Freya Stephany Limabrata, adalah sosok wanita cantik serta periang yang banyak memiliki harapan hidup dan impian.
Namun suatu malam di kediamanya, terjadi sebuah pembantaian yang menewaskan Orang tua serta kakak laki-lakinya. Dan hanya menyisahkan dia seorang diri di dunia.
Bertemankan dengan sepi dan penderitaan menjalani kerasnya hidup, membuat Freya bertekad akan membalaskan dendamnya kepada sosok pembunuh itu.
Dan siapa sangka, di saat dia ingin membalaskan dendamnya kepada sosok Aiden Giovano penguasa Dunia Gelap dan terang, dan juga mempunyai kedufukan sebagai Ketua Mafia serta Gengster yang paling di takuti, hingga dia mendapatkan Julukan sebagai Dewa kematian ini, malah justru menjeratnya dengan sebuah rantai cinta keposesifan yang sangat menakutkan.
Membuat Freya ingin sekali pergi namun kakinya selalu di rantai bagaikan hewan tak berperasaan.
“Aku tidak akan pernah menerima pernikahaan dengan seorang pembunuh orang Tuaku seperti mu, cuiihhh,” bentak Freya meludahi wajah Aiden yang terlihat hina di depanya.
“Kamu istriku, bukan musuhku! Sampai kamu matipun aku tidak akan pernah melepaskan mu ingat itu!”balas Aiden tegas.
Follow Instagram Author @Andrieta_rendra🙏🏻❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andrieta rendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 21
Sebelum baca cuman mau ingatin ya teman-teman, di Like dulu oke 🥰
Jangan sinder 😘😘
🌹 Happy Reading 🌹
"Dasar gila, kamu memang gila," umpat Airein yang memang selalu kesal dengan semua tindakan Aiden sedari kecil.
"Aku gak gila, hanya saja aku berpikir realistis. Apapun yang aku punya tidak akan pernah aku biarkan dia pergi, sama persis kaya Papahkan," balasnya dengan santai.
Dan tak lama kemudian di tengah perdebatan mereka, munculah Arnon yang mendapatkan kabar dari asisten Aiden jika Airein tengah mengamuk di kantor adiknya.
Maka Arnon langsung segera mendatangi kantor anaknya karna dia tau, Airein jika marah pasti akan berbuntut panjang gak kelar-kelar, karna dia adalah tipekal wanita tukang ungkit masa lalu, jadi setiap satu masalah akan berdampak dengan masalah-masalah yang lainya.
"Hemm, Anak-anak Papah lagi pada ngumpul ya sayang," ucap Arnon yang sontak membuat Airein dan Aiden menoleh pada Papahnya.
"Papah," sahut Airein.
"Papah ngapain di sini?" tanya Aiden dengan sinis. Karna beberapa hari ini dia sangat malas untuk bertemu orang tuanya, mengingat kejadian beberapa hari lalu di Mansion.
Airein langsung menoyor kepala Aiden karna berani bicara tidak sopan seperti itu, plaakkk, "pendidikan dari mana kamu bicara seperti itu sama Papah? Yang sopan kamu ya!" Bentak Airein yang merasa jika adiknya ini terlalu kekanak-kanakan.
"Damn it! Kenapa sih Jia Jia ganggu hari Ku, ahhhhh," umpatnya kesal menahan emosi.
Arnon pusing sendiri mengahadapi anak-anaknya, dan jalan satu-satunya adalah dengan sebuah ancaman.
"Jika kalian masih ribut berdua, maka Papah akan menelpon Mamah untuk segera datang ke sini sekarang," ancamnya tegas dan langsung membuat keduanya bungkam.
Melihat anak-anaknya yang sudah terdiam, kali ini Arnon yang baru mulai berbicara. "Sebenarnya kalian berdua itu ada apa ?" Tanya Arnon baik-baik kepada dua anaknya.
"Ini nih Pah, tanya sama dia!" Sahut Airein menunjuk ke arah Aiden.
"Kenapa aku ? Jia Jia yang datang langsung nampar aku ya, padahal aku gak pernah gangu Jia Jia ," balas Aiden sinis.
"Airein apa itu benar? Kamu datang langusng menampar di di?" tanya Arnon lagi mengintrogasi anak-anaknya.
Airein menghela nafasnya kasar menatap Papahnya, "Pah, apa Papah tau apa yang di lakukan sama Aiden? Dia itu sudah melakukan kekerasan seksual maupun fisik dengan adik ipar Pah, tau dong bagaimana terlukanya Airen mendengar itu, meskipun Airein belum mengenalnya, tapi kan Papah sendiri yang bilang jika kita harus menjunjung tinggi harga diri Ibu dan Pasangan kita," serunya menahan kesal.
"Jia Jia terlalu ikut campur ke dalam urusanku," umpat Aiden dan segera melangkahkan kakinya pergi dari kantor untuk pulang.
Dia paling tidak bisa berdebat dengan keluarganya, dia takut jika emosinya meledak dan dia akan gelap mata terhadap kakanya.
Sedangkan Airein dan Arnon yang melihat Aiden pergi kini hanya bisa mengelus dada menahan kesabarannya.
"Lihatkan Pah, Airein itu bingung Pah, coba deh Papah ingat-ingat lagi di saat kami lahir, mungkin saja bayi laki-laki Papah tertukar begitu, masa iya sifat Di Di jauh dari keluarga kita," lirihnya yang membuat Arnon hanya bisa menelan salivanya kasar.
Pasalnya dulu ketika Stella melahirkan dia tidak pernah berada di samping istrinya sampai 5 tahun kemudian, dan untuk sifat Aiden itu sebenarnya mengambil dari sifatnya, walaupun mungkin Aiden agak berlebihan sedikit. Karna dulu Arnon hanya akan gelap mata untuk musuh-musuhnya ataupun wanita yang berani menyentuhnya.
Namun Aiden, dia benar-benar overdosis, karna dia bisa gelap mata bersama dengan wanita yang di cintainya, dan sebenarnya ini tidak boleh di biarkan berlarut-larut.
"Airein, nanti Papah yang bicara sama Aiden ya, kamu jangan terlalu ikut campur ke dalam urusan Di Di, karna kamu tau sendiri dia itu bukanya gak bisa kasar sama kamu, hanya saja dia masih menahanya, Papah takut dia akan kelepasan nantinya," ucap Arnon menasehati anak perempuanya yang lebih enak jika di ajak bicara.
"Haisshh, baiklah Pah," jawabnya pasrah dan kini mereka berdua sama-sama pergi keluar dari ruangan Aiden.
Sedangkan Aiden yang baru saja memasuki mobilnya kini langsung meluapkan seluruh amarahnya.
"Arrarrrgghhh sial,,sial,,sial," umpatnya dengan memukul-mukul setir mobilnya.
"Aku sudah bilang, jangan pernah menyebarkan rahasiaku kepada Jia Jia ku. Tapi sepertinya kamu memang sudah bosan nenghirup udara bebas," gumamnya dengan menampilkan senyum iblisnya.
Setelah itu terlihat dirinya yang mulai menyalakan mobilnya, dan beralih membuka dashboard mobilnya untuk mengambil barang kesayanganya. "Time to play." lirihnya lagi pelan, dan langsung mengemudikan mobilnya pergi mengarah ke sebuah bangunan apartemen.
Aiden tau jika di jam segini pasti Celin sudah berada di Apartemenya untuk berganti shif ke rumah sakit lainya, karna dalam satu hari dia akan berpindah ke tiga rumah sakit sekaligus dengan shif-shif yang berbeda.
Dengan berbekal IQ yang dia punya, Aiden berhasil membuka pasword pintu apartemen Celin dengan cara meretasnya.
Dan setelah dia masuk ke dalam, dia belum melihat sosok pemiliknya di dalam.
Jadi Aiden memilih untuk duduk di Sofa sambil menunggu kedatangan Korbanya.
Namun tiba-tiba saja dia teringat akan satu hal, dan langsung mengambil ponselnya kembali.
Dia menekan beberapa angka dan beberapa kode di sebuah aplikasi dan seketika semua CCTV jalan hingga apartemen ini mati karna lagi-lagi dia meretas dan merusak sistemnya.
Ckleekkk pintu Apartemen itu terbuka dan menampilkan sosok Celin yang baru saja datang.
Ctekkkk Celin membuka lampu untuk menerangi Apartemenya karna semuanya gelap tertutupkan Gorden.
Ketika lampu itu menyala, sontak saja Celin melihat sosok Aiden yang duduk di sofa dengan santainya sambil memainkan sebuah pisau di tanganya.
Celin menelan salivanya kasar, dan mulai berjalan mundur untuk segera kabur dari sang Dewa kematian sambil tanganya berusaha mengocek tasnya mencari ponsel miliknya untuk menelpon Airein.
Ketika dia mendapatkanya, dengan gerakan cepat Celin menelponya, "Hallo Airein," ucapnya sambil menangis.
Namun sebelum sempat Celin mengatakan apapun, Aiden sudah lebih dulu menarik rambut Celin hingga terjatuh karna tertarik ke belakang, dan melempar ponsel Celin ke sembarangan arah. Tanpa dia sadari jika Airein masih belum mematikan sambungnya dan mendengar seluruh jeritan Celin.
"Oh Shit! Aiden kamu benar-benar." Umpat Airen yang langsung mengarahkan mobilnya ke aparteman Celin.
Sedangkan Celin kali ini hanya bisa merintih dan menangis karna Aiden menyeret tubuhnya masuk ke dalam kamar mandi.
"Aaaarrgghh ampun Tuan,ampunnn, bukan salah saya yang mengatakanya Tuan tapi kakak anda sendiri yang sudah mengetahuinya," tangis Celin yang mencoba menahan sakit di kepalanya.
Namun bukan Aiden namanya jika dia mau mendengar sebuah alasan mati.
Note : Jia Jia - panggilan kakak perempuan China.
Di Di - panggilan adik laki-laki China.
Mereka masih mengikuti tradisi dari Wepo mereka yang keturunan China Indonesia
Visual Arnon Giovano Lesham Papah Twins A
Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya😎
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal 😭*Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya**😘😘 *
Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh 😭😭😭
Terima kasih🙏🏻🙏🏻
Follow IG Author @Andrieta_Rendra
mending mati aja klo gitu mah
aku suka😇😇😇