NovelToon NovelToon
Setelah Dicerai, Aku Jadi Bos Barumu

Setelah Dicerai, Aku Jadi Bos Barumu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Tina Mehna 2

Selama menikah, Gia menyamar jadi istri polos yang cuma tahu urusan dapur. Tapi Aldo sang suami, malah menceraikannya demi cewek lain yang katanya anak direktur. Gia cuma tersenyum dan langsung tanda tangan. Lagipula, cape berpura-pura miskin!
Keesokan harinya, Aldo dengan sombong menghadiri rapat sebagai manajer baru di perusahaan raksasa VK Group. Dia berniat pamer demi bikin Gia menyesal.
Tapi saat pintu rapat terbuka, Komisaris Utama sekaligus pemilik saham terbesar masuk dengan anggun.
Itu Gia!
Gia tersenyum manis menatap mantan suaminya yang pucat pasi. "Manajer Aldo, buatkan saya kopi. Jangan lambat, gajimu saya yang bayar sekarang."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tina Mehna 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 3. Mantan Ibu mertua sok tau

Gia tersedak pelan, sementara Aldo mendadak meremas berkas di tangannya sampai hancur.

Aura di ruang rapat mendadak membeku. Kata 'calon menantu' yang keluar dari mulut Elkan seperti petir di siang bolong bagi semua orang, terutama Aldo. Cangkir kopi di tangan Aldo berguncang keras, menyiramkan sedikit cairan hitam panas ke jari-jarinya sendiri.

"P-Pak Presdir..." suara Aldo bergetar, matanya menatap Elkan dan Gia bergantian dengan tatapan tidak percaya. "Bercandaan Anda nggak lucu. Gia ini baru kemarin resmi cerai sama saya! Mana mungkin dia"

"Siapa yang sedang bercanda?" potong Elkan dingin. Tatapan matanya yang setajam elang beralih menatap Aldo, membuat pria itu otomatis bungkam. "Saya tidak punya waktu untuk bercanda dengan manajer level bawah seperti kamu."

Gia dengan cepat menguasai reaksinya. Ia menatap Elkan dengan lirikan peringatan, namun Elkan malah menyunggingkan senyum tipis senyuman langka yang belum pernah dilihat oleh karyawan mana pun di VK Group.

"Manajer Aldo," panggil Gia datar, mengalihkan perhatian dari drama 'calon menantu' itu. "Kopi saya mana? Kamu mau berdiri di situ seharian sambil memegang cangkir kosong? Atau kamu mau di turunkan dari posisi mu?"

Wajah Aldo memerah padam. Malu, marah, dan tidak terima bercampur menjadi satu di dadanya. Dengan gigi terkatuk rapi, ia meletakkan cangkir kopi itu kasar di meja Gia, lalu melangkah kembali ke kursinya dengan menyisakan napas yang memburu. Siska yang duduk di sebelahnya bahkan tidak berani menatap mata Aldo, sibuk mencoret-coret kertas catatan demi menutupi rasa malunya sendiri.

"Tidak.. Tidak jangan.." Jawab Aldo dengan malu.

Rapat berjalan selama dua jam berikutnya bagaikan neraka bagi Aldo. Setiap kali ia mencoba mempresentasikan draf proyek barunya, Gia selalu menemukan celah kesalahan sekecil apa pun. Dari margin dokumen yang tidak konsisten, prediksi keuntungan yang kelewat halusinasi, hingga data statistik yang salah rumus.

"Revisi semuanya. Saya beri waktu sampai jam lima sore," ucap Gia tegas sambil menutup dokumen milik Aldo. "Kalau tidak selesai, bonus triwulan divisi kamu saya potong lima puluh persen."

"Tapi Nona Gia maksud saya, Nona Komisaris! Waktu empat jam itu enggak masuk akal!" protes Aldo, matanya membelalak.

Gia menatap jam tangan mewahnya yang seharga rumah dua lantai milik Aldo. "Masih ada tiga jam lima puluh sembilan menit. Kalau kamu masih berdiri di sini sambil mengeluh, waktumu ya mungkin bakal makin habis."

Seluruh peserta rapat mulai membereskan berkas mereka, berusaha sekuat tenaga menahan tawa melihat sang manajer baru dibantai habis-habisan oleh mantan istrinya sendiri. Aldo mengepalkan tangan kuat-kuat sampai kukunya memutih.

Ketika ruangan mulai sepi dan tersisa mereka berempat Gia, Elkan, Aldo, dan Siska. Siska akhirnya memberanikan diri angkat bicara sambil menggandeng lengan Aldo erat-erat.

"Nona Gia, tolong profesional ya," ujar Siska dengan nada sok berani, meski suaranya sedikit mencicit. "Jangan karena dendam pribadi dikuasai emosi terus nyiksa Mas Aldo begini. Mas Aldo ini aset berharga di perusahaan ini, bukan pembantu kamu!"

Gia berdiri dari kursinya, merapikan blazernya santai. Ia melangkah mendekati Siska. Langkah kaki Gia yang penuh percaya diri membuat Siska refleks mundur satu langkah.

"Haa? Aset berharga?" Gia tertawa renyah, suara tawanya terdengar sangat merdu namun menyakitkan telinga. "Siska, pria yang di sampingmu ini cuma manajer sewaan di perusahaan saya. Dan kamu? Kamu bahkan bukan karyawan di sini. Atas dasar apa kamu mengatur cara saya memimpin perusahaan? Apakah kamu itu pendiri perusahaan ini ha?"

Gia memiringkan kepalanya sedikit, menatap Siska dari atas ke bawah. "Lagipula, terima kasih ya sudah mengambil sampah yang hampir saya buang ke tempat daur ulang. Kamu menyelamatkan lingkungan saya. Sekarang, kamu nikmati saja."

"Kamu...!" Siska menunjuk Gia dengan wajah memerah karena terhina.

"Jaga jarimu sebelum saya panggil security untuk menyeret kamu keluar dari gedung ini," potong Elkan tegas. Suaranya yang menggelegar membuat Siska seketika menurunkan tangannya dan bersembunyi di balik tubuh Aldo.

Elkan lalu berbalik, menatap Gia dengan pandangan yang mendadak melunak seratus delapan puluh derajat. "Ayo, Gia. Kita makan siang sekarang. Ibu sudah memesankan tempat di restoran favoritmu."

"Elkan, kita perlu bicara," bisik Gia dengan nada menuntut, berniat menagih penjelasan soal kebohongan 'calon menantu' tadi.

"Tentu, kita bicara sambil makan siang," jawab Elkan santai sambil membukakan pintu untuk Gia.

Sebelum melangkah keluar, Gia sempat melirik Aldo yang berdiri kaku bak patung. Senyum kemenangan terukir jelas di wajah cantiknya, meninggalkan Aldo yang kepalanya terasa ingin meledak karena cemburu dan emosi yang membakar dada.

Di dalam lift khusus eksekutif, Gia melipat kedua tangannya di dada dan menatap Elkan tajam. "Maksud kamu apa ngomong soal 'calon menantu' di depan umum tadi? Jangan bikin rumor aneh-aneh!"

Elkan bersandar santai di dinding lift, menatap Gia dengan sepasang mata cokelat gelapnya yang memikat. "Siapa bilang itu rumor?"

Ponsel di saku blazer Gia mendadak bergetar. Sebuah notifikasi pesan masuk dari nomor tidak dikenal. Gia menggeser layarnya dan membaca pesan singkat yang dikirimkan:

‘Gia, ini Ibu. Ibu tahu kamu sudah cerai dari Aldo. Pulang ke rumah sekarang, atau Ibu bakal bocorkan rahasia besar tentang asal-usul kamu ke media besok pagi!’

Gia menahan napasnya seketika. Rahasia asal-usulnya?

Gia menatap layar ponselnya dengan rahang menegang. Cengkeramannya pada ponsel pintar itu mengencang hingga buku-buku jarinya memutih.

Ibu mertuanya atau lebih tepatnya mantan ibu mertua, Ibu Titik kembali menggunakan trik kotor lamanya. Selama dua tahun menikah dengan Aldo, wanita tua itu tidak pernah berhenti menindasnya. Dulu Gia diam demi menghormati Aldo. Tapi sekarang?

"Ada apa?" suara bass Elkan memecah keheningan lift. Pria itu menyadari perubahan raut wajah Gia yang mendadak dingin.

Gia dengan cepat mematikan layar ponselnya dan memasukkannya ke dalam saku blazer. "Bukan apa-apa. Cuma gangguan kecil."

"Mantan mertuamu?" tebak Elkan tepat sasaran. Alis tebalnya bertaut. "Perlu aku menyuruh orang untuk mengurusnya?"

"Nggak perlu," tolak Gia cepat sambil menatap Elkan lurus-lurus. "Ini urusan pribadiku. Dan ingat, bantuanmu tadi di ruang rapat sudah cukup. Kita cuma rekan bisnis, Elkan. Jangan melewati batas."

Pintu lift terbuka.

Gia melangkah keluar lebih dulu tanpa menunggu Elkan. Pria tinggi berjas rapi itu hanya menatap punggung Gia yang menjauh dengan senyum tipis di bibirnya. "Wanita ini memang selalu keras kepala" batin Elkan gemas.

Langkah kaki Gia mendadak terhenti tepat di depan mobil limousine hitam milik Elkan. Layar ponselnya yang masih menyala terang di genggaman seakan mendadak terasa membakar telapak tangannya.

"Keturunan pembunuh...?" bisik Gia pelan banget, lebih ke membatin. Bibirnya menyunggingkan senyum tipis senyuman yang super dingin dan sarat akan celaan.

~Bersambung~

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!