Dewo ceo berumur dua puluh sembilan tahun belum menikah sikapnya yang dingin di jodohkan dengan Ema wanita bar bar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa sangat cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lupa Cara Buka Mobil
Dewo dan Ane telah sampai di samping mobilnya Dewo setelah kakinya mereka berdua melangkah lalu dengan cepat Dewo membuka pintu mobilnya lalu masuk ke dalam mobilnya setelah itu dirinya menutup pintu mobilnya dan Dewo memasang sabuk pengaman lalu dirinya menoleh ke kursi sisi kemudi dirinya heran karena Ane belum duduk manis di sampingnya lalu Dewo menatap keluar jendela dan menemukan Ane yang masih tetap berdiri membuat Dewo ingin sekali menyeburkan Ane ke pohon namun Dewo tidak mau repot repot membopong Ane ke atas pohon dengan cepat Dewo membuka kaca mobilnya
"Mah ayo masuk" ucap Dewo sambil menatap ke arah Ane sementara Ane tersenyum menyeringai
"Dewo bukain pintu mobilnya" perintah Ane sambil membungkukkan badannya untuk menatap Dewo sedangkan Dewo mengernyitkan keningnya heran
"Mah aku ngga kunci pintu mobil dari dalam buka saja bisa koq atau mama belum bisa membuka pintu mobil ? tapi mama sering menyetir mobil cara buka pintunya sama kayak pas mama mengemudi mobil dan mama juga kadang ikut sama papa dan papa yang menyetir mobil cara buka pintunya sama" cerocos Dewo menatap ke Ane sementara Ane menggelengkan kepalanya saat akan berkata Dewo langsung berucap
"Mama lupa cara buka pintu mobil ? apa karena papa sering mesum ke mama sehingga mama ingatnya cuma mesum doang" cibir Dewo tanpa dosa sedangkan Ane membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga
"Mama tahu Dewo kalau pintunya ngga di kunci kamu bukain pintunya iya mama tahu cara buka pintu mobil karena mama sudah mahir menggunakan mobil dan mama sudah dari sebelum lahir sudah punya mobil mama ingat dan ngga lupa cara buka pintunya mobil tapi mama pengin di bukakan pintunya sama kamu apaan sih kamu walaupun papa sering mesum ke mama tapi otaknya mama ngga ketularan mesum kayak papa" teriak Ane dengan sangat keras hampir saja Dewo menginjak pedal gas dan pergi meninggalkan Ane namun Dewo tidak akan melakukan itu soalnya Dewo jamin akan mendengarkan teriakan yang lebih keras dan 24 jam non stop tanpa henti kalau Dewo melakukan itu dengan gerakan cepat Dewo membuka pintu tanpa turun dari mobilnya setelah pintu terbuka Ane masuk sambil menekuk wajahnya tak lupa Ane menutup pintu mobilnya
"Ayo jalan sekarang Dewo" perintah Ane setelah dirinya memasang sabuk pengaman ke tubuhnya sementara Dewo menatap sekilas ke arah Ane lalu mulai melaksanakan tugasnya tanpa protes walaupun satu hurufpun ke Ane sekarang Dewo mulai menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang
Aya berjalan dengan cepat ke arah almari pakaian miliknya Ema setelah ada di depan almari pakaian miliknya Ema dengan cepat Aya membuka pintu almarinya setelah itu Aya mencari semut untuk di goreng maksudnya mencari tikus untuk di hajar lebih tepatnya Aya mencari pakaian dan celana yang akan Ema pakai ke supermarket kedua matanya berselancar ke sana kemari mencari pakaian dan celana yang cocok untuk Ema setelah menemukan kedua barang tersebut Aya langsung mengambil kedua barang itu lalu tanpa perintah Ema mengambil ****** ***** dan bh karena dirinya yakin pasti Ema sangat membutuhkannya melihat tubuhnya Ema yang tadi basah kuyup dengan cepat tangannya Aya menutup pintu almari pakaian miliknya Ema setelah semua barang yang di butuhkan sudah tersedia lalu dirinya melangkah menuju ke ranjang miliknya Ema sambil membawa semua barang yang habis di ambil dari almari pakaian Ema
"Benar dugaan aku kalau Ema pasti pakai tepung terigu bukan pakai bedak yang di taburkan ke wajahnya aku sebenarnya ingin sekali tertawa melihat tingkahnya Ema tapi kalau aku ketawa nanti malah Ema dapat pahala karena bisa menghibur aku lebih tepatnya nanti Ema malah bakalan negosiasi sama aku supaya memakai tepung terigu tanpa mengganti dengan bedak" batin Aya sambil menerbitkan senyuman lebar di wajahnya saat ada di samping ranjang Aya langsung mendaratkan bokongnya di ranjang empuk miliknya Ema lalu semua barang yang habis di bawa langsung di lemparkan ke ranjang yang ada di sebelahnya
Setelah Ema berada di kamar mandi selama beberapa jam maksudnya selama beberapa puluh menit Ema keluar dari kamar mandi hanya di balut oleh handuk mandi yang tadi di bawa saat akan masuk ke dalam kamar mandi membuat Aya yang sedang menatap ke atap langit langsung menoleh ke Ema yang sedang berjalan ke arah almari pakaian miliknya
"Ema mama sudah siapkan pakaian dan celana buat kamu jadi kamu ngga perlu repot repot mencari pakaian dan celana yang akan di pakai" jelas Aya saat melihat Ema sudah ada di depan almari pakaian miliknya dengan tangan yang menempel di gagang pintu almari pakaian miliknya sementara Ema tersenyum devil
"Aku mau cari bh dan ****** ***** bukan cari pakaian dan celana" ketus Ema membuat Aya menahan tawanya yang hampir di ledakkan
"Ema mama sudah siapkan semua keperluan kamu termasuk bh dan ****** ***** kamu ayo pakai sekarang supaya kita berdua bisa cepat berangkat ke supermarket" tegas Aya sambil menunjuk dengan dagunya ke arah ranjang yang berserakan barang barang yang tadi di ambil lalu Ema mengikuti jejak dagunya Aya membuat Ema membelalakkan matanya sangat lebar melihat isi di ranjangnya
"Mama menyiapkan semuanya termasuk menyiapkan bh dan ****** ***** buat aku" ucap Ema masih belum percaya mamanya menyiapkan kedua barang itu sedangkan Aya menganggukkan kepalanya mantap
"Iya Ema buruan kamu pakai pakaian dan celana kamu supaya kita berdua bisa cepat shopping ke supermarket" tegas Aya sambil menaikkan jutaan oktaf suaranya membuat Ema tersadar dari kebengongannya
"Kalau mama ajak aku ke supermarket mama harus beli camilan yang banyak cuma buat aku" tantang Ema sambil tersenyum licik sedangkan Aya dengan cepat menganggukkan kepalanya mantap membuat Ema semakin bersemangat untuk berangkat ke supermarket bukan karena ingin menemani mamanya namun karena Ema ingin banyak mendapatkan camilan
Ema berjalan cepat bahkan dirinya sampai lari terbirit birit bukan karena mengejar ngejar maling namun Ema ingin secepatnya bersiap siap ke supermarket setelah sampai di samping ranjangnya Ema langsung mengambil bh lalu memakaikan di tubuhnya setelah itu Ema mengambil ****** ***** lalu memakai ke tubuhnya setelah itu Ema mencopot handuk yang menempel di tubuhnya membuat Aya menggeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah Ema lalu Aya berjalan ke arah meja riasnya Ema setelah itu Ema mengambil pakaian yang tergeletak di atas ranjang setelah berada di tangannya tanpa ragu Ema langsung memakai ke tubuhnya setelah itu Ema mengambil celana yang terdampar di ranjangnya lalu setelah tangannya mendapatkan celana buru buru Ema memakai ke tubuhnya membuat Ema tersenyum lebar
"Ayo mah kita berdua berangkat ke supermarket sekarang" ajak Ema sambil berjalan ke arah pintu sementara Aya dengan cepat memanggilnya
"Ema kamu belum pakai bedak dan belum menyisir rambut" tegur Aya membuat Ema mengeluarkan senyum masam
"Mah aku ngga usah pakai bedak dan tanpa menyisir rambut mukanya sudah cantik ngga ada tandingannya" tegas Ema mengeluarkan senyuman devil sementara Ema menepuk jidatnya sendiri
"Ema mama tahu kamu tetap cantik tapi nanti banyak orang yang menuduh kamu gila gara gara penampilan kamu yang seperti itu" ledek Aya sambil menatap rambutnya Ema sedangkan Ema mendelik ke Aya
"Mama siapa yang menuduh aku gila ? bakal aku tunjukkan kartu nama aku supaya tahu aku punya perusahaan dan aku banyak harta" tegas Ema dengan kobaran api yang menggebu gebu sementara Aya tersenyum tipis menanggapi omongan Ema
"Mama belum tahu siapa yang menuduh kamu gila soalnya mama belum pasang cctv" celetuk Aya membuat Ema menatap tajam Aya
"Aku saja yang memakai bedak sama menyisir rambut mah" usul Ema sambil berjalan cepat menuju ke Aya membuat Aya langsung menggelengkan kepalanya
"Ema mama yang memakaikan bedak dan menyisir rambutnya kamu soalnya mama jamin kalau kamu yang melakukan itu pasti kamu asal doang melakukannya karena ingin memijat handphone miliknya kamu" cibir Aya membuat Ema memutar bola matanya malas
"Terserah mama saja malahan aku senang kalau mama yang menyisir rambutnya aku soalnya aku bisa bebas berselancar pakai handphone miliknya aku" sombong Ema berharap mamanya berubah namun Ema harus menelan pil pahit karena Aya hanya menanggapinya dengan senyuman lebar dalam hati Aya kalau wajahnya di pakaikan make up memang bisa bebas bermain handphone wajahnya saja sedang di putar putar untuk di oleskan make up
Setelah beberapa detik melangkah Ema sampai di samping meja riasnya tanpa menunggu lama dirinya langsung menjatuhkan bokongnya ke kursi lalu Aya dengan cekatan mengambil bedak yang ada di atas meja setelah itu Aya bebas memoleskan bedak ke wajahnya Ema setelah bedak melekat sempurna sampai berpuluh puluh juta centi dengan cepat Aya meletakkan bedak tersebut ke tempat semula lalu Ema yang akan mengambil handphone di saku celananya langsung mengurungkan niatnya setelah Aya mengambil lipstik dan mengoleskan ke bibirnya setelah lipstik warna menyala melekat di bibirnya Ema dengan gesit Aya meletakkan lipstik ke atas meja membuat Ema tertawa dalam hati dan berniat mengambil handphone miliknya namun lagi dan lagi di urungkan setelah Aya mendapatkan blush on di tangannya lalu mengaplikasikan blush on di kedua pipinya Ema secara bergantian setelah itu Aya meletakkan blush on ke meja membuat Ema bernafas lega dirinya langsung berniat untuk mengambil handphone miliknya namun di urungkan lagi setelah melihat Aya memegang eye shadow di tangannya tanpa ragu Aya langsung mengoleskan eye shadow secara bergilir di atas kedua matanya Ema setelah eye shadow terparkir dan terpatri sempurna Aya meletakkan eye shadow ke tempat semula lalu dirinya mengambil pensil alis yang terdampar di meja membuat Ema berkali kali mengurungkan niatnya mengambil handphone miliknya setelah itu Aya menaburkan pensil alis di kedua alisnya Ema setelah itu Aya meletakkan pensil alis tersebut membuat Ema bernafas lega karena mengira bahwa dirinya mengambil handphone miliknya namun niatnya di urungkan setelah melihat Aya mengambil sisir dan mulai menyisir rambutnya Ema
"Mah aku dari tadi mau ambil handphone koq belum sempat gara gara mama mendadani aku kirain mama yang memakaikan bedak ke wajahnya aku dan menyisir rambutnya aku membuat aku bisa bebas menggunakan handphone miliknya aku malah membuat aku belum sempat memegang handphone dan kirain saat aku di sisir rambutnya oleh mama membuat aku bisa bebas berselancar pakai handphone miliknya aku sama saja aku belum sempat pakai handphone soalnya mama menarik narik rambutnya aku kalau rambutnya aku bisa menangis pasti sudah banjir ini tempat pantas mama tetap mau memakaikan bedak ke aku dan menyisir rambutnya aku supaya aku bisa menemani mama belum pakai handphone kalau gitu mending aku tadi memakai bedak sendiri dan menyisir rambutnya sendiri supaya aku bisa bebas menggunakan handphone miliknya aku" jelas Ema mengeluarkan apa yang ingin di katakan membuat Aya tersenyum lebar bukan karena mendengar ocehan Ema namun karena melihat gajah bertelur atau mungkin melihat semut berantem
"Ema sudah" jawab singkat Aya membuat Ema menatap tajam ke Aya
"Aku belum puas mengomel mah" ketus Ema sambil melipat kedua tangannya di dadanya sedangkan Aya tersenyum lebar sambil menatap Ema
"Ema maksudnya mama rambut kamu sudah selesai di sisir jadi sebaiknya kita berdua berangkat sekarang" ajak Aya sambil meletakkan sisir di meja sementara Ema langsung membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga
"Jadi mama bilang sudah itu bahas menyisir rambutnya aku ?" tanya Ema masih tak percaya dengan cepat Aya menganggukkan kepalanya mantap
"Ayo Ema berangkat sekarang biar mama ambilkan tas yang akan kamu bawa ke supermarket" usul Aya lalu berjalan dengan cepat ke almari tas miliknya Ema setelah berada di depan almari tas tangannya Aya langsung membuka pintu almari tasnya Ema lalu kedua matanya sibuk mencari tas yang sama dengan warna pakaian Ema beberapa menit kemudian Aya menemukan tas tersebut dengan cepat tangannya mengambil tas tersebut lalu Aya menutup pintu almari tas miliknya Ema setelah itu dirinya berkelana ke arah Ema dengan mempercepat langkah kakinya sementara Ema mematung di tempat
"Ini Ema tasnya" kata Aya sambil menyodorkan tas ke depan Ema membuat Ema membuyarkan lamunannya lalu beringsut berdiri sambil menerima tas yang di sodorkan oleh Aya
"Ayo mah berangkat sekarang" ajak Ema sambil menarik tangan Aya sementara Aya menggeleng gelengkan kepalanya
"Ema kamu belum pakai sepatu mama carikan dulu" kata Aya lalu melepaskan tangannya dari tangan Ema setelah itu Aya melangkah menuju ke almari sepatu miliknya Ema sementara Ema melihat ke arah kedua kakinya lalu dirinya menjatuhkan bokongnya ke kursi di depan meja riasnya sambil tersenyum masam