Amanda Jhonson dijual oleh tunangan dan kakak tirinya pada seorang pria tua untuk membayar hutang,hal itu membuat hidupnya hancur dalam satu malam.
Di malam yang mengerikan,Amanda ditangkap dan dipaksa untuk melayani seorang laki-laki yang tidak dikenalnya.
Tapi pada malam itu,untuk menjaga kesuciannya Amanda membunuh pria tua itu.
Karena itu,Amanda divonis penjara selama lima tahun karena terbukti telah menjadi pembunuh dengan bukti-bukti yang ada.
Tapi baru saja Amanda menjalani masa tahanannya seorang pria yang tertarik padanya menemui wanita itu dan menawarkan bantuan padanya.
Pria itu juga berjanji akan membantu Amanda bebas dari jeruji besi dan membantu Amanda membalas dendam tapi dengan sebuah syarat.
Apakah Amanda akan menerimanya?
Sekuel dari Hot Mother And The Bos Mafia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni Juli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 21
Sebelum menjawab panggilan diponselnya Amanda menarik nafasnya dengan berat. Dia harus menyiapkan hatinya dan tentunya dia tidak ingin menangis.
Apalagi Edward sedang melihat kearahnya, dia tidak mau mengecewakan pria itu dan tentu saja tidak ingin mempermalukan dirinya sendiri.
"Hallo." Amanda menjawab panggilan itu setelah hatinya sudah siap.
"Amanda, itukah kau?" suara Zack terdengar kaget disebrang sana.
"Kau pikir aku siapa?" Amanda balik bertanya.
"Amanda, kapan kau bebas?"
"Kenapa? kau terkejut bukan aku sudah bebas?" tanya Amanda dengan sinis.
"Tidak, bukan begitu sayang."
"Cih, masih berani memanggilku sayang." desis Amanda dalam hati.
Sekarang dia sangat muak mendengar panggilan 'sayang' dari Zack dan rasanya dia ingin memaki pria itu saat itu juga tapi Amanda berusaha menahan hatinya agar sandiwaranya dapat berjalan dengan lancar.
"Kenapa kau mencariku lagi Zack? Bukankah hubungan kita sudah selesai?"
"Amanda sayang, aku sangat ingin berbicara denganmu."
"Untuk apa Zack? Setelah apa yang kau lakukan padaku apa ada yang bisa kita bicarakan lagi? Jangan bilang kau ingin meminta maaf padaku."
Zack diam saja disebrang sana,apa Amanda mau memaafkan perbuatannya?
"Amanda,apa kita bisa bertemu? Ada hal serius yang ingin aku bicarakan padamu." pinta Zack.
Saat mendengar itu Amanda melirik kearah Edward yang menatapnya dengan tajam. Apa saat ini dia sudah siap untuk bertemu dengan Zack?
Tapi dia harus bisa demi mencapai tujuannya, jika dia masih saja lemah maka dia tidak akan bisa membalas perbuatan orang-orang yang telah menjebaknya.
"Baiklah, kapan kita bisa bertemu?"
Zack langsung tampak senang, dia yakin Amanda akan memaafkan perbuatannya dan saat nanti dia akan menjelaskan bahwa dia melakukan hal itu karena terpaksa, tentu saja dia akan mengatakan bahwa dia dihasut oleh Justin.
Amanda wanita yang memiliki hati baik, Zack juga yakin Amanda masih menyimpan cinta untuknya karena wanita itu sangat mencintainya sedari dulu.
"Apa bisa sekarang sayang, aku sangat ingin melihat wajah cantikmu karena aku sudah sangat merindukanmu." pinta Zack.
Senyum licik Amanda langsung menghiasi wajahnya, tentu saja bisa, dia juga sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Zack agar dia bisa mulai membalas perbuatan pria itu terhadapnya.
"Tentu saja bisa Zack, dimana kita akan bertemu." Amanda mengiyakan permintaan mantan tunangannya itu dengan senyum licik menghiasi wajahnya.
"Bagaimana jika direstoran favoritemu sayang, kita bisa makan siang disana."
"Baiklah, aku akan segera pergi kesana." jawab Amanda dengan cepat.
"Aku tunggu sayang." Zack mematikan ponselnya dan keluar dari apartemen Amanda, dia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Amanda.
Zack berniat meminta maaf pada Amanda dengan tulus, pria itu merencanakan sesuatu, Zack akan membeli seikat bunga lily kesukaan Amanda nanti agar wanita itu mau memaafkan perbuatannya dan setelah itu, dia ingin memperbaiki hubungan mereka.
Sedangkan saat itu Amanda berjalan kearah Edward dan memeluk pria itu dari belakang, dia ingin meminta ijin pada Edward untuk menemui Zack dan dia berharap pria itu mengijinkannya.
"Edward, bolehkah aku pergi?" tanyanya.
"Kemana kau ingin pergi Amanda?"
"Bertemu teman lama, kau tahu bukan? Dia mengundangku makan direstoran."
Edward segera bangkit berdiri dan pada saat itu pelukan Amanda terlepas, Edward segera melangkah mendekati Amanda, memeluk pinggangnya dengan erat.
"Pergilah Amanda, jerat musuhmu seperti laba-laba betina dan jangan lupa untuk kembali padaku."
Amanda menarik bibirnya, tersenyum pada Edward sedangkan jari jemarinya mulai bermain didada pria itu.
"Tentu saja Edward, kaulah laba-laba jantan pertama yang telah terjerat olehku." ujarnya.
Edward memandangi Amanda sambil terkekeh, jarinya yang panjang mulia menyelusuri wajah cantik Amanda.
"Asal kau tahu, kau itu laba-laba betina yang menggoda."
Setelah berkata demikian Edward me**mat bibir Amanda, memanggut bibir wanita itu dengan buas. Amanda hanya diam saja menerima ciuman itu, dia harus memerankan perannya saat ini sampai semua dendamnya terbalaskan.
"Edward, aku harus pergi.” pintanya saat pria itu sudah melepaskan bibirnya.
"Pergilah."
Amanda tersenyum pada Edward, setelah itu Amanda keluar dari ruangan itu untuk menemui mantan tunangannya.
Amanda menaiki sebuah taxi untuk menuju restoran dimana dia suka makan malam bersama dengan Zack disana.
Wanita itu melangkah dengan yakin dan disebuah sudut ruangan tampak Zack bangkit berdiri saat melihat kedatangan Amanda.
Amanda berusaha terseyum saat melihat Zack, padahal hatinya benci melihat pria itu tapi harus dia tahan demi tujuannya.
Amanda melangkahkan kakinya untuk mendekati Zack, pada saat itu Zack juga mendekati Amanda dengan seikat bunga tersembunyi dibelakangnya.
Saat mereka sudah mendekat, tiba-tiba Zack berlutut dihadapan Amanda dan menyodorkan bunga yang dibawanya kehadapan Amanda.
"Amanda sayang, maukah kau memaafkan aku?"
Zack mengangkat kepalanya, menatap Amanda penuh harapan sedangkan Amanda berusaha tersenyum dengan manis pada Zack.
"Bangunlah Zack, kau tidak perlu melakukan itu."
"Jadi,kau mau memaafkan aku sayang?" Zack bangkit berdiri dan menatap Amanda dengan lekat.
"Kau tahu aku Zack, bagaimana menurutmu?"
"Oh Amanda, kau tidak berubah selalu yang terbaik sedari dulu." Zack langsung menarik Amanda dan memeluknya dengan erat.
Amanda tersenyum dengan paksa dan berusaha mendorong tubuh Zack, rasanya sangat jijik dipeluk oleh pria itu lagi.
"Zack bagaimana jika kita makan, aku sudah lapar."
"Oh baiklah, aku terlalu senang karena kau mau memaafkanku."
"Tidak apa-apa Zack, aku tahu kau melakukan itu karena terpaksa dan dihasut oleh Justin. Lagi pula aku sudah bebas jadi untuk apa dipikirkan lagi?"
Zack tersenyum senang, pria itu segera menarik tangan Amanda dan membawa wanita itu untuk duduk ditempat yang sudah dipesannya, diatas meja tampak sudah tersedia makanan yang disukai oleh Amanda.
"Amanda, katakan padaku bagaimana kau bisa bebas?"
Amanda menatap Zack dengan tajam dari balik gelas wine yang berada dimulutnya.
"Entahlah, tiba-tiba saja aku dibebaskan. Sampai sekarang aku juga tidak tahu dan aku tidak perduli, yang penting aku sudah bebas."
"Syukurlah, aku sangat senang mendengarnya."
"Bagaimana perusahaanmu Zack?" Amanda meletakkan gelas wine yang dipegangnya diatas meja.
"Ya, seperti yang kau tahu."
"Apa kau kekurangan dana lagi?"
"Tidak sayang."
Amanda kembali menatap Zack dengan mata tajamnya, permainan baru saja dimulai,pria seperti Zack cepat atau lambat pasti akan masuk kedalam perangkapnya.
"Zack jika kau membutuhkan dana, katakan padaku. Aku bisa membantumu karena saat ini aku bekerja dengan orang terkaya dikota ini." Amanda mulai melemparkan umpannya.
"Tidak Amanda, tapi jika kau ingin mengenalkanku pada orang itu mungkin aku akan sangat senang, siapa tahu aku bisa bekerja sama dengannya."
Amanda tersenyum dengan licik, bak ikan bodoh begitulah Zack yang gampang terpancing.
"Tentu saja, aku bisa mengatur pertemuan kalian jika kau mau."
"Aku tunggu Amanda, kapanpun aku bisa."
Amanda tersenyum dengan manis, sekarang tinggal memainkan permainan selanjutnya.
"Terima kasih atas makanannya Zack." Amanda langsung bangkit berdiri.
"Kau mau pergi kemana Amanda?'
"Aku harus kembali bekerja."
"Bagaimana jika aku antar?"
"Tidak perlu Zack, aku bisa sendiri." tolaknya.
Zack bangkit berdiri dan memberikan bunga yang berada diatas meja untuk Amanda.
"Amanda, ini untukmu."
Amanda mengambil bunga itu sambil tersenyum dengan manis.
"Terima kasih Zack."
Setelah mengambil bunga itu Amanda segera memutar langkahnya, wanita itu berjalan dengan cepat keluar dari restoran itu meninggalkan Zack yang tampak lega melihat kearah Amanda.
Saat diluar sana, Amanda berjalan mendekati sebuah tong sampah dan berdiri didekat tong sampah itu.
"Zack, kau ibarat bunga ini, kau lebih pantas berada didalam tong sampah ini."
Amanda memasukkan bunga itu kedalam tong sampah dan berjalan pergi.
waktu amanda dibawa ke penjara dan disidang, bantu pun tidak
Kau sudah menghancurkan hidupnyaa
dasar bodoh..