NovelToon NovelToon
Cinta Beda Umur Juga Asik

Cinta Beda Umur Juga Asik

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ananda Anggit

Arabella yang di paksa bertunangan dengan anak sahabat ayahnya. saat dia tau bahwa yang jadi tunangan nya adalah orang yang dia sukai, maka Bela dengan senang hati menerima nya.


Arga seorang CEO muda yang mempunyai kekasih matre harus rela bertunangan dengan Arabella.

apakah kisah mereka bakal berjalan dengan mulus atau kandas di tengah jalan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ananda Anggit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 8.

SMA MAJU TERUS - 09:15, ISTIRAHAT PERTAMA

Teng teng.  Bel istirahat berbunyi.

"Bela ayo ke kantin... Bel.. ARABELLA."  Teriak Lula.

Bela yang sedang asik melamun langsung terkejut mendengar teriakan Lula.

" eh ayam copot" latah Bela. " anjiir kaget gue, biasa aja dong manggil nya. ngga budek gue." Omel Bela.

" HEH MARKONAH, GUE UDAH PANGGIL LO BERKALI-KALI. lo aja yang dari tadi bengong terus, lagi mikirin apa sih neng."

Mendengar teguran sahabat nya itu Bela kembali terdiam lagi.

" tuh kan, bengong lagi. Udah yo dari pada bengong terus kita ke kantin isi perut dulu baru deh enak buat cerita."  Mau ngga mau Lula menarik Bela.

Kantin... 

Lula dan Bela duduk di meja kantin yang kebetulan sekali dekat dengan warung nya mbak astuti.

" MBAK ASTUTI GUE BELI SEBLAK LEVEL 10." teriak Bela yang mengejutkan Lula dengan pesanan Bela.

"SIAP NENG" balas mbak astuti

" GIL* LO YANG BENER AJA BEL, NANTI DI PELAJARAN BU RATNA YANG ADA LO DIARE." seru Lula.

" bod* amat. Yang penting rasa sakit hati gue teralihkan."

" lo sakit hati kenapa? Emang siapa yang bikin sakit hati, lo punya pacar ya selama ini?. Tega banget ngga ngasih tau gue." Ambek Lula sambil melahap baksonya yang dia pesan.

" ngga anjirr, siapa juga yang pacaran."

" ya truuusssss."

Bela menghela nafas pelan. " gue patah hati denger pak Arga udah punya pasangan, hati gue terasa terpotek potek." Lesu Bela.

" tuhh kan benerr,Ngga mungkin orang seganteng pak Arga jomblo. Btw lo tau dari mana pak Arga udah punya gandengan?"

" Dari bastian." Ucap Bela, lalu tidak lama pesanan Bela datang. Seblak dengan warna merah yang membuat siapapun pasti menatap ngeri. " ANJIRR PEDES BANGETTTT. LA MINUM LA, HUHAHUHA."

Lula langsung nyodorin minum nya tapi pikiran Lula masih bertanya-tanya. -Bastian tau dari mana pak Arga punya cemceman-

-----

Di sisi lain Arga masih memikirkan Ratna yang benar-benar berubah.

Flashback on

Arga baru selesai mengajar karna sudah waktu nya jam istirahat, dia menuju ke ruangan nya. Sewaktu dia ingin melewati ruang BK, pas sekali Ratna keluar dari ruangan itu. Dan Arga ngga menyia-nyiakan kesempatan itu.

" Bu Ratna tunggu sebentar, ada yang ingin saya bicarakan."

Ratna menghela nafas kasar. " masuk"

Didalam ruang BK hanya ada Ratna dan Arga.

" kamu kenapa ngga bales pesan dari aku, kamu juga ngga pernah angkat telpon aku." To the point Arga

" aku udah muak sama kamu, jadi kita putus aja." Ucap Ratna dengan tegas tanpa ada penyesalan sedikit pun.

"P-putus kamu bilang? Hey beb tolong dengerin aku. Kalo aku ada salah bilang, biar aku bisa introspeksi diri dan aku janji ga bakal aku ulangin lagi." Arga langsung memegang tangan Ratna.

Ratna melepaskan tangan yang di gengam Arga. " maaf aku ngga bisa melanjutkan hubungan ini lagi. Jadi tolong pergi dari hidup ku dan jangan ganggu aku lagi."

Setelah berucap seperti itu Ratna langsung meninggalkan Arga.

Arga yang mendengar ucapan Ratna, bagaikan batu besar yang menghantam dadanya. Setelah itu hari-hari Arga merasa suram, setiap dia bertemu Ratna di sekolah.. Ratna selalu melengos seperti tidak mengenalinya.

Flashback off

Arga menghela nafas kasar, lalu dia bergegas membereskan barang- barangnya untuk bersiap pulang.

Setelah Arga keluar dari gerbang sekolah , dia melihat siswi yang dia kenal. " ko dia baru pulang." Gumam Arga sambil mendekati siswi itu dengan motor nya.

" Bela?" Panggil Arga

Orang yang di panggil pun menoleh.

" eh pak Arga" sapa Bela sambil cepat-cepat menghapus air mata nya.

" kamu kenapa? Ko nangis. Kenapa baru pulang, bukanya Bel pulang sudah sejam yang lalu? Ehh apa kamu di buli di sekolah?" Cerocos Arga.

Sebenarnya Arga orang yang cuek tentang masalah pribadi orang lain termasuk Ratna, tapi ngga tau kenapa Arga sangat ingin tau apa yang Bela alami, dia pun bingung dengan dirinya sendiri.

" eee... Ngga apa-apa pak. Tenang aja ngga ada yang berani buli saya hehe." Cengir Bela, yang tadi merasa sedih karna patah hati langsung hilang seketika melihat wajah Arga. Padahal dia patah hati ya karna Arga juga.

" ohhh..apa kamu nangis karna belom di jemput orang tua kamu?"

" pak yang bener aja anak SMA nangis karna ngga di jemput." Bela cemberut mendengar pertanyaan Arga.

Arga terkekeh melihat wajah Bela yang tambah menggemaskan kalo sedang cemberut.

" rumah kamu di mana? Mau bareng saya pulang nya?"

Bela yang mendengar tawaran itu pun langsung meng iya kan. " B-boleh pak, lumayan tumpangan geratis hehe" cengir Bela dan tidak tau malunya dia langsung naik di motor mio nya Arga.

Setelah Bela menaiki motor Arga, hampir semenit Arga tidak juga menjalankan motor nya.

" pak ko ngga jalan, bensinnya habis ya pak?" Dengan polos Bela bertanya.

Arga menghela nafas. " Arabella.. Saya tidak tahu alamat rumah kamu."

" Oalahh... Hahaha maaf pak saya lupa ngasih tahu bapak." Kekehan Bela sambil nepok nepok pundak Arga, yang di tepok hanya geleng-geleng kepala saja. - emang ngga sopan ya Bela..main nepok guru-

Setelah di beri tahu alamat rumah Bela, Arga mulai menjalankan motornya. Tidak pelan tidak kencang ... Biasa aja gituuu

Dari Awal perjalanan Bela tidak berhenti henti nya berceloteh, ada aja pertanyaan dari Bela dan dengan sabarnya Arga yang setipis tisupun menjawab alakadarnya. Arga seperti bapak yang mengajak anaknya jalan- jalan.

Di teras rumah, bunda sedang menyirami tanaman lalu melihat anaknya pulang dia bergegas membukakan pagarnya.

" baru pulang nak?" Tanya bunda sambil melirik lirik Arga yang bersama Bela.

" iya bun hehe.. Oh ya bun, ini kenalin guru Bela. Bela numpang nebeng tadi." Cengir Bela sambil salim ke bunda.

Arga yang melihat ibunya Bela keluar pun mau ngga mau ikut turun dari motor dan menyalaminya. " assalamu'alaikum bu saya guru nya Arabella, tadi di jalan saya melihat Bela jalan kaki makanya saya beri tumpangan."

" ohh ya ampun, terimakasih banyak ya pak maaf merepotkan." Senyum ramah bundanya Bela sambil menepuk pundak anaknya. " ihhh kamu ngerepotin aja kan biasanya juga naik ojek, kasian pak guru kalo rumah nya jauh gimna." Omel bunda pada Bela, Bela hanya cengengesan mendengar omelan sang bunda.

" ngga apa-apa bu, oh ya kalo begitu saya pamit dulu."

" ngga mampir dulu pak, mau minum dulu biar ngga haus." Tawar bunda

" tidak usah bu Terima kasih, saya pamit assalamu'alaikum." Arga langsung melajukan motor nya.

Setelah kepergian Arga Bela langsung ngelendotin bunda nya.

" bun gimana."  Tanya Bela dengan tiba-tiba.

" gimana apa nya."

" ituloh bun guru Bela yang tadi, ganteng kan." Bela tersenyum-senyum.

" iya ganteng, tapi masih gantengan ayahmu." Elak bunda sambil melanjutkan siram tanaman.

" ya ampuunn bucinyaa."

----

Di malam hari di rumah besar keluarga Arga terdengar rengekan dari Bastian.

" Bang ayolah bang, temenin gue sebentar aja. Ngga lama ko janji." Rengek Bastian.

Hanya di depan keluarganya Bastian menjadi manja dan murah senyum, kalo temen sekolahnya tau pasti dia habis di ejek teman-teman nya apalagi musuh bubuyutanya Galang, bisa heboh 1 dunia.

Arga yang lelah mendengar rengekan sepupunya itu langsung meng iyakan.

" ck.. Ywdah ayo. Awas kalo lama gue tinggalin di mall biar lu pulang sendiri."

" iya janji gue ngga akan lama." Hormat Bastian, dalam hatinya dia menyeringai.

Sesampainya di mall terbesar di Indonesia, Bastian langsung menyeret ke tempat lestoran makanan Jepang.

" lo dari tadi ngerengek cuma mau makanan Jepang?"

" sssttt diem.. Liat meja yang paling pojok."

Arga langsung menoleh dan betapa terkejutnya dia melihat Ratna sedang bermesraan dengan bapak-bapak yang mungkin sekitar 60-an.

"Ng-ngga mungkin, gue harus pastiin" Arga ingin menghampiri Ratna tapi di tahan oleh Bastian.

" jangan gegabah bang, ini tempat umum. Kalo lo bikin kegaduhan nanti yang ada lo malu sendiri, dah mending ikutin gue."

Bastian langsung menarik Arga ke meja yang hampir berdekatan dengan meja Ratna tapi dengan masih jarak aman dan tidak akan ketahuan.

" lo diem dan dengerin apa yang mereka obrolin." Titah Bastian.

Arga hanya menurut karna perasaanya sedang campur aduk.

Ratna : " maasss aku pengen tas baru, tas aku yang kemarin udah bosan." Suara Rengekan manja Ratna terdengar sampai ke meja Arga dan Bastian.

Arga menggeram dan Bastian mengumpat.

Pak tua: " iya sayang apa sih yang ngga buat kamu, tapi jangan lupa ya malam ini goyangannya harus lebih ngebor. Hahahaha"  sambil menyolek dagu Ratna

Ratna: " ihh maass genit deh, liat aja nanti aku bakal bikin kamu terkapar di kasur." Suara mendayu Ratna untuk menggoda mangsanya.

Pak tua: " aku tunggu sayang."

Arga berdiri dan ingin menghampiri Ratna tapi lagi- lagi dia di tahan Bastian.

" lepas Bas." Sentak Arga yang sudah wajahnya memerah karna emosi.

" anjiirr sabar bang, aelah sini lo." Bastian langsung menyeret Arga agar tidak terjadinya kerusuhan.

setelah pergi lumayan jauh dari restoran itu Arga langsung menyentak tarikan bastian. " LO MAUNYA APA SIH BANG***.  LO YANG NGAJAKIN KESINI KARNA LO MAU GUE LIAT INI KAN. TERUS KENAPA LO HALANGI GUE TERUS BUAT LABRAK TU ULAR."

" memang tujuan ngajak lo kesini biar lo liat dengan mata kepala lo sendiri kalo bu Ratna ngga sebaik yang lo kira." Santai Bastian sambil menyugar rambutnya. " gue kasian liat lo yang luntang lantung ngga jelas di sekolah. Itu usaha terakhir gue buat bikin lo sadar, tapi kalo lo masih Bulol ya terserah."

Arga tarik nafas untuk meredakan rasa amarahnya. " gue ngga minta bantuan lo." Ucap dingin Arga.

" memang, tapi gue mau bantu karna lo sepupu baik gue." Bastian terkekeh. " Ywdah pulang aja bang, apa lo mau balik lagi kesana? "

"Balik."

---

POV author: pasti terpotek potek nih hati Arga haha lagian batu di kasih tau orang tua. 

Kisah Arga dan Ratna pun kandas kalo Bela tau kayaknya dia bakal jingkrak- jingkrak deh.

1
Rafi Hafizh
👍
Ananda Anggit
😍💪💪
Rafi Hafizh
semangat author👍
Rafi Hafizh
semangat author.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!