Kehilangan Lidya,istri yang sedang mengandung anaknya secara tragis membuat Handoyo berjanji untuk membalaskan dendam dan akhirnya menjadi pembunuh berdarah dingin. Kemahirannya dalam menembak dan memiliki gerakan cepat karena keahlian bela dirinya digunakan Handoyo untuk membereskan lawan-lawannya hingga membuatnya disegani, dicintai banyak wanita dan makin membuatnya terkenal. Kekayaan dan popularitas dalam genggaman Handoyo tapi semua itu tetap membuatnya kesepian. Cintanya cuma satu pada Lidya seorang, hingga satu tawaran pekerjaan membuatnya melupakan Lidya, melepaskan sahabatnya dan menyeretnya ke organisasi rahasia yang mampu membuka masa lalunya yang kelam, dan mengalirkan hasrat rindunya pada wanita lain. Tidak, cintaku cuma satu pada Lidya seorang, bukan kamu!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nieta Chandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21. He Shocked our country
Dalam hidup tidak ada yang mudah. Lakukan apa yang bisa kamu lakukan!"
*****
Handoyo menyarungkan pedang panjangnya dan meletakkannya ke kotak senjatanya yang berada di dalam mobil dan duduk di sebelah udin yang telah menantinya di dalam mobil jeep coklat tua. Mobil itu melaju cepat meninggalkan pusat pertokoan itu tanpa hambatan menuju luar kota.
Di dalam kendaraan yang sedang melaju itu, Handoyo melepas topeng, pakaian dan berganti menggunakan kaos dan celana pendek. Handoyo merasa lega tugasnya hari itu selesai dan sekarang masa untuk menghilang dari peredaran.
"Din.... kita harus ke sungai Ogan saja.... cari daerah yang sepi dan bersih, Aku harus bakar baju dan celana ini ,sekalian cuci topeng keren ini!" Handoyo berkata sambil mengagumi topeng cepot buatan Udin.
"Nanti ketika kau mandi dan lakukan aktifitasmu di sungai, aku akan menyemprot jeep ini jadi warna aslinya, hijau pupus sepeti yang minggu lalu,... aku sudah siapkan semua bahan-bahannya... emh... tadi ada orang yang membawa kamera dan menfoto ketika kamu menuju mobil kita , Han... kurasa besok mobil ini juga ada di koran kota Palembang.
"Biarlah mungkin itu wartawan .... biar si "Cepot " ini akan populer ... dan plat mobil ini juga bukan asli jadi ketika ganti warna, kau pasang plat asli langsung... mobil ini akan masuk kandang berapa lama ini, din?" tanya Handoyo sambil memotong rambut di kepalanya dengan gunting secara asal .
Handoyo begitu santai dalam menggunting rambutnya dan tidak memikirkan bentuk kerapihan guntingannya, Rambut hitam itu berjatuhan dari kepalanya dan tepat jatuh di atas koran yang sebelumnya disiapkan di sekitar paha ,sisi pinggir kanan dan kiri Handoyo.
"paling cepat 6 bulan dia baru bisa keluar...... tapi mobil ini akan ada di gudang terus ... Han,.... kamu itu luar biasa tenang ya melakukan itu.... benar-benar tanpa sedikit khawatir, kau ditembak atau apapun itu.... aku salut lihat kamu?" udin berkata sambil fokus pada kendaraannya.
"ya... Sebenarnya dalam hidup itu bukan tidak ada yang mudah, tapi kupikiri lakukan yang bisa kulakukan, ....aku bisa melakukannya tanpa beban... jika aku tertangkap dan akhirnya mati , juga tak masalah... tak ada keluarga yang menangisiku..... aku cuma ingin dunia mengingatku, bahwa aku pernah ada di dunia ini.
"Aku akan menangisimu, Han.... jika kau meninggal...jangan gitu...sekarang ktia adalah keluarga... emh, kau tidak ingin cari istri lagi, Han?"
"Aku sekarang tidak punya cinta.... tidak ada yang mampu menggerakkanku terhadap wanita, ... mungkin aku merasa tidak ada lagi wanita secantik dan sebaik istriku dulu.... sudahlah jangan bahas perempuan lagi!" Emh... kau, din.... kenapa gak ikut aku ke Jakarta saja?" Kau bisa bekerja di sana, banyak pekerjaan yang kau bisa lakukan?'
"Aku pikir... aku part time saja kerjaan seperti ini... jadi aku bisa urus bengkel dan toko saja di Lampung.... mungkin sesekali aku ke Jakarta dan Bandung , jika memang di butuhkan... lagipula biar mereka sulit mencari jejak kita.
"Hemm.... tenanglah, aku tidak akan menyebutkan kalian satupun jika aku ditangkap.
"Aku tahu itu.... kau begitu tenang dalam melakukannya... aku idak tahu apa yang dibicarakan orang tentang tindakanmu besok di koran.... ha,,,, ha... apakah kau akan dikenal menjadi manusia bertopeng? atau Si cepot?" ha.... ha....
"Terserah bagiku.... jika ada kerjaan lagi, din dari Bang Alex. ... kamu yang hubungi aku, ... tadi si Chaerul sempat bilang menyesal... tolong kau katakan pada Bang Alex ya.. kau saja yang melaporkan ke bang Alex... aku ada turnamen menembak minggu ini di Jakarta...
"baiklah Han... Jika memungkinkan kami akan menontonmu...
"Terimakasih din...kurasa memang kalian adalah keluargaku,
*****
Pagi hari di Kota Lampung, Udin masih terlelap di kamarnya. Handoyo segera keluar dari gudang dan mencari sarapan pagi sambil mencari koran terbitan pagi ini. Ada 4 koran yang dibeli Handoyo pagi ini mulai dari koran harian berlabel kota Lampung hingga koran terbitan Jakarta
Berita utama hari itu nyaris serupa hanya disampaikan dengan kalimat yang berbeda : Handoyo hanya menarik beberapa koran dari warung penjual koran di perempatan jalan utama perbatasan kota Lampung. Ia melihat judul utama koran dan menariknya kemudian langsung membayar ke penjual tanpa banyak pertanyaan.
1. Surat Kabar "KOMPOSS"
PALEMBANG BERDUKA ; SEKDA GUBERNUR SUMSEL TEWAS MENGENASKAN DITANGAN PRIA BERTOPENG "CEPOT"
2. Surat Kabar "MErdeka Jaya"
"TOKOH WAYANG GOLEK "CEPOT' MENJELMA DALAM BALUTAN PEMBUNUH SADIS DI PALEMBANG DAN MENGHABISI SEKDA DAN AJUDANNYA
3. Harian Sore ; Soeara Pembaharuan"
KECEWA TIDAK DIRESMIKAN OLEH GUBERNUR, PRIA DALAM KOSTUM 'CEPOT' DIBANTAI DAN PULUHAN ORANG TERTEMBAK PELURU KOSONG DI PALEMBANG.
Koran "Lampung Today"
PALEMBANG SEDANG DIRUNDUNG DUKA, ORANG KEPERCAYAAN GUBERNUR DIBANTAI OLEH PRIA BERKOSTUM CEPOT.
Handoyo tersenyum di dalam mobil ketika membaca artikel yang tertulis dalam empat koran yang dibelinya. Sekilas wajah si Cepot memang menunjukkan kedegilan dan senyum meledek. Seperti yang telah mereka perkirakan sebelumnya bahwa mobil jeep itu terfoto ketika ia memasuki mobil.
Dari keempat artikel itu, belum ada informasi mengenai pembahasan siapa dalang utama pelaku pembunuhan itu. Polisi hanya sedang menyelidikinya. Polisi hanya baru memeriksa saksi mata dan keluarga korban yang sedang ditanyai apakah para korban memiliki musuh.
Handoyo menyalakan radio di mobilnya dan berita yang dibahas juga mengenai kejadian besar yang terjadi di Palembang. Benar-benar tindakannya itu membuat seluruh masyarakat tercengang dan hanya membahas kejadian kemarin di mana-mana. Mereka sedang menebak-nebak apakah kasus ini berkaitan dengan gubernur ataukah bisnis sampingan yang dijalankan Chaerul
Bisnis sampingan ada banyak bidang yang dilakukan oleh Chaerul dan keluarganya. Bisnis restoran, makanan oleh-oleh, hingga properti. Namun sudah ada tokoh masyarakat Palembang yang mulai menyinggung soal kasus peredaran narkoba yang beberapa tahun lalu menyeret nama Chaerul dan mengakibatkan istrinya meninggal. Mereka mulai berfikir bahwa ada kemungkinan berkaitan dengan peredaran narkoba.
Pager di kantong celananya bersuara kencang dan mengalihkan pandangannya dari koran dan menarik media penyampai pesan itu di kantong celananya.
"BANDUNG DIGEMPARKAN SI CEPOT" ALEX
Handoyo tersenyum membaca pesan Alex pada alat komunikasi penyampai pesan pendek di masa itu. Sudah dapat dipastikan tindakannya itu menghebohkan seluruh Indonesia. Ada sedikit kebanggaan di hatinya. Tak masalah dunia ini membencinya, toh dia tidak memiliki siapapun untuk dilindungi.
Lidya.... aku tahu jika kamu masih hidup kamu pasti membenci tindakanku. Tapi cuma dengan kegiatan ini saja, aku bisa mengalihkan perhatianku dari rasa sedih kehilanganmu. Handoyo menarik nafasnya pelan dan akhirnya menjalankan kendaraannya menuju kediaman Udin.
Ketika tiba di kediaman Udin, Handoyo mendengar sayup-sayup suara televisi di ruangan bengkel itu. Televisi nasional yang hanya satu-satunya siarannya di seluruh Indonesia sedang menyiarkan tentang kejadian yang menggemparkan kota peninggalan kerajaan "Sriwijaya" itu. Penyiar menyatakan polisi tidak akan tinggal diam dan memastikan akan menangkap pelaku dimanapun berada.
Udin yang sedang menonton segera menoleh kepada Handoyo yang baru datang membawa bungkusan makanan dan beberapa koran di tangannya.
"Ramai nih berita.... " Ujar Udin sambil tersenyum
"ya... di koran-koran juga gitu.... sudah deh makan dulu, aku sudah beli kopi juga untuk kita... anggap aja ini syukuran keberhasilan misi kita dengan makanan warteg.
"Asyik.... makasih ya Han.... makasih untuk sarapan pagi kita yang membahagiakan.... akhirnya kakiku yang terluka dan pincang ini terbalaskan.... " Udin berkata dengan tulus pada pria yang meletakkan bungkusan makanan dan minuman di depannya.
"Kata Bang Alex.... sore ini sudah di transfer ke rekening kita masing-masing... tapi transfer bukan nama dia... pake nama tika yang transfer ya!"
"Oke.... sore ini aku balik ya ke Jakarta..
"Ya.... kau hati-hati ya....
*****
Happy Reading Guys...... terimakasih telah membacanya dan bolehkah tinggalkan jejak kalian disini? thx ya!
kukirim vote & setangkai mawar buatmu thor
biar tambah semangat 😊
selamat idul fitri kak.....
semangat...