NovelToon NovelToon
Kukira Cupu, Ternyata Suhu

Kukira Cupu, Ternyata Suhu

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Ketos / Cintamanis / Balas Dendam / Detektif / Chicklit / Tamat
Popularitas:873.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: Susanti 31

Visual Novel ini ada di akun Dedek, yuk follow
- Tiktok @Tanti
- Instagram @ Tantye005

Kika Naziah, gadis korban pembulian karena wajah dan penampilannya, membuatnya di gelar gadis buruk rupa. Suatu hari ia didatangi pria paruh baya yang menawarkan sebuah perkejaan dengan bayaran lumayan mengiurkan. Ingin terlepas dari jeratan Virgo Verdinan yang selalu membulinya tanpa pikir panjang Kika menerima tawaran itu.

Sejak saat itu kehidupan Kika berubah 180°, tak ada lagi Kika buruk rupa. Kini penampilannya sangat modis dan mempunyai wajah yang cantik.

Dirinya bertekad akan membalaskan dendam sakit hatinya pada Virgo suatu hari nanti.

Akankah Kika berhasil membalaskan dendamnya? Atau ia akan terjatuh dalam lubang yang sama untuk kedua kalinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susanti 31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menikah?

Pacaran dengan Virgo sungguh menyita wawtu Ziah begitu banyak, waktu yang seharusnya gadis itu gunakan untuk istirahat atau bermain dengan teman harus di habiskan hanya dengan Virgo seorang, bahkan bertemu Panji hanya di sekolah, di rumah jika sempat saat Ziah tidak lelah.

"Panji gue nyerah deh, Virgo tuh kayak anak kecil manja banget, gue risih," curhat Ziah. Kini keduanya berjalan dikoridor sekolah setelah dari kantin.

"Panji!"

"Hm."

"Panji!" bentak Ziah.

"Kenapa sayang?"

"Gue putusin Virgo ya, kayaknya dia juga udah bucin sama gue, buktinya manja banget," bujuk Ziah bergelayut manja pada Panji yang kini memasang pose Cool.

"Baru seminggu Zi, Virgo nggak bakal merasa kehilangan kalau cuma selama itu," jawab Panji.

"Kalau gue suka sama Virgo gimana? Dia baik banget sama gue, seminggu sama dia gue bahkan udah lupa kalau laki-laki itu pernah buli gue, Ji." jujur Ziah yang risih di deketin Virgo, tapi di sisi lain mulai ada rasa nyaman karena perhatian-perhatian kecil laki-laki itu.

Memang dasarnya Ziah gadis yang berhati baik dan lembut, mudah luluh jika ada orang yang bersikap baik padanya. Mungkin karena sejak kelas tiga SMP ia tidak mendapatkan kasih sayang dan berjuang sendiri.

Panji menelan salivanya kasar mendengar penuturan Ziah barusan, bagaimana jika benar gadis itu suka dengan Virgo? Lalu nasibnya bagimana? Ia tidak ingin kehilangan gadis yang ia cintai, gadis yang selama satu tahun lebih ia pantau.

"Baiklah, besok ajak Virgo bertemu, dan ajak dia putus dengan alasan sekolah," jawab Panji. "Nggak ... nggak ... jangan itu, bilang aja selama ini lo nggak suka sama dia. Tunggu, jangan itu ... bilang lo bosan dan punya pacar lain," ujar Panji kebingungan sendiri mencari opsi yang pantas.

"Panji kayaknya lo masih lapar deh, ngelantur gitu," protes Ziah membuang bekas minumannya ke tempat sampah.

Baru beberapa langkah, Ziah berhenti dan meneliti kedua tangannya kebingungan.

"Ponsel gue mana? Perasaan tadi gue pegang di ... ya ampun!" Ziah menepuk jidatnya berkali dan kembali ke tempat sampah, membuka tempat sampah penuh itu dan memasukkan tangannya.

Panji yang tidak mengerti apa-apa hanya bisa memerhatikan, detik berikutnya ia tertawa melihat wajah cemong Ziah juga sampah yang da di rambut gadis itu.

Sementara yang di tertawakan cemberut sembari memandangi ponselnya yang basah, kenapa pula ia mengira ponselnya adalah sampah.

Panji langsung merangkul pundak Ziah dan membawanya kekamar mandi, sebelum orang lain ikut menertawakan "Gemes banget sih tingkah lo, Zi. Nggak kebayang kalau kita pisah nanti,"

"Pisah? Lo mau kemana?"

"Entah, tapi kita nggak mungkin selalu bersama kan?"

"Tapi kalau nikah katanya bisa sama-sama," jawab Ziah yang tak ingin berpisah dengan Panji.

"Lo mau nikah sama gue?"

"Kita masih sekolah, Ji."

"Yaudah hari minggu aja mumpung libur," jawab Panji."

"Hari minggu emang libur tapi seninnya kan sekolah lagi Ji," jawabnya.

"Polos banget sih lo!" Semakin mengeratkan ranggkulannya membuat gadis itu tersedak.

Tak terasa bel pulang sekolah berbunyi semua siswa berhamburan keluar begitupun dengan Ziah dan Panji, berjalan beriringan saling mengenggam hingga langkah mereka terhenti saat tak sengaja melihat Virgo lewat jendela dari lantai dua.

"Selamat berjuang," ujar Panji menepuk pundak Ziah, rencana pulang bareng gagal lagi karena pawang gadis itu sudah berada di pagar.

Ziah menghela nafas panjang, berjalan menuruni satu persatu anak tangga, melewati koridor panjang hingga sampai di pagar sekolah, ia tersenyum ramah setelah sampai di depan Virgo.

"Udah lama ya?" tanya Ziah.

"Baru aja datang," jawab Virgo memperbaiki anak rambut Ziah yang menghalangi wajah cantiknya.

"Mau jalan-jalan dulu sebelum pulang kerumah? Kamu belum makan siang kan?"

"Belum." Ziah dengan pasrah berdiri, saat Virgo memasangkan helm di kepalanya.

Sebelum melanjutkan motor besar itu, Virgo menarik tangan Ziah agar memeluknya "Pegangan sayang," pintanya.

"Sayang!"

"Hm."

"Mau makan di mana?"

"Di pinggir jalan mau?" tanya Ziah.

"Apasih yang nggak buat kamu."

Sesuai permintaan gadis yang ia cintai, Virgo memilih makan siang di pinggir jalan. Laki-laki itu memarkirkan motornya di warung yang terlihat sepi, karena ingin menghabiskan waktu berdua saja.

Sebelum duduk, Virgo memesan makanan terlebih dahulu, lalu duduk di pojok bersama Ziah. Ia mengambil tisu lalu melap keringat di kening gadis itu.

"Keringat aja suka sama kamu, apa lagi aku." puji Virgo, membuat Ziah membeku, setiap hari senyuman laki-laki terlihat semakin manis.

"Pa ... maksud gue, Virgo, seandainya kita putus lo bakal sakit hati nggak?"

"Nggak ... karena kita nggak bakal putus, gue akan pertahanin lo apapun taruhannya," jawab Virgo membuat Ziah menelan salivanya kasar.

...****************...

Jangan lupa meninggalkan jejak😊

1
Qaisaa Nazarudin
Lha kok Om Alan gitu?? Maksudnya apa coba? Bikin pusing aku..🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Apa ada yg salah kalo mereka pacaran? Gak ada hubungan darah, fine2 aja menurut ku..malah lebih bagus Om Alan udah kenal banget dengan Panji juga Ziah,Jadi gak mungkinlah Panji jahatin Ziah.
Qaisaa Nazarudin
UNTUNG aja Virgo membiarkan Ziah bisa keluar dari apartment nya,Aku udah takut aja Virgo nekat ngurung/nyulik ziah saat udah terbongkar semuanya..ckk
Qaisaa Nazarudin
ALASAN konyol..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Pinter Ziah..👍👍👏👏
Qaisaa Nazarudin
BANGET om...
Qaisaa Nazarudin
Andai kamu tau cewek didepan mu itu adalah Kika,Cewek yg selalu kamu bully dan Hina,Gimana ya perasaan mu..
Qaisaa Nazarudin
Lumayan
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwk emang enak diperlakuin kasar kayak gitu..Rasain tuh..
Qaisaa Nazarudin
Saatnya Ziah beraksi depan Orang2 yg dulu meremehkannya..👏👏💪💪
Qaisaa Nazarudin
Tinggal sebumbung, selalu bertemu tanpa ikatan darah,Tidak menjamin salah satunya takkan mempunyai Rasa..
Qaisaa Nazarudin
ANGGOTA OSIS??? BUKANNYA ZIAH UDAH KELAS 12 YA?? kan kelas 12 udah gak boleh megang apa2 status sekolah..🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Tegakkan kepala mu,kalo kamu selalu menunduk saat berjalan dan berhadapan dengan orang-orang,makanya kamu suka jadi target bully..
Qaisaa Nazarudin
Perkenalannya Manggilnya PUTRI KU,ADEKNYA PANJI..Tapi kenapa masih manggil OM..
Qaisaa Nazarudin
Akhirnya terjawab sudah unek2 ku..
Qaisaa Nazarudin
Nah gitu dong Kika,Kalo kamu selalu takut2 kamu akan selalu di bully..
momi
Luar biasa
Sity Herfa
gitu donk di lawan /Chuckle//Grin/
Sity Herfa
Wah bakalan seru ni /Hey//Grin/
Lestari Endang
Kabuuuur
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!