintainya." Arjun menegaskan dengan penuh penekanan disetiap katanya.

"Aku tidak perduli, dan aku membutuhkan kamu!"

**

Freya berdiri di depan pintu apartement Agyan, ia tau Agyan tidak ada di dalam. Karena sudah beberapa kali ia menekan bel dan tidak ada respond apapun dari dalam.

Freya mendesah, bahkan ia juga tidak mengerti kenapa dirinya justru malah mencari Agyan. Satu hal yang Freya tau. Ia membutuhkan Agyan.

Freya merogoh ponsel yang berada disaku almamaternya, bahkan ia masih mengenakan seragam sekolah.

Tanpa keraguan sedikitpun, Freya menelpon Agyan. Tapi tidak ada respond diujung sana, berkali-kali Freya mencoba menghubunginya dan hasilnya tetap sama, Agyan mengabaikannya. Entah itu sengaja atau tidak.

Membuat Freya hanya mendesah pasrah dan akhirnya memilih untuk mengirimkan pesan saja pada Agyan. Terserah Agyan membalasnya atau tidak, yang penting pemuda itu membacanya, begitu yang ada dipikiran Freya.

Setelah beberapa saat, ia memilih untuk meninggalkan apartement Agyan dan berlalu ke arah apartementnya.

Ia juga membutuhkan istirahat sekarang.

**

Sementara Agyan di dalam kamarnya sibuk membaca sebuah buku fisika. Kacamata baca yang bertengger dimatanya mampu membuat siapa saja terpesona.

Beberapa kali ponselnya yang berdering mengganggu fokusnya, tapi Agyan memilih untuk tidak perduli, ia tidak ingin diganggu oleh siapapun. Termasuk jika Freya sekalipun yang menelponinya.

Untuk beberapa saat, setelah ponselnya cukup lama tidak berdering, Agyan beranjak. Melepas kacamata baca dan bukunya diatas meja belajar. Sementara ia melangkah ke arah tempat tidur dimana ponselnya ia letakan disana.

Mengambil ponsel dan hanya menatap display name yang menampilkan nama Freya disana. Agyan diam sebentar. kemudian membuka pesan dari Freya.

Adzana Freya^^

Where are you?

You know, I really need you.

And, miss you.

Night, Gyan.

Sleep well.

Agyan mendesah, membaca pesan dari Freya justru membuat perasaannya semakin kalut saja.

Atas dasar apa Freya mengirimnya pesan macam itu seolah Agyan adalah kekasihnya. Tentu saja Agyan tidak terima, sekalipun ia memiliki perasaan janggal dengan Freya, bukan berarti ia mau dijadikan interlude oleh gadis itu.

"Freya, you make me unable to sleep!" Agyan bergumam-gumam sendiri, kemudian menarik selimutnya, mengambil bantal dan menaruh itu diwajahnya, memilih untuk terlelap tidur.

Tubuhnya harus beristirahat, begitu juga hatinya.

**

Pagi ini, Freya sudah bersiap akan berangkat sekolah, orang service juga sudah mengantarkan mobilnya sehingga ia tidak perlu repot-repot menggunakan jasa taxi.

Baru Freya akan membuka pintu mobilnya, tiba tiba saja ekor matanaya menangkap dua orang yang sedang mengawasinya, Freya acuh dan lebih memilih masuk ke mobil.

Sejujurnya, sejak awal keluar dari rumah dan tinggal di apartement, Freya memang selalu merasa ada yang membuntutinya, entah saat ia bersama dengan Agyan atau tidak, sekalipun bersama dengan Arjun.

Baru Freya akan menghidupkan mesin mobil, denting ponsel berkali-kali yang menandakan adanya spam chat membuat ia urung menghidupkan mesin mobil, ia lebih memilih untuk membuka pesan lebih dulu.

"Mbak Nadien,"

Air muka Freya seketika saja berubah saat melihat isi pesan, beberapa buah foto yang diambil dari jarak jauh dan penuh kehati-hatian tampil dilayar ponsel Freya.

Freya hanya membalas pesan Mbak Nadien dengan ucapan terimakasih, sementara itu ia menelpon seseorang.

Dalam dering kedua, panggilannya tersambung.

"Selamat pagi, Om Heru." sapanya pada orang di ujung telpon.

"Selamat pagi, Freya. Ada apa, tidak biasanya kamu menelpon saya."

Heru, adalah Skretaris pribadi kepercayaan Warry yang menyelesaikan semua pekerjaannya dengan baik. Selain itu, ia juga ahli dalam bidang theknologi.

"Om, Freya mau minta tolong."

"Silahkan, jika bisa saya akan membantu."

"Tolong Om selidiki semua kegiatan Arjun saat berada di Jepang dan Paris. Siapa saja klien yang sering bertemu dengannya. Termasuk hotel yang dia tempati."

"Arjun Sagara?"

"Iya."

"Baik, akan saya laksanakan."

"Hanya itu, Frey?"

"Ada satu lagi?"

"Apa?"

Freya terdiam untuk beberapa saat. Ia masih mencoba menyusun diksi yang tepat untuk mengatakannya pada Heru. Setelah menghela nafas dan menghembuskannya melalui hidung dengan tenang, barulah ia berkata.

"Bilang sama Papi. Enggak perlu suruh bodyguard buat ngawasin Freya. Freya bakalan baik-baik aja."

"Freya, Papi kamu melakukan itu demi—"

"Demi kebaikan aku." Freya menyela dengan cepat.

"Tapi Freya jauh lebih merasa aman jika sendiri. Suruh bodyguard-bodyguard itu buat berhenti ikutin Freya."

"Makasih, Om."

Freya memutus sambungan. Kemudian menghidupkan mesin mobil dan berlalu meninggalkan basemant apartementnya. Mobil hitam yang selalu menguntitnya juga turut melaju dengan jarak aman dari mobil Freya.

Tapi cukup beberapa detik, Freya melihat mobil itu berhenti melaju dengan perlahan, kemudian benar-benar berhenti mengikutinya.

Freya tau, setidakperduli apapun Warry padanya. Dia tetap selalu mengkhawatirkannya, terutama dengan keselamatannya.

Tapi sungguh, Freya tidak suka diperlakukan seperti itu seolah dirinya adalah pewaris kerajaan yang membutuhkan 100% keamanan demi kelangsungan hidup rakyatnya nanti.

Freya tidak butuh.

***

Bel masuk sudah berbunyi saat Freya baru saja memasuki area sekolah. Ia memang bangun sedikit siang dan sedikkt terjebak macet saat di jalan tadi.

Begitu keluar dari mobil, ia bergegas menuju kelas agar tidak terlambat dan berakhir dengan mendapat hukuman.

Beruntung, saat di koridor ruang guru. Freya justru berpapasaan dengan Agyan, suasana cukup canggung rasanya saat Agyan tidak berekspresi apa-apa dengannya.

Padahal, pesan gila yang dikirimnya semalam sudah centang dua biru yang artinya Agyan sudah membaca pesannya.

"Hay,"

Freya tersenyum saat ternyata Agyan menyapanya, meski Freya melihat ada jarak diantara mereka.

"Woy, malah pada disini. Ayo masuk,"

Belum Freya membalaa sapaan Agyan, kemunculan Vina yang tiba-tiba dan langsung menggiring mereka ke kelas membuat tatapan Freya dan Agyan terputus.

Nampaknya gadis itu juga kesiangan, terlihat ia yang begitu buru-buru sambil merapihkan rambutnya. Sampai ketiganya berjalan menuju kelas, tak lama setelah mereka sampai, seorang guru masuk dan siap untuk mengajar.

"Selamat pagi," sapanya begitu menaruh buku paketnya diatas meja.

"Pagi Pak."

"Semuanya sudah masuk kelas?"

Vina mengedarkan pandangan sebelum akhirnya menyahut pertanyaan guru jika hanya ada satu siswa yang berhalangan hadir karena sakit. Setelahnya, guru menyuruh mengeluarkan buku kimia.

Pelajaran dimulai, sepanjang guru menjelaskan Agyan nampak fokus ke depan tanpa sedikitpun menoleh pada Freya disampingnya. Padahal, yang sudah Freya lalui selama ini, bahkan sebelum ia dan Agyan dekat, Agyan seringkali memperhatikannya saat sedang belajar, meski Freya tak pernah memperdulikan.

Lantas, kenapa semuanya seolah berbalik? Seolah Freya menempati posisi Agyan sekarang.

"Gyan,"

Freya mencolek lengan Agyan, tapi pemuda itu hanya menoleh dan memberikan ekspresi agar Freya tidak mengganggu fokusnya.

"Gyan."

"Frey, aku lagi belajar!" sahutnya pelan.

Freya mendesah, kemudian ia berdiri dari duduknya, membuat tatapan Pak Galih–Guru kimia yang sedang menerangkan pelajaran mengarah padanya.

"Ada apa Freya?"

Freya merubah raut wajahnya, tangannya memegang sebelah kepalanya dengan ekspresi meyakinkan.

"Pak, kepala saya sakit. Boleh ke UKS?"

Pak Galih diam sebentar, kemudian tatapannya sekarang mengarah pada Agyan, dan..... sesuai dengan apa yang Freya inginkan. "Agyan, kamu temani Freya ke UKS."

Agyan menatap Freya sebentar, kemudian berdiri dan menuntun Freya, yang pura-pura sakit itu untuk keluar dari kelas dan menuju UKS.

Lima menit berlalu setelah keduanya sampai di UKS, suasana hening yang terjadi sejak tadi cukup membuat Freya tidak tenang.

Hanya bau obat-obatan yang khas yang Freya rasakan, selebihnya adalah parfum Agyan yang berdiri dihadapannya dengan tangan terlipat di dada.

Sementara Freya duduk diatas bed dengan gelas berisi air putih ditangannya.

"Mau ngomong apa?" tanya Agyan yang cukup peka dengan Freya yang sengaja menjebaknya untuk ada disini.

"Enggak mau ngomong apa-apa. Cuma mau deket sama kamu aja." gadis itu menyahut lugas dengan santainya.

"Di kelas kita pake meja yang sama, kursi kita berdampingan Freya."

"Tapi kamu nggak pernah mau noleh ke aku!"

Agyan diam, jika itu ingin Freya untuk dekat dengannya, maka akan ia kabulkan. Agyan menurunkan lipatan tangannya didada. Kemudian menarik kursi dan mendudukinya. Tepat berhadapan dengan Freya yang duduk dengan tenang diatas bed.

Sekilas, Agyan dapat menangkap raut terkejut dari wajah Freya atas apa yang Agyan lakukan, tapi beberapa detik kemudian. Agyan melihat Freya yang asli, yang selalu nampak tenang dengan apapun yang terjadi.

"Gimana, udah deket?"

"Kurang deket!"

Agyan tersenyum miring dengan tatapannya yang ia alihkan dari Freya. Gadis dihadapannya memang tidaklah terduga.

Agyan berdiri, membuat Freya berada diposisi rendah karena posisi duduknya. Agyan menumpukan tangannya disisi kanan dan kiri Freya diatas bed, membuat tubuh gadis itu sedikit mundur karena wajahnya yang terlalu dekat dengan Agyan.

"Gimana sama sekarang?"

"Masih kurang deket?"

Untuk beberapa saat, Freya hanya terdiam. Ia benar-benar hanya terdiam sampai sensasi yang belum pernah ia rasakan semenjak kepulangan Arjun, dapat ia rasakan dari

Agyan.

TBC

Ini crazy up, btw aku akan up lagi setelah tembus 300like.

Sampai jumpa dipart berikutnya❤❤❤

1
☠☀💦Adnda🌽💫
ortunya Freya yg nggak setuju DECH kyknya 🤔
☠☀💦Adnda🌽💫
Gyan dewasa bngt y udah gitu mandiri
☠☀💦Adnda🌽💫
sama juga kyk papinya Gyan ,suka nyosor dadakan kyk soang 🤭☺️🤪💃
☠☀💦Adnda🌽💫
jangan ambekan kyk papi Andreas y agyan 🤭
☠☀💦Adnda🌽💫
anak nya p Andreas mirip bngt posesifnya ngatur " bngt dan cemburuan 🤪🤭
☠☀💦Adnda🌽💫
aturan pas LG nembak dipublikasikan Thor ,ko bisa y SMP 15x ditolak kita nggak ada yg tau 🤭🤪
☠☀💦Adnda🌽💫
agyan lebih rantis dari bpknya ,lebih bisa ngungkapin perasaan kecewek yg disayanginnya y🤭🤔
☠☀💦Adnda🌽💫
sedih y Gyan ,kamu pasti kuat dan bisa titisan p Andreas nggak boleh kalah semangat Gyan 💪💪
☠☀💦Adnda🌽💫
masih ttp romantis biar udah lama nikah bikin iri p Andreas dan gryc 🤭
☠☀💦Adnda🌽💫
untung agyan nggak selalu papy Andreas y 🤭
☠☀💦Adnda🌽💫
Arjun punya cewek LG ,pantesan Freya kyk nggak dianggap y 🤔
☠☀💦Adnda🌽💫
ish gombal bngt loe Gyan loe boleh nangis tapi dipundak gw 🤭🤭
☠☀💦Adnda🌽💫
mirip calon mantu mami gryc nih sama *,badernya 🤭🤪✌️
☠☀💦Adnda🌽💫
egois bngt p warry nggak mikirin kebahagiaan anaknya ,tpi mikiri burung prekututnya takut karatan kayaknya 🤭🤪✌️
☠☀💦Adnda🌽💫
masih tetep p Andreas idolaku biarpun udah punya bujang jg papinya lebih menggoda anaknya msh berondong 🤭🤪
delianti azalea
Luar biasa
Fina Fitriani
ceritanya bagus diawal... aku suka hingga pada episode ke 250 lebih ko rasa nya rada jengah dan terlalu berbelit2. trus pas episode ke 300 lebih makin greget dan bikin nangis Ampe ngalir trus ... ending nya bahagia...... love love buat othor nya.... walaupun rada berbelit2 tapi suka ma cerita nya.. nyes ke hati/Smile//Smile/
Resnawati Sitorus
anna mantan tunangan andreass yahhh... baru ingat season 1 ituu
Rindawaty Waty
mantap
sinarpelangi
aku blum baca sampai full tapi aku penasaran trus curiga kalok Freya adalah anak nya Ana mantan Andreas 😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!