Bryona Martinez, seorang gadis yang sangat tidak percaya diri dengan penampilannya, terutama bagian dadanya yang terlalu besar. Ia selalu diejek dan dilecehkan. Hal itu membuatnya menutup diri dengan memotong pendek rambutnya, serta membebat tubuhnya, sehingga ia akan terlihat seperti laki-laki bertubuh tambun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pansy Miracle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#21
“Kenapa kamu membiarkannya pergi?” teriak Leticia dengan marah kepada manager pemasaran.
“Maaf Nona Leti. Saya tidak bisa melarang Tuan Nic ataupun Tuan Theo untuk tetap tinggal. Itu merupakan hak mereka, kapan mereka akan pergi, kapan mereka ingin tinggal,” jelas sang manager pemasaran.
“Dasar bodoh!! Aku hanya meminta itu saja kerja kalian sudah tidak becus. Sudah!! Aku tidak mau pemotretan lagi hari ini, aku tidak mood!” Leticia segwra pergi meninggalkan lokasi pemotretan, membuat seluruh kru berdecak kesal karena mereka belum mendapatkan hasil apa-apa. Sementara itu sang manager pemasaran hanya bisa mengacak-acak rambutnya karena tenggat waktu tinggal sedikit lagi.
Di lokasi yang lain,
Nic memasukkan kedua tangannya di dalam saku celana sambil memperhatikan proses pengambilan gambar yang dilakukan oleh Freya. Ia melihat wanita yang ia cari tengah menjadi model produk kecantikan terbaru yang diluncurkan oleh AR Group.
Ia berkali-kali melihat Freya yang sepertinya kurang puas dengan hasil foto dan juga videonya. Nic pun akhirnya berjalan mendekat.
“Kamu mau ke mana, Nic?” tanya Theo, sementara Nic tetap berjalan tanpa menjawab pertanyaan Theo.
“Nona Freya,” sapa Nic, membuat Freya dan juga Bryona kaget karena kehadiran Nic di sana. Tiba-tiba saja mata Freya kembali bersinar saat melihat kedatangan Nic dan itu disadari oleh Bryona maupun Theo.
“Tuan Nic, anda di sini?”
“Ya, saya adalah perwakilan dari G-Corp yang akan mengawasi jalannya peluncuran produk ini,” jawab Nic sambil matanya sedikit melirik ke arah Bryona.
“Sepertinya anda mengalami masalah?” tanya Nic lagi.
Freya tampak berpikir, kemudian ia segera mengutarakan apa yang ada dalam pikirannya, “Apa anda mau membantu saya?”
“Maksudnya?”
“Apa anda mau menjadi pasangan Scarlett dalam pengambilan gambar kali ini? Dari tadi saya mengambil gambar, tapi terasa ada yang kurang. Scarlett sudah sangat cantik, tapi ….”
“Baiklah,” jawab Nic langsung tanpa berpikir lagi, “Apa yang harus kulakukan?”
Wajah Freya kembali bersinar ketika Nic menyetujui keinginannya. Ia langsung mendekatkan diri pada Nic dan Bryona, kemudian menerangkan konsep foto yang ia inginkan. Jantung Bryona terasa berdetak begitu cepat ketika berada dekat dengan Nic, begitu pula dengan Nic.
Ya Tuhan, mudah-mudahan Tuan Nic tidak mengenaliku lagi. - batin Bryona.
Aku yakin aku tidak belok, buktinya jantungku masih berdegup kencang saat bersamanya. - batin Nic.
Setelah dilakukan pengarahan oleh Freya, Bryona mulai mengambil posisi, begitu pula dengan Nic. Bryona akan berjalan di padang rumput sambil membawa topinya. Ketika topi itu terbang, tampaklah kecantikan Bryona yang telah menggunakan spring liptint. Di adegan terakhir, Nic akan berjalan mendekati Bryona dan mereka saling bertatapan.
Ketika manik mata mereka saling bertemu, debaran jantung terasa begitu kencang bagi keduanya. Jika Freya tidak berteriak, mungkin Nic akan mncium bibir berwarna pink yang begitu dekat dengan wajahnya.
Cuttt!!!
Pengambilan gambar dan video telah berakhir. Freya begitu puas dengan hasilnya. Ia memperhatikan hasil fotonya langsung dari kamera yang ia pegang. Senyum tak lepas dari wajahnya ketika melihat hasilnya.
“Bagaimana?” tanya Nic.
“Lihatlah,” Freya memberikan kameranya pada Nic. Di situ Nic juga tersenyum.
Melihat keduanya tersenyum, terlihat sangat bahagia. Ada sesuatu yang terasa sakit di hati Bryona, ketika Nic tersenyum pada wanita lain. Namun, ia harus menepis semua itu. Ia sudah pernah berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia akan memberikan apapun yang Freya inginkan, sebagai balas budi atas semua yang Freya berika padanya.
“Nic, cepatlah. Kita harus memberikan laporan pada Uncle,” ntah mengapa Theo tidak suka melihat kedekatan antara Nic dengan Freya. Kalau saja ia membawa mobil sendiri tadi, mungkin ia sudah pulang dari sana sedari tadi.
“Sebentar, Te. Aku sedang memeriksa ini. Kemarilah, kamu juga harus melihatnya,” kata Nic.
“Tidak, aku sudah tahu. Bagaimanapun hasilnya, pasti ia yang akan terpilih karena ia putri dari Tuan Rodriguez,” perkataan Theo membuat Freya menarik nafas panjang. Ia ingin sekali melempar Theo dengan kamera yang sedang ia pegang, namun ia lebih sayang dengan kameranya daripada wajah Theo. Jadi ia lebih memilih untuk diam.
“Hasilnya sangat bagus, aku menyukainya. Tapi akan lebih baik jika kamu tambahkan sedikit efek cahaya di sini saat proses editing nanti,” saran Nic.
“Wahh sepertinya kamu suka dengan dunia fotorafi juga Tuan Nic.”
“Tentu saja. Aku bahkan membuka sebuah studio foto di Kota Campeche.”
Deggg …
Ucapan Nic membuat jantung Bryona kembali berdetak cepat. Sampai saat ini ia belum pernah mengatakan pada Freya bahwa atasannya di tempat studio adalah Nic. Ia tak ingin Freya menganggap dirinya menipu ataupun ingin mengambil apa yang ia sukai.
“Ouuu, apa sekarang masih?” tanya Freya.
“Tidak. Aku terpaksa menutupnya untuk sementara waktu ini, karena aku baru saja kehilangan asisten tang biasa membantuku.”
“Itu berarti kamu sangat bergantung sekali pada asistenmu itu,” tiba-tiba saja Freya melihat ke arah Bryona dan membuat Bryona menundukkan kepala. Ia seakan tak berani memperlihatkan wajahnya.
“Nic!!” Theo sudah mulai tidak sabaran, “kalau kamu tidak mau pulang sekarang, aku akan pulang sendiri.”
Theo akhirnya berjalan ke arah mobil dan meninggalkannya. Melihat itu, Nic langsung berpamitan pada Freya dan Bryona, kemudian mengejar Theo.
Sambil berlari, Nic masih sempat memutar sedikit tubuhnya. Bryona yang saat itu melihat ke arah Nic, matanya membulat ketika melihat Nic mengerlingkan mata ke arahnya, membuat jantungnya kembali tak karuan.
**
Sepanjang perjalanan, Freya hanya terdiam sambil terus memperhatikan tablet miliknya. Ia menggeser, kemudian menekan beberapa tombol beberapa kali. Kadang ia tersenyum, kadang cemberut. Hal itu membuat Bryona tak bisa membaca suasana hati Freya saat ini.
Bryona kembali menatap jendela, ke arah jalanan yang mereka lewati. Pikirannya kembali kepada Nic, kemudian beralih kepada Freya.
Aku salah jika menyukai Tuan Nic. Aku tidak boleh menyukainya. Frey, maafkan aku … maaf karena belum jujur padamu. Tapi, aku akan mencari cara untuk mendekatkanmu dengan Tuan Nic. Mungkin aku bisa meminta bantuan pada Tuan Theo. - batin Bryona.
Saat mereka kembali ke kediaman Rodriguez, Freya langsunh masuk ke dalam kamar, begitu pula Bryona. Bryona merasa sikap Freya sedikit berubah padanya. Ia hanya bisa melihat saat punggung Freya pergi menjauhinya. Ia sangat sedih ketika satu-satunya sahabat yang ia miliki, bersikap cuek padanya.
Namun, ia akan membiarkan Freya untuk menenangkan pikirannya dulu malam ini. Besok, Bryona berjanji akan menceritakan semuanya pada Freya. Ia juga akan mengatakan pada Freya bahwa ia akan mendukung hubungan Freya dengan Tuan Nic.
🌹🌹🌹
Terima kasih kakak semua sudah menyempatkan membaca novel Pansy yang masih jauhhhhhhhh dari sempurna ini. Namun, dengan semua dukungan berupa like, comment, fave, selalu membuat Pansy untuk semangat melanjutkan ceritanya. Thank you and Luv u all 😘
lihatlah luna hancur leticia hancur dengan sendirinya dan si thomas jadi berengsek karna ketamakannya juga.
kemakan omongan sorangan.
akhirnya m-tec kembali pada pemilik nya.
akhirnya nic di maafkan.