Pernikahan Adrian dan Hanin Kirana menginjak 5 tahun, tapi mereka belum juga dikaruniai anak, sementara mertua Hanin membencinya dengan masalah itu.
Adrian dan Hanin akhirnya bercerai, Hanin berusaha bangkit dari keterpurukannya dengan menata hidup lebih baik dan menjadikannya seorang pebisnis yang sukses.
Segala hal yang terjadi dalam hidupnya membuatnya lebih tegar, dan menciptakan kesan bahwa perempuan single bisa mandiri dan meraih kekayaan yang luar biasa.
Bagaimana kisah selanjutnya? , apakah Hanin tetap menjanda? atau menemukan pasangan hidupnya yang baru?
Yuuk kita ikuti ceritanya .....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yance 2631, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makan Siang
Salman tampak kagum dengan resto bernama Plataran itu, desain bangunan bergaya kolonial terlihat sangat klasik juga menu makanannya yang lengkap.
"Mau makan apa cantik?" tanya Salman dengan bahasa indonesia yang belum lancar. "iya kak, ini lagi lihat menunya.. "ujar Hanin sambil memilih menu di katalog.
Hanin tampak memilih chicken steak, kentang dan orange juice sedangkan Salman memilih T-bone steak, kentang dan orange juice.
Sambil makan siang, Hanin pun berkonsultasi dengan Salman tentang mobil yang baru dibelinya kemarin, "Sebenarnya aku beli mobil itu karena kebutuhan, aku bukan orang kaya kak, aku merintis dari nol, makanya aku belum bisa mengendarai mobil itu" ujar Hanin.
Salman pun mengangguk, ia diam-diam mengagumi kesederhanaan Hanin yang di matanya Hanin begitu anggun dan elegan.
"Han, apa setelah ini kita bisa pergi ke Mall, aku hanya ingin jalan sebentar.. takut kamu sibuk" ujar Salman sambil memotong steaknya.
"Oh, boleh kak.. it's okay, nanti kita ke Trans Mall ya kak, paling 30 menit dari sini" ujar Hanin sambil meminum orange juicenya.
Salman pun bahagia mendengarnya.
Selesai makan siang mereka pun menuju Trans Mall, setibanya di sana setelah di lobby mereka tampak melangkah masuk ke dalam Mall,
"Apa ada yang kak Salman mau beli di sini?" tanya Hanin. "Oh, nggak ada.. hanya sekedar jalan-jalan saja, tapi kalau ada yang menarik mungkin kita bisa lihat-lihat juga" ujar Salman sambil terus berjalan, dan orang-orang di sekitar memperhatikannya.
Salman terlihat sangat tampan dengan outfitnya seperti laki-laki arab pada umumnya, berjalan dengan Hanin yang juga sangat cantik.
"Mm, gimana orang-orang nggak nengok lihat kak Salman, kayak mimpi aku jalan sama pangeran arab, ya Allah betapa gantengnya kak Salman.." gumam Hanin dalam hati.
Hanin dan Salman terus berjalan berdampingan, dan langkah Salman berhenti di sebuah toko mas dan berlian bernama 'The Palace Jewelery',
"Han, masuk yuk aku mau lihat-lihat dulu.." ujar Salman, "kesini? cari apa kak?" tanya Hanin sambil terus berjalan masuk ke toko.
Salman tampak berbicara dengan salah seorang sales counter, "Mbak.. apa ada satu set perhiasan lengkap, kalung cincin giwang plus gelang kaki boleh yang rose gold atau white goldnya?" tanya Salman.
"Oh, ada pak kami lengkap.. "ujar sales counter tersebut kemudian mencarikan satu set perhiasan lengkap yang di maksud Salman, dan memberikan sebuah kotak besar yang indah.
Hanin mematung, melihat Salman dengan teliti memandangi perhiasan-perhiasan di depannya, "Kak Salman mau beli ini buat siapa ya?, pastinya ini mahal sekali dan berkelas "gumam Hanin, lalu memperhatikan Salman.
"Very nice!, mbak yang kotak ini saja.. 1 set lengkap" ujar Salman setelah melihat beberapa pilihannya.
"Semua ini rose gold kualitas terbaik include white goldnya juga pak, all set dari atas sampai pergelangan kaki, yang ini .. mmm .. totalnya 128 juta pak," ujar sales counter menjelaskan dengan rinci. Hanin mendengar itu cukup terkejut dengan harga 1 set perhiasan itu.
Salman pun mengangguk, lalu memberikan kartu Platinumnya. Setelah pembayaran selesai tampak sales counter memberikan paper bag cantik pada Salman.
"Yuk Han, aku sudah selesai.. kita mau kemana habis ini, atau kita pulang saja?" tanya Salman pada Hanin yang masih melihat katalog gambar perhiasan di The Palace Jewelery.
"Kita pulang aja kak" ujar Hanin, yang tidak suka menghamburkan waktunya. Salman pun mengangguk. Mereka pun pulang.
Selama dalam perjalanan di dalam mobil Hanin terus bergumam dalam hati, "Mm .. segitu banyak perhiasan kak Salman beli, mungkin buat pacarnya kali" gumam Hanin.
Beberapa saat sebelum sampai di ruko Hanin, "Han.. boleh aku mampir dulu sebentar duduk di ruang tamu, aku kok haus ya?" ujar Salman, Hanin hanya mengangguk, tak berapa lama mobil pun tiba di ruko.
Tiba di ruko, Hanin mempersilahkan Salman duduk di ruang tamunya dan meminta tolong pegawainya membuatkan orange juice dengan es yang banyak,
"Silahkan pak di minum" ujar pegawai Hanin. "Terima kasih" ujar Salman.
Hanin tampak memandang Salman yang sedang minum, "Mm masyaAllah.. ada ya ternyata laki-laki setampan ini, nyaris sempurna jadi gemas lihatnya" gumam Hanin, sambil tertawa kecil menunduk.
"Hanin, ... "ujar Salman pelan, sambil menatap wajah Hanin yang cantik di depannya.
"iya kak Salman.. "ujar Hanin merespon.
"Han, maukah kamu lebih dekat denganku.. aku.. aku sangat ingin memperistri kamu, terimalah ini sebagai tanda, aku ada niat baik ke kamu, aku serius" ujar Salman.
Hanin pun kaget setengah mati, secepat itukah Salman meminta dirinya untuk menjadi pasangannya? menjadi istrinya?
"Han, silahkan kamu sholat istikharoh dulu untuk memantapkan hati kamu untuk bisa menjawab niat baik aku ini.. aku sadar ini mungkin terlalu cepat" ujar Salman sambil menatap dalam mata Hanin. Hanin pun salah tingkah.
Hanin hanya mengangguk, pipinya berubah menjadi semu pink.
"iya kak Salman, aku akan meminta petunjuk dulu dan terima kasih kakak sudah ada niat baik untuk dekat denganku" ujar Hanin tertunduk, karena ia tidak kuat menatap mata Salman, senyum Salman.
"Alhamdulillah.. MasyaAllah, ini mohon di terima anggap ini sebagai tanda niat baik aku, semoga kamu suka, dan jika nanti sudah ada jawaban mungkin aku nggak akan lama meminang, menghitbah kamu dan kita segera menikah" ujar Salman dengan tegas.
Hanin pun menerima pemberian Salman yang menyerahkan paper bag perhiasan yang tadi dibelinya di Mall,
"Terima kasih ya kak, aku terima ini sebagai niat baik dari kakak, "ujar Hanin tersenyum, Hanin tidak kuat lama menahan tatapan mata Salman yang indah juga kumis dan jenggot kecoklatan Salman di hadapannya ini.
"Alhamdulillah .., ya sudah aku pulang dulu aku tunggu jawabanmu ya Han, terima kasih orange juicenya, ini manis sekali seperti kamu" ujar Salman tersenyum lalu berdiri.
Hanin mengangguk, ia merasa tubuhnya mendadak kecil saat bersama Salman yang tingginya 194 cm ini, dengan berat badan yang ideal, Salman berjalan keluar ruko dan Hanin menemaninya sampai ke mobil.
Setelah mobil yang membawa Salman pergi, hati Hanin berbunga-bunga ia tersenyum sendiri, lama, di teras lobby rukonya.
"Ehemm, ehem.. wiiih ada yang happy nih, wajah mbak bahagia sekali" ujar Amel menggodanya yang tiba-tiba muncul.
"Ahh, kamu ini Mel.. "Hanin tersenyum malu.
Hanin lalu berjalan meninggalkan Amel, terus melangkah menuju lantai 3 kamarnya. Setelah di kamar Hanin membuka paper bag pemberian Salman bertuliskan 'The Palace Jewelery',
"Mm, masyaAllah.. komplit sekali, dari giwang sampai gelang kaki ada, ini rose gold, ini white gold woww!, ini kan mahal, seingatku tadi ini kak Salman bayar 128 juta.. beli emas kok kayak beli cireng aja, uang kayak nggak ada serinya hihihi.." gumam Hanin, sambil tertawa kecil.
Hanin memperhatikan lagi satu persatu perhiasannya dan memantaskan dirinya di depan cermin, Hanin pun bersyukur dengan rejeki Allah yang di terimanya melalui Salman.. laki-laki timur tengah yang sekarang ada di hatinya.
****