NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Duda Tampan

Terjebak Cinta Duda Tampan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Nikahkontrak / Menikah Karena Anak / Tamat
Popularitas:23.4M
Nilai: 5
Nama Author: Dydy_ailee

Bagaimanakah jika bisa menyewa gadis cantik untuk jadi pacar sehari? Hanya dengan membayar segepok rupiah, sudah bisa menyelesaikan masalah anak muda yang di jodohkan atau bahkan hanya untuk have fun saja.

Keira, dialah gadis cantik belia yang menjadi pencetus ide bisnis unik ini bersama kedua sahabatnya. Tujuan bisnis yang awalnya demi meraup rupiah, jadi meleset kala bertemu dengan seorang anak kecil yang ingin menyewanya menjadi Mama dan sekaligus istri sewaan untuk Papanya. Akankah tugas kali ini sukses atau jadi merubah hidup Keira?


Cussss, ayo segera berkelana ke dalam hidup Keira!!!

Jangan lupa juga follow IG @dydyailee536 makasih 🙏❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dydy_ailee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21 Menjenguk Marvel

Baru dua jam Kevin berada di kantor, pikirannya tidak tenang. Karena Marvel sama sekali belum mau makan ataupun minum obat, sekalipun Gina yang membujuknya.

''Apa ada berkas yang harus aku tanda tangani, Kris?'' tanya Kevin saat selesai menandatangani beberapa dokumen di mejanya.

''Sepertinya sudah tidak ada, Tuan.''

''Kris, tolong urus semuanya. Aku harus ke rumah sakit.''

''Si-siapa yang sakit tuan?''

''Marvel. Semalam demamnya sangat tinggi dan sekarang harus rawat inap. Beritahukan pada Siska untuk membatalkan meeting bersama PT. Mandala.''

''Baik, Tuan.''

''Aku pergi dulu.'' Kevin segera pergi meninggalkan kantornya dengan langkah terburu.

Ia begitu khawatir dengan kondisi putranya. Mau mencoba pergi ke sekolah tapi sekolah di liburkan.

''Lebih baik aku membelikan makanan sehat untuk Marvel. Supaya dia cepat pulih.'' Gumam Kevin yang menyetir seorang diri tanpa supir.

-

Sedangkan Keira kini sedang berada di mini market. Ia membeli beberapa snack, coklat, permen, minuman soda dan juga beberapa buah untuk ia bawa ke rumah Kakaknya. Ia ingin bermalam dan begadang di rumah baru kakaknya.

''Ini baru namanya hari libur yang menyenangkan. Santai bersama keluarga dan menikmati camilan ini bersama. Sudah lama sekali kita tidak berkumpul seperti. Kehadiran Mbak Cindy benar-benar pelengkap,'' gumam Keira sambil terus memilih snack yang ia sukai.

''Jangan lupa minuman sehat untuk ayah dan juga buah segar.'' Gumamnya lagi.

Setelah puas berbelanja di mini market, Keira melihat ada sebuah kedai makanan yang menjual makanan sehat. Kebetulan sekali kedai itu bersebelahan di minimarket. Karena di lihat dari menu yang terpampang di standing banner, nasi yang mereka gunakan adalah nasi merah. Bahkan tertera kandungan kalori di setiap porsinya.

''Sepertinya makanan ini sangat cocok untuk Ayah.'' Gumamnya lagi. Keira kemudian menuju kedai tersebut. Namun pertemuan tak terduga dengan Kevin, membuat Keira malas bertegur sapa. Kevin sendiri juga sangat terkejut melihat Keira. Keduanya hanya saling bertatapan sinis. Keira lalu segera memesan makanan untuk Ayahnya.

''Nomor antrian 30!" panggil kasir. Itu adalah nomor antrian milik Kevin. Kevin segera berdiri dan mengambil makanan di meja pemesanan. Keira melirik ke arah Kevin yang benar-benar tidak melihat ke arahnya sama sekali.

''Sombong amat sih,'' gerutunya dalam hati. Saat menunggu kembalian, ponselnya berdering, ada nama Miko di layar ponselnya.

''Ada apa Mik?''

''Elo dimana?''

''Gue di jalan, beli makanan buat Marvel. Dia kan belum mau makan sama sekali,'' kata Kevin yang berlalu dari meja kasir. Saat mendengar nama Marvel, Keira mencoba mendengarkan pembicaraan Kevin di sambungan telepon itu.

''Kev, elo cepetan kesini. Marvel muntah-muntah dan menangis sambil memegangi perutnya. Bahkan demamnya dari semalam tak kunjung turun. Dia sama sekali belum mau makan ataupun minum obat. Dokter sedang memeriksanya sekarang.'' Jelas Miko dengan panik.

''Oke, Mik. Ini juga udah selesai, gue ke rumah sakit,'' kata Kevin panik dan mengakhiri panggilannya. Kevin dengan langkah terburunya segera keluar dari kedai itu.

''Apa? Marvel di rumah sakit?'' gumam Keira panik. Keira seketika membatalkan pesanannya dan berlari mengejar Kevin.

''Tuan Kevin!" panggil Keira saat Kevin membuka pintu mobilnya.

''Ada apa ayam kampus itu memanggilku?'' gumam Kevin.

''Ada apa? aku terburu-buru,'' jawabnya ketus.

''Saya tidak sengaja mendengar kalau Marvel sakit. Apa saya boleh ikut? saya juga khawatir.''

''Apa urusanmu ikut? aku melarangnya untuk bergaul denganmu. Kamu pasti membawa pengaruh buruk pada putraku.''

Keira yang kesal dengan ucapan Kevin, Keira memilih masuk begitu saja ke dalam mobil Kevin.

''Hei, lancang sekali kamu masuk ke dalam mobilku?''

''Tuan, ini bukan waktunya berdebat. Bukankah anda khawatir dengan Marvel. Cepat tutup pintunya dan kita berangkat.''

''Ke-kenapa kamu yang mengaturku?''

''Sudah jangan banyak bicara tuan.''

Kevin terpaksa mengalah dan segera masuk kedalam mobilnya.

''Pindahlah di bangku depan! aku bukan sopirmu." Ketus Marvel.

''Oke!" jawab Keira tanpa ekspresi. Bukanya lewat dari luar, Keira justru sengaja melangkah dari belakang menuju bangku depan.

''Kamu tidak sopan sekali!" bentak Kevin.

''Tuan, bukan saatnya memikirkan sopan santun. Nanti kalau saya keluar dan anda meninggalkan saya bagaimana?'' bantah Keira.

''Astaga! ayam kampus! pakai sabuk pengamanmu!" kata Kevin dengan penuh kekesalan.

''Baiklah, Mr. Gay.''

''Apa? kamu memanggilku Gay? aku masih norm.....,'' belum selesai bicara Keira justru membungkam mulut Kevin yang terlalu banyak bicara.

''Jalankan mobilnya, tuan. Dan kurangi bicaramu!"

''Beraninya dia membungkam mulutku,'' gerutu Kevin dalam hati. Kevin segera menyalakan mobilnya dan menancap gas dengan kecepatan tinggi. Seketika Keira melapaskan bungkaman tangannya. Ia hanya bisa memejamkan matanya sambil komat-kamit saat Kevin mengemudikan kecepatannya di atas normal.

''Tuan pelan-pelan saja, saya tidak mau mati seperti ini. Setidaknya saya harus lulus dengan nilai cumlaude, saya bisa membangun sekolah untuk anak berkebutuhan khusus dan setelah itu menikah. Tolong pelankan mobilmu!" cerocos Keira panjang lebar sambil terus memejamkan matanya. Kevin justru tersenyum puas melihat ketakutan Keira. Dan entah kenapa saat melihat Keira seperti itu, Kevin justru menganggapnya LUCU.

...****************...

Sesampainya di rumah sakit, Keira mengikuti langkah Kevin menuju ruang rawat inap Marvel.

''Miko, bagaimana kondisi Marvel?'' tanya Kevin dengan panik.

''Dia terus menangis sambil memegangi perutnya. Dia juga baru saja muntah. Dan dokter baru saja memeriksanya dan akan melakukan tes lebih lanjut.'' Jelas Miko. Gina yang mendengar suara Kevin lalu melepaskan pelukannya pada Marvel yang sedari tadi merintih. Kevin kemudian mendekati putranya dan memeluknya. Namun tiba-tiba pandangan Miko dan Gina teralihkan dengan Keira.

''Kev, dia...?''

''Dia guru Marvel di sekolah. Aku tidak sengaja bertemu dengannya di jalan, lalu saat aku beritahu Marvel sakit, dia ikut,'' jelas Kevin.

''Tuan, Nona. Saya Keira, kebetulan mengajar di sekolah Marvel,'' sapa Keira sambil mengulurkan tangannya pada Miko dan Gina.

''Miko, sepupu Marvel. Dan ini istriku, Gina.''

''Aku Gina. Senang bertemu dengan anda,'' ucap Gina.

''Sama-sama, Nona.''

''Apa masih sakit? kenapa kamu tidak mau makan dan minum obat?''

Marvel hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saat mendengar ucapan papanya. Marvel tidak tahu jika Keira berada disana. Karena kamar pasien dengan ruang tamu kamar rawat tersekat oleh dinding. Maklum saja, rumah sakit dengan fasilitas VVIP. Apalagi Marvel sedang berusaha menahan sakitnya. Keira kemudian mendekat ke arah ranjang Marvel. Terlihat Kevin mendekap erat putranya yang mencoba menahan sakit.

''Hai, Marvel,'' sapa Keira dengan senyum lebarnya. Marvel yang mendengar suara Keira pun melepaskan pelukannya pada papanya. Mendengar suara Keira seolah obat bagi Marvel.

''Tante Keira!" seru Marvel yang seolah mendapat energi saat melihat Keira. Miko dan Gina yang penasaran dengan reaksi tak terduga Marvel pun mendekat kearah Marvel. Kevin lalu memberikan kesempatan pada Keira untuk menyapa Marvel, dengan sedikit menjauh dari Marvel.

Keira kemudian memeluk Marvel dengan sangat erat.

''Bagaimana seorang Marvel yang kuat bisa sakit? kemarin saja setelah berkelahi dengan Galang, kamu sama sekali tidak mengeluh sakit.'' Tanya Keira dengan lembut.

''Marvel, kenapa kamu memanggilnya tante? dia adalah guru kamu,'' sahut Marvel.

''Dia adalah tante cantik yang waktu itu aku temui di restoran, Pah.'' Ucap Marvel dengan suara lemah.

''Astaga, jadi dia orangnya. Marvel, kamu tidak boleh berdekatan dengannya. Dia membawa pengaruh buruk padamu.''

''Tante Keira tidak seperti itu, Pah.''

''Tuan, bisakah kita tidak membicarakan hal itu. Silahkan anda bergelut dengan pemikiran anda tentang saya, sekalipun itu ayam kampus. Tapi saat ini kondisi Marvel jauh lebih penting,'' kata Keira dengan tegas. Membuat Kevin terdiam dan tidak bisa membalasnya. Sementara Miko dan Giba salinh melirik sambil menahan senyumnya.

''Marvel, badanmu panas sekali. Kamu sudah minum obat?''

''Aku tidak mau! itu pahit. Dan aku tidak bisa menelan pil itu, tante.''

''Oh jadi itu masalahnya. Biasanya kalau kamu sakit minum obatnya bagaimana?''

''Biasanya ada sirup dan seperti serbuk.''

''Dia itu sangat susah minum obat. Selalu ada drama dan kekacauan saat minum obat.'' Sahut Kevin.

''Tuan Kevin tolong berikan obat ini pada suster. Minta suster untuk menggerusnya. Seharusnya anda bisa bilang pada mereka untuk menggerus obat ini.'' Jelas Keira.

''Aku?''

''Iya. Memang siapa lagi? anda kan papanya?'' kata Keira dengan kesal.

''Kak Kevin, biar aku yang bantu. Sebaiknya Kakak disini saja,'' sahut Gina.

''Terima kasih Gina.''

''Sama-sama, Kak.''

Nexttttt........

1
Mimi Sanah
sudah episode 41 belum ada keluluhan hati Kevin , malah masuk ke apartemen Ferdi , gak dibaca penasaran, dibaca bikin Gedeg . 🙏🏻
Mimi Sanah
di episode berapa kah Thor buat Kevin bucin ke kaira ?
Mimi Sanah
hahahaha 😁
Mimi Sanah
singkat padat nylekit 😀😀
Mimi Sanah
pasti othor belum ngopi nih 😀🙏🏻,
Mimi Sanah
suatu saat Kevin akan bucin dengan mu Bu keisa 😀😀😀
Mur Wati
suka cerita ini karena gak banyak konflik jg kata" yg kasar/ penghinaan sebel kalo baca yg terlalu banyak konflik tp bertele" gak gercep menyelesaikannya baca novel buat hiburan jd suka cerita yg ringan
Dydy Ailee
Haiiii yang nungguin kisah marvel sama luna, bakalan launching yaa, di apk F1zz0 😍 dg cerita yg lebih🔥😁
Mur Wati
halah paling jg si ferdi bener" pengecut mending Kevin terus terus ke lily biar kapok si ferdi 😡
Mur Wati
gak jelas si ferdi biasanya yg cewek yg kegatelan ini kebalikannya keira harus terus terang m kevin biar gak salah paham apalagi kalo lily tahu
Nur Syamsi
Terimah kasih Thor, sya suka pesan moralnya kasih sayang dan cinta yg tulus sangat dan sangat berarti dalam kehidupan
Dydy Ailee: sama2 kakak 😍
total 1 replies
Nur Syamsi
lanjut....
Nur Syamsi
Untung Nino cepat ketahuan,
Nur Syamsi
Mungkin Luna merindukan kasih sayang seorang ibu ya, tiba tiba tdi meluk Keira
Nur Syamsi
Mudah" Sidni ma Cika berjodoh
Nur Syamsi
Lanjut
Nur Syamsi
Bagaimana nasibnya panti jompo
Nur Syamsi
Semoga sehat selalu mbak Siska mpe lahiran
Nur Syamsi
Alhamdulillah, banyak"selamat keluarga Krisna
Nur Syamsi
Yang sabar mas Kevin ....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!