Di desa xixiang, seluruh penduduk tahu bahwa keluarga Zhao baru saja memungut seorang gadis kecil. Gadis itu berusia tiga tahun, berkulit putih dan bertubuh montok menggemaskan. semua orang berkata bahwa anak perempuan hanyalah beban merugikan. namun keluarga Zhao justru memperlakukan nya bagai permata berharga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Salsabila mbil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
Di atas gunung,
A Bao dan Jiang Ting diikat menjadi satu. Seorang pria menyeret mereka di depan dengan langkah pincang. Untungnya, pakaian mereka berdua cukup tebal sehingga kulit mereka tidak lecet.
Mulut mereka berdua di sumpal kain, sehingga mereka tidak bisa bersuara sama sekali.
A Bao menggenggam erat peluit bambu di tangannya. Tadi di pasar, saat ia menarik Jiang Ting untuk mengambil peluit itu, sebuah keranjang bambu besar tiba-tiba menutupi mereka berdua. Gerakannya sangat cepat, seolah sudah direncanakan sejak awal, dan mereka di tangkap tanpa perlawanan.
Untungnya, peluit bambu itu sempat ia raih, tetapi sebelum sempat ia tiup, mulutnya sudah di sumpal.
Setelah menyeret mereka sebentar, pria itu yang mungkin sudah lelah, tiba-tiba berhenti.
Begitu ia berhenti, Jiang Ting langsung merangkak mendekati A Bao, tapi sia-sia karena tangan dan kaki mereka berdua di terikat.
Tepat saat pria itu berhenti, A Bao membelalakkan matanya. Orang ini adalah Zhang tie yang waktu itu mencoba melemparkannya ke sungai.
Ia pincang karena kakinya dipatahkan oleh ayah tempo hari, pantas saja jalannya pincang.
"Zhao Heng si keparat itu! Beraninya dia mematahkan keturunan ku! Hari ini akan kubuat dia putus keturunan," kata Zhang tie sambil menoleh menatap kedua anak itu. Semakin lama ia melihat, semakin ia marah.
Ia selalu menginginkan seorang putra. Namun, terakhir kali istrinya melahirkan anak perempuan. Ia baru bersiap mencoba punya anak lagi, tetapi apa yang terjadi? Zhao Heng tidak hanya mematahkan kakinya, tetapi juga melukai alat vitalnya.
tanpa alat vital, jangankan punya anak laki-laki, ia tidak akan punya anak seumur hidupnya. Bagaimana mungkin ia tidak membenci Zhao Heng? Sebelumnya ia sudah membakar kebun buah keluarga Zhao, tetapi ia masih belum puas. Belakangan ia mendengar keluarga Zhao mengadopsi anak keluarga Jiang itu. Ia terus mencari kesempatan, dan hari ini kebetulan ia bertemu mereka.
A Bao tidak bisa menyembunyikan emosinya, matanya yang terbuka lebar menatap Zhang tie lekat-lekat, membuat Zhang tie merinding. Zhang tie teringat, terakhir kali di sekitar tempat ini, saat ia sedang menggali lubang, ia bertemu A Bao yang tiba-tiba muncul.
Agar tidak ada lagi kegagalan kali ini, ia harus segera menghabisi kedua anak ini.
Memikirkan hal ini, ia melangkah cepat mendekati kedua anak itu, lalu melihat tinju kecil A Bao yang terkepal erat.
"Apa yang kau pegang? Uang perak? Kudengar kalian menjual banyak barang di pasar hari ini," Zhang tie berjongkok di depan A Bao, mulai memaksa membuka tinju kecil A Bao dengan kasar.
Melihat Zhang tie menyentuh A Bao, Jiang Ting segera berguling ke arah A Bao, tetapi kekuatan orang dewasa dan anak kecil sangat jauh berbeda. Ditambah A Bao yang juga tidak punya tenaga, tangan A Bao nyaris terbuka, A Bao menggigit bibirnya sendiri hingga terluka. Namun karena mulutnya disumpal, ia tidak bisa mengeluarkan suara sama sekali. Zhang tie juga tidak punya belas kasihan. Untuk membuka tangan A Bao, ia langsung membuat pergelangan tangan A Bao terkilir.
Karena pergelangan tangannya sangat sakit,air mata A Bao menetes deras.
Tapi, itu adalah peluit bambu yang ayah berikan. Itu buat ayah untuk melindunginya, tidak boleh direbut oleh orang jahat.
Zhang tie bersusah payah mengorek apa yang di genggam A Bao. Setelah dibuka, ternyata isinya hanyalah sebuah peluit bambu kecil yang sudah rusak.
"Ku kira benda berharga apa, ternyata cuma sampah mainan anak kecil," maki Zhang tie dengan kesal. Lalu, ia melempar peluit bambu itu ke arah lereng gunung di bawah.
Melihat peluit bambu itu bergulir ke bawah lereng, A Bao yang menahan rasa Sakit di pergelangan tangannya, menggilingkan tubuh gemuknya ke arah lereng. Ia dan Jiang Ting di ikat menjadi satu tali, sehingga ketika ia berguling ke bawah lereng, Jiang Ting pun ikut terseret jauh.
"Dasar bodoh, kau sendiri yang cari mati, jangan salahkan aku," Zhang tie tidak mencegahnya. Karena lereng gunung itu sangat curam, jangankan anak kecil, orang dewasa saja jika jatuh pasti akan patah lengan atau kakinya.
Ia mencibir dan baru saja hendak pergi, ketika tiba-tiba terdengar suara gaduh dari bawah gunung. Ia menduga keluarga Zhao pasti sudah menyusul. Ia harus segera mencari jalan memutar untuk turun gunung agar tidak menimbulkan kecurigaan.
***
Setelah mencari ke seluruh pasar dan tidak menemukan mereka, keluarga Zhao segera memperluas area pencarian ke daerah sekitar.
Zhao Heng karena tidak bisa melihat,tidak bisa langsung berpartisipasi dalam pencarian. Namun emosinya perlahan tidak bisa di kendalikan lagi.
Ia bahkan tidak meminta bantuan kepada Zhao Xuan. Ia mengandalkan indra perasa nya sendiri dan berjalan menuju gunung. Zhao Xuan yang menyadarinya,segera berlari di depan untuk memimpin jalan. Sang ayah cemas dan sang anak merasa bersalah,mereka berdua meninggalkan Wang chunniang dan Lin Xiang jauh di belakang.
Begitu tiba di pinggiran hutan lebat, Zhao Heng mengangkat tangan ke mulutnya dan meniup beberapa kali. Tak lama kemudian, seekor serigala abu-abu berlari ke arah mereka. Serigala itu berlama-lama di sisi Zhao Heng sebentar,lalu dengan cepat berlari ke depan untuk memimpin jalan.
Setelah sekian setengah seperempat jam kemudian, Zhang tie yang sudah berhasil memutari jalan dan bersiap turun gunung, tiba-tiba menghentikan langkahnya.
Ia tumbuh besar di gunung sejak kecil. Ia tahu betul suara di sekelilingnya yang tiba-tiba sunyi senyap dan membuatnya merinding ini pasti menandakan kehadiran binatang buas.
Zhang tie menatap sekeliling dengan waspada. Ia memegangi kakinya yang masih terasa sakit dan bergumam pada dirinya sendiri,"siang bolong begini,seharusnya tidak ada binatang buas yang muncul."
Meskipun ia berkata begitu untuk menenangkan diri,bulu kuduk di lengannya sudah merinding tebal. Setelah menarik nafas sejenak,ia mulai lari dengan panik.
belum sempat lari dua langkah,ia mundur kembali, matanya terbelalak.
Ternyata ia sudah di kepung. Di sekelilingnya penuh dengan serigala. Sekelompok serigala mengelilinginya, menatapnya dengan ganas, seolah siap merobek dagingnya.
"Zhang tie,kau lagi! Kau bawa adikku kemana?" sepanjang satu jam ini, Zhao Xuan tenggelam dalam rasa bersalah karena pengawasannya kurang ketat. Sekarang ia melihat Zhang tie tetapi tidak melihat A Bao dan juga Jiang Ting, emosinya pun meledak.
Sebaliknya, Zhao Heng justru menjadi lebih tenang. Ia mengetuk tongkat di tangannya,lalu tertawa pelan,"jika putriku terluka sedikit hari ini,kau jangan harap bisa kembali hidup-hidup."
Begitu Zhao Heng selesai bicara, Zhang tie langsung jatuh terduduk di tanah. Sekelompok serigala di sekelilingnya perlahan mendekat. Tekanan hebat itu membuatnya bahkan tidak bisa bernapas.
" Serang" Zhao Heng menggerakkan tongkat yang ia genggam. Seketika, sekelompok serigala itu menyerbu ke arah Zhang tie dengan ganas.
Zhang tie terlalu ketakutan sampai tidak bisa bersuara. Di tengah kerumunan serigala, seekor anak serigala menggigit pergelangan kaki Zhang tie dengan kuat.
Zhang tie berteriak keras,tetapi tempat itu terlalu terpencil,teriakan nya tidak akan terdengar siapa pun.
" Masih tidak mau bicara?"Zhao Heng mencibir.
Zhang tie mana berani tidak bicara. Namun,baru saja ia membuka mulut,kawanan serigala yang tadinya diam tiba-tiba bergerak lagi. Anak serigala kecil itu sepertinya mendengar sesuatu. Ia menggesekkan tubuhnya ke kaki serigala dewasa,lalu meleset lari ke kiri. Setelah itu.... seekor serigala dewasa juga menyusul lari ke sana.
"Ayah... Sepertinya ada yang memanggil serigala.... Apa itu A Bao?"