NovelToon NovelToon
ASSASSIN CLAN

ASSASSIN CLAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Barat
Popularitas:27.5k
Nilai: 5
Nama Author: hendra dwi maulana

Bagaimana jika sihir itu benar-benar ada?

Apa yang akan kalian lakukan jika terdampar di sebuah tempat, yang memiliki segala jenis keanehan, bahaya, dan juga monster-monster yang memenuhi seluruh tempat tersebut.

Pasti kalian akan menggigil ketakutan, Kan? Namun hal itu tidak berlaku untuk pria yang yang satu ini.

Dia terlahir kembali dan menjadi salah satu penduduk dunia aneh tersebut, dengan segenap ingatan dari kehidupan sebelumnya.

Sebuah kehidupan kelam yang selalu dia miliki, kini akan berubah menjadi sebuah petualangan yang sangat berarti setelah dirinya terlahir kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hendra dwi maulana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEYAKINAN PARA ELF

"Maaf, tetua... Apa yang sebenarnya akan mereka lakukan?" Garhan memotong ucapan ketua suku.

"Jauh di dalam hutan milik kamu, ada satu tempat yang tidak memperbolehkan manusia masuk. Kami para elf bisa memasuki tempat tersebut karena energi yang terpancar di tempat tersebut sangat mirip dengan Mana milik kita," tetua menjelaskan, dibarengi dengan bungkamnya seluruh penduduk elf yang kini memasang telinga.

"Lalu? Kenapa anakku? Bukannya dia tidak memiliki mana seperti kalian?" Garhan masih belum mengerti.

"Garhan... Kami tahu jika dia tidak hanya memiliki satu jenis mana, kami para elf bisa merasakan mana menggunakan kulit kita, namun ketika mencoba mencari tahu kebenaran mana milik anakmu, yang kami temukan hanya Kazan merupakan sebuah perwujudan dari 'mana' itu sendiri," tetua menjelaskan.

Kazan bungkam, dia mengingat apa yang nenek peramal ucapkan di dalam sukunya. Dia merasa tertekan karena rahasia besar kini sudah terkuak di dalam satu suku yang sudah melindunginya.

"Jangan khawatirkan hal itu, dia juga anakku. Tanpa dia, kita tidak akan sadar, jika Bara mungkin merupakan kunci yang bisa membuka segel dari tempat suci milik kami," tetua memalingkan wajahnya.

Untuk sesaat tetua menoleh ke arah semua anggota sukunya, dia memasang tatapan yang begitu tegas, sebelum akhirnya berteriak, "Siapapun yang tidak mau mendapat sebuah resiko untuk melindungi kazan, silahkan Maju!"

Mendengar teriakan tersebut, semua penduduk elf yang bahkan masih berusia muda, tidak ada satupun yang bergeming dari tempat mereka terpaku.

"Lalu? Apa kalian siap mati demi menjaga rahasia tubuh anak baru kita?" Tetua suku bertanya dengan nada yang keras, namun melandai sembari menunduk.

"Siapapun yang takut boleh pergi, kalian bisa menetap di tempat lama kita dulu, dan siapapun yang ingin berjuang demi masa depan suku kita, lindungilah rahasia Kazan dengan hidup kalian," tertua kembali mengucap kalimat di tengah kerumunan kebisuan.

"Siapa yang mau menetap?" Tanya tetua masih tidak mendapat jawaban.

"Aku tanya sekali lagi! Siapapun yang akan menetap! Silahkan maju ke dapan wajahku!" Tetua suku berteriak begitu lantangnya.

Garhan dan Kazan tidak bisa membuka suara kala itu. Mereka hanya bungkam dan diselimuti delima, karena mereka tidak busa bertindak sama sekali.

Mereka tidak mungkin membantai para elf untuk menjaga rahasia, namun jika dibiarkan saja, tentu itu akan berbahaya untuk setiap anggota keluarganya.

Namun di tengah kekalutan yang dirasa, sepasang kaki kecil maju menuju tempat dimana tetua berdiri.

Dia berjongkok sembari menaruh sebelah lutut di atas tanah, kemudian menunduk sembari berkata, "Aku siap memberikan segalanya untuk saudaraku. Tanpa arahan darinya, kehidupanku tidak lebih baik daripada kematian itu sendiri."

Semua mata menoleh ke arah pemuda tersebut, mereka merubah ekspresi wajah mereka, kemudian mengikuti langkah yang sudah Bara lakukan sebelumnya.

Semua penduduk elf benar-benar setengah berlutut di depan tetua, kemudian secara serentak mengiris telapak tangan mereka, lalu membasuh wajah mereka menggunakan darah di telapak tangannya.

Semuanya melakukan hal yang sama, baik itu elf muda, hingga elf yang sudah tampak tua. Mereka melakukan sumpah darah yang terikat dengan mana, sehingga siapapun yang mengingkari akan berimbas kehilangan nyawa.

Melihat semua penduduknya sudah melakukan hal tersebut, tetua elf melakukan gerakan yang sama. Dia menutup kegiatan sumpah darah dan mana, hanya untuk sekedar memberikan kepercayaan kepada Garhan dan Kazan di depan mereka.

Kazan dan Garhan tidak bisa menjelaskan perasaan mereka. Senang, bahagia, haru, sedih da rasa tidak percaya benar-benar tercampur rata di dalam hati mereka.

Namun satu hal yang pasti, saat itu Kazan dan Garhan melompat ke samping tetua suku, kemudian mengiris telapak tangan mereka dan membasuh wajah dengan darah sembari berkata, "Akan aku lindungi kepercayaan kalian, dengan seluruh hidup kami."

Setelah sumpah serapah selesai dilakukan, mereka semua mengantar Kazan dan Bara untuk menuju tempat suci miliknya.

Tidak ada satupun elf yang tinggal di pemukiman, mereka serentak berjalan menuju tempat sakral, yang akan dimasuki oleh dua bocah harapan mereka.

Setelah sampai di depan sebuah goa, tetua duku memberi saran terakhirnya.

Dia mengacak kasar rambut Kazan dan Bara, sembari berkata, "Waktu di dalam dan di luar benar-benar berbeda. Lebih baik kalian cepat menyelesaikan ujian yang dia berikan, agak kami tidak menunggu terlalu lama."

"Berapa hari rata-rata kalian bisa menyelesaikan ujian di dalam?" tanya Kazan penasaran.

"Bekum ada yabg berhasil, kami semua keluar pada pintu ke tuju, sedangkan pintu ke delapan masih tertutup rapat," jawab tetua.

"Berapa hari untuk kalian sampai di pintu nomor tuju? Dan berapa jumlah pintu yang ada di dalam?" Garhan menimpali.

"Di dalam sana mungkin kita hanya menghabiskan waktu tujuh hari, namun ketika keluar, kita sudah menghabiskan tujuh minggu. Satu hari di dalam, sama saja dengan satu minggu di sini," jawab tetua kemudian menoleh ke arah Kazan, "Tidak ada yang tahu seberapa banyak pintu setelah pintu ke tujuh. Mungkin kalian berdua bisa membuka semua pintu yang ada di dalam tempat itu."

Kazan dan Bara langsung saling menatap, mereka saling mengumpulkan keberanian, sebelum akhirnya saling mengangguk untuk memberi isyarat siap.

Melihat kesiapan dua bocah di depannya, tetua suku dan Garahan hanya bisa membalas dengan anggukan, sedangkan semua anggota suku elf seketika bersorak, untuk mengantar keberangkatan dua bocah yang kini tengah masuk ke dalam tempat gelap di depan wajahnya.

Dalam beberapa detik saja, punggung Kazan dan Bara sepenuhnya menghilang dari pandangan semua orang.

Mereka bagai ditelan sebuah kegelapan, dan membawa tubuh mereka berpindah ke tempat yang tidak bisa dijangkau oleh indera mereka.

Sedangkan Kazan dan Bara benar-benar tersentak, setelah selangkah masuk ke dalam mulut goa, mereka justru berpindah ke tempat yang jauh dari bayangan mereka.

Sebuah gurun pasir membentang begitu luas di depan wajah mereka, dan tidak ada satupun benda selain pasir yang terlihat di sejauh mata memandang.

"Sebenarnya... Apa ujian yang harus kita lewati?" Kazan sedikit bingung, dan mencoba mencari jawaban dari teman elf nya.

"Disini kita harus membunuh satu ular raksasa, di dalam mulut ular tersebut, kita hanya perlu masuk ke dalam mulut ular untuk berpindah ke lantai dua," jawab Bara, dia mendapat informasi dari semua anggota suku, yang sudah pernah melewati ujian sebelumnya.

"Mereka berkata jika ular itu tidak kuat, namun ukuran badannya cukup menakut..., " Sambung bara, ucapannya terhenti, karena pasir yang tengah mereka pijaki tiba-tiba bergerak.

Lautan pasir benar-benar bergerak secara bersamaan, dan tempat luas tersebut kini terlihat bagai berombak di segala sisinya.

Tidak lama setelahnya, satu buah kepala ular raksasa menyembul dari dalam lautan pasir di bawah kaki mereka.

Tubuh Kazan dan Bara benar-benar terangkat, karena mereka berdiri tepat di atas kepala ular raksasa tersebut.

Ukurannya benar-benar gila, bahkan jika tubuh kazan dan Bara digabungkan, mereka hanya seukuran satu sisik miliknya saja.

Akankan mereka bisa mengalahkan ular raksasa tersebut?

Atau mereka hanya akan kembali setelah masuk ke dalam pintu nomor satu saja.

Bersambung ...

halo pembaca tersayang, kalian sehat-sehat saja,kan?

sebelumnya otor mau ngucapin maaf terlebih dahulu, karena mungkin episode selanjutnya bakal digarap setelah pihak aplikasi menerima pengajuan kontrak.

jadi mohon kesabarannya, ya... 😉

1
Arla
wah mas hen, masih menunggu lanjutan ceritanya nii, masih blm di acc pengajuan kontraknya yaak
Abdul Rojak
kayanya seru lanjut baca ah
Arla: wahhh kok gitu kak??? siapa yang garap kak?
total 2 replies
Kardinal
keren thor
Adi Rbg
siap!
faruq caem🙄
up up up
sᴀɴ ʜᴀғɪᴢ~
hebat Kazan punya kantong Doraemon 😆

aku mampir mas Thor..
LANANG MBELING
Oke akan di tunggu....
LANANG MBELING
Syukur.... sehat
LANANG MBELING
tidak masak, ontor akan jadi jahat sama 2 bocah unyu
LANANG MBELING
pasti bisa
Kaisar Naga
Hallo Bang
Satriani
siap kak hen,, semoga berhasil ya kak hen,,
aku tunggu ya kak di persimpangan sini,, kalo sudah sampai beri tanda ,,, wkwkwkwkwkwkwkwkkwkwkwkwkwkwkw
Satriani: kalo yang munculnya kak hen gapapa juga kok kaakk,,, gapapa banget malah.....
wkwkwkwkwkwkkwkw
hayuu laah kita ngopi 😅😅😂😂😂😂😂🏋️
total 2 replies
Siti Zubaidah
semangat onel,semoga cepet kotrak ya 💪
Hendra Dwi M: aminnnnnn
total 1 replies
Ojjo Gumunan, Getunan, Aleman
siiapp mas hend pokoke di tunggu klnjtn kazan bara
marimas🧃
semoga cepet d kontrak...aamiin..🤲
Hendra Dwi M: aminnnnn
total 1 replies
Adi Rbg
vote dah meluncur kang!
Hendra Dwi M: makasih banyak kang, semoga dimudahkan rejekinya 😁🙏
total 1 replies
Antonia Beti
yoowess semangat thorr 💪
cerita mu menarik, selalu buat penasaran. semoga secepat nya dikontrak novelnya ya thor 👍👍
Hendra Dwi M: aminnnnn, mohon doanya ya mbakyu
total 1 replies
Arla
bakal rindu niii,, semoga cepat diterima kontraknya mas author, ada rekomendasi novel yg bagus gak thor untuk bacaan sembari nunggu kazan kembali😁
Hendra Dwi M: aku jarang baca sekarang mba, lagi sibuk bgt, jadi ngga tau rekomendasi novel baru 😂
total 1 replies
Ojjo Gumunan, Getunan, Aleman
wuihh bener bener memanfaatkan waktu sela ya mas hend
kazan up lgii

mksh udah up
semangat
Ojjo Gumunan, Getunan, Aleman
manut tenan baraa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!