Seorang gadis yang terjebak cinta satu malam bersama seorang pria asing.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bunda Qamariah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Oya?
Mendengar suara wanita berteriak dari luar pintunya, Braylee tak memperdulikan wanita itu. Ia tau siapa pemilik suara itu.
"BRAYLEE!!!" dengan perasaan marah Monica masuk ke dalam kamar tunangannya saat mendengar dari orang yang ia utus untuk mematai-matai Braylee, jika tunangannya itu sudah menikah dengan seorang janda.
Monica tak tau, jika sebenarnya Braylee tau jika ia mengutus orang untuk mengawasinya.
"Apa-apaan ini Braylee!! Bagaiman bisa kau menikah di saat aku tidak berada di sini? Aku butuh penjelasan darimu!!" Pekik Monica dengan amarah menggebu-gebu pada pria tampan di depannya.
Braylee tak menjawab Monica, ia berjalan mengambil kasut untuk putranya, kemudian berjongkok di depan Ronald. "Angkat kakimu," titah Braylee ingin memakaikan putranya kasut.
Monica tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini, seorang Braylee ingin memakaikan kasut untuk seorang bocah, yang ia perkirakan, pasti anak dari wanita janda yang baru saja Braylee nikahi itu.
"Apa yang kau lakukan Braylee!! Apa kau sudah gila?" Teriak Monica, tapi ia juga tak berani menghalangi pria dingin itu.
Braylee masih tetap diam dan mengabaikannya. Karena geram melihat tingkah Braylee, Monica menghampiri Riana dengan bola mata merah di selimuti amarah, ia tak peduli lagi dengan prilakunya yang manis dan lemah lembut selama ini di depan Braylee, akibat terlalu marah, ia merasa di khianati.
"PPEREMPUAN P*LAC*R!!! Berani sekali kau menikah dengan tunanganku!!" Mengangkat tangan ingin menarik rambut wanita di depannya.
TAK!
Riana menepis tangan Monica, sebelum tangannya mendarat di rambutnya. Membuat Monica benar-benar seperti ingin membunuh wanita di depannya, detik itu juga.
"Keluar Monica, siapa yang mengizinkanmu untuk masuk ke dalam kamarku," dingin Braylee mengusir Monica dari kamarnya.
Riana menelisik wajah Monica, ia merasa tak asing dengan wajah wanita di depannya itu. Bukankah wanita ini seorang model terkenal yang sangat di sukai oleh Lusy itu? Tunggu, jika itu benar, berarti ... Pria yang menikahiku ini, adalah MR X. Batin Riana mengalih pandangannya pada Braylee.
"Kau mengusirku Braylee? Dan kau membela j*lan* itu?" Menunjuk Riana.
"Ada apa ini ribut-ribut?" Tanya Cellin masuk ke dalam kamar putranya, saat ia mendengar calon menantu kesayangannya teriak-teriak seperti sedang marah dari dalam kamar Braylee.
"Mommy, lihat Mom, Braylee sudah menikah Mom, dan dia menikah dengan janda itu," lagi-lagi menunjuk Riana.
Cellin melihat ke arah wanita yang di tunjuk oleh Monica, ia melihat Riana dengan pandangan angkuh, memperhatikan penampilan wanita itu dari atas sampai bawah.
"Apa kau tau jika Braylee sudah bertunangan? Kenapa kau mau saja menikah dengannya?" Bertanya pada Riana.
"Maaf, seharusnya anda bertanya dulu dengan putra anda, apa saya ingin menikah dengannya, atau aku hanya di paksa olehnya," jawab Riana.
"Cih!! Mana ada wanita yang tak suka dengan kekayaan jangan sok munafik kamu!! Kau pasti yang memaksa Braylee untuk menikah denganmu, iyakan? Ngaku kamu j*lang!!" Monica menghina Riana. Sedangkan Braylee masih berdiri tenang melihat tingkah Monica.
"Oya? Benarkah seperti itu? Kalau begitu, anda sendiri tidak benar-benar mencintai tunangan anda, karena anda bertunangan dan ingin menikah dengannya, berdasarkan karena hartanya doang," jawab Riana menyindir Monica, awalnya ia tak ingin terlibat dengan tunangan suaminya itu, tapi melihat kesombongan wanita itu, ia merasa tertantang ingin melawannya.
Braylee menarik tipis satu sudut bibirnya, saat melihat Riana seperti menantang tunangannya yang angkuh itu.
"KAU!!!" Monica menunjuk wajah Riana.
"Keluar, kenapa kalian berdua masuk ke dalam kamarku hanya untuk membuat keributan saja,"
"Braylee, jelasin sama Mommy, apa semua ini Braylee, kenapa kau menikah dengan wanita miskin ini, katakan sama Mommy, kenapa?"
"Kenapa Mommy tidak tanyakan saja pada diri Mommy sendiri" jawab Braylee.