Anisa adalah gadis yang gendut dan juga pendek, beda jauh dengan sang adik yang bertubuh langsing serta berkulit putih.
siapa yang tidak tertarik bila melihat Arumi, bahkan mulut para tetangga juga tak segan mencemooh Anisa yang beda jauh dengan sang adik.
Hingga suatu hari Anisa di temukan tewas tergantung di dalam kamar, membuat seluruh keluarga menjadi berduka, namun mereka menutupi kematian Anisa yang gantung diri itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25. gigi siapa
Purnama menatap gigi yang baru saja dibawa oleh sang adik dan dia memperhatikan dengan seksama, itu bukan gigi Joko sehingga Purnama sangat yakin bahwa arwah itu pasti tidak sengaja menjatuhkan barang bukti seperti ini, kini mereka hanya tinggal mencari tahu siapa yang sudah menjadi arwah gentayangan itu dan sampai membunuh orang yang ada di desa pandan Arum.
Entah arwah itu memang berasal dari desa ini atau dari desa lain namun yang jelas dia sudah berani mencari masalah seperti ini sehingga mau tidak mau pernah harus turun tangan untuk menyelesaikan kasus tersebut, terlebih lagi yang meninggal itu adalah orang terdekat Purnama sehingga dia merasa perlu bertanggung jawab untuk mencari.
Tamrin dan Joko adalah orang yang baik dan selama ini sudah sering banyak membantu Purnama bila ratu ular sedang mendapat kasus serius, jadi ketika mereka berdua meninggal dunia maka ada rasa sedih juga di dalam hati Purnama ini dan dia bertekad untuk mencari tahu siapa yang sudah menjadi pelaku.
Padahal kalau ingat dengan tabiat Kopsah maka rasanya saat ini Purnama akan membiarkan saja ketika Tamrin meninggal dunia seperti itu, tapi dia sendiri menyadari bahwa Tamrin adalah pria yang baik dan selama ini selalu banyak membantu sehingga ada rasa tidak tega juga di dalam hati Purnama untuk membiarkan kasus tersebut berlalu begitu saja.
Mana ini sekarang ketika Arya sudah turun tangan untuk mencari tahu dan mereka mendapat bukti secara nyata, jadi memang jelas ada arwah yang sedang mencari masalah di desa ini dengan cara membunuh dua orang sekaligus tanpa perhitungan sama sekali, bahkan Purnama merasa sangat ditantang oleh arwah itu ketika dia telah membunuh orang terdekat dari Purnama.
Tidak bisa bila dia tetap diam saja seperti ini sehingga Purnama yakin bahwa dia akan segera mengurus sampai tuntas, terserah mau apa saja yang terjadi namun yang jelas dia akan mencari tahu dan kemudian memberikan hukuman setimpal kepada arwah yang sudah berlaku semena-mena kepada warga desa pandan Arum ini.
"Ini berarti gigi setan yang sudah membunuh Joko?" Arya menatap Purnama untuk memastikan terlebih dahulu.
"Ya, barangkali saja dia sudah tua sehingga gigi mudah copot." tebak Purnama.
"Eh bisa jadi dia mati karena sakit gigi seperti kekasih Novan dulu." Arya ingat dengan tragedi sepupu mereka.
"Nah jangan-jangan malah dia kembali lagi dan membuat teror!" Xiela juga ingat dengan kejadian seorang gadis yang terkena racun teluh gigi.
"Ah dia saja sudah musnah dan tidak bisa kembali karena kena tebas pedang oleh Aksara!" bantah Arya dengan sangat cepat.
Purnama masih diam saja karena dia berusaha menebak siapa sebenarnya yang sudah membuat teror seperti ini dan membuat dirinya juga menjadi pusing bukan main, bagaimana bisa desa yang semula anteng dan adem ayem malah sekarang mendadak ada tragedi seperti ini dan melibatkan dua orang warga yang kemudian meninggal dunia.
"Dia tidak mungkin bangkit lagi karena arwah dia saja sudah tidak ada di dunia ini kok, ini pasti ada arwah lain yang sengaja ingin membuat masalah." Purnama yakin dengan hal itu.
"Aku merasa seolah Dia sangat ingin menantang dirimu sehingga sampai membuat teror di desa kita sendiri." Arya yakin dengan hal itu.
"Atau dia hanya arwah abal-abal yang tidak paham dengan ratu ular." tebak Xiela.
"Ah mana mungkin tidak ada yang tahu dengan ratu ular karena selama ini nama dia sudah cetar membahana." bantah Arya karena dia juga sangat yakin dengan hal itu.
Xiela mengangguk pelan dengan ucapan Arya karena benar bahwa ratu ular sudah terkenal ke sana kemari dan bahkan selama ini tidak ada yang berani bila sudah mendengar nama Purnama, Kenapa ini mendadak saja ada arwah yang berani membuat onar di desa pandan Arum dan bahkan sampai menghabisi nyawa warga di sini sehingga mereka merasa bahwa itu adalah tantangan untuk ratu ular.
...****************...
"Kenapa Arumi tidur di rumah kita malam ini?" Matteo bertanya kepada sang istri.
"Dia sedang banyak pikiran seperti itu dan besok aku mau mengantar dia ke rumah Purnama." Vera menjawab dengan lembut.
"Loh kok mendadak saja sekarang memiliki urusan dengan Purnama, apa berhubungan dengan setan juga?!" Mateo agak kaget namun dia memang sudah tahu.
Vera terdiam karena tidak tahu mau menjawab apa atas pertanyaan dari sang suami, namun kalau dari masalah yang sedang terjadi pada Arumi maka jelas ini pasti berhubungan dengan sesuatu yang tak kasat mata dan kemungkinan itu bermula dari Anisa yang memilih untuk gantung diri.
"Anisa meninggal karena gantung diri dan bu Ningsih malah tidak mau menguburkan dia, beberapa hari mayat dia diletakkan di dalam freezer dan saat ini kata Arumi malah menghilang." Vera menceritakan kejadian itu kepada Matteo.
"Apa? kamu bukan sedang membohongi aku kan!" Matteo saja sampai tidak percaya dengan cerita Vera.
"Aku juga awalnya tidak percaya bahwa bu Ningsih bisa begitu kejam kepada Anisa, tapi ini sekarang malah mayat Anisa menghilang kata Arumi sehingga kami perlu meminta tolong kepada Purnama." jelas Vera kembali.
"Ya, kalau sudah seperti ini maka memang harus meminta pertolongan dari Purnama." Matteo juga setuju dengan hal itu.
"Besok aku dan Arumi akan mendatangi rumah purnama dan membicarakan masalah tersebut." ujar Vera kepada sang suami.
Matteo mengangkut pelan karena dia setuju dengan Vera bahwa mereka harus membicarakan masalah tersebut kepada Purnama, wanita itu pasti bisa mengatasi dengan sangat benar dan tidak terjadi masalah yang jauh lebih parah lagi ketika telah tiba di tangan Purnama nanti.
selamat siang semuanya, jangan lupa like dan komentar kalian buat cerita author Novita Jungkook ya.
ya berjuang lebih keras lagi memantaskan diri
Sekelas Kiara tentu butuh pendamping yang tangguh mental baja
jangan sedih go,ucapan dua setan bodoh itu harusnya jadi motifasi kamu buat tambah kekuatan dgn cara trs berlatih biar tambah kuat💪👍
Digo dibuat sedih atas ucapan zora dan koswara...
ga nyangka si pocong patah hati bs gelut jg👻
calon mantu pangeran ular itu,
ada yg datang ngk sich nolong Digo bisa mampus tu anak orang