menceritakan seorang gadis yang berprofesi sebagai dokter dan ilmuwan,meningal karena tertabrak mobil .namun ia malah terbangun ditubuh seorang putri lausiana,yang merupakan Putri dari seorang menteri kerajaan yang cantik.
tapi sebuah kesalahan yang ia lakukan mengakibatkan ia dianggap sampah.bahkan suami nya sendiri tak menganggapnya ada.
apakah ia akan kembali ke zamannya???
atau menetap dizaman kuno itu???
penasaran kelanjutan nya jangan lupa baca novel ku ya kak😁😅
SEASON 1 (PEMBALASAN PUTRI YANG TERBUANG(
SEASON 2 (Penjelajah waktu, Hidup dizaman Ajaib)
Ig: @Ara putri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ara putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
terjadi sendiri
Pagi ini ana bangunan dengan senyum manis diwajahnya,ia begitu bahagia, sehingga pelayanan yang melihatnya menjadi heran dengan tingkah nona nya.
ana tertawa sendiri mengingat kejadian semalam
flashback on
Setelah ana menukar minuman tersebut,ia berpura-pura menikmati minumannya.
begitu juga yang dilakukan oleh pangeran William,ia mulai melihat perubahan pada Jon, setelah bertukar minuman. setelah itu Ayana pun ikut minum.
Setelah berapa lama, mereka mulai hilang kendali. mereka berbicara tidak menentu,mengukapkan semua isi hati mereka.
" aku sangat membencinya,,aku akan memunuh semua yang menghalangi tujuan ku,,,,hanya aku yang pantas menjadi raja!!! kalian dengar hanya aku!!!" teriak pangeran Jon dengan tertawa jahat, tubuhnya mulai oleng
Berbeda dengan Ayana, setelah minum ia tidak bergerak seperti pangeran Jon,dia menangis dengan keras.
" aku membenci mu Ronal!!!! kau membuat aku hidup sebatang kara,,kau jahat!!! aku akan membuat menderita seperti yang ayahmu lakukan kepada keluargaku" setelah itu Ayana menangis sesenggukan
" dan kau ana,aku akan membunuhmu,aku membenci mu!! kau hanya pembawa sial bagiku" ucap Ayana lagi
Ana dan William yang melihat kejadian itu hanya bisa terdiam,ia tidak menyangka begitu besar dendam mereka. ana juga merasa sedikit sedih mendengar perkataan Ayana.
Setelah bosan mencurahkan isi hati mereka, keduanya jatuh pingsan,ana yang melihat merasa sedikit lega, ternyata bukan obat yang sama, yang ingin diberikan kepada Ronal. obat yang dicampur kan Ayana kini hanyalah obat yang bisa membuat orang pingsan dan mabuk saja.
" apa yang harus kita lakukan ana?? apa perlu kita buat seperti rencana mereka" tanya William
" tidak usah,mari kita pergi" ucap ana berlalu pergi,ia sudah puas Dengan melihat mereka memakan umpannya sendiri
" baiklah,,ayo kita lihat bagaimana reaksi mereka besok pagi" ucap William tersenyum
Akhirnya mereka mengutuskan untuk kembali kekediaman masing-masing.
flashback off
"ternyata kalian benar kejam, kalian akan menyesal" ucap ana yang masih teringat kejadian tadi malam
.
.
.
Berbeda dengan Ayana dan pangeran Jon, Ayana bangun melihat pangeran Jon tidur di sebelah nya,ia terkejut saat tangan Jon melilit pinggangnya.
" bangun bodoh,apa yang terjadi?? kenapa kau tidur di kamarku" teriak Ayana dengan marah
" apa??, tapi aku tidak ingat apa yang terjadi" ucap Jon polos
" astaga!!!! sepertinya minuman kita tertukar" jawab Ayana
sedang asik berbicara, tiba-tiba pintu kamar ayana didobrak oleh orang,mereka mulai merasa takut.
setelah lama pintu kamar terbuka dengan kencang, Ayana bisa melihat disana ada banyak orang, termasuk yang mulai raja, yang menahan kesal bercampur malu melihat tingkah anaknya.
" Jon!!!! apa yang kau lakukan dikamar putri Ayana??" teriak raja zordan dengan marah
" ayah kami tid,," belum selesai pangeran Jon berbicara raja zordan langsung memotong
" kau tidak perlu membela diri,, pengawal cepat seret mereka ke pengadilan istana" teriak raja lagi
Orang yang melihat hanya mampu terdiam, tidak berani membantah perkataan raja.merek tau apa bila raja sudah marah,jika membantah maka jangan harab melihat matahari lagi.
ana yang mendengar kabar tersebut hanya mampu terdiam, seingatnya ia tidak meletakkan mereka dikamar, setelah mereka pingsan,ana dan William memilih untuk meninggalkan mereka.
" ternyata mereka melakukannya sendiri,tanpa aku harus campur tangan" ucap ana
"apa nona mengatakan sesuatu" tanya Leni yang berada disebelah ana
" tidak, Leni persiapkan kuda,aku ingin mengunjungi pangeran William" perintah ana
" baik nona"
Akhirnya ana mengutus kan untuk menemui pangeran William,ia merasa bosan.
entah mengapa ia merindukan berdebat dengan Ronal,ia merasa itu sudah menjadi hiburan nya sendiri.