(+18) BIJAKLAH DALAM MEMILIH TULISAN. SESUAIKAN DENGAN UMUR KALIAN.
"NOTE : JIKA INGIN BERGABUNG DALAM GRUP CHAT UNTUK LEBIH DEKAT DENGAN AUTHOR, TOLONG SERTAKAN ALASAN YANG JELAS!"
SYAFIRA seorang gadis yang menikahi pria paruh baya sakit-sakitan. Kondisi sang suami yang sangat menyedihkan membuat Syafira tidak tega untuk menolak. dan siapa sangka pria yang menjadi suaminya tersebut meminta sesuatu darinya, bukan untuk memuaskannya diatas ranjang seperti seorang istri pada umumnya. Akan tetapi ia menyuruh Syafira untuk berselingkuh dengan putranya sendiri.
***
Aku sudah mulai bosan, sudah sebulan aku berusaha, tetapi hasilnya nihil. Kelvin malah semakin membenciku, bahkan pria garang itu tidak segan untuk memakiku di hadapan para pelayan sekalipun, Memalukan.
Aku mengintip dari sudut ruangan, gayaku sudah seperti mata-mata kelas internasional, dan targetku adalah Kelvin. tidak pernah aku menyerah meskipun aku sering kali mengeluhkan hal ini, aku terus berusaha, dengan dukungan Tuan Syekar. aku sudah bertekad untuk membuat Kelvin bertekuk lutut.
Aksiku selalu aku mulai pada malam hari, untuk berjaga-jaga. karna terakhir aku melakukannya pada siang hari, Kelv
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mys05, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 21
Kelvin memberiku sebuah pesan singkat, ia menuliskan jika dirinya akan pulang terlambat, karna harus bertemu dengan klien. Saat itu aku hanya membaca pesan tersebut, tidak merespon apapun, Apa menurut kalian aku kejam? Tidak, hanya mengabaikan pesan itu tidak kejam, yang kejam itu adalah ketika seseorang suami mengirim istri kedalam kandang hewan peliharaan.
Ahhh....
Sial, setiap kali aku mengingat hal itu aku merasa sangat jengkel, aku ingin menangis, aku ingin menjerit. Tapi apa yang bisa aku lakukan? pria garang itu sudah menyadari kesalahannya, ia bahkan terus memperlakukanku dengan baik, terakhir tadi pagi ia bahkan menciumku dengan sangat santai di depan seorang pelayan. Dan hal itu berhasil membuat darahku bergejolak, bahkan aku sangat yakin setelah aku kembali ke kamar para pelayan langsung bergosip, membicarakan tentang apa yang Kelvin lakukan. Salah satu dari mereka mengatakan jika Kelvin tertarik padaku.
Aku mengatur suhu air dikamar mandi, menyiapkan pakaian ganti untuk Kelvin. Aku sudah menyuruh pelayan untuk menghangatkan makanan jika Kelvin sudah kembali.
Saat ini Aku sedang bersandar di pembatas ranjang, memainkan ponselku sambil menunggu kepulangan Pria garang itu. sorot mataku teralihkan saat pintu kamar terdorong.
"Kau belum tidur?" ucap Kelvin.
Aku hanya menggelengkan kepalaku membalas apa yang ia katakan.
Kelvin melonggarkan dasi yang melingkar dilehernya, Pria garang yang tidak lain suamiku itu melirik ke arah pakaian yang sudah aku siapkan untuknya. Kelvin terlihat memancarkan kembali senyum manisnya saat menyadari hal tersebut, ia langsung melirik ke arahku, dan spontan aku memalingkan wajah melirik kearah lain.
"Terima kasih... Is...triku."
Mataku membulat, mendengar kalimat bagian tetakhirnya, jantung ini kembali berdebar, perasaan ini kembali tidak karuan. Sepertinya yang luluh bukan dirinya, tetapi aku, Astaga kenapa kau sangat bodoh Syafira.
Kelvin berlalu begitu saja, menuju kamar mandi. Ternyata Pria Garang ini memiliki kebiasaan buruk, ia meletakan sepatu dan kaos kakinya disembarang tempat, Aku menghela nafas beranjak menaruh sepatu tersebut di tempat yang seharusnya.
"Firaa_"
Aku tersentak, saat Kelvin berteriak memanggil namaku.
"Bisakah kau membantuku? aku melupakan handukku."
Mulutku terbuka lebar saat Pria Garang itu memintaku untuk memberikan Kelvin handuk, tidak. Bagaimana pun aku selalu meletakan handuk disana, di gantungan kamar mandi, tempat yang seharusnya. Kenapa Kelvin meminta handuk? apa aku lupa menaruhnya disana? seingatku handuknya dan handukku selalu tergantung bersama.
"Firaa_"
"I-iyaaa..."
Aku membuka lemari besarku, mencari, mengambil handuk untuk aku berikan pada Kelvin. Tapi? bagaiamana aku melakukannya? dia pasti sedang tidak berpakaian didalam, Astaga aku, aku tidak sanggup mengotori mataku sendiri dengan melihat tubuh polos suamiku tersebut.
Aku membuka perlahan pintu kamar mandi, dengan tubuh yang bergetar, perasaanku semakin tidak karuan. Dibalik tirai aku bisa melihat tubuhnya yang tersamarkan, suara tetesan airpun terdengar di telingaku. Entah apa yang sedang Kelvin lakukan.
"Fira?"
"I-iyaa." balasku dengan gugup.
"Ahhhhh..."
Aku terkejut saat Pria Garang itu menarik tanganku, aku bisa melihat dengan jelas tubuh polosnya, mataku yang membulat seketika terpejam membelakangi tubuhnya.
"Fira, apa yang kau lakukan? kenapa kau menutup matamu?" ucapnya dengan santai, ia bahkan melingkarkan tangan kekarnya diatas perut rataku, mendekapku dibawah kucuran air shower.
"Bodoh, ke-kenapa kau menarikku?"
Kelvin menempelkan wajahnya dari belakang di ceruk leherku, ia membelai lembut rambutku yang mulai lepek akibat terguyur oleh air shower.
"Bantu aku membersihkan tubuhku."
Astaga, apa yang sebenarnya yang ada dalam pikiran Kelvin, dia menciumku saja aku hampir gila setengah mati melupakannya, dan sekarang ia malah memintaku untuk membantu membersihkan tubuhnya.
"Fira, boleh aku mengatakan sesuatu?"
Tubuhku semakin bergetar, ia terus berbisik di daun telingaku, membuat seluruh tubuhku merinding dibuatnya.
"A-apa?"
"Aku menyesal, maafkan aku." ucap Kelvin dengan suara terendah.
Aku terdiam, tidak membalas satu patah katapun, Kelvin langsung memalingkan tubuhku, menyentuh wajahku dengan penuh kelembutan.
"Kau terus saja menutup matamu, aku ini suamimu, kenapa harus malu?"
Dia benar-benar bodoh, aku dengan Kelvin belum pernah seintim ini, bahkan ia tidak mengenakan apapun untuk menutupi tubuh telanjangnya.
"Buka matamu."
Aku menggelengkan kepalaku, dengan tubuh yang terus bergetar. Kelvin menarik tanganku, dan meletakannya di dada bidangnya, aku bisa merasakan bentuk tubuhnya yang sempurna, meskipun mataku terpejam.
"Tanganmu sampai bergetar."
Kelvin menekan punggungku, memangkas jarak diantara kami.
Cup...
Aku bahkan tidak menyadari jika ia akan mengecup bibirku lagi, aku terkejut, spontan mataku terbuka lebar. Kelvin terus mendekap tubuhku, mengunci pergerakanku, aku bahkan bisa merasakan ada sesuatu yang mengganjal yang menempel dibagian bawah perutku.
Tangan nakalnya mulai menggerayangi tubuhku, mulutku masih merapat, seolah menolak tindakannya, aku menggenggam kuat tangan Kelvin agar tidak mengangkat mini dress rumahan yang aku kenakan. Aku menolak tapi aku menikmatinya, sentuhannya benar-benar memabukan, lidahnya terus mencari celah agar bisa menerobos memasuki rongga mulutku, dan itu berhasil ia lakuan, Kelvin meraup habis bibirku.
Aku mendorong tubuhnya perlahan, melepaskan penyatuan bibir yang kami lakukan.
"A-aku belum siap." ucapku dengan suara bergetar.
Nafasku sampai tersenggal, dadaku naik turun tidak karuan, ia hanya tersenyum tipis menatap wajahku tanpa mengedip.
"Aku mengerti, aku tidak akan memaksa, tetapi kau tetap harus membantuku mandi." ucapnya dengan santai.
Bahkan tubuhku saja sudah basah dibuatnya, Aku harus menjawab apa? tidak mungkin aku mengiyakan ucapannya, itu sama saja memancing gairahnya sendiri, Astaga pria ini benar-benar membuatku gila.
LIKE, KOMEN YANG PANJANG, DAN VOTENYA YANG BANYAKK, KECEPATAN UP TERGANTUNG KALIAN
tapi beda sekali dengan PEBINOR
PEBINOR diperlakukan sangat lembut, bahkan dipuja, bahkan saking spesialnya pebinor semua kesalahan dimaafkan begitu saja dan akan dihadirkan wanita yang tergila2 padanya
begitu banyak kesalahan fatal pebinor
*menghacurkan rumah tangga orang
*kebohongan
*fitnah
*licik
*memperkosa wanita
*melecehkan istri orang
*menculik dan menyuruhkan orang menggilir, membuat wanita trauma dan bunuh diri dengan tragis
tapi karena begitu spesialnya pebinor di novel wanita egois jadi semua kesalahan2 menjijikannya dimaafkan begitu saja bahkan dia diberi akhir bahagia
miris pila pikir kalian
laki tua itu
aku akan pergi tampa pamit
setelah lelah mengurus ayah nya, n skarang kau mengurus nya,apa jiwa perbudakan mu sedang meronta2?
s