NovelToon NovelToon
ME | Possessive BadBoy

ME | Possessive BadBoy

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Fantasi Isekai / Nikahmuda
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Smarrr

Nadia tak suka dengan perjodohan yang orang tuanya berikan padanya dengan Jayden Mahendra.

Jayden san Nadia kini resmi menjadi suami istri, tapi pernikahan mereka masih harus di sembunyikan sampai mereka lulus sekolah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Smarrr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Nadia memesan taxi online untuk ia mengantarkan Kevin pulang ke rumahnya. Selama di perjalanan Kevin tak mau membuang waktu untuk kembali mengambil perhatian Nadia.

*"Awww... sakit," le nguh Kevin seolah lukanya sangat sakit.*

*"Apanya yang sakit?" Nadia tak bisa jika tidak khawatir, apa lagi itu mengenai Kevin. Cowok yang ia suka dan ia cintai sudah beberapa bulan ini.*

*"kamu temenin aku kan nanat di rumah? aku sendirian soalnya, ortu aku lagi ada kerjaan di luar kota," lirih Kevin dengan suara yang serak.*

Nadia sedikit bimbang, pasalnya dia juga memikirkan keadaan jayden yang juga sama-sama terluka karena Kevin.

"Nad," panggil Kevin lagi karena Nadia melamun.

"I-iya kenapa?"

"Kamu bisa kan nemenin aku?" tanyanya lagi

Nadia tersenyum da berfikir jika kali ini Kevin lebih membutuhkan dirinya dari pada Jayden, "lya, aku temenin kok," sahut Nadia dan itu membuat Kevin tersenyum di dalam hatinya. Kevin merasa puas kerena bisa mengambil simpati Nadia lagi.

"Makasih ya Nad, aku kira kamu udah lupain aku karena cowok itu, dia emamg penganggu kan buat hubungan kita? kamu sadar itu kan Nad?" Nadia mengangguk entah mengapa kali ini Nadia setuju dengan pernyataan Kevin.

Tak lama kemudia taxi yag membawa mereka sampai di depan halaman rumah Kevin yang cukup luas, Nadia membantu Kevin turun karena Kevin bertingkah seolah badanya merasa lemah tak berdaya.

Dengan langkah yang eplan, nadia memapah badan Kevin berjlaan ke dalam rumah dan meuju kamar Kevin yang sudah lumayan lama Nadia tak ke kamar itu lagi.

Nadia ingat betul saat terakhir ia ke kamar itu di mana Kevin yang ingin menc iumnya tapi tiba-tiba orang tua Kevin masuk ke dalam kamar dan membuat aksi Kevin gagal.

"Kenapa senyum - senyum?" tanya Kevin saat melihat Nadia tersenyum tersipu.

"Ehem... nggak apa- apa kok."

"Inget sesuatu kan? aku juga inget soalnya," kata Kevin yang semakin membuat wajah Nadia memerah.

"Aku ambilin makan dulu ya, abis itu kamu minum obatnya dan istirahat."

Kevin mengangguk dengan senyum di bibirnya. memperlihatkan betapa ia bahagia saat Nadia kembali ke dalam pelukanya.

"Liat kan? gimana gue bisa ambil Nadia lagi dari sisi lo, dasar cowok aneh dan bangkotan, udah tua tuh mending cari yang setara aja, nggak usak sok sokan cari yang daun muda, "lo pikir gue nggak tahu lo itu siapa? cih!" gumam Kevin menyandarkan badanya di bahu tempat tidurnya.

Kevin bahkan sudah membayangkan bagaimana ia nanti akan bermalam bersama Nadia. "Pasti malam ini akan menjadi malam kita berdua," gumanya lagi.

Nadia kembali ke kamar Kevin dengan semangkuk bubur yang di buatnya dengan instan.

"Maaf agak lama, tadi aku lat nak ada makanan, jadi aku buat bubur dengan bahan yang ada aja, yang penting kamu bisa makan."

"iya sayang, makasih ya, kamu nemenin aku aja aku udah seneng banget loh, apa lagi kalau kamu sampai harus masak kaya gini, besok kayaknya aku juga udah sembuh deh."

"Paling bisa emang kalau ngegombal."

"Kok gombal sih sayang? aku beneran tahu, dengan keadaan wajah aku yang babak belur begini aja kamu masih mau berada di amping aku, itu tandanya kamu beneran sayang kan sama aku?"

Mendengar hal itu, pikiran Nadia beralih ke Jayden. Bagaimana cowok itu juga sangat pintar salam hal membual.

Nadia menghembuskan nafasnya panjang, ia tak mau jikaterus menerus memkirkan hal tentang Jayden dengan tempramen yang Nadia sendiri tak menyukainya.

"Sayang," panggil Kevin karena Nadia kembali melamun.

"Ahh.. iya sorry," Nadia meniupkan bubur yang masih panas dan menyuapkan ke mulut Kevin.

lesu. "Kamu masih mikirin cowok itu ya?" tanya Kevin

"Hah! cowok yang mana?" Nadia kembali menyuapkan bubur kepada Kevin hingga tak tersisa.

"Jangan mikir macem- macem dulu deh, yang penting sekarang itu adalah kamu sehat dan bisa sekolah lagi,"

Kevin meraih jemari Nadia. "Nad please, jangan tinggalin aku, aku benar-benar nggak bisa kalau tanpa kamu."

"Aku temenin Kev."

"Aku nggak cuma butuh di temenin Nad, aku juga butuh kamu untuk selamanya."

"Aku temenin kmu sampai sembuh ya."

"Habis itu kamu pergi tinggalin aku gitu aja? Itu sama aja kamu pergi sekarang Nadia! Gimana kau "Habis itu kamu pergi tinggalin aku gitu aja? itu sama aja kamu pergi sekarang Nadia! Gimana kau bisa tanpa kamu? Sedangkan setiap harinya, biasanya selalu ada kamu di samping aku, aku kangen kamu Nad."

Nadia terdiam, hatinya seolah tengah berperang melawan semua ego yang ada. Antara tanggung jawabnya sebagai istri Jayden Mahendra. Atau tetap berada di samping Kevin. Pacar sekaligus pemilik hati Nadia.

"Saat ini ku nggk bisa janji apa-apa sama kamu, tapi coba temenin aku sampai kmau sembuh, habis ini ku mau ketemu sama papa aku dulu, karena semuanya terjadi karena kedua orang tua aku."

Kevin mengangguk, ia mencoba memahami apa yang Nadia rasakan saat ini.

"Iya sayang, maafin aku yang egois," Kevin menarik tangan Nadia dan memeluk cewek itu ke dalam dekapannya.

"Aku kangen kamu sayang," bisik Kevin melonggarkan pelukan mereka.

Kedua netra Kevin dan Nadia bertemu. Wajah Kevin semakin mendekat dan akan menc ium bibir Nadia. Tapi Nadia berpaling, bayangan Jay tiba-tiba melewati pikirannya dalam balutan bibir mereka berdua.

"Kenapa sayang?" Tanya Kevin dan dengan cepat Nadia menggelengkan kepalanya.

"Nggak apa-apa kok, bibir kamu masih bengkakgitu, nanti yang ada tambah sakit kalau di pake ci uman."

"Oh... lya juga ya, hehe.. maaf, habis aku kangen banget sama kamu."

Othor belike: helehhh dasar cowok!

Tak terasa hari mulai gelap karena matahari yang tenggelam dan berganti rembulan yang menyinari. Tangn Nadia masih setia mengenggam tangan Kevin sampai cowok itu tertidur.

Sampai Nadia pun tak sadar jika dirinya tertidur di samping Kevin.

"Kamu yakin mau masuk sekolah?" Tanya Nadia melihat Kevin yang sudah rapi dengan seragamnya.

Hari ini Kevin sudah menyiapkan semuanya, dari seragam Nadia dan sepatu. Bahkn tas juga buku sekolah Nadia ia belikan baru untuk Nadia.

"Kamu ngapain beliin aku semua ini? Aku bisa pulang dulu ambil seragan juga tas aku kok."

"Nanti kalau kamu pulang, cowok itu pasti nyamperin kamu lagi, aku nggak mau sayang."

"Iya, tapi nggk perlu juga kamu beliin semua ini"Enggak sayang. Semua untuk kamu itu nggak kan mubajir, aku rela ngelakuin hal apapun itu, asal kamu tetap di samping aku."

Deg!

Ucapan Kevin mengingatkan kembali pada kata-kata yang juga Jayden ucapkan hari lalu pada Nadia.

juga." "Ya udah kita berangkat aja yuk, keburu siang

Karena kondisi Kevin yang masih sakit, Nadia dan Kevin di antar oleh pak supir dengan mobil.

Di sepanjang perjalanan, Nadia sedikit melamun, ia memikirkan bagaimana keadaan Jayden di rumah yang juga tanpa dirinya. Entah mengapa Nadia merasa ada yang aneh di dalam hatinya. Padahal saat ini Nadia harusnya bahagia bisa kembali bersama kekasih pujaannya.

"Sayang, kita udah sampe loh, ngelamunin cowok itu lagi?" Pertanyaan Kevin yang terus menerus tentang Jayden membuat Nadia penat mendengarkannya.

"Aku nggak ngelamun kok!" Ketus Nadia yang kesal juga pada akhirnya.

"Nadiaaaaa...!!!!!" Teriak Mela yang akhirnya ketemu dengan sahabatnya itu. " Ehh... Kenapa Kevin? Kok lebab gitu mukanya?" Tanya Mela"Lah kok jadi gue sih."

"Loh... Sayang, kok sama Mela sih, kamu mau kemana?" Protes Kevin yng langsung mendapatkan lirikan tajam dari Mela.

"Gue kepaksa! Kalau bukan Nadia yang mjnta gue juga ogah ya!" Ketus Mela.

Kevin yang sudah melihat punggung Nadia semakin menjauh dan akan mendapatkan pertolongan dari Mela pun menolaknya dengan tegas.

"Nggak usah di bantu juga, gue nggak perlu!" Ketus Kevin yang membuat Mela terbelalak.

"Cih... Dasar MOKONDO!"

Kevin yang kesal pun masuk ke dalam kelasnya, sedangkan Mela pergi ke kantin untuk membeli seidkit cemilan untuk Nadia dan dirinya nanti di dalam kelas.

1
S.Marrr
Halloweeww gGuysss
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!