Please para pembaca tercinta, untuk tidak dibomlike!. Like 3 chapter sehari saja, mohon hargai karya saya ya. Terimakasih.. 😊
Lisia seorang wanita kantor pengila kerjaan, berusia 22 tahun dan masih jomblo sampai sekarang. Menyukai novel romantis sampai mengoleksi berbagai novel dengan judul yang berbeda-beda.
Saking tergila gilanya ia terhadap novel, lisia juga menghayalkan karakter di novel seolah mereka nyata baginya.
Suatu hari saat pulang kantor Lisia langsung tertidur dan begitu membuka matanya ia sudah ada ditengah hutan.
lalu... Keterlibatan dengan para tokoh novel yang sangat lisia sukai pun dimulai.
siapa kah yang harus lisia pilih, diantara mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Redblack, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 18 Keputusan Lisia
Chapter sebenarnya.
Setelah Lisia pergi bersama Ezra dihadapan Kyler, beberapa menit kemudian Kerajaan Magixion mundur dan pergi meninggalkan kerajaan Wishangle. Dengan perasaan sedih karna Lisia telah pergi, membuat Ivan dan David tidak bisa berbuat apapun terhadap Kyler yang terduduk diam dilantai.
🌺🌺🌺🌺🌺
Lalu didepan pintu kamar Lisia, dibelakang Ivan, David dan Kyler muncul seseorang yang membuat mereka terkejut.
"Kenapa anda duduk dilantai begitu? "
Ivan David terkejut dan melihat kebelakang yang ternyata adalah Lisia, dengan tidak percaya David dan Ivan lalu berlari kearah Lisia dan bertanya tanya.
"Dewi! kenapa anda bisa ada disini? , padahal anda kan sudah dibawa oleh Pihak Kerajaan Magixion"ucap David yang terkejut.
Lisia lalu menceritakan alasnya kembali lagi kekerajaan Wishangle pada David dan Ivan .
Flashback
Saat Lisia yang sedang berfikir cara untuk menyelamatkan tokoh jahat yang Lisia sukai, tiba-tiba saja Ezra muncul dibalkon kamar.
"Lisia! "
Saat Ezra yang ingin masuk kedalam, Lisia menghentikan Ezra,"Tunggu Ezra! Kyler telah memasng sihir didalam kamar ini"ucap Lisia.
Ezra lalu menghancurkan sihir tersebut dengan mudahnya karna Ezra memiliki kekuatan kegelapan sama seperti Kyler. Setelah sihir menghilang Ezra lalu masuk dan mendekati Lisia.
"Apa anda baik baik saja? "tanya Ezra yang mengkhawatirkan Lisia.
"Saya baik baik saja "ucap Lisia.
".... Kalau begitu kita harus bergegas "ucap Ezra yang sedang menyiapkan sihir perpindahan.
"Apa?! "
"Saat ini Adelio beserta pasukan Kerajaan Magixion sedang ada diluar Kerajaan Wishangle, untuk mengalihkan perhatian Kyler agar saya bisa menyelamatkan anda"
"Sebelum Kyler menyadari saya tidak ada disana, kita harus pergi sekarang juga"ucap Ezra yang memegang tangan Lisia .
Saat Lisia dan Ezra ingin pergi, Kyler yang tiba-tiba datang dalam keadaan terluka membuat Lisia kaget. Lalu ketika Kyler berlari kearah Lisia untuk mengapainya , Lisia dan Ezra sudah berpindah tempat diruang singgasana milik Adelio .
Lisia yang merasa aneh membuat keputusan dan ingin melakukan hal yang seharusnya ia lakukan sejak awal, yaitu tidak terikat dengan dunia novel yang harus memilih salah satu dari mereka. Tetapi merekalah yang harus mendapatkan hati Lisia mulai sekarang.
"Ezra! Saya akan kembali Kekerajaan Wishangle"ucap Lisia dengan ekspresi serius.
"Tunggu! Apa? "Kaget. "Apa maksud anda Lisia? Kenapa anda ingin kembali lagi Kekerajaan Wishangle?"ucap Ezra.
"Ezra! Saya sudah tau jika kalian berusaha bersikap baik untuk bisa terpilih oleh saya bukan? Kebaikan yang kalian berikan untuk membuat saya yakin jika kalian layak mendapatkan kristal pelangi dari Diana, "
"Jika saya memilih salah satu dari kalian maka Diana akan kembali dan akan memberikan kristal pelangi pada orang yang saya pilih, "
"Maaf Ezra jika saya sedikit egois. Tapi saya tidak akan memilih siapapun diantara kalian selama saya merasa diantara kalian berlima ada yang benar benar pantas mendapatkan nya kristal pelangi, "
"Karna itu sebagai seorang dewi hutan saya akan melakukan yang ingin saya lakukan sekarang. Saya tidak ingin terikat oleh siapapun dan ingin bebas, jika kalian ingin terpilih oleh saya maka kalianlah yang harus berusaha mulai sekarang, "ucap Lisia dengan tegas.
Mendengar perkataan Lisia membuat Ezra kaget dan merasa bersalah kepada Lisia, dan membuat Lisia berfikir bahwa selama ini dirinya hanya dimaanfaatkan untuk bisa mendapatkan kristal pelangi.
...*****...
"Begitu ya, sepertinya dimata anda saya sudah berbuat buruk, tapi saya akan berusaha terlihat baik mulai sekarang. Karna saya benar benar tulus pada anda dewi Lisia, "ucap Ezra yang mengecup punggung tangan Lisia.
"Saya akan melihatnya mulai dari sekarang, "ucap Lisia sambil terseyum.
"Jadi apa alasan anda ingin kembali Kekerajaan Wishangle? " tanya Ezra.
"Saya hanya suka karna Kerajaan Wishangle sangat indah"jawab Lisia.
"Tapi, saya akan tetap kembali Kedesa Agelios setelah puas melihat Kerajaan Wishangle. Karna mulai sekarang saya bebas pergi kemanapun yang saya suka"ucap Lisia yang tersenyum.
"Kalau begitu anda kembali kekerajaan Wishangle bukan karna anda memilih Kyler?"ucap Ezra.
"Tidak. saya tidak memilih Kyler dan juga tidak memilih siapapun, karna menurut saya kalian belum pantas mendapatkan kepercayaan saya"ucap Lisia yang percaya diri.
Ezra yang terkejut akan perkataan Lisia hanya bisa tersenyum pada Lisia."Baikalah. Kalau begitu bagaimana jika saya mengantar anda dengan sihir perpindahan, karna tidak mungkinkan saya membiarkan anda pergi malam malam begini."
"Terimakasih Ezra! "Ucap Lisia sambil terseyum.
"Tentu. Jika Lisia mau kembali lagi kesini maka Saya akan menunggu anda didepan hutan Forrest,"ucap Ezra.
"Baiklah. "Ucap Lisia dengan terseyum.
Flashback selesai
Setelah mendengar perkataan Lisia , David dan Ivan merasa tidak percaya akan keputusan Lisia. "Jadi anda akan tinggal dikerajaan Wishangle untuk selamanya?"tanya David.
Kyler yang duduk dilantai mulai berdiri dan berjalan kerah Lisia.
"Tidak , saya hanya akan sementara ada dikerajaan Wishangle dan akan kembali lagi nantinya kedesa agelios, karna saya adalah seorang dewi yang harus melakukan kewajiban sebagai dewi hutan,"jawab Lisia.
Kyler yang mulai berjalan kearah Lisia dengan terhuyung huyung.
"Eeeee,, padahal sangat menyenangkan jika anda tinggal disini, "ucap David dengan wajah cemberut.
"Tidak perlu khawatir. Bukankah portal hutan Forrest terhubung dengan hutan Griland, jadi saya bisa datang kapan pun kesini "ucap Lisia dengan terseyum meyakinkan David.
"Karna itu... "
Saat Lisia yang ingin melanjukan perkataannya, tiba-tiba saja Kyler mendekatinya lalu memeluk Lisia. Ivan dan David sontal kaget melihat hal tersebut, lalu Lisia mulai panik dan tidak tau harus berbuat apa.
"... (Kyaa,,... K,, k,, k,, Kyler memeluk ku! ) "ucap Lisia yang merinding.
"... (Apa ini mimpi? Apa aku sudah mati? )"ucap Lisia yang kaget setengah mati tapi sebenarnya suka.
Lalu saat Lisia yang merasa aneh karna Kyler hanya diam tanpa mengatakan apapun, merasa jika Kyler semakin berat. Lisia yang tidak bisa menahan beratnya tubuh Kyler akhirnya jatuh bersama.
Ivan dan David sontak kaget melihat hal tersebut langsung segera membantu Lisia. Saat melihat Kyler, ternyata luka yang didapatnya dalam pertarungan melawan Adelio semakin memburuk dan membuat wajah Kyler begitu pucat , lalu suhu tubunya pun juga meningkat.
Ivan segera memanggil dokter setelah memindahkan Kyler ketempat tidurnya Lisia. Segera setelah dokter datang, Kyler pun segera diobati.
".. (Dia kelihatan kesakitan) "ucap Lisia yang melihat kearah Kyler yang sedang diobati.
...******...
Setelah dokter selesai mengobati Kyler, Ivan lalu berbicara pada dokter tersebut diluar kamar.
"Apa yang mulia akan baik baik saja?"tanya David.
"Yang mulia baik baik saja "jawab Ivan yang masuk.
"Apa yang dikatakan oleh dokter, Ivan? "Tanya Lisia.
"Yang mulia hanya demam karna terkena efek dari serangan sihir cahaya milik yang mulia Adelio."jawab Ivan.
".. (Mrmanh benar jika sihir kegelapan memang lemah terhadap sihir cahaya begitu juga sebaliknya. Jika terkena serangan dan terluka cukup parah, maka bisa jadi mengakibatkan kematian.)" ucap Lisia.
Lalu Lisia melihat kearah Kyler dan mendekatinya sembari memegang tangan Kyler yang terbaring lemah saat ini.
Disisi lain
Seluruh pasukan kerajaan magixion yang mundur lalu kembali keistana. Adelio dan Oliver bergegas menemui Ezra yang berada diruang tunggu.
"Ezra! "Teriak Oliver. "Dimana Lisia? " ucap Oliver yang begitu tidak sabarnya.
"Lisia kembali lagi kekerajaan Wishangle."ucap Ezra.
"Apa maksudmu barusan? Apa kau gagal membawa Lisia kembali? "ucap Oliver yang memegang kerah baju milik Ezra.
Ezra yang tidak terima akan perlakuan Oliver melepaskan tangan Oliver dari bajunya. "Aku tidak gagal membawanya kembali kesini, tapi Lisia memintaku untuk mengembalikannya lagi kekerajaan Wishangle."ucap Ezra.
Adelio dan Oliver terkejut mendengar hal itu. "Lalu Lisia juga meninggalkan pesan, jika mulai sekarang Lisia tidak akan memilih siapapun sampai mereka pantas mendapatkan kepercayaannya kembali"ucap Ezra.
Adelio kaget."Begitu ya, hahh"ucap Adelio yang menghela nafas dan duduk dikursi.
"Sepertinya kita melakukan kesalahan yang sama untuk kedua kalinya"ucap Adelio.
"... (Sial! ) "ucap Oliver dalam hati dengan kesalnya.
Ezra yang melihat kearah Oliver yang begitu gelisah merasa curiga, jika Oliver menceranakan sesuatu.
"Kalau begitu apa dewi Lisia akan menetap kekerajaan Wishangle selamanya?"tanya Adelio.
"Tidak. Lisia bilang dia akan kembali, karna sekarang dia akan pergi kemana pun yang ia inginkan mulai sekarang "jawab Ezra.
"Begitu ya. "Ucap Adelio.
"Baiklah. Sekarang kita tidak perlu melakukan apapun lagi, karna itu adalah keinginnya dewi Lisia maka kita tidak perlu ikut campur"ucap Adelio yang melirik kearah Oliver.
Oliver tersenyum sembari mengatakan,,"Baiklah aku setuju dan akan menghargai keinginannya Lisia, "ucap Oliver.
"Aku akan kembali keruang kerjaku,karna sudah larut kalian bisa menginap disini dan kembali esok pagi, "ucap Adelio yang meninggalkan ruangan.
Setelah Adelio pergi, Ezra berjalan mendekati Oliver sembari mengatakan,,"Rencanamu untuk mendapatkan kristal pelangi telah gagal, "ucap Ezra.
Mendengar hal tersebut membuat Oliver makin kesal . Lalu Ezra pun meninggalkan Oliver sendiri diruangan tersebut.
"Tunggu saja! Akan kubalas nanti "ucap Oliver.
🌺🌺🌺🌺🌺
Keesokan paginya
Dikerajaan Wishangle didalam istana semua orang sibuk melakukan pekerjaan mereka masing-masing. Lalu didalam kamarnya Lisia, Kyler yang tertidur mulai sadar dan melihat Lisia sedang tidur didekatnya sambil memegang tangannya.
Kyler yang mengira bahwa semalam hanya mimpi dimana dirinya melihat Lisia kembali ,mulai sadar dan percaya setelah melihat Lisia dihadapannya.
Lalu Lisia mulai bangun membukakan mata dan terkejut melihat Kyler sudah bangun duluan.
"Kyler! Apa anda sudah baikan sekarang?"Tanya Lisia yang cemas.
Kyler hanya diam tidak menjawab pertanyaan Lisia, sembari menatap Lisia begitu lekatnya.
"Apa sekarang kau bisa melepaskan tangan ku?"ucap Kyler dimana Lisia masih mengengam tangannya.
"Aa! Maaf"Lisia yang buru buru melepaskan tangannya Kyler.
Setelah itu Ivan dan David datang dan kaget melihat Kyler yang sudah bangun. Segera setelah itu Ivan meminta pelayan membawakan makan untuk Kyler dan Lisia , lalu semuanya berakhir dengan baik.
...Terus dukung Redblack....
...Jagan lupa like, comment, hadiah, dan votenya, Kilik juga tombol favoritnya....
...Agar redblack terus semangat....
...Salam cinta dari redblack....
jangan lupa mampir yaa kaak