NovelToon NovelToon
Istri Buruk Rupa Kesayangan Mafia

Istri Buruk Rupa Kesayangan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Mengubah Takdir / Identitas Tersembunyi
Popularitas:14.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mom Ilaa

Rakanza Elson adalah mimpi buruk bagi musuh-musuhnya. Dingin, tak tersentuh, dan bos terkuat organisasi Teratai Hitam. Namun di balik kekuasaan dan ketampanannya, Rakanza menyimpan dua rahasia. Mysophobia parah dan ketakutan akan sentuhan yang membuatnya menganggap pernikahan sebagai sebuah kutukan.

​Hingga suatu malam di Meksiko, sebuah misi membawanya pada Annabella. Gadis misterius yang terkurung di laboratorium eksperimen ilegal. Dipenuhi rasa jijik pada tempat yang kotor dan terkontaminasi, Rakanza seharusnya membiarkan gadis itu tewas. Namun, karena tuntutan orang tuanya untuk segera menikah, Rakanza terpaksa menikahi gadis itu. Namun tak sangka, setelah wajah istrinya disembuhkan, ternyata istrinya mirip dengan adik iparnya.

​Di sisi lain, Rafandra, adik Rakanza merasa telah menemukan cinta sejati saat berhasil melamar Luviana Winston. Namun, dibalik senyum manis Luviana sang pianis terkenal, ada kebohongan besar yang siap menghancurkan segalanya. Luviana yang dicintainya ternyata menyimpan agenda balas dendam yang mematikan.

​Siapa sebenarnya Annabella? Dan apa hubungannya dengan keluarga Winston?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom Ilaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ARGHHH!

Sebuah kediaman bergaya Eropa berdiri kokoh di kawasan perbukitan Meksiko yang tenang. Rumah itu milik pasangan suami istri senior keluarga Elson. Tuan Kalendra Elson dan Nyonya Sienna Elson yang sudah beberapa tahun terakhir memilih tinggal di luar negeri.

Suara langkah kaki yang mantap membuat Nyonya Sienna yang sedang menyesap teh di ruang tengah langsung mendongak. Matanya membelalak gembira saat mengenali sosok tinggi tegap yang masuk.

Rakaaa!

Sienna bergegas berdiri memeluk cucu kesayangannya itu dengan hangat. Rakanza sontak menahan napas, seluruh ototnya menegang. Ia menghitung dalam hati, satu, dua, tiga, sebelum akhirnya melepaskan diri dan diam-diam menyemprotkan hand sanitizer di balik punggung.

"Kapan kamu sampai, Cucu Nenek? Kenapa tidak kasih kabar dulu?" tanya Sienna lembut.

Tuan Kalendra yang duduk di kursi goyang ikut tersenyum. "Anak ini memang selalu seperti itu, Sienna. Datang seperti angin, pergi seperti badai."

"Nenek, Kakek," sapa Rakanza singkat seraya membungkuk hormat. "Maaf baru sempat berkunjung."

"Tidak apa-apa, yang penting kamu di sini," ujar Sienna berseri-seri.

Namun, senyum hangat di wajah Sienna perlahan memudar saat matanya menangkap pemandangan di belakang Rakanza.

Gavin, asisten pribadi Rakanza baru saja masuk bersama dua anak buah Teratai Hitam. Di lengan Gavin, terbaring tubuh lemah seorang gadis bercadar hitam yang tak sadarkan diri. Pakaian gadis itu kotor oleh debu dan noda kotoran.

Wajah Sienna langsung berubah tegang. Tangan tua itu menunjuk Gavin dan Rakanza bergantian dengan tatapan melotot.

"Rakanza! Apa yang kamu lakukan?!" pekik Sienna panik. "Kamu... kamu menculik gadis orang?! Ya Tuhan, sejak kapan cucuku jadi penjahat?!"

Gavin yang terkejut cepat-cepat memajukan tubuhnya dan membungkuk panik. "Bukan begitu, Nyonya Besar! Tolong jangan salah paham!"

"Lalu kenapa ada perempuan pingsan berdarah-darah yang kalian bawa ke sini?!" cecar Sienna tak terima.

"Gadis ini adalah korban, Nyonya," terang Gavin sejelas mungkin. "Kami baru saja menggerebek markas rahasia musuh. Gadis ini salah satu objek eksperimen biologis oleh kelompok itu, dan dia satu-satunya yang berhasil selamat."

Mendengar penjelasan Gavin, napas Sienna tertahan. Sorot matanya yang tadi marah seketika berganti menjadi prihatin. Ia mendekati Gavin dan menatap iba ke arah tubuh ringkih gadis bercadar itu.

"Kasihan sekali anak ini..." gumam Sienna sambil menyentuh pelan kain cadar kusam yang menutupi wajah si gadis. "Bagaimana bisa ada manusia setega itu padanya?"

Sienna segera mengambil kendali. "Gavin, cepat bawa dia ke kamar tamu di lantai atas! Panggilkan dokter keluarga sekarang juga. Obati luka-lukanya dan saya akan ganti pakaiannya yang kotor itu!"

"Baik, Nyonya Besar," jawab Gavin patuh, lalu segera bergegas membawa gadis itu menuju lantai dua.

Setelah keributan kecil itu mereda, Kalendra memberi isyarat agar Rakanza duduk di hadapannya. Suasana hangat di ruang keluarga mendadak berubah menjadi serius.

"Markas musuh yang kamu datangi..." ucap Tuan Kalendra memulai pembicaraan dengan nada berat.

"Bagaimana hasilnya?"

Rakanza menyandarkan punggungnya di sofa lalu melepas sarung tangan kulitnya. "Sudah selesai, Kek. Markas mereka sudah dilumpuhkan total dan tempat itu sudah Raka bakar sampai tak tersisa."

Kalendra mengerutkan kening. "Lalu pengkhianatnya?"

Rakanza menggeleng pelan. "Orang yang kita cari tidak ada di sana. Sepertinya dia sudah mencium kedatangan kita dan melarikan diri lebih dulu sebelum pasukan tiba."

Huh…

Helaan napas berat keluar dari dada Kalendra. Wajah veteran Teratai Hitam itu tampak khawatir.

"Ini berbahaya, Raka," ujar Kalendra cemas. "Orang itu memegang formula eksperimen biologis yang sangat berbahaya. Jika dia sampai menjualnya ke pihak yang salah atau menyempurnakan penelitian itu, bencana besar bisa terjadi."

Rakanza menatap kakeknya dengan sorot mata tenang dan tajam. "Kakek tidak perlu cemas."

"Bagaimana Kakek tidak cemas?"

"Raka sudah kirim seluruh jaringan Teratai Hitam di tiap penjuru dunia untuk memperketat penjagaan dan melacak keberadaannya," tegas Rakanza. "Ke mana pun dia lari, tanah tempat dia berpijak akan tetap menjadi wilayah perburuan kita. Dia tidak akan lolos."

Mendengar ketegasan cucunya, Kalendra akhirnya mengangguk pelan, sedikit merasa lega. "Baguslah kalau kamu sudah mengantisipasinya."

Malam kian larut.

Rakanza berada di kamarnya di lantai atas. Setelah mandi berulang kali untuk menghilangkan rasa lengket dan kotor akibat debu markas musuh, Raka kemudian menyandarkan tubuhnya di tepi tempat tidur.

Pikirannya melayang. Antara urusan pengkhianat yang belum selesai, desakan orang tuanya untuk menikah, hingga... keberadaan gadis bercadar di kamar tamu.

Rakanza menghela napas berat. Rasa penasarannya mendadak mengusik ketenangannya. Ia berdiri, berniat keluar kamar sekadar untuk memastikan kondisi gadis yang ditolongnya atau mungkin hanya ingin tahu apakah gadis itu sudah sadar.

Namun, baru beberapa langkah Rakanza berjalan di lorong lantai dua menuju arah kamar tamu—

"AARRGHH! RAKA!"

Sebuah teriakan memecah keheningan malam.

Suara Nyonya Sienna!

Rakanza membeku sebentar, lalu refleks berlari cepat menuju kamar tamu. Dengan sekali dorongan kuat, ia membanting pintu kamar itu hingga terbuka lebar.

"Nenek!”

___

Mobil sedan hitam yang dikendarai Rafandra melaju membelah jalanan kota yang diterangi lampu jalan. Setelah memastikan mobil Ayah Luviana tidak lagi mengejarnya, Luviana bersandar di kursinya sambil mengembuskan napas lega.

"Ayahmu benar-benar luar biasa," kekeh Rafandra sambil melirik gadis cantik di sampingnya.

Luviana ikut tertawa kecil, walau ada guratan cemas di wajah cantiknya. "Maaf ya... Ayahku memang selalu seperti itu kalau ada pria yang mendekatiku."

"Tidak perlu minta maaf." Rafandra memelankan laju mobilnya. Ia membelok ke sebuah gedung private lounge yang sudah ia booking. Di tengah ruangan, ada satu grand piano putih yang disinari lampu gantung.

Luviana tertegun. "Rafa, ini..."

"Aku ingat dulu, setiap ulang tahun Mama, kamu selalu main piano," ujar Rafandra sambil membukakan pintu untuknya. "Sudah lama sekali aku tidak lihat kamu main piano, Luvia. Aku kangen masa-masa kecil kita dulu."

Luviana berdiri kaku. Tangannya refleks mengepal.

Rafandra menuntunnya ke bangku piano itu. "Mainkan satu lagu untukku, ya? Lagu yang dulu sering kamu mainkan waktu kecil. Yang judulnya 'Cahaya Kecilku'."

Itu lagu ciptaan Luviana sendiri. 

Wajah Luviana pucat. "A-aku..."

"Kenapa?"

"T-Tanganku..." Luviana buru-buru menyembunyikan kedua tangannya di balik punggung. "Tanganku sakit, Rafa. Tadi siang aku salah urat waktu latihan. Dokter bilang tidak boleh main piano dulu seminggu ini."

Rafandra mengerutkan keningnya. Ada kecewa di matanya, tapi ia mengangguk maklum. "Oh, pantas kamu pakai sarung tangan tadi. Ya sudah tidak apa-apa."

Ia lalu merogoh saku jasnya, mengeluarkan kotak biru tua. Cincin berlian berbentuk kelopak teratai.

"Luviana..."

Ia berlutut.

"Aku tahu hubungan keluarga kita rumit. Aku tahu ayahmu mungkin akan jadi benteng terbesar. Tapi aku serius denganmu. Bukan karena kamu pianis terkenal, tapi karena kamu yang selalu ada di sampingku sejak kecil. Maukah kamu menikah denganku?"

Luviana menahan napas. Matanya membelalak. Untuk sesaat, ia terlihat panik, bukan terharu.

"Rafandra... apa kamu tidak akan menyesal?" suaranya mencicit.

"Kenapa harus menyesal?"

"Keluargaku keras. Ayahku membenci keluargamu. Dan aku... aku mungkin bukan wanita sempurna yang kamu bayangkan," lirihnya menunduk.

Rafandra tersenyum manis, mengusap pipi Luviana. "Satu-satunya hal yang akan kusesali adalah jika aku membiarkan wanita seindah kamu pergi dan dimiliki orang lain."

Luviana akhirnya mengangguk pelan dengan senyum yang dipaksakan. "Iya. Aku mau."

Rafandra menyematkan cincin itu dengan bahagia.

Namun saat Rafandra memejamkan mata sambil memeluknya, senyum Luviana lenyap total. Sorot matanya dingin. Ia menatap kedua tangannya sendiri yang ia sembunyikan.

Bagus. Sedikit lagi rencanaku tercapai. Ayah dan Ibu di Surga kalian tenang saja!

Gadis itu kemudian melirik piano di sebelahnya. 

Sialan, hampir ketahuan. Aku kan tidak tahu main piano!

...___...

1
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
koq bs si si rafa berubah total gt
febby fadila
🤣🤣🤣🤣 langsung bingun kan ya mau buka pakaian sementara ada raka juga
febby fadila
harus dikuliti hidup² dan buat dia lumpuh seumur hidup dan buang dia di lautan bebas atau klw ada hewan peliharaan kasih aja buat hewan itu
febby fadila
kau bakalan menyesal rafa klw kamu tau kebenarannya nanti
febby fadila
hmmmm jadi cinta segitiga ini yg pasti nanti raka nggak akan lepaskan luviana yg asli untuk adik kembrnya rafa yakin deeh aku
febby fadila: oh iya lupa aku 😁😁😁😁
total 2 replies
Bunda SalVa
jadinya cinta segitiga dong yah antara Rafa, Luvi dan Raka dan siapa yg akan jadi pemenang akhirnya setelah tahu kalo Luvi yg asli adalah yang pakai cadar 😄
Mom Ilaa: jangan-jangan yg menang Julian 🤭 canda✌️
total 1 replies
Lala
di pake topeng itu
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
rak?
febby fadila
alhamdllah akhirnya raka sudah tau kebenarannya tinggal membongkar kebusukan putri palsu yg gila itu
febby fadila
cb saja kau hanyu gila jangan sampai kamu yg di mutilasi duluan sama raka 🤣🤣🤣
febby fadila
semoga cepat terbongkar ya thor jangan lama² dong ya
siti Syamsiar
lanjut👍
Bunda SalVa
semangat Mom 🤗🤗
Bunda SalVa
haruss dong Mom, masa kalah sama boneka Anabel 🤣🤣🤣
Adinda
aku dukung raka sama luviana asli
febby fadila
waduuuu luviana mencintai rafa tp sekarang sdah menjadi istrinya raka kakak kembarnya rafa astaga cinta segitiga
siti Syamsiar
lanjut thor👍
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
harus dong
Budi Rahayu
setuju banget 😎
febby fadila
thorrr jangan lama² dong thor sumpah bikin emosi ini, 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!