NovelToon NovelToon
PENGUASA DEWA NAGA

PENGUASA DEWA NAGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Fantasi
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Otna Forever

"Mo Ling'er! Kau berjanji memberiku tiga tahun!" raungnya seperti harimau yang terluka. "Sekarang baru dua tahun! Kenapa kau lakukan ini padaku! Kenapa?!"

Mo Ling'er menyeringai, tersenyum penuh penghinaan.

"Menunggumu? Hmmph!

"Kau tidak pantas!"

Kalimat itu menghantam arena seperti petir.

"Aku dulu buta karena menganggapmu istimewa," kata Mo Ling'er sengaja lantang, biar semua orang mendengar.

"Kau memang Tuan Muda Ketiga Keluarga Feng, tapi selama enam belas tahun apa yang kau raih?"

"Jiwa Bela Diriku Peringkat Enam! Aku jenius Keluarga Mo, sekaligus jenius nomor satu di antara rekan-rekan di Kota Wushuang! Sementara kau hanya Peringkat Dua, apa hakmu menyuruhku menunggu?

"Hari ini, kau juga hanya sanggup membangkitkan Jiwa Bela Diri diperingkat Dua. Perempuan saja bahkan lebih baik darimu!"

"Dasar sampah!"

Seketika hati Feng Wuchen terasa seperti ditusuk ribuan pisau.

Enam belas tahun kenangan indah mereka terlintas di benaknya. Tawa, senda gurau, janji, kebersamaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8: Gadis dari Benua Utama

"Kalau tidak segera pergi, awas sampai kupatahkan kakimu!"

Zhang Han menatap Feng Wuchen dengan wajah muram.

Namun di balik nada ancamannya, ada kegelisahan yang tidak bisa ia sembunyikan.

Ucapan Feng Wuchen tadi terus terngiang di kepalanya.

Kultivasinya memang tidak meningkat selama setengah tahun.

Setiap kali berlatih, dadanya memang terasa seperti ditusuk.

Dan yang paling menakutkan...

tidak seorang pun tahu tentang hal itu.

Feng Wuchen menatap Zhang Han sejenak, lalu mengalihkan pandangan kepada Yu Wanxiong.

"Ketua Paviliun Yu."

"Ada satu hal lagi."

Yu Wanxiong mengerutkan kening.

Feng Wuchen tersenyum tipis.

"Anda telah memurnikan obat selama bertahun-tahun. Racun api di tubuh Anda seharusnya sudah cukup parah, bukan?"

Wajah Yu Wanxiong langsung berubah.

Sebagai seorang alkemis, racun api memang menjadi masalah yang sulit dihindari.

Semakin lama seseorang memurnikan pil, semakin besar pula kemungkinan racun api menumpuk di dalam tubuh.

Feng Wuchen melanjutkan,

"Tetua Agung Keluarga Feng juga mengalaminya."

"Rasa sakit ketika racun api menyerang..."

Ia menatap Yu Wanxiong.

"...bukan sesuatu yang bisa ditahan orang biasa."

Yu Wanxiong terdiam.

Feng Wuchen kemudian tertawa kecil.

"Karena aku bisa melihatnya, tentu aku juga tahu cara membuangnya."

Setelah mengatakan itu, ia langsung berbalik.

"Ayo, Xiaolan."

Zhang Han menatap punggungnya dengan wajah pucat.

"Tuan Muda Feng..."

Mulutnya terbuka.

Namun Feng Wuchen tidak menoleh.

Kesempatan yang tadi diberikan sudah ia buang sendiri.

Yu Wanxiong juga tidak menghentikan mereka.

Tatapannya menjadi rumit.

Pemuda yang selama ini disebut sampah itu...

sejak kapan berubah menjadi seseorang yang tidak bisa ia pahami?

Setelah meninggalkan Paviliun Wanbao, Feng Wuchen mampir ke toko milik Keluarga Feng.

Ia mengambil beberapa botol Cairan Spiritual Tujuh Warna.

Kemudian langsung pulang.

Begitu tiba di kediaman, seorang penjaga segera menyambutnya.

"Tuan Muda Ketiga, Patriark dan Nyonya sudah menunggu di aula."

Feng Wuchen tidak terkejut.

Ia sudah tahu apa yang ingin mereka tanyakan.

Di aula utama, Feng Zhengxiong, Xiao Qingqing, ketiga tetua, Feng Yuan, dan Feng Zhan telah berkumpul.

Begitu Feng Wuchen masuk, semua mata langsung tertuju padanya.

Namun sebelum ada yang sempat bertanya, Feng Wuchen lebih dulu berbicara.

"Ayah, Ibu."

"Aku tahu kalian ingin menanyakan apa."

Suasana langsung sunyi.

Feng Wuchen duduk dengan tenang.

"Tapi ada beberapa hal yang belum bisa kuceritakan."

Feng Zhengxiong mengerutkan kening.

"Kenapa?"

"Karena kalau rahasia itu tersebar, masalah yang datang mungkin jauh lebih besar daripada yang bisa kita tanggung sekarang."

Feng Zhengxiong dan Feng Qianyang saling pandang.

Xiao Qingqing justru bertanya lebih lembut.

"Pemulihan lukamu dan kemampuanmu melihat racun di tubuh Tetua Su... apakah semuanya berhubungan dengan rahasia itu?"

Feng Wuchen mengangguk.

"Benar."

Ia berhenti sesaat.

"Aku membantu Tetua Su juga bukan tanpa alasan."

Feng Qianyang langsung memahami arah pembicaraan.

"Untuk Keluarga Feng?"

"Ya."

Feng Wuchen menatap mereka satu per satu.

"Keluarga Yang sekarang sudah memutus hubungan dengan kita."

"Keluarga Mo jelas tidak berada di pihak kita."

"Paviliun Wanbao juga sejak lama tidak suka pada bisnis Cairan Spiritual Tujuh Warna milik keluarga kita."

Ia menyandarkan tubuh.

"Kalau tiga pihak ini bergerak bersamaan, posisi Keluarga Feng tidak akan mudah."

Feng Zhengxiong menyipitkan mata.

"Jadi kau sengaja membuat Tetua Su berutang budi?"

Feng Wuchen tersenyum.

"Selama racun dinginnya belum benar-benar sembuh, dia pasti akan mencariku lagi."

Feng Qianyang mengangguk perlahan.

"Dan selama Tetua Su masih berdiri di belakangmu, Keluarga Mo dan Keluarga Yang tidak akan berani bergerak sembarangan."

"Benar."

Feng Zhengxiong tiba-tiba tertawa.

"Hahaha!"

"Bagus!"

Ia menatap putranya dengan bangga.

"Tak kusangka kau sudah mulai memikirkan keadaan keluarga sejauh ini."

Tetua Kedua Feng Yunshan justru masih penasaran.

"Tapi kalau begitu, bukankah akan lebih menguntungkan kalau kau masuk Akademi Tianyan?"

Feng Wuchen menggeleng.

"Justru sebaliknya."

"Semakin sulit sesuatu diperoleh..."

"...semakin besar orang akan menghargainya."

Para tetua terdiam beberapa saat.

Kemudian Feng Zhengxiong tertawa lagi.

"Bocah ini benar-benar berubah."

Feng Wuchen hanya tersenyum.

"Dan mengenai kultivasi..."

"Pergi ke Akademi Tianyan malah akan memperlambatku."

Kalimat itu membuat semua orang kembali menatapnya.

Namun kali ini tidak ada yang memaksa bertanya.

Mereka sudah memahami bahwa Feng Wuchen menyimpan sesuatu yang tidak ingin ia ungkapkan.

Xiao Qingqing menatap putranya cukup lama.

Ia tidak tahu apa yang terjadi dalam satu hari terakhir.

Namun satu hal jelas.

Feng Wuchen sudah bukan pemuda yang sama seperti sebelumnya.

"Chen'er."

"Ibu percaya padamu."

Ia tersenyum lembut.

"Dan soal Mo Ling'er... jangan terlalu dipikirkan lagi."

"Nanti Ibu carikan gadis yang jauh lebih baik."

Feng Wuchen tertawa kecil.

"Ibu terlalu jauh memikirkannya."

Sebelum kembali ke kamar, Feng Wuchen membantu Feng Qianyang membuang sebagian racun api dari tubuhnya.

Begitu hawa panas yang selama bertahun-tahun menumpuk di meridian berhasil dikeluarkan, Feng Qianyang sampai terdiam cukup lama.

Sekarang ia akhirnya memahami mengapa Tetua Su begitu menghargai Feng Wuchen.

Setelah makan siang, Feng Wuchen langsung kembali berkultivasi.

Ia duduk bersila.

Satu botol Cairan Spiritual Tujuh Warna dibuka.

Kemudian diminum.

Energi obat segera menyebar.

Feng Wuchen langsung mengedarkan Seni Dewa Naga Tertinggi.

Boom!

Energi spiritual di sekitarnya mulai berkumpul.

Kecepatan penyerapan kali ini jauh lebih mengerikan daripada sebelumnya.

Seni Dewa Naga Tertinggi dan Cairan Spiritual Tujuh Warna seolah dibuat untuk saling melengkapi.

"Secepat ini..."

Feng Wuchen hampir tidak bisa menahan senyum.

Ia terus menyerap.

Satu jam.

Dua jam.

Malam turun.

Lalu—

Boom!

Aura tubuhnya meningkat.

Tingkat Lima Alam Tempa Tubuh!

Feng Wuchen membuka mata.

Ia mengepalkan tangan.

Kekuatan yang mengalir di dalam tubuhnya terasa jauh lebih padat.

"Bukan cuma kultivasi..."

Ia memukul telapak tangannya sendiri.

"Fisikku juga semakin kuat."

Seni Dewa Naga Tertinggi ternyata bukan sekadar mempercepat kultivasi.

Teknik itu juga memperkuat tubuh secara bersamaan.

Feng Wuchen tersenyum.

"Kalau bertemu Yang Bufan sekarang..."

"Satu pukulan sudah cukup."

Matanya menjadi tajam.

"Yang Tiansen."

"Satu bulan?"

Ia tertawa pelan.

"Mungkin terlalu lama."

Di Paviliun Wanbao, seorang penjaga bergegas memasuki aula.

"Ketua Paviliun!"

Yu Wanxiong mengangkat kepala.

"Ada apa?"

"Saya baru menerima kabar tentang Feng Wuchen."

Yu Wanxiong mengernyit.

"Katanya dia mengalahkan Yang Bufan yang berada di Tingkat Enam Alam Tempa Tubuh hanya dengan kultivasi Tingkat Empat."

"Apa?"

Yu Wanxiong langsung duduk tegak.

Penjaga itu melanjutkan,

"Dia juga melihat racun dingin di tubuh Tetua Su hanya dengan sekali pandang."

"Dan berhasil membuang sebagian racunnya."

Wajah Yu Wanxiong berubah.

"Benarkah?"

"Itu disaksikan semua orang."

"Tetua Su bahkan ingin menerimanya sebagai murid langsung."

Yu Wanxiong langsung terdiam.

Ucapan Feng Wuchen sebelum pergi kembali terngiang di kepalanya.

"Aku tahu cara membuang racun api."

Tangannya perlahan mengepal.

Untuk pertama kalinya...

ia mulai merasa mungkin dirinya telah melakukan kesalahan besar.

Feng Wuchen baru saja hendak melanjutkan kultivasi ketika suara Xiaolan terdengar dari luar.

"Tuan Muda Ketiga."

"Ada apa?"

"Ada seorang gadis mencari Anda."

Feng Wuchen mengerutkan kening.

"Gadis?"

Selain Mo Ling'er, ia hampir tidak mengenal gadis lain di Kota Wushuang.

"Siapa?"

"Saya juga tidak tahu."

Feng Wuchen akhirnya bangkit.

"Aku keluar sekarang."

Di aula utama Keluarga Feng, seorang gadis muda duduk di samping Xiao Qingqing.

Usianya terlihat sekitar lima belas atau enam belas tahun.

Wajahnya sangat cantik.

Kulitnya putih halus seperti giok.

Rambut hitam panjang jatuh lembut di belakang punggung.

Namun yang paling membuat Feng Zhengxiong dan para tetua terkejut bukanlah kecantikannya.

Melainkan kultivasinya.

Alam Pemurnian Qi Tingkat Enam.

Di usia semuda itu.

Bahkan di seluruh Kekaisaran Api, jenius seperti ini hampir mustahil ditemukan.

Xiao Qingqing sendiri sudah terlihat sangat menyukai gadis tersebut.

"Xiaoxiao, sebenarnya kau berasal dari mana?"

Gadis itu tersenyum lembut.

"Benua Utama."

Semua orang langsung terdiam.

"Benua Utama?!"

Feng Zhengxiong sampai hampir berdiri.

Tempat itu sangat jauh dari Kekaisaran Api.

Bagaimana mungkin seorang gadis seusianya datang sendirian?

Dan yang lebih aneh...

ia datang khusus mencari Feng Wuchen.

Tidak lama kemudian, langkah kaki terdengar dari luar.

Feng Wuchen memasuki aula.

Tatapannya langsung jatuh pada gadis tersebut.

Ia membeku.

Ling Xiaoxiao juga melihatnya.

Wajah cantiknya seketika dipenuhi kegembiraan.

"Kakak Feng!"

Ia langsung berdiri dan berlari menghampiri Feng Wuchen.

Semua orang tersenyum penuh arti.

Hanya satu orang yang terlihat benar-benar bingung.

Feng Wuchen.

Ia menatap gadis di depannya dengan kening berkerut.

Cantik.

Sangat cantik.

Namun...

ia yakin seratus persen belum pernah bertemu dengannya.

"Kita..."

Feng Wuchen menatap Ling Xiaoxiao.

"...pernah bertemu?"

...----------------...

Bersambung......

1
Ed Troivan
Lanjutkan thorku 🤭
Ed Troivan
lanjutkan thorku😊🤭💪
Ed Troivan
lanjut
Ed Troivan
Shuuuyyyt👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!