Seorang wanita yang bernama Winda sudah lama menikah mencoba bermain api dengan teman sekantornya yang bernama Hendra. Rasa cinta & nyaman yang sebelumnya tidak dirasakan olehnya ditemukan dalam diri Hendra. Setelah sepakat meninggalkan pasangan masing-masing.
Hendra justru memilih kembali kedalam pelukan istrinya. Winda yang sudah terlanjur menggugat cerai suaminya merasa kecewa & marah kepada Hendra.
Apa yang dilakukan Winda setelah Hendra & Suaminya tidak didapati ?
BURUAN KEPOIN ??? JANGAN LUPA BACA YAA KISAH KELANJUTANNYAAA !!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nukhbatul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3. Menjadi Duri Dalam Rumah Tangga Orang Lain
Siulan Hendra pagi ini setelah bangun pagi dirumah menggambarkan betapa senangnya hatinya. Wanita yang begitu didambakan dikantornya sekarang dalam genggamannya. Winda seakan tidak mau lepas darinya. Dua sejoli ini yang sedang dimabuk kepayang tidak memikirkan perasaan mereka masing-masing. Mereka membangun cinta diatas derita luka seorang istri.
Winda pun sebagai seorang istri tidak bisa menjaga kehormatannya ketika suaminya berada diluar kota atau pun ketika Johan sedang bekerja diluar rumah. Ia merasa saat ini wanita paling bahagia karena dicintai seutuhnya oleh pacar gelapnya itu
Sepasang kekasih itu sedang main api, mereka sadar bahwa apa yang mereka lakukan itu salah & berdosa. Tapi gelora cinta & gairah nafsu mereka tidak bisa terbendung lagi.
Winda pagi ini membawakan bekal untuk kekasih gelapnya itu yaitu dengan menu : nasi + ayam katsu + buah semangka. Begitu semangatnya membuat masakan diracik dengan penuh cinta dan kasih sayang.
Tok... Tok.. Tok... "Ada suara siapa pagi-pagi yang bertamu dirumahku sepertinya pagi ini aku tidak mengundang orang untuk datang kerumahku". batin Winda.
Kebetulan pagi ini Ia sedang sendirian dirumah.
Tak ada suara yang tercipta yang ada hanyalah keheningan dan suara jarum jam dinding yang berdetak seakan ia berlomba mengejar waktu untuk cepat dapat menyelesaikannya.
Baru bangun tidur yang pertama ia langsung lakukan ialah bergegas menuju dapur, menyatukan nyawanya yang masih berkumpul setelah bangun dari tidur panjangnya pada malam hari, dengan mata yang setengah sadar mencoba cuci muka biar keliatan segar dan fresh. Kucuran air yang mengalir dari dalam westafel pun sedingin mata air pegunungan yang begitu sangat menyejukkan dirinya.
Sang suami yang sedang dinas keluar kota ke Pulau Sulawesi, Tahun ini begitu banyak proyek dan tender yang berhasil dimenangkan olehnya. Usaha yang dirintis sedari muda, kini ia tinggal mengembangkannya supaya memiliki jaringan yang semakin luas dan bisa memiliki kantor cabang diluar kota.
Ada pepatah kuno yang menyatakan : Kesuksesan seorang Suami ada dibalik Kehebatan seorang Isteri. Namun hal tersebut tidak berlaku bagi Johan. Karena Istrinya pun sudah mempunyai yang tidak kalah mentereng dari dirinya.
ia pun sibuk sendiri didapur, sudah sekian purnama ia tidak turun gunung terjun di dunia perdapuran. Rasa cintanya pada pacarnya Hendra yang membuatnya6 berkecimpung didapur kembali sebelum berangkat kerja ia pun melakukan aktifitas nya dikantor yang sangat menjenuhkan itu.
Rasa jenuh bin bosan yang sudah dijalankan oleh Winda selama bertahun-tahun sudah mencapai level akut. Sudah berbagai cara dilakukan dan puluhan kegiatan untuk menghilangkan rasa jenuh dan bosannya itu
Suara bel rumah Winda berbuny berkali-kali. Siapa gerangan yang sudah bertamu di pagi hari ini yang Sinar Mataharinya pun enggan untuk muncul lebih awal.
Suara hati Winda pun berdetak lebih keras dari biasanya. Jantungnya berdebar semakin tidak karuan. Keringat tipis didahi pun sengaja ia usap berkali-kali untuk menutupi kecemasan dari dirinya itu.
Begitu membukakan pintu betapa kaget & paniknya Ia ternyata Pacarnya itu yang sudah bertengger didepan pintu rumahnya. Hendra pun sengaja memasang senyum termanisnya untuk wanita pilihannya itu. Wanita yang membuatnya jatuh cinta lagi bak seperti anak remaja lagi.
Pakaian yang ia kenakan pun sangat rapi setelan kemeja berwarna abu dipadu dengan celana kerja dengan warna senada. Aroma wangi ditubuhnya mengalahkan wangi masakanku didapur. Aroma wangi parfum milik pria tampan itu menusuk kedalam relung hati pacar cantiknya itu.
Sepatu yang dipakainya pun terlihat kinclong seperti disemir dengan tinta emas. Sangat mengkilap sekali. Tas dan jam tangannya pun baru ia pilih sengaja dengan warna senada.
"Berani sekali rupanya Hendra kesini menampakan batang hidungnya, bagaimana kalau ada tetangga yang melihat datang kerumahku". Batin Winda dengan kepanikan yang tidak bisa ditutupi oleh wajahnya.
"Hendra... ngpain kamu kesini kalau ada yang lihat kamu disini gimana ?". Ucap Winda kepada Hendra tanpa basa basi lagi.
"Tidak ada yang melihat aku kesini ,sayang ? Balas Hendra kepada Winda. Wajah Hendra pun clingak-clinguk melihat keadaan sekitar.
"Kamu tidak suka aku kesini, udah gausah panik gitu" Jawab Hendra pelan dan dengan nada lembut dan santai.
"Kamu tidak menyuruh aku masuk kedalam rumahmu ini". Ucap Hendra kepada Winda dengan wajah memperhatikan sekitar rumahnya.
Rumah yang sangat asri didepan rumahnya dihiasi pepohonan. Bangunan rumah cluster dibangun sangat rapi dengan bangunan yang sejajar dan dengan warna yang senada. Dijaga ketat oleh security 24 jam sehingga keamanannya pun sangat terjamin.
Hendra pun langsung nyelonong masuk kedalam rumahnya tanpa dipersilahkan masuk oleh Winda, Ia khawatir bila ada yang mengenali Hendra masuk kedalam rumahnya.
Hendra pun memperhatikan kedalam rumahnya, Rumah yang bersih dan rapi dengan bergaya minimalis yang tertata cukup elegan terkesan rumahnya lebih luas begitu apik yang menyusun rumah ini.
Hendra pun langsung mendekat pujaan hatinya dan langsung mencium manja dan lembut. Winda pun hanya terdiam seribu bahasa, Pacarnya tau betul kalau ia akan berhenti bicara kalau sudah diberikan sentuhan yang sangat manis dan lembut.
Winda pun yang masih mengenakan baju tidur, rambut yang masih diuntel berantakan. Bau aroma tubuh Winda bercampur dengan bau masakan yang sengaja ia buatkan dan disiapkan untuk kekasih gelapnya itu.
Ia tidak memperdulikan lagi penampilannya pagi ini karena kekasih gelapnya itu datang kerumahnya secara mendadak tanpa mengabarinya terlebih dulu. Berbanding kontras Penampilannya dengan Hendra yang sudah rapi dan sangat wangi aroma tubuhnya.
Semerbak aroma masakan yang sedang dimasak oleh Winda pun sangat menggugah selera Hendra yang ingin segera mencicipi masakan kekasihnya itu. Namun Hendra lebih tertarik dengan wanita yang memasaknya makanannya itu.
Tanpa basa basi ia pun mengajak pacarnya itu, Winda untuk melakukan hubungan terlarang didalam rumahnya. Tepatnya dikamar tidur, tempat yang biasa digunakan Winda dan suaminya untuk bercengkraman memadu kasih. Kini tempat tersebut sudah dikotori oleh pasangan yang sedang dimabuk cinta ini.
Kamar tidur yang sangat rapi, bersih dan wangi. Membuat siapa saja yang memasuki kamar tersebut, akan betah berlama-lama untuk sekedar untuk berisitirahat.
Winda pun tidak kuasa menolak ajakan pacarnya itu, Masih pagi sekali rasanya kenikmatan itu dimulai dikamar tidurnya, Hendra pun tertawa sangat puas melihat tingkah lakunya pacarnya itu yang pasrah tubunya itu disentuh dan diciumi.
Winda wanita yang sangat susah ditaklukan olehnya sedari muda, Hendra Wijaya lelaki tampan dan gagah sudah lama menaruh hati kepada pacarnya itu. Namun siapa sangka, wanita itu sekarang sangat dekat dengannya. Bahkan sekarang tak ingin menjauh darinya.
Pasangan dua sejoli yang non halal itu pun segera bersiap-siap untuk berangkat kerja bersama, Hendra yang sudah rapi sedari pagi pun harus mandi kembali karena sekujur tubuhnya dibasahi oleh campur keringat mereka berdua dalam memadu kasih.
Setelah melampiaskan hasrat dan nafsunya dikamar tidur pacarnya itu, mereka berdua pun harus segera melakukan aktivitas seperti biasanya. Selama suaminya Winda diluar kota, Hendra pun sebelum berangkat dan pulang kerja mengabiskan waktunya bersama pacar gelapnya itu.
Melakukan hubungan terlarang yang seharusnya mereka tidak lakukan. Bercengkraman berdua dan memadu kasih antar insan manusia yang hubungannya itu belum diresmikan oleh agama.
Pagi ini Winda pun tampil cantik dan modis mengenakan rok mini diatas lutut berwarna biru, Senada warnanya dengan tas dan sepatu yang ia kenakan, Kemeja yang berwarna putih broken white. Rambutnya pendek lurus sebahu yang diwarnai black blue.
Dengan pede dan santainya Winda berjalan menenteng tas dan laptop dikoridor gedung salah satu bank swasta tempat saat ini ia bekerja sebagai supervisor. Tidak jauh Winda berjalan ada Hendra dibelakangnya mengawal sang pacar dan memandang sinis kepada para pria yang akan menggoda pacar cantiknya itu.
Tika pun curiga kenapa kemarin mereka berdua kompak tidak masuk kerja tentunya dengan alasan berbeda. Winda tidak masuk kerja dengan alasan cuti. Sedangkan Hendra tidak masuk kerja dengan alasan sakit.
Rapat pagi ini pun diawali dengan Winda menjadi pemimpin Rapat, Wanita yang sangat cerdas, komunikatif, dan menjadi motivator untuk rekan kerja lainnya. Semangat dan loyalitas Winda pun dalam bekerja tidak diragukan lagi.
"Win...Winda kok sekarang loe sama Hendra udah jarang main Padel lagi sih". Tanya Tika kepada Winda diwaktu santainya itu.
"Abis capek kalau abis pulang kerja langsung tidur gue, Tika". Balas Winda kepada Tika dengan berbohong.
Yang lainnya pun masih sering berkumpul dan kompak olahraga Padel dan Badminton walau tanpa Hendra dan Winda. Hendra sudah tidak nyaman lagi karena kedekatannya dengan Winda sudah mulai tercium oleh rekan kerja yang lainnya.