NovelToon NovelToon
SANTANA MILIK SENJANA

SANTANA MILIK SENJANA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Romansa Fantasi
Popularitas:125
Nilai: 5
Nama Author: little ky

Kisah cinta yang tak usia saat masih berseragam abu-abu, akankah bisa terjalin kembali? Disaat keduanya sudah tak lagi sama, namun hati tak bisa dibohongi, cinta mereka nyatanya masih ada.
Namun, disaat cinta kembali mengalahkan logika, keadaan justru menyudutkan keduanya.
Akankah SANTANA masih bisa menjadi milik SENJANA?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon little ky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sama galaunya

Pernah denger theme pas Sasuke sama Sakura di depan danau buatan bekas jatuhan meteor di serial Boruto nggak?

Anggap aja lagu ini jadi latar belakang theme Santana lagi merenung sambil lihatin foto Senjana waktu pas SMA.

Kalau yang baca cerita ini bilangnya Santana nggak pernah sayang dan cinta Senjana, itu nggak bener kok. Santana sayang, malah sayang banget sama Senjana.

Menurut Santana, Senja paling indah dalam hidupnya ya Senjananya ini. Karena saat Santana mulai menanyakan jati diri, saat rasa kesepian mulai Santana rasakan, saat banyak orang mulai mempertanyakan siapa Santana hanya Senjana yang mengulurkan tangan dan memberikan senyum terindah bagi Santana.

Dia kehilangan kedua orang tuanya saat berusia enam tahun. Keluarga paman dan bininya menolak mengurusnya karena tidak ada tinggalan harta apapun dari kedua orang tuanya. Akhirnya Santana dibawa ke panti asuhan, lalu saat SMP dia bertemu Welly lalu diangkat anak oleh Bu Mitha.

Waktu itu, bu Mitha baru saja kehilangan suaminya yang meninggal karena kecelakaan. Welly yang terpuruk berubah menjadi pendiam dan susah bergaul, tapi saat bertemu Santana, keduanya langsung akrab. Hingga akhirnya bu Mitha pun mengadopsi Santana.

Saat memasuki SMA, Santana bertemu dengan Senjana tanpa sengaja saat Senjana menolongnya yang dirundung oleh kakak kelas. Bukan tanpa sebab sih, Santana ini populer sejak pertama masuk SMA. Udah ganteng, tinggi, ramah, nggak banyak tingkah, cool dan pendiam.

Ciwi-ciwi jelas mengidolakan Santana hingga membuat kakak kelas yang kehilangan pemujanya jadi dendam. Dikuliklah masa lalu Santana hingga akhirnya dia di bully. Waktu itulah Senjana menolong Santana. Murid cewek pindahan dari kota lain, yang datang membawa suasana baru untuk masa-masa sekolah Santana.

" Masih cantik.. Tapi cahaya kamu redup, Sen. Nggak seterang dan semegah dulu.. Maaf ya.. Maafin aku... " monolog Santana sambil memandangi foto Senjana penuh rindu.

" Aku... aku yang lagi emosi sampai nggak mikir gimana kamu kalau menghadapi semua ini sendiri. Tega banget ya aku, yang katanya paling mencintai kamu nyatanya aku jadi luka terdahsyat di hidup kamu. "

Ingatan Santana jatuh ke hari dimana dia memutuskan hubungan mereka. Meminta agar Senjana tidak mengejar dan mencari tahu tentangnya. Wajah sendu Senjanya, air mata Senjanya, merah padam wajah Senjanya, tak pernah sekalipun pergi dari ingatannya.

Senjanya yang sedang tersakiti olehnya. Senjanya yang kebingungan karena diputuskan olehnya. Senjanya yang merana karena ditinggalkan cintanya.

" Maaf ya... Maafin aku... Ini bukan salah kamu, Sen.. Nggak pernah jadi salah kamu.. Kamu yang paling nggak bersalah di sini.. Maafin aku.. " ratapnya penuh nestapa.

Bu Mi yang awalnya tadi hendak memanggil Santana untuk makan malam, justru terpaku diam di depan pintu, melihat Santana menangisi foto gadis yang dia kenal. Dari celah kecil pintu kamar Santana, bu Mi bisa melihat betapa sakit dan merananya putra angkatnya itu.

Hati bu Mi pun ikutan merasakan sakitnya. Bu Mi bersama Welly adalah saksi hidup betapa hancurnya Santana karena memutuskan Senjana saat itu. Tapi saat itu bu Mi tidak bisa berbuat apapun karena dia berada di luar lingkaran masalah itu.

Tapi setelah sekian lama diam, memperhatikan dan tidak berbuat apapun, bu Mi merasa ini tidaklah benar.

' Aku nggak boleh lagi diam. Mereka saling sayang tapi terganjal masa lalu yang kelam. Kalau begini terus, keduanya tidak akan bahagia... '

Keyakinan bu Mi demi rasa sayang pada Santana dan Terima kasihnya pada Senjana, membuatnya memantapkan diri untuk bergerak. Mencari jalan keluar meskipun nantinya dia akan jatuh bangun dan terluka. Demi putranya, demi penolongnya, bu Mi tidak lagi akan diam dan melihat keduanya sama-sama hancur.

*********

" Aaarrrgggghhhhhh... "

Brak.. Brak..

Angkara murka kembali beraksi lantaran muak dan kesal melihat pekerjaan numpuk dan masalah datang silih berganti.

Ruangan Angkara sekarang benar mirip kandang sapi. Sampah-sampah kertas berserakan, segunung laporan menumpuk di meja kerja juga meja tamu di ruangannya. Belum lagi bekas cangkir kopi yang tak terhitung jumlahnya.

Sejak Senjana mengajukan cuti alias kabur dari kenyataan, Angkara selalu lembut di kantor. Jenifer tidak bisa mengimbangi kegilaannya dalam bekerja akhirnya keteteran dan izin sakit. Berakhir pekerjaannya dan pekerjaan Jenifer dia sendiri yang kerjakan. Makin bertambah saja, sampai pulang pun tak sempat.

Berharap mendapat bantuan dari CFO nya yang tak lain adalah Miyara, adiknya sendiri. Hari ini dia baru mendapatkan kabar kalau Miyara mengambil cuti selama dua hari lantaran patah hati. Apa nggak meledak rasanya otak ini mengurus kantor yang semua orangnya pada cuti karena urusan pribadi.

Angkara merasa tidak ada harga dirinya sama sekali di depan orang-orangnya. Masa iya yang lain cuti, dia sebagai CEO menghandle pekerjaan semua orang.

" Sial... Mana banyak banget laporan yang salah lagi. Belum aku periksa yang ini udah datang lagi yang baru.. " gerutunya muak melihat tumpukan kertas di atas mejanya.

Angkata garuk kepalanya sampai rambutnya mirip sangkar burung, " Ikutan cuti aja kali ya.. Bangkrut biarin dah.. Capek. "

Tak..

Pena dilemparnya, biarlah tidak selesai hari ini karena jujur saja Angkara lelah. Dia kurang tidur, makan pun tidak teratur. Badannya sudah mulai mereka sakit, karena pola hidupnya berantakan.

Ini baru empat hari sejak Senjana cuti, masih sepuluh hari lagi yang mana Angkara yakin begitu Senjana kembali, dia pasti langsung masuk IGD.

" Nggak bisa gini.... "

" Kalau tetep di kantor trus ngadepin semua ini, bisa gila aku.. Nggak bisa gini.. " keluh Angkara.

Dilihatnya jam tangan merk Rolex yang bertengger di pergelangan tangan kanannya. Waktu sudah menunjukkan pukul 18.15. Ekspresi Angkara sempet terkejut sebentar melihat kalau sudah jam segini. Saking seriusnya dia bekerja, langit sudah berubah gelap pun dia tidak tahu.

Diambilnya ponsel mewah miliknya, lalu dia menghubungi seseorang yang kiranya memiliki nasib mirip dengannya. Sama-sama galau karena hidup tak sesuai angan.

Daripada sendirian di kantor meratapi nasib, mendingan Angkara ajak saja orang yang bernasib sama dengannya ini untuk menghabiskan waktu bersama. Berdua lebih baik lah, daripada sendirian.

" Halo.. " teleponnya tersambung.

" Ada waktu? "

.....

" Ikut saya, yuk!! Kita cari tempat nongkrong. "

.....

" Nggak ada kepentingan apa-apa sih. Cuma pengen cari temen aja. Obrolan lelaki gitu. "

.....

" Kamu dimana? Saya jemput kamu sekarang. "

.....

" Oke.. Setengah jaman lagi saya sampai. "

Sambungan telepon terputus, tanpa menunggu lama Angkara bergegas membereskan pekerjaannya sekenanya saja. Lalu pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka, setelahnya dia sambar jas miliknya yang bertengger di kursi kerjanya. Tak lupa dia bawa ponsel miliknya, khawatir jika sang istri menghubunginya.

" Kerjaan bisa diurus besok, kewarasan nggak akan bisa dipertahankan kalau harus nunggu besok. " gumamnya lalu pergi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!