NovelToon NovelToon
Jatuh Di Pelukan Dosen Killer

Jatuh Di Pelukan Dosen Killer

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:48.9k
Nilai: 5
Nama Author: Lunoxs

Alicia Harold hanya ingin menikmati malam terakhirnya sebelum menjadi mahasiswa.

Namun karena terlalu bosan di acara keluarga, gadis barbar itu diam-diam mabuk dan berakhir jatuh ke dalam pelukan seorang pria dingin yang paling ingin ia hindari.

Bryan Bright, calon kakak iparnya dan dosen di Imperial College University.

Sejak malam itu, kehidupan Alicia berubah menjadi mimpi buruk. Dosen killer itu seperti bayangan yang tak pernah bisa lepas darinya. Alicia terus berontak, menghindar, dan menjaga batas.

Namun bagaimana jika tanpa sadar batas itu perlahan berubah menjadi perasaan?

"Amit amit, aku tidak mungkin suka si Bryan mulut harimau itu!" kesal Alicia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

JDPDK Bab 3 - Makhluk Itu Benar-benar Datang

Begitu keluar dari kamar hotel, Alicia langsung mempercepat langkahnya menuju lift. Ia bahkan tidak berani menoleh ke belakang untuk memastikan apakah Bryan mengejarnya atau tidak.

Jantungnya masih berdetak begitu cepat sampai-sampai telapak tangannya terasa dingin. Alicia terus menekan tombol lift berkali-kali meskipun lampu indikator sudah menyala, ia hanya ingin pintunya terbuka lebih cepat.

“Cepatlah!” gerutu Alicia.

Begitu pintu lift terbuka, Alicia langsung masuk dan menekan tombol lantai dasar. Setelah pintu tertutup, barulah ia menyandarkan tubuhnya pada dinding lift dan mengembuskan napas panjang.

Namun rasa lega itu hanya bertahan beberapa detik. Begitu pikirannya kembali mengingat kejadian barusan, wajah Alicia langsung berubah muram.

“Kenapa aku bisa sebodoh itu?” gumamnya sambil menepuk dahinya sendiri.

Ia memang tidak ingat semuanya, tetapi potongan kejadian yang muncul untuk membuatnya ingin menangis. "Bisa-bisanya aku bicara akan mengurung harimau itu di kamar, ih mengerikan sekali!" kesal Alicia.

Ia pun mengeluarkan ponsel dari tas kecil yang berhasil ia bawa. Puluhan pesan dari teman-temannya masih memenuhi notifikasi. Alicia tidak peduli dengan pesan-pesan itu. Jarinya langsung mencari satu nama yang paling ia butuhkan saat ini.

Prilly.

Sahabatnya itu adalah satu-satunya orang yang bisa menyelamatkannya dari kekacauan ini. Alicia segera menekan tombol panggil dan menempelkan ponsel ke telinga.

"Cepat angkat, Pril." Sambungan berdering dua kali ketika akhirnya panggilannya mendapatkan jawaban.

“Alicia? Kamu di mana? Dari semalam aku telepon tidak diangkat! Kita semua menunggumu di pesta!” cerewet Prilly.

Alicia langsung meringis sedih. “Prilly..” Nada suaranya yang terdengar lemah membuat Prilly langsung berubah serius.

“Kenapa? Kamu sakit?”

“Aku di hotel.”

“Hotel? Bukannya kamu bilang mau makan malam keluarga?”

“Iya.”

“Terus kenapa sekarang ada di hotel? Kamu menginap?”

Alicia memejamkan mata. Ia tidak mungkin menjelaskan semuanya melalui telepon. Bahkan hanya memikirkannya saja membuat kepalanya semakin pening.

“Pokoknya jemput aku sekarang," pinta Alicia.

“Baiklah, tunggu aku di sana," balas Prilly.

Alicia segera memutuskan sambungan telepon mereka dan mengirimkan lokasi hotel tersebut.

Setelahnya ia memasukkan ponselnya ke dalam tas.

Lift terus bergerak turun, tetapi rasanya waktu berjalan begitu lambat. Alicia beberapa kali menarik napas dalam-dalam, berusaha mencerna semua yang baru saja terjadi dan menyusun rencana.

 "Jangan sampai siluman harimau itu buka mulut, aku harus benar-benar menghindarinya." Alicia kesal sekali.

Begitu pintu lift terbuka di lobi, Alicia segera keluar dan berjalan menuju salah satu sofa yang berada di dekat pintu masuk. Ia duduk di sana sambil sesekali melirik ke arah pintu kaca hotel. Beberapa tamu keluar masuk, para pelayan sibuk membawa koper, sementara kendaraan silih berganti berhenti di depan lobi.

Alicia merasa gelisah, ia memeluk tas kecilnya erat-erat sambil menunggu Prilly datang. Biasanya ia begitu berani menghadapi berbagai masalah, tapi sekarang rasanya berbeda. Rasa takut menghancurkan keluarganya sendiri, terutama sang kakak.

Alicia langsung menutup wajah dengan kedua tangan. “Matilah aku!"

Hampir dua puluh menit kemudian, sebuah mobil yang Alicia kenali akhirnya berhenti di depan lobi. Alicia buru-buru berdiri dan berjalan keluar. Begitu pintu hotel terbuka, Prilly menurunkan kaca jendela.

“Masuk!” ucap Prilly.

Alicia tidak perlu disuruh dua kali. Ia segera masuk ke kursi penumpang di depan dan menutup pintu dengan cepat. Dan mobil kembali bergerak meninggalkan hotel.

Prilly melirik sahabatnya dari sudut mata. Penampilan Alicia terlihat berantakan dibandingkan biasanya. Rambutnya sedikit kusut dan wajahnya pucat, ekspresi wajahnya seperti sedang menahan buang air besar.

"Al, kamu mau eek?" tanya Prilly.

Alicia menatapnya tajam.

Prilly mengernyitkan dahi. “Kamu kenapa?”

“Aku bingung Pril, bingung sekali!" Alicia mengacak rambutnya frustasi.

“Kamu habis melakukan apa?” tanya Prilly pula.

Alicia mengembuskan napas panjang, masih ragu apakah harus mengatakannya semuanya pada Prilly. Ia telah mengenal Prilly sejak kecil, dan mulut Prilly sangat ceroboh. Andai mom Aluna mempertanyakan semuanya, Prilly pasti tak bisa bohong.

"Tadi malam aku meninggalkan ballroom dan malah mabuk, jadinya ketiduran di kamar hotel. Kalau mommy tahu, beliau pasti marah," jelas Alicia, akhirnya ia lebih memilih untuk menutupi semuanya dari sang sahabat. "Karena itu katakan saja tadi malam kamu menjemputku kabur, dan aku tidur di rumah mu," timpal Alicia. Membuat kebohongan yang akan diterima oleh semua orang, Prilly dan juga keluarganya.

"Ya ampun, bisa-bisanya kamu mabuk. Untung tidak ketemu pria hidung belang, bisa-bisa kamu diperkossa!" bentak Prilly jadi kesal sendiri.

Alicia tak menjawab lagi, karena sepertinya ia yang sudah berusaha memperkossa manusia harimau itu. 'Astaga, sebenarnya apa yang terjadi semalam sih? kenapa aku mengurungnya di kamar?' batin Alicia, rasanya ia sampai ingin menangis jika memikirkan hal ini.

'Kenapa pula mahkluk itu minta tanggung jawab, masa iya aku nodai? Ih apa-apaan sih!' kesal Alicia, ingin sekali berteriak sekarang, tapi tak ingin membuat Prilly curiga.

Mobil Prilly akhirnya tiba di mansion utama keluarga Harold.

Namun begitu mobil berhenti, wajah Alicia yang sejak tadi berusaha terlihat tenang langsung berubah pucat. Dari balik kaca jendela mobil, ia bisa melihat beberapa orang berdiri di area ruang tamu.

Mommy Aluna, daddy Davion, kak Annie dan kak Evan. Keempatnya jelas menunggu kedatangannya. Alicia langsung merasa tenggorokannya tercekat.

“Pril…” panggil Alicia lirih.

“Apa? Ayo turun kita sudah sampai."

“Kalau aku mati hari ini, tolong kuburkan aku di tempat yang bagus.”

“Jangan lebay.” Prilly menatapnya dengan wajah datar.

“Aku serius.”

“Turun.”

“Aku takut.”

“Kamu yang membuat masalah, kenapa sekarang aku yang repot?"

Alicia mengerucutkan bibir. Namun sebelum sempat mengatakan apa pun, pintu mobil di sisi pengemudi sudah terbuka. Prilly turun lebih dulu, kemudian berjalan memutari mobil untuk membuka pintu Alicia.

Alicia masih duduk diam.

“Al.” panggil Prilly.

“Aku takut Pril, sumpah."

“Turun.”

“Aku tidak mau.”

“Kalau kamu tidak turun sekarang, Tante Aluna yang akan membuka pintunya.”

Alicia langsung membelalakkan mata. Ia tahu itu bukan ancaman kosong.

Akhirnya Alicia menarik napas dalam-dalam, kemudian turun dari mobil dengan langkah yang sangat hati-hati. Baru saja kedua kakinya menginjak halaman rumah, pandangannya langsung bertemu dengan tatapan Mommy Aluna di depan sana.

Alicia seketika merasa seluruh keberaniannya menghilang. “Mom.”

Mom Aluna tidak menjawab.

Wanita itu hanya menatap putri bungsunya dari ujung kepala sampai kaki. Rambut Alicia masih sedikit berantakan, wajahnya pucat, dan gaun hitam yang dikenakannya sejak semalam masih melekat di tubuhnya.

Tatapan Aluna kemudian turun kepada sepatu Alicia, tapi tidak ada. Alicia bahkan pulang tanpa alas kaki.

Wajah Aluna berubah. “Alicia.”

Satu panggilan saja sudah cukup membuat Alicia gemetar. “I-iya, Mom?” jawab Alicia, kini ia telah berdiri di hadapan semua keluarganya.

“Dari mana kamu?” tanya mom Aluna.

Prilly yang berdiri di sampingnya ikut menelan ludah. Tadi ia pun berani untuk membuat kebohongan, tapi sekarang dia ikut gemetar.

"Maaf Mom, semalam, semalam aku kabur dan menginap di rumah Prilly," jawab Alicia dengan kepala menunduk.

"Benar, Pril?"

"Benar Tante!" balas Prilly, saking gugupnya ia sampai sedikit berteriak.

"Lalu kenapa Alicia tidak memakai sepatunya sekarang?"

'Aduh, aku harus jawab apa?' Prilly bingung.

"Sepatuku hilang, Mom. Waktu kabur aku lepas heelsnya, lalu lupa," kilah Alicia, ia jelas ingat betul sepatu itu tertinggal di hotel.

'Semoga saja manusia harimau itu tidak menyadarinya, semoga saja dia tidak datang ke sini,' batin Alicia.

Namun tepat ketika Alicia mengucapkan harapan itu dalam hati, terdengar suara mobil berhenti di depan rumah.

Semua orang spontan menoleh dan Alicia pun ikut menoleh. Sebuah mobil hitam yang sangat dikenalnya baru saja berhenti di sana, mobil itu adalah milik siluman harimau.

Deg! Wajah Alicia seketika kehilangan warna.

“Tidak," ucap Alicia tanpa sadar.

“Kenapa, Alicia?” tanya Annie penuh perhatian, sebab ia begitu khawatir pada sang adik sejak semalam.

Alicia mundur satu langkah, mana mungkin ia menjawab pertanyaan sang kakak.

Beberapa detik kemudian makhluk itu benar-benar datang, Bryan Bright dengan penampilannya yang sudah sangat rapi.

Tatapan Alicia langsung bertemu dengan tatapan dingin pria tersebut.

Jantungnya serasa berhenti.

'Sialan! Siluman harimau itu benar-benar datang!'

1
Tuti Tyastuti
𝘯𝘢𝘩 𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘭𝘤 𝘵𝘢𝘬𝘶𝘵😂😂
*Septi*
yakin ? 🤭
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
😍😍💪💪💪👍👍👍👍👍
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
😍😍💪💪💪👍👍👍
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
😍😍😍💪💪👍👍👍👍👍
Margaretha Indrayani
apa yang bakal diterima alivia ya karena telat datang meapartemen bryan?
Margaretha Indrayani
bukan masalah dion, tapi takut bryan 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Tika
emang mencurigakan...
dia harus masuk ke kandang harimau 🤣🤣🤣
Ass Yfa
ya nggk mngkin jujur kan mau ketemu pak dosen Bryan🤣
Tika
ini termasuk masalah gak?
kalo pak bry tau bisa mulai cemburu dalih disiplin?🤭🤭🤭
isni afif
😍😍🤩🥰😘🥰🤩🤩
isni afif
lanjut kak.
Sri Rahayu
kena marah ga ya Alicia 😇😇😇...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
betul kt Dion... Alicia emang sering bikin masalah...skrg masalahnya ma Dosen Bryant 🤩🤩🤩...lanjut Thorr😘😘😘
Eka ELissa
nah...loh ...di hukum lngsung kmu Al....ma siluman harimau 🤣🤣🤦
Eka ELissa
Al kmu bikin orang suka bingung dan bikin syok tau GK....sbntar ke cini sbntar ke cono 🤣🤦
Secret Admire
seneng banget ya punya circle horang kayah semua 🤣
Kar Genjreng
ting tong masukkkk 🤣 deg degan ya ketemu siluman harimau ya gituu deh kan. janji kalau memang sudah janji harus tepati lo ga usah takut Siluman Bryan juga manusia masih bersifat manusia ,,,,di tekan dadanya untuk bernafas pelan pelan
ehh siluman sudah berwajah garamg waduhh ,,,,ambyar seolah dunia nya runtuh 💪 sangat pastinya ,,,
Syavira Vira
lanjut
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
Deg2gan banget Alicia ...kira2 akan ada apa lagi? 😂 kira2 kamu kena omel lagi enggak? setiap kali mau bertemu siluman Harimau pasti Ada saja masalah yang di bahas dan takutnya tuh siluman melihat kamu bawa motor nya Leo 🤣 alamat kena omell panjang kali lebar kali tinggi lagi ..persiapkan dirimu Alicia 😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!