NovelToon NovelToon
Kaisar Naga Bela Diri

Kaisar Naga Bela Diri

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Balas Dendam
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Di ujung terlupakan Kerajaan Tianhe, seorang anak yatim bernama Qin Mu tumbuh di Desa Canglan bersama seorang pemabuk tua yang mengaku petani. Yang ia miliki hanyalah pisau berburu berkarat, liontin batu hitam peninggalan ayah yang tak pernah kembali, dan satu pertanyaan yang tak terjawab: mengapa ia ditinggalkan?

Ketika dunia kultivator yang selama ini hanya ia dengar sebagai legenda tiba-tiba menghancurkan kedamaian desanya, Qin Mu dipaksa memasuki jalan yang telah ditentukan jauh sebelum ia lahir jalan yang berlumuran darah, penuh pengkhianatan, dan dibayar dengan harga yang tak seorang pun mau membayarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 29

Pedang Qi Cair berwarna kuning keemasan sepanjang satu tombak itu menukik turun, hanya berjarak satu jengkal dari ubun-ubun Qin Mu.

Hawa panas dan tekanan penghancur dari ranah Foundation Establishment telah membakar ujung rambut depan Qin Mu yang basah oleh darah. Kulit dahinya kembali terbelah oleh hembusan angin tajam sebelum bilah cahaya itu sendiri menyentuhnya. Di belakang sana, teriakan putus asa Su Ruyan tercekat di tenggorokan, sementara di halaman bawah, para pengawal yang tersisa menahan napas menyaksikan detik-detik kematian sang pemuda berjubah hitam.

Di tengah puing-puing batu yang mengubur separuh tubuhnya, pandangan mata Qin Mu sudah kabur oleh genangan darah. Tulang rusuknya remuk, lengan kanannya patah terkulai, namun tangan kirinya yang gemetar masih mencengkeram erat Pecahan Logam Hitam di dadanya yang berlumuran darah hangat dari lukanya sendiri.

Aku belum... boleh mati di sini...!

Tepat pada sepersekian detik ketika ujung pedang Qi Cair milik Su Kuang nyaris menyentuh kulit kepala Qin Mu.

Dunia mendadak membeku.

Bukan kiasan. Kobaran api merah yang sedang melalap tiang kayu lantai dua tiba-tiba berhenti bergoyang di udara. Butiran debu dan serpihan batu bata yang beterbangan berhenti jatuh, menggantung diam di kehampaan. Bahkan tetesan darah yang baru saja terlempar dari bibir Su Ruyan berhenti bergerak di tengah udara.

Waktu di seluruh area Paviliun Awan Emas seolah-olah baru saja dicekik oleh tangan tak kasat mata yang melampaui hukum langit dan bumi!

Wajah buas Su Kuang yang sedang menyeringai di atas Qin Mu langsung kaku. Pupil matanya bergetar hebat dalam ketakutan yang tak terlukiskan saat ia menyadari bahwa tangannya, aliran Qi Cair di dalam meridiannya, hingga pedang cahaya yang sedang ia ayunkan terkunci mati di udara tidak sanggup turun walau hanya seperseribu inci lagi!

Krek... Kraaak...

Tepat di ruang sempit di antara dahi Qin Mu dan ujung pedang Qi Cair Su Kuang, udara kosong tiba-tiba retak seperti kaca hitam yang diinjak dari balik bayangan.

Sebuah celah kehampaan berwarna gelap gulita yang dipenuhi kilatan bintang purba terbuka begitu saja tanpa formasi dan tanpa mantra. Dari dalam robekan ruang tersebut, terjulur keluar sebuah tangan tua yang kurus dan keriput, terbungkus lengan baju kain rami abu-abu yang tampak sangat biasa.

Jari telunjuk dan ibu jari tangan tua yang keriput itu dengan santai menjepit ujung pedang Qi Cair milik Su Kuang.

Puk.

Hanya dengan satu jepitan ringan layaknya memetik kelopak bunga kering, pedang Qi Cair tingkat Foundation Establishment yang tadi sanggup menghancurkan seluruh gedung itu langsung pecah berhamburan menjadi bintik-bintik cahaya tak berbahaya, lalu lenyap ditelan angin!

Gelombang waktu kembali mengalir. Api kembali berkobar, dan puing-puing kembali berjatuhan ke lantai.

Dari dalam celah robekan ruang yang perlahan menutup kembali di depan Qin Mu, melangkah keluar sesosok kakek tua bertubuh sedikit bungkuk dengan sangat santai.

Pakaian yang dikenakan kakek itu benar-benar biasa hanya sehelai jubah kain kasar berwarna abu-abu pudar tanpa lencana klan maupun lambang sekte, rambut putihnya diikat asal-asalan dengan ranting kayu kering, dan kakinya hanya beralaskan sandal jerami usang. Ia bahkan sempat menguap kecil sambil menepuk-nepuk debu di lengan bajunya seolah baru saja bangun dari tidur siang yang panjang.

Namun, begitu sandal jerami kakek tua itu menyentuh lantai kayu balkon, udara di seluruh Kota Provinsi Cangzhou mendadak terasa berat dan sunyi.

Tidak ada seorang pun di tempat itu yang tahu siapa kakek tua ini, dan yang paling mengerikan baik Su Kuang maupun Tetua Sekte Bayangan Darah sama sekali tidak bisa merasakan ranah kultivasinya! Di mata Kesadaran Spiritual mereka, kakek itu tampak kosong seperti manusia fana biasa, namun ketika mata tua kakek itu melirik sekilas, rasanya seolah-olah langit malam yang tak berujung sedang runtuh menimpa pundak mereka!

Kakek tua itu memutar lehernya yang berderak pelan, menyapu pandangannya ke sekeliling halaman Paviliun Awan Emas yang hancur berantakan, lalu menunduk melihat tubuh Qin Mu yang terbaring bersimbah darah di antara reruntuhan batu.

Kakek itu menghela napas panjang dan menggelengkan kepalanya.

"Kalian para senior yang sudah hidup puluhan tahun dan mencicipi pintu keabadian ini... benar-benar sudah tidak punya urat malu lagi," ucap kakek tua itu dengan suara serak yang santai, namun terdengar jelas di telinga setiap orang. "Dua orang di ranah Foundation Establishment mengeroyok seorang anak berusia empat belas tahun yang bahkan ranahnya saja masih merangkak di ranah fana? Kalau kabar ini terdengar oleh angkatanku dulu, wajah kalian sudah lama dijadikan alas."

Mendengar kalimat yang merendahkan itu, wajah Tetua Sekte Bayangan Darah yang sejak tadi berdiri di samping Su Kuang berkedut marah.

Sebagai petinggi cabang Sekte Bayangan Darah yang telah mencapai ranah Foundation Establishment, ia terbiasa ditakuti bagaikan dewa kematian di Provinsi Cangzhou. Karena Kesadaran Spiritualnya tidak merasakan fluktuasi Qi apa pun dari tubuh kakek berpakaian gembel itu, kesombongannya membutakan logikanya ia mengira kakek itu hanyalah orang tua yang kebetulan memiliki jimat warisan pemecah ruang kuno untuk menyelamatkan diri!

"Jangan ikut campur urusan Sekte Bayangan Darah, Orang Tua!" bentak Tetua Sekte Bayangan Darah itu dengan angkuh sambil melangkah maju, melepaskan tekanan Qi Cair berwarna merah darah dari tubuhnya. "Tidak peduli trik ruang apa yang baru saja kau pakai, jimat kuno tidak bisa digunakan dua kali! Kalau kau tidak ingin mati dicincang bersama bocah itu, enyahlah sekarang juga!"

Kakek tua itu berhenti menepuk debu di bajunya.

Ia menoleh perlahan. Tatapannya turun dari wajah sombong tetua bungkuk itu menuju lambang Tengkorak Darah yang tersulam di dada jubah merah tua pria tersebut.

Untuk sepersekian detik saja, tatapan mengantuk di mata kakek tua itu lenyap berganti menjadi ketajaman sedingin jurang kehampaan yang membuat suhu di seluruh jalanan Kota Cangzhou turun hingga titik beku!

Kakek tua itu bahkan tidak menjawab sepatah kata pun. Ia hanya mengangkat tangan kanannya yang keriput sedikit, lalu menjentikkan satu jarinya ke udara ke arah Tetua Sekte Bayangan Darah tersebut.

Ting.

Seberkas cahaya energi transparan seukuran jarum melesat keluar dari ujung jari kakek itu, menembus ruang tanpa suara.

Pupil mata Tetua Sekte Bayangan Darah itu mengecil drastis hingga seukuran lubang jarum. Dalam sepersekian detik sebelum cahaya itu menyentuhnya, barulah insting kematiannya menjerit histeris bahwa sosok di depannya ini bukanlah manusia yang bisa ia bayangkan! Ia berusaha mengerahkan seluruh Qi Cair di dalam Dantiannya untuk membentuk perisai darah berlapis-lapis—

Namun semuanya sia-sia.

BOOM—!

Begitu cahaya dari satu jari kakek tua itu menyentuh dadanya, perisai Qi Cair tingkat Foundation Establishment itu pecah seperti gelembung. Tanpa sempat mengeluarkan satu suara jeritan pun, seluruh tubuh, tulang, hingga Dantian milik Tetua Sekte Bayangan Darah itu langsung meledak di tempat menjadi kepulan kabut darah halus yang menguap bersih di udara malam tanpa menyisakan sepotong daging pun!

Keheningan langsung mencekik seluruh Paviliun Awan Emas.

Seorang kultivator ranah Foundation Establishment sosok yang beberapa detik lalu bersumbar bahwa mereka telah melangkah di jalan dewa dan berada di atas langit baru saja dihapus dari dunia ini hanya dengan satu jentikan jari!

Di sebelah tempat kabut darah itu menguap, wajah Su Kuang langsung berubah sepucat kapur mayat. Seluruh kesombongan dan kemarahannya menguap tanpa sisa, digantikan oleh teror murni yang membuat celananya hampir basah.

Bruk!

Tanpa memedulikan harga dirinya sebagai paman dari keluarga besar maupun statusnya sebagai kultivator Foundation Establishment, Su Kuang langsung menjatuhkan kedua lututnya ke atas lantai kayu yang berlumuran darah!

Sebagai pedagang politik yang licik, ia langsung menilai situasi dalam sekejap: melawan kakek misterius ini sama dengan bunuh diri. Satu-satunya jalan untuk bertahan hidup adalah menjilat!

"S-Senior Agung! Ampuni mata buta junior ini!" suara Su Kuang bergetar hebat, namun ia buru-buru memasang nada semanis dan serendah mungkin sambil membenturkan dahinya ke lantai. "Junior tidak tahu bahwa pemuda ini adalah orang yang dilindungi oleh Senior Agung! Semua ini adalah hasutan dari iblis Sekte Bayangan Darah tadi dan Klan Wei! Junior... junior siap menyerahkan seluruh harta Cabang Pertama Keluarga Su sebagai tanda permintaan maaf kepada Senior!"

Namun kakek tua berpakaian rami itu sama sekali tidak menghiraukannya.

Bagi kakek itu, Su Kuang yang sedang bersujud dan bermulut manis di sana tidak ada bedanya dengan lalat yang berdengung di pinggir jalan. Ia bahkan tidak melirik ke arah Su Kuang sedikit pun.

Sebaliknya, kakek tua itu berjongkok di samping tubuh Qin Mu yang bersimbah darah.

Dengan jari-jarinya yang keriput, kakek itu menyentuh tulang lengan kanan Qin Mu yang patah dan tulang rusuknya yang retak, merasakan kepadatan tulang perak yang ditempa oleh Sutra Penempaan Tulang Kehampaan serta sisa-sisa aura kuno yang bersembunyi di balik dada pemuda itu.

"Hmm... merobek dan memadatkan sumsum tulang dengan metode kehampaan kuno di usia semuda ini, ditambah Dantian yang baru saja dibuka paksa dengan esensi darah naga banjir," gumam kakek tua itu sambil mengangguk-angguk kecil dengan sorot mata penuh minat. "Kejam terhadap musuh, tapi lebih kejam lagi terhadap tubuhnya sendiri. Tidak buruk... benar-benar bibit kecil yang menarik."

Di bawah tumpukan puing, Qin Mu yang kesadarannya sudah berada di ujung tanduk berusaha menahan matanya agar tetap terbuka.

Melalui celah pandangannya yang merah oleh darah, ia menatap wajah keriput kakek tua di atasnya. Ia tidak mengenal kakek ini, namun saat jari tua itu menyentuh dadanya tadi, Qin Mu merasakan seuntai hawa hangat yang anehnya menahan pendarahan di organ dalamnya agar nyawanya tidak terputus!

Setelah selesai memeriksa tubuh Qin Mu dan mengabaikan Su Kuang yang masih bersujud kaku dengan keringat dingin mengucur deras, kakek tua itu menolehkan kepalanya ke arah pilar kayu di sudut balkon tempat Su Ruyan sedang terduduk lemah sambil menahan luka di bahunya.

"Gadis kecil," panggil kakek tua itu dengan nada santai. "Aura garis darah di tubuhmu terasa sedikit tidak asing di hidungku. Kau keturunan dari siapa?"

Su Ruyan tersentak. Melihat kakek misterius yang baru saja meledakkan seorang ahli Foundation Establishment dengan satu jari itu bertanya padanya, gadis berusia lima belas tahun itu buru-buru menahan rasa sakitnya dan membungkuk hormat dari tempatnya duduk.

"Menjawab Senior..." suara Su Ruyan terdengar jernih meski sedikit bergetar. "Nama junior adalah Su Ruyan dari Keluarga Su. Ayah saya adalah Kepala Keluarga Utama saat ini, Su Tian, dan pendiri garis keluarga kami adalah Leluhur Su Yang."

Mendengar nama Su Yang, kakek tua itu terdiam selama satu detik, lalu tiba-tiba meledak dalam tawa terbahak-bahak yang begitu keras hingga membuat genteng-genteng yang tersisa di atap Paviliun Awan Emas bergetar!

"Hahaha! Su Yang?! Maksudmu si tua bangka bau tanah yang kerjaannya mengurung diri di dalam peti batu gunung belakang sambil menghitung koin emas itu?!" kakek tua itu memukul pahanya sendiri sambil tertawa geli. "Pantas saja! Pantas saja kau berani memodifikasi formasi gedung untuk menjebak pamanmu sendiri tadi! Ternyata cicit dari si pelit Su Yang!"

Su Ruyan dan Su Kuang sama-sama terbelalak tak percaya.

Leluhur Su Yang adalah dewa pelindung tertinggi Keluarga Dagang Su di Ibu Kota Kerajaan seorang eksistensi legendaris yang telah hidup lebih dari dua ratus tahun dan dihormati oleh seluruh petinggi kekaisaran! Namun di mulut kakek berpakaian gembel ini, Leluhur agung mereka dipanggil tua bangka bau tanah?!

Kakek tua itu berhenti tertawa, lalu berdiri tegak sambil memasang wajah mendengus kesal.

Tanpa peringatan, kedua tangannya bergerak membentuk segel ruang yang rumit di depan dadanya, lalu ia mendongak ke arah langit malam sebelah timur arah Ibu Kota Kerajaan Tianhe yang berjarak ribuan li dari Provinsi Cangzhou dan berteriak dengan suara yang dilapisi kekuatan menembus ruang!

"Hei, Tua Bangka Su Yang!!" suara kakek tua itu tidak memecahkan gendang telinga orang-orang di halaman, melainkan langsung merobek lapisan awan di langit malam dan melesat melintasi batas provinsi bagaikan guntur! "Apa kau sudah mati membusuk di dalam pertapaanmu sampai tidak becus mengurus keluargamu dengan benar?! Bahkan anak cucumu yang sedarah daging ini kau biarkan saling membunuh dan bersekongkol dengan tikus luar untuk membantai keponakannya sendiri! Benar-benar tua bangka bodoh!"

Seluruh langit di atas Kota Provinsi Cangzhou bergetar hebat oleh gema teriakan tersebut.

Satu tarikan napas. Dua tarikan napas.

Tepat pada tarikan napas ketiga, awan hitam di langit tinggi di atas Paviliun Awan Emas mendadak berputar membentuk pusaran raksasa!

Dari balik pusaran awan yang jauh di atas sana, terdengar sebuah suara tua yang berat, agung, namun terdengar sangat jengkel dan ikut mengutuk balik meski suara itu sama sekali tidak berani menyebut nama asli sang kakek berpakaian rami:

"Heh... kau lagi, Orang Tua Gila!! Sudah puluhan tahun kau tidak keluar dari sarangmu, begitu muncul bukannya mati dengan tenang, malah berteriak-teriak merusak meditasiku dari jarak ribuan li! Katakan, rencana gila apa lagi yang sedang kau persiapkan kali ini sampai kakimu menginjak Cangzhou?!"

Mendengar balasan dari Leluhur Su Yang yang menggema dari balik awan itu, kakek tua di balkon hanya tertawa mengejek sambil mengorek telinganya dengan jari kelingking.

Sementara itu, di lantai balkon, wajah Su Kuang telah kehilangan seluruh warna darahnya. Itu benar-benar suara Leluhur tertinggi Keluarga Su!

KRAAAAK—!

Tanpa memperlihatkan wujud tubuh aslinya yang tampaknya masih berada dalam meditasi terisolasi di Ibu Kota, Leluhur Su Yang langsung mengoyak ruang dari jarak jauh!

Sebuah gerbang cahaya keemasan terbuka di langit tepat di atas halaman Paviliun Awan Emas. Dari dalam lorong ruang tersebut, melangkah turun sesosok pria paruh baya berwajah tegas dan berwibawa yang mengenakan jubah brokat emas Kepala Keluarga Utama Su Tian, ayah kandung Su Ruyan sekaligus kakak tertua Su Kuang!

Su Tian mendarat di atas balkon yang hancur dengan pancaran aura puncak yang menekan seluruh halaman. Begitu melihat putrinya, Su Ruyan, yang terluka di sudut pilar, dan melihat adiknya sendiri, Su Kuang, yang berlutut di depan ratusan pengawal pemberontak, wajah Su Tian langsung menggelap oleh amarah yang dingin.

"Su Kuang! Leluhur mengirimku menembus ruang malam ini untuk menyeretmu kembali ke Aula Leluhur Keluarga Utama guna diadili atas pengkhianatan darah!" suara Su Tian menggelegar bagaikan lonceng perunggu.

Di atas lantai, tubuh Su Kuang gemetar hebat.

Ia tahu betul hukum Aula Leluhur Keluarga Su pengkhianat yang bekerja sama dengan sekte terlarang untuk membunuh garis keturunan utama akan dihancurkan kultivasinya, dicabut seluruh akarnya, dan disiksa di penjara bawah tanah seumur hidup! Semua rencana yang telah ia susun bersama Klan Wei telah hancur berantakan karena kemunculan kakek tua gila ini!

Mata Su Kuang yang terpojok mendadak memerah darah oleh kegilaan seorang yang kehilangan segalanya.

"Diadili?! Kalian semua tidak pernah menganggapku sejak awal!!"

Sebelum Su Tian sempat mengulurkan tangan untuk menyegel meridiannya, tangan kanan Su Kuang yang tersembunyi di balik lengan bajunya merogoh keluar sebutir pil bundar berwarna merah kehitaman yang berdenyut seperti bola mata hidup dan dipenuhi urat-urat darah kuno yang menjijikkan lalu Su Kuang langsung melemparkan pil terlarang itu ke dalam mulutnya dan menelannya bulat-bulat!

BOOM—!

Begitu Pil Darah itu masuk ke kerongkongan Su Kuang, bau amis darah purba yang begitu busuk dan jahat langsung meledak dari pori-pori tubuhnya, mengubah urat nadinya menjadi hitam legam!

Dan pada detik itu juga, tawa santai di wajah kakek tua berpakaian rami yang berdiri di samping Qin Mu mendadak lenyap tanpa sisa digantikan oleh kemarahan dingin yang membuat udara di seluruh balkon membeku!

1
Liang Hou
pake Sreettt aja tor kalo ranting, sring! lebih cocok suara besi 🙏
Sang_Imajinasi: siap terimakasih sarannya
total 1 replies
Am Mi
up
ibarumbung
👍👍👍👍👍
ibarumbung
💪💪💪💪💪
ibarumbung
⭐⭐⭐⭐⭐
Asta Hariadi
bagus, ceritanya menarik
Sang_Imajinasi: Terima Kasih Bintang 5 nya 🙏
total 1 replies
Sang_Imajinasi
Halo Para Reader.

Jika Kalian Suka dengan cerita ini silahkan beri
Like, Ranting ⭐️ dan Vote 🎟 serta Gift 💰.

Penilaian & Kontribusi kalian sangat berharga bagi author untuk tetap semangat update cerita ini.

TERIMA KASIH.... ✌️
Sang_Imajinasi: oke lanjut 4 bab
total 4 replies
Budi Wahyono
biasanya tokoh jahat ketika mau mati,ada aja yg nyelametin...
ini enak nih gak bertele2,tinggal musuh yg lebih kuat udah nunggu
Begin Bae
/Determined/
Sang_Imajinasi: Terima Kasih Bintang 5 nya 🙏
total 1 replies
Sang_Imajinasi
Halo Para Reader.

Jika Kalian Suka dengan cerita ini silahkan beri
Like, Ranting ⭐️ dan Vote 🎟 serta Gift 💰.

Penilaian & Kontribusi kalian sangat berharga bagi author untuk tetap semangat update cerita ini.

TERIMA KASIH.... ✌️
ibarumbung
keren 👍👍👍👍👍
Sang_Imajinasi: Terima Kasih Bintang 5 nya 🙏
total 1 replies
ibarumbung
💪💪💪💪💪
ibarumbung
⭐⭐⭐⭐⭐
ibarumbung
👍👍👍👍👍
ibarumbung
💛💛💛💛💛
ibarumbung
💪💪💪💪💪
ibarumbung
⭐⭐⭐⭐⭐
ibarumbung
👍👍👍👍👍
ibarumbung
💛💛💛💛💛
ibarumbung
💪💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!