NovelToon NovelToon
Vampir Yang Sangat Lembut

Vampir Yang Sangat Lembut

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Perjodohan / Vampire / Romansa Fantasi-Non-Human / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:131.4k
Nilai: 5
Nama Author: aiiwa

Ongoing

Apa yang terjadi padaku ? kenapa aku tidak merasakan sakit ditubuhku.. Reini sang gadis cantik yg populer dikalangannya.

🌺🌺🌺🌺

Mengisahkan perjalanan seorang lelaki bernama Tristan yg mencari teman masa kecilnya.

Pertemuan tidak terduga pun terjadi pada sebuah universitas ternama di kota London. membuat lelaki itu jatuh hati pada seorang wanita yg baru pertama kali membuatnya merasa nyaman.

Apakah pertemuan itu hanya kebetulan semata atau memang mereka dijodohkan oleh sang maha kuasa.

Yuk baca terus kisah mereka!!! jangan mau ketinggalan kelucuan dan keseruan setiap peran yg ada didalamnya.

OTHOR SAYANG KALIAN ❤️😀

Jangan lupa terus dukung karya Author supaya lebih semangat lagi !!! 🙏😁

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aiiwa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MAHKOTA

☘️☘️☘️☘️

kembali pulang.

Thin Thin

Pagar rumah terbuka otomatis.

Tap.Tap

"Tuan muda sudah kembali.... nyonya sedang menunggu tuan didalam," seru Lord menyambut antusias.

"Iya lord," begitu cepat menjawab sapaan Lord.

"Selamat siang tuan..." sambut seluruh pelayan rumah.

"Siang," sahut Tristan sembari melangkah cepat.

Sangat telat sekali dirinya sampai kerumah, sibuk berfikir ditengah langkahnya mencari alasan yg masuk akal nantinya, sejenak Tristan berdiri melihat ibunya sudah menunggu dengan santai telaten menata bunga tepat di halaman samping rumah.

"Bu," sapanya dari belakang punggung Ibu Maria.

"Kamu darimana saja nak? apa kamu sudah lupa dengan janjimu pada ibu?" membelai rambut Tristan lembut.

"Maaf bu," Aku ada sedikit urusan tadi. mencium punggung tangan ibunya.

"Apa urusan dengan wanita yg pernh kamu ceritakan pada ibu? kalau tidak salah kamu bilang namnya Rei?" bertanya antusias sekali.

Diam tanpa suara.

"Mm..."

"Apa kamu sesuka itu Padanya?" berkata blak-blakan.

"Bu. hari ke hari Aku semakin ingin dekat dengannya... Aku juga belum bisa mendapatkan hatinya Bu," jawabnya memekik.

"Apa yg bisa ibu bantu untukmu?" memegang bahu kanan Tristan.

"Bu. Aku hanya ingin membuatnya bahagia,tersenyum, tidak merasa kesepian. Aku mulai mencintainya Bu..." hikmadnya sangat dalam.

Sang ibu menghela nafas panjang sehingga tidak bisa berkata apapun lagi melihat anaknya yg teramat suka dengan seorang wanita.

"Apa wanita itu sudah tau kamu vampir?" seruan Ibu membuat Tristan terkejut.

"..."

"Kenapa kamu terdiam? apa dia belum tau yg sebenarnya?" mengamati perawakan wajah panik Tristan.

"Belum bu! Rei belum sejauh itu mengenaliku," coba menghela nafas mendengar pertnyaan sang ibu sedikit membuatnya khawatir.

"Yasudah, ibu akan bantu sebisanya untuk membuat kamu bisa bersamanya..." meraih tubuh Tristan mendekap dalam pelukannya.

"Makasih Bu," menenangkan tubuhnya dipelukan sang ibu.

"Oh ya! kita kan harus segera pergi," cerocos Ibu Maria melepas pelukannya.

"Yuk Bu," ajaknya pula.

Gandengan tangan itu terlihat wajah Tristan semriwing menunjukkan rasa puas telah memiliki seorang ibu teramat perduli pada kebahagiaannya.

Tentu saja ibu Maria terkekeh melihat respon Tristan saat menggandeng tangan bersama layaknya sepasang kekasih.

Saat berada dipekarangan mobil, malah dia memakai mobil kesayangannya untuk menemani sang ibu pergi.

Wajar saja semua mobilnya memiliki tempat tersendiri, misal mobil BMW milik ayah. porce untuknya mengajar hingga Ferarri kesayangan milik Tristan. mobil itu diletakkan pada bagasi tersendiri.

Seperti inilah kondisi mobil kesayangan Tristan selama ini dia rawat dengan tangannya sendiri.

"Silahkan masuk nyonyaku..." perawakan lemah lembut.

Terheran saja melihat tingkah yg dibuat Tristan padanya sehingga ibu Maria tersenyum lebar menerima perlakuan anak satu-satunya itu tersenyum manis seperti anak kucing.

*P*asti ini ada maunya?! batin Ibu terkekeh.

Terlepas ibu Maria masuk kedalam mobil tanpa jeda Tristan juga berlalu masuk kedalam mobil.

Dengan melajukan mobil secara lamban mulai bergerak keluar dari area pekarangan rumah. bahkan didalam mobil pun Tristan masih saja membuat hal gila dengan tersenyum sendiri seolah mengingat tingkah Rei padanya kalau lagi sedang menggodanya.

"Kamu terus tersenyum nak... ada apa?" antusias Ibu Maria sedikit kepo.

"Aku baru teringat Bu! kalau Rei besok berulang tahun," seru Tristan pula mengalihkan topik.

"Kamu tau dari mana Rei berulang tahun? bukannya kamu masih belum lama berkenalan dengannya?" bertambah kepo.

"Hehe... Aku mencari data pribadinya Bu! aku kan dosennya," gelak tawanya terkekeh.

"Kamu ini ya.... dasar," omelnya seloroh sembari menjewer telinga Tristan.

"Aduh. sakit Bu," gerutu Tristan rewel.

Ibu Maria hanya bergeleng kepala dengan perilaku yg sama sekali tidak pernah Tristan lakukan sebelumnya, sang ibu juga Merasakan kebahgiaan yg terpancar dari diri Tristan sampai bisa melihat kedalam lubuk hatinya. gimana tidak, akhir-akhir ini sikap Tristan sangat berubah drastis bahkan anak semata wayangnya itu tak pernh menyendiri lagi, dan agak sedikit lebih bermanja pada dirinya, ibu mana yg tidak mengerti kalau anaknya sedang jatuh cinta.

........

☘️☘️☘️☘️

Gedung ternama

Terdapat lah bangunan besar yg sangat megah dan kokoh dibalik bangunan itu mempunyai luas tiada Tara dengan nuansa yg sejuk dan segar.

"Bu. kita sudah sampai," seru Tristan membuka salt beltnya.

"Ibu belum pernah kesini, apa ini bukan mall...." tanya Ibu bermata bening.

"Ini tempat yg khusus menjual perhiasan Bu! Disni tidak ada orang yg bisa masuk kalau tidak memakai kartu VIP," timpalnya pula.

"Ayah kamu saja tak pernh membawa ibu kesini," protes Ibu Maria ngomel.

"Bu. ayo masuk," ajaknya tak sabaran.

Menyayangi sang ibu adalah kewajiban yg harus dia lakukan hingga kini, tidak ada yg melebihi kasih sayang seorang ibu baginya. seperti kebanyakan manusia terhadap ibu mereka, Tristan juga merasakan hal yg sama. wajar saja dia memberikan apapun agar sang ibu selalu bahagia.

Gandengan tangan ibu pada Tristan tampak girang, apalagi ibu maria sama sekali belum pernah dibawa ketempat yg sangat bagus seperti ini. saat mereka melangkah masuk terdengarlah suara sapaan begitu kompak. pakaian mereka terlihat rapi, para wanita memakai baju seragam berwarna merah muda sedangkan pria memakai jas berwarna abu tua.

Sungguh membuat pendatang didalamnya seakan terpesona melihat kemegahan seluruh isi bangunan.

*W*ah... besar sekali?! ini hotel apa tempat jual perhiasan! batin Ibu riuh.

"Kenapa Bu?"

Ambyar kehebohan ibu Maria.

"Tidak ada," celetuk Ibu Maria melihat satu persatu toko perhiasan.

Mata sang ibu langsung bling-bling seperti tertimpuk oleh seluruh perhiasan yg ada didalam gedung itu, Lumrah saja sebagai wanita menggemari sebuah perhiasan. apalagi kalau ada keluaran terbaru pasti kebanyakan wanita ingin mendapatkannya terlebih dahulu.

Ibu mana yg tidak bahagia jika sang anak membawanya ketempat seperti itu, kegirangan ibu Maria membuat dirinya kehilangan martabat sebagai seorang ibu.

Yang benar saja tingkahku ini melebihi anak kecil yg sedang dikasih permen!! batin Ibu mengumpat dirinya.

"Bu. apa belum ada yg cocok dengan ibu?" tanya Tristan lekat menggandeng tangan Ibu Maria.

Sikapnya kembali sediakala.

"Nak. coba kita ketoko itu! sepertinya mereka menjual perhiasan terbaru. didalamnya juga bnyak pilihan," antusianya menarik lengan Tristan.

Dengan langkah cepat sang ibu segera membawa pergi Tristan tepat ketoko yg membuatnya sedikit tertarik.

"Selamat datang nyonya..." pegawai toko serentak menyapa terdengar nyaring.

Ibu Maria dan Tristan manggut balas menyapa.

Pada saat memasuki toko perhiasan itu sang ibu kembali mengubah mode girangnya. salah satu pegawai toko menahan tawa akibat tingkah dari ibu Maria, dirinya tidak sadar telah membuat riuh sejuta umat.

Opsss!!! mode mute.

"Bu. aku ingin melihat kearah sana! kalau ada yg cocok dengan ibu langsung pesan saja," sarkasnya pura-pura tidak melihat reaksi sang ibu.

Mereka terpisah walau berlainan arah. pastinya sang ibu akan meminang salah satu perhiasan terbaik dalam sejarah, tentunya memiliki sedikit waktu untuk benar-benar teliti memilih perhiasan yg cocok dia kenakan.

Boro-boro suami mau ngajak ketempat begini. diajak diner aja seribu alasan untuk nolak. haiiihh.. masih untung punya anak peka dikit!! batin Ibu ngomel sendiri.

Disatu sisi Tristan tengah sibuk memperhatikan setiap bentuk perhiasan yg cocok bila Rei kenakan dibagian tubuhnya.

"Tristan," panggilan sang Ibu dari jarak jauh

"Ada apa Bu?" sahutnya mendekati Ibu Maria.

"Ini sepertinya cocok dengan ibu," begitu antusias melekatkan kelehernya.

"Bagus. apa ibu mau yg ini?" hikmadnya seakan tidak fokus.

"Kamu liatin apa Tristan?" celetuk ibu sebal melihat Tristan seperti cuek.

"Gak ada Bu," seru Tristan dengan senyum manis.

"Jangan bohong! mata kamu dari tadi melihat sebelah situ... ada apa sih! ibu penasaran," cibirnya mengikuti rasa penasaran.

Saat sang ibu mendekati sebuah perhiasan terkurung dalam kotak kaca.

*I*ndahnya .... gumam ibu pelan.

Pandangan ibu tertuju pada sebuah kalung dibalut berlian terdapat seutai mahkota terkesan mewah juga dikelilingi dengan permata yg kecil dibagian atasnya.

"Mbak," sapa Ibu Maria memanggil salah satu pegawai toko.

"Ada yg bisa saya bantu nyonya..." ujar pegawai toko.

"Apa berlian ini memiliki nama?" tanya Ibu Maria terus mengamati kalung itu.

"Kalung ini memiliki nama Mahkota berlian zircon. kalung ini didesain khusus oleh ahli ternama dan hanya ada satu dikota London nyonya... apa nyonya tertarik pada kalung ini?" sarkasnya kembali bertnya.

WAW!! pantas saja Tristan tergiur pada kalung ini... batin Ibu nyerocos sendiri.

"Tentu! saya pesan kalung berlian ini," pintanya tidak sabaran.

"Bu... bukankah ibu lebih suka perhiasan yg ibu pegang ini?" timpal Tristan terheran.

"Nak... ibu tau kamu suka kalung ini, dari tadi kamu terus memperhatikan kalung berlian ini," serunya tanpa keraguan.

"A...." Tristan terdiam tidak bisa mengelak lagi.

"Tolong siapkan kalung berlian ini sekalian kalung permata saya," titah Ibu Maria sembari menyodorkan kalung permata miliknya.

"Baik nyonya... akan segera saya siapkan pesanan nyonya? mohon tunggu sebentar nyonya," tutur pegawai toko menundukkan kepala.

"Apa kamu mau memberikan ini pas dihari ulang tahunnya?" tanya sang Ibu blak-blakan.

"Apa dia akan suka Bu," jawab Tristan ragu.

"Pasti dia suka.... kalung ini sangat indah! pilihan kamu paling tepat dengan kalung ini," lekatnya meyakinkan Tristan.

"Terima kasih Bu.... ibu selalu memberi suport untukku," mencium punggung tangan ibunya.

"Kamu bahagia, ibu juga akan bahagia Tristan..." membelai kepala Tristan lembut.

Diantara keduanya terhanyut dalam suasana keharuan, sampai pegawai toko pun melihat mereka seperti pasangan kekasih dimabuk cinta.

"Bu... aku pergi ambil pesanan kita dulu. ibu tunggu disini saja," ujar Tristan menyeka air mata yg sempat menetes.

Rasa sedihnya bukan karna kehilangan sesuatu, melainkan mendapat sosok yg sangat menyayangi dia dari dulu sehingga dirinya sangat dekat dengan beliau dari pada sang ayah.

Tak terasa cuaca terasa dingin bahkan hari tampak gelap, dalam sekejap ternyata mereka sudah menghabiskan bnyak waktu didalam gedung hanya untuk membeli perhiasan.

"Bu. apa kita pergi makan diluar saja?" tanya Tristan sembari memasang belt.

Ting. new message

Bunyi pesan masuk begitu jelas terdengar oleh Tristan dan merogoh kedalam saku celananya bergegas pula membuka layar kunci ponsel pintarnya.

*Ulat bulu*

Tristan kamu dimana sekarang? aku sudah dirumahmu.

"Bu. Rian sudah dirumah! apa kita pulang saja?" tanya Tristan menunggu jawaban sang ibu.

"Yasudah kita pulang saja dulu! lagian ayahmu mungkin juga sudah pulang kerumah," seru Ibu Maria.

Akhirnya Mereka berlalu pergi meninggalkan pekarangan gedung.

..............

Bersambung ....

JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA😚🤭

😍🥰MAMAK SAYANG KALIAN ❤️🥺

1
Runiyati Lahengko
lah kok Tamat 😯😯 author...gmna crtanya
ᶥⁱᵒⁿ⚔️⃠QUEN_LION🦁👑🤺: masih fokus ke novel satunya kak, nanti ada season 2 kok😁
total 1 replies
Ru Kayah
aku suka ceritanya kak☺☺☺☺
Asih Mintarsih
ditunggu lanjutannya author...makin greget dan gemes
🦋⃟ℛ★KobeBlack★ᴬ∙ᴴ࿐ 🐍Hiatus🐍
nah kan Rei dan Giselle panik tuuh😳
🦋⃟ℛ★KobeBlack★ᴬ∙ᴴ࿐ 🐍Hiatus🐍
sebagai vampir pasti dia punya kehidupan abadi ya,😅
🦋⃟ℛ★KobeBlack★ᴬ∙ᴴ࿐ 🐍Hiatus🐍
Astaga lupa klo Rei itu cowok ya, ya ampun, ingat novel tetangga 😅🙏
🦋⃟ℛ★KobeBlack★ᴬ∙ᴴ࿐ 🐍Hiatus🐍
siapa ya itu, mudah mudahan orang baik
🦋⃟ℛ★KobeBlack★ᴬ∙ᴴ࿐ 🐍Hiatus🐍
itu mungkin nanti jodoh kamu Rei
🦋⃟ℛ★KobeBlack★ᴬ∙ᴴ࿐ 🐍Hiatus🐍
wah udah ada yang jemput aja nih Rei, belajar yang bener ya Rei
🍾⃝ͩʙᷞʏͧ𐐩ᷠ»ͣ❣--ʜ֟͜͡ᴠ--
hahahaaa
bisa aja lu cari alasan Rick 😂
Kang cilok: mampir kak ke karya pertama ku 😄
total 1 replies
🍾⃝ͩʙᷞʏͧ𐐩ᷠ»ͣ❣--ʜ֟͜͡ᴠ--
yg jomblo tersindir cuy😂😂😂
🍾⃝ͩʙᷞʏͧ𐐩ᷠ»ͣ❣--ʜ֟͜͡ᴠ--
untungnya aku sdh tau, klo Ricky hacker
makasih thor sdh kasih tau aku😅
🍾⃝ͩʙᷞʏͧ𐐩ᷠ»ͣ❣--ʜ֟͜͡ᴠ--
😂😂
knp kok sewot gitu, cuma gegara di blng keras kepala
🍾⃝ͩʙᷞʏͧ𐐩ᷠ»ͣ❣--ʜ֟͜͡ᴠ--
Ueeeekk
baunya sampe kesini ya, cptn Rick pergi, bisa"kamu nanti yg bauu
Lami_Kim
malunya sampe ke ubun ubun ya leo🙈
Lami_Kim
hayo kamu apain Tristan Rei nya kok sampe terus melarikan diri dari kamu
Lami_Kim
Rei tipe tipe cewek idaman sejuta cowok nih kayaknya, buktinya dalem sehari banyak yang nyangkut nih
ᖇꫀᖇꫀ𝐄 📴
ayah rei gak mau nikah lagi kah?
ᖇꫀᖇꫀ𝐄 📴
bibinya sayang bgt sama rei
ᖇꫀᖇꫀ𝐄 📴
kamar mandinya wow bgt..betah dah lama2 dsna🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!